"Aku ingin mengakhiri semua nya"
Kalimat itulah yang selalu menempel dalam fikiran Anindita. Sampai saat ini ia belum mengetahui alasan kandas nya hubungan nya dengan Vano.
Hingga disuatu tempat, ia bertemu dengan pengusaha muda tampan bernama Fernan Wiratama,tak lain adalah Kakak dari Vano Wiratama. Dan takdir berkata lain Anindita harus selalu bersama Tuan Muda Fernan. Karena apa? Penasaran? Ikuti kisah nya.
Akankah Anindita bisa melupakan sang mantan kekasih? atau malah terjerat cinta dengan tuan muda tampan?
Up : setiap hari
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali (part 1)
Sore hari. Setelah ia meeting bersama rekan bisnis nya yang ada di Indonesia, Fernan kembali ke Rumah Utama. Karna sang Mama menelphone nya. Ingin membahas suatu yang penting. Kata mama.
Sebuah Mobil Lambhorgini terparkir di halaman Rumah yang megah dan luas. Sekertasis Gin membukakan pintu mobil untuk tuan muda. Dia mengikuti tuan muda nya dari belakang.
Mereka sampai di Rumah Utama yang mewah dan luas itu. Rumah megah bergaya klasik dengan ornamen-ornamen kristal dan ukiran khas di setiap sudut dengan lantai Marmer yang Reflektif.
Mama yang menoleh ke arah pintu depan yang terbuka seketika senyum nya mengembang dengan lebar ia berjalan cepat berjalan menghampiri Fernan yang ia rindukan selama ini. Sudah satu tahun Fernan tidak kembali ke rumah utama karna ia sibuk mengurusi perusahaan nya di Tokyo jepang. Sehingga perusahaan yang di Indonesia sementara di pegang kembali oleh Papa Wiratama.
Mama memeluk Fernan erat mata nya berkaca-kaca. Ia ingat betul kesalahan yang sudah dia lakukan bersama suami karna tidak memberikan kasih sayang penuh terhadap ke dua anak nya. Terutama Fernan. Fernan sejak berusia 10 tahun harus tinggal di luar negri di negara jepang. Ia meneruskan sekolah nya tinggal bersama sang Nenek. Selama ini ia lebih di berikan kasih sayang oleh Nenek nya daripada orang tua nya. Saat itu Fernan bersedih karna harus berpisah dari Orang tua nya. Mama yang sibuk menggeluti bidang Arsitek nya dan Papa yang sibuk dengan perusahaan nya yang ada di indonesia sehingga sang Nenek yang menawarkan diri untuk menjaga dan mengurusi Fernan. Berbeda dengan Vano ia sejak kecil tinggal di Indonesia. Meskipun begitu ia pun sama kekurangan kasih sayang dari orang tua nya. Tapi setidak nya Vano bisa tinggal bersama mereka dan setiap hari mendapatkan perhatian-perhatian kecil dari orang tua nya meskipun hanya sedikit. Fernan kembali kerumah hanya 1 tahun sekali. Itupun jika ada sesuatu yang sangat penting menurut nya.
Fernan membalas pelukan mama. Ia rindu serindu-rindu nya akan pelukan hangat dari seorang mama. Mata nya memerah menahan gejolak hati. Menahan rasa benci terhadap mama nya karna lebih mementingkan karir dari pada dirinya. Fernan melepaskan pelukan mama dengan pelan.
Papa yang sejak tadi melihat Fernan ia menatap anak nya dengan sendu. Rasa bersalah puluhan tahun yang lalu muncul kembali. Papa berjalan cepat ia memeluk Fernan dengan erat dengan kerinduan yang dalam dari seorang papa terhadap anak nya. Ia menepuk-nepuk pelan pundak Fernan dengan mata berkaca-kaca. Fernan membalas pelukan papa nya. Fernan tahu bagaiman perasaan orang tua nya yang telah menyesal. Setiap bertemu dengan nya mereka selalu meminta maaf.
Sekertaris Gin yang melihat pemandangan di hadapn nya ia tersenyum dengan sangat tipis sampai senyum nya tidak terlihat oleh siapapun. Ia tahu bagaiman kondisi keluarga besar ini. Karna sudah lama bekerja dengan Fernan. Ia tahu perasaan Tuan Muda nya bagaimana ia hidup tanpa orang tua nya, bagaimana ia merintis perusahaan yang ada di jepang tanpa bimbingan dari sang Papa. Dengan kejeniusan nya ia berhasil sukses menjadi pengusaha Muda terkaya dan terkenal dengan ide-ide brilian nya.
" Duduklah Nak. " Ucap Papa lembut dengan Aura berwibawa.
Fernan mengangguk ia duduk di hadapan orang tua nya. Sekertaris Gin berdiri disamping Tuan Muda nya.
" Duduklah Gin. " Titah Papa Wiratama menengadah menatap sekertaris Gin.
Sekertaris Gin membungkukan badan nya ia duduk di belakang Fernan dengan wajah datar nya.
" Ada sesutu yang penting yang harus kita bicarakan Nak. " Ucap mama menatap Fernan dengan wajah serius nya.
" Ada apa?"
" Adikmu Vano. " Ucap mama tercekat mata nya berkaca-kaca. Ia tak mampu mengatakan nya.
Papa yang memperhatikan istri nya ia menggenggam punggung tangan istri nya seolah memberikan kekuatan. Ia melanjutkan kalimat istri nya
" Kondisi Vano semakin memburuk Fernan. "
Fernan mengerutkan halis nya. Bagaimana mungkin setiap ia menanyakan kondisi adik nya. Vano selalu bilang ia baik-baik saja.
" Kenapa bisa seperti itu? Ada apa? " Fernan bertanya seolah mengerti ada kejanggalan di sini. Sang adik membohongi nya. Pikir nya.
" Selama pengobatan kemoterapi satu tahun lebih Vano mengikuti sesuai jadwal dokter. Tapi tidak setelah itu, untuk satu tahun ini, Dia tidak melakukan kemoterapi dengan rutin. Vano tidak melakukan nya. " Ucap mama terisak. Air mata nya lolos di pelupuk matanya. Ia menyesal mengapa ia baru mengetahui kebenaran nya. Mama melanjutkan kalimat nya" Akhir-akhir ini penyakit Vano sering pingsan. Itu karna sensorik di lengan dan tungkai nya melemah. Mamah takut, mamah takut kehilangan Vano. mama.. mama belum siap kehilangan Vano" seketika tangis mama pecah ia belum bisa menerima kenyataan jika sesuatu buruk terjadi pada Vano.
Fernan terdiam seribu bahasa. Ia pun menyesal selama ini ia tidak mengawasi adik nya secara intens. Ia tidak tau jika Vano akan melakukan di luar dugaan nya. Fernan memejamkan mata nya wajah nya menengadah ke atap-atap langit. Ia menarik nafas berat. Ia ingin adik nya sembuh.
" Kau tenang saja mama. Aku akan coba berbicara dengan Vano. "
Mama mengangguk di pelukan suami nya. Papa Wiratama mencoba menghapus air mata istri nya.
" Kau harus tenang, tidak usah khawatir. Tidak akan sesuatu buruk terjadi dengan Vano. Percayalah!" Ucap papa menenangkan sang mama.
Seketika pintu depan Rumah Utama tebuka. Disana terlihat Vano sedang berdiri mematung. Terlihat jelas wajah nya yang kaget sekaligus senang.
" Ka Fernan!? " Vano berjalan cepat menghampir sang kaka ia memeluk Fernan.
Fernan membalas pelukan Vano, ia menepuk-nepuk pundak Vano dengan sangat keras. Ia ingin sekali menghukum adik nya yang sudah melakukan hal di luar kendali nya.
" Aww.. Sakit hey " Vano melepaskan pelukan nya" Apa kau sedang mengajak ku bertarung heemm? Seperti nya kau rindu sekali kita bertengkar " tertawa renyah meninju pelan pundak kanan kakak nya dengam sebelah tangan.
Ya sejak kecil Fernan dan Vano sering sekali bertengkar karna memperebutkan sesuatu hal yang sepele. Fernan termasuk kakak yang jahil dan Vano adalah adik yang cengeng. Tapi itulah bentuk bukti kedekatan mereka sebagai seorang kakak beradik.
Flaceback On
Masa kecil Fernan dan Vano.
Vano yang saat itu usia 6 tahun. Dan Fernan 9 tahun.
Berawal dari Vano memiliki ikan Lele dan berniat untuk memeliharanya. Ikan Lele ini kemudian ia masukan ke dalam Bak mandi, sayangnya Bak mandi yang di gunakan nya ini adalah milik sang kakak.
Merasa geram Bak mandi nya di isi dengan ikan lele, si kakak langsung saja membuang nya. Mengetahui ini si adik tak kalah marah.
Ia mengadukan kekesalan nya ke hadapan mamah nya
" Punya kaka ko Gilaaa... Pengen aku Giveaway in tapi pasti ga ada yang mau." Ucap nya kesal menggerutu di samping sang mama yang baru saja pulang bekerja.
Seketika mama menahan tawa nya mendengar perkataan anak nya.
" Ada apa sayang? Kau tidak boleh berbicara kasar seperti itu. " Ucap mama lembut membungkuk menyamakan tubuh nya dengan Vano kecil."
" Mah bukan begitu. Dengerin adek yah. Adek pulang cape-cape bawa lele. Adek taroh di Bak mandi kakak, tapi kakak malah membuang nya. " Vano mengerucutkan bibir nya ia sangat kesal terhadap kakak nya.
" Kenapa kau taroh ikan lele nya di bak mandi sayang? Itukan Bak mandi. Nanti kakak mu mandi dimana? "
" Dikolam ikan saja. Itu lebih baik." menyilangkan kedua tangannya di depan dada nya.
Mama menggelengkan kepala merasa lucu dengan anak bungsunya.
Fernan kecil menghampiri mereka berdua.
Sang adik memalingkan wajahnya dengan cemberut. tidak mau melihat sang kakak.
" Kaka jahat, kaka tidak pengertian sam Lele. Kakak menyebalkan. "
" Yaudah ayook aku beliin Ikan lele nya lagi. Ayoook." Menarik lembut lengan sang adik.
" Kenapa Lele ku yang harus jadi korban? Mentang-mentang Lele jelek, ada kumis nya, bau, padahal masih bau an kakak. Aku baru beberapa hari bawa lele dan aku sudah sayang sekali dengan lele ku. Semoga kakak di Azab jadi Lele baru tahu rasa. Ada kumis nya, bau, terus dipancing orang. Digoreng! " Ucap nya lantang dan tegas
Seketika mama dan Fernan tertawa terbahak-bahak. Mereka gemaaaasss dengan tingkah Vano.
Flaceback Off.
Catatan :
Kisah masa pertengakaran ikan lele itu kisah fakta yaaa.
*anin berkali berbohong tapi tidak disalahkan
*fernan berbohong langsung disalahkan dan tidak mudah dimaafkan fernan hadir mengemis dulu baru dimaafkan
*anjn tinggal dengan lelaki lain tidak disalahkan
*fernan bawah karina tinggal dirumahnya, (anin juga ada disitu) dianggap kesalahan besar tidak mudah dimaafkan dan harus mengemis maaf dulu
*anin salah paham lihat fernan pelukan dengan karina kesalahan fernan dan harus mengemis maaf dulu baru dimaafkan
*fernan lihat anin pelukan dengan devan bukan kesalahan
kesalahan anin dan fernan banyak yang sama tapi karena pemikiran yang egois dan munafik oleh authornya jadi semua yang dilakukan fernan kesalahan fatal tapi semua yang dilakukan anin bukan kesalahan dan dibenarkan
kalian bangga buat novel yang kelihatan sekali kemunafikannya kayak gini, ini sama saja kalian bangga memamerkan pola pikir dan imajinasi kemunafikan kalian sendiri
* pelakor kalian laknat tapi pebinor kalian puja2 bahkan kalian spesial kan bisa berkali kontak fisik dengan istri orang (munafik)
* karina diajak fernan tinggal dirumah kalian laknat tapi anin kabur dari rumah dan tinggal dirumah lelaki lain bahkan anak panggil anin mama mereka tingg kayak sebuah keluarga kalian benarkan (munafik)
* fernan tidak tegas pada karina kalian laknat tapi anin tidak tegas pada devan dan vano kalian benarkan (munafik dan murahan)
* intraksi fernan dengan wanita lain kalian bela tapi intraksi anin dengan pria lain kalian benarkan bahkan pelukan kalian benarkan (munafik)
*anin salah paham fernan pelukan dengan karina kalian buat anin tegas pergi dan fernan harus mengejar dan mengemis maaf tapi saat fernan melihat anin pelukan pada devan kalian buat fernan kayak orang bodoh Terima begitu saja (munafik)
*saat anin tidak percaya fernan, maka fernan salah karena tidak bisa menjaga kepercayaan tapi saat devan tidak percaya anin tetap devan salah karena harus saling percaya (munafik)
*fernan membohongi anin adalah kesalahan fatal, fernan dihukum, dan harus mengemis maaf pada anin tapi anin membohongi fernan dibenarkan
* dan masih banyak lagi kemunafikan dalam novel ini yang dibela oleh author
Thor jadi novelis wanita jangan egois benar semua kesalahan anin dibela dan dibenarkan semuanya, tapi giliran fernan buat salah, dilaknat habis2an, jadi wanita dewasa sedikit jadi bisa buat novel adil