NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ceo

Transmigrasi Ceo

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Bagus Dwi

Dikhianati hingga tewas di dunia modern, Anya, seorang CEO jenius ahli strategi investasi, bertransmigrasi ke tubuh Permaisuri Xian—seorang istri kaisar yang lemah, miskin, dan ditindas oleh para selir di istana belakang.
Namun, si licik salah memilih lawan. Jiwa yang baru ini tidak mengenal kata menyerah. Menggunakan ilmu ekonomi modern, Anya mengobrak-abrik Paviliun Logistik, menyikat habis menteri korup, dan membalikkan keadaan hingga para musuhnya gemetar ketakutan!
Di tengah aksi balas dendamnya yang badass, Kaisar Liang yang dingin dan berwibawa justru mulai mendekat, terpikat oleh kepakan sayap sang Ratu yang baru.
"Kau sangat menarik, Xian. Katakan padaku... apa yang sebenarnya terjadi padamu?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagus Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 MENUJU ERA BARU IMPERIUM

Dengan ditandatanganinya dokumen akuisisi oleh Gu Chen dan para petinggi pedagang besar lainnya, Asosiasi Dagang Naga Hitam yang telah mengakar dan mengendalikan urat nadi perekonomian domestik selama puluhan tahun resmi dibubarkan. Proses likuidasi aset berjalan dengan pengawasan ketat yang dipimpin langsung oleh Anya dari Istana Phoenix. Di duniaku yang lama, ini adalah proses restrukturisasi korporat berskala mega, sebuah hostile takeover yang dilegalisasi oleh negara untuk mengubah monopoli swasta yang korup menjadi Badan Usaha Dagang Milik Kekaisaran (BUDMK)—BUMN versi dunia kuno.

Selama dua minggu penuh, aula Istana Phoenix dipenuhi oleh peti-peti kayu berisi buku besar, segel toko, dan rincian inventaris dari ratusan gudang milik Asosiasi Naga Hitam yang tersebar di dua belas provinsi. Anya tidak mendelegasikan tugas audit ini kepada sembarang orang. Dengan pena bulu di tangan kanan dan sempoa khusus yang telah dia modifikasi di tangan kiri, dia memeriksa setiap lembar dokumen perpajakan, memotong jalur-jalur penggelapan dana, dan menyatukan seluruh jaringan logistik tersebut di bawah satu komando finansial yang terpusat.

"Yang Mulia Permaisuri, seluruh jaringan toko beras dan gandum milik mantan Asosiasi Naga Hitam kini telah berhasil diganti namanya menjadi 'Lumbung Makmur Han'," lapor Kasim Wang sambil membawa nampan berisi teh hangat dan laporan akhir inventarisasi. Tubuh kasim tua itu tampak lelah namun matanya berbinar penuh kekaguman. "Dengan sistem standarisasi harga yang Anda tetapkan, spekulasi pasar telah mati total. Rakyat di distrik luar tidak lagi harus mengorbankan separuh gaji bulanan mereka hanya untuk membeli sekarung beras."

Anya menerima cangkir teh tersebut, menyesapnya perlahan untuk membasahi tenggorokannya yang kering setelah berjam-jam memberikan instruksi. "Ini baru langkah awal, Wang. Menstabilkan harga pangan domestik hanyalah dasar dari piramida ekonomi. Sekarang, dengan terkendalinya seluruh rantai pasok dalam negeri, kita memiliki modal dan kekuatan logistik yang cukup untuk mendukung proyek yang jauh lebih besar: ekspansi ke luar perbatasan. Sebuah kekaisaran tidak akan pernah bisa menjadi penguasa absolut jika hanya sibuk memutar uang di dalam rumahnya sendiri."

Malam semakin larut ketika seluruh pelayan dan kasim akhirnya meninggalkan ruang kerja Anya. Angin musim dingin bertiup kencang di luar, mengetuk-ngetuk jendela kayu dengan suara desisan salju yang membeku. Di dalam keheningan malam yang sunyi itu, pintu aula besar perlahan terbuka tanpa suara. Aura wibawa yang pekat langsung memenuhi ruangan, membuat Anya mendongak dari tumpukan kertasnya.

Kaisar Liang melangkah masuk, melepaskan jubah naga hitam luarnya yang telah basah oleh butiran salju. Wajah tampannya yang biasanya kaku dan dingin kini melunak saat menatap sosok wanita yang masih setia duduk di balik meja kerja raksasanya. Tanpa berkata apa-apa, sang Kaisar berjalan mendekat, lalu duduk di kursi kayu luas yang berada tepat di samping Anya, menatap lembar-lembar grafik ekonomi yang digambar oleh istrinya dengan pandangan yang sarat akan kekaguman yang mendalam.

"Setiap kali aku mengira telah melihat seluruh batas kemampuanmu, kau selalu berhasil meruntuhkan perkiraanku, Xian," suara bariton Kaisar Liang terdengar rendah dan sangat intim di keheningan malam. Dia mengulurkan tangan besarnya, mengambil pena bulu yang masih dipegang oleh Anya, lalu meletakkannya di atas meja—sebuah perintah halus agar wanita itu beristirahat. "Para menteri di dewan luar hari ini diam seribu bahasa. Gu Chen dan sekutu politiknya yang biasanya berisik kini berlutut memohon agar mereka tidak dihapus dari daftar manajer operasional tokomu. Kau tidak hanya memenangkan perang dagang ini, kau telah menjinakkan harimau pasar yang selama ini menyandera kekaisaranku."

Anya menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, membiarkan tubuh fisiknya yang lelah menikmati momen jeda ini. Dia menoleh ke samping, menatap lurus ke dalam sepasang mata elang Kaisar Liang yang kini memantulkan pendar hangat dari cahaya lilin. "Baginda, harimau pasar hanya akan menjadi buas jika pemerintahnya lemah dan bisa disuap. Di duniaku yang lama, pengusaha yang mencoba mendikte negara selalu berakhir di balik jeruji besi atau dihancurkan melalui hukum antimonopoli. Aku hanya menerapkan aturan dasar yang semestinya: bahwa kesejahteraan rakyat banyak tidak boleh dikorbankan demi keuntungan segelintir klan."

Kaisar Liang terdiam, mencerna setiap kata yang keluar dari bibir Anya. Keunikan cara berpikir wanita di depannya ini—yang selalu memandang masalah kenegaraan dari sudut pandang efisiensi sistem dan logika yang tajam—selalu berhasil memikat hatinya. Perlahan, Kaisar Liang menggeser duduknya lebih dekat, mengulurkan tangan kokohnya untuk menggenggam jemari lentik Anya yang terasa sedikit dingin akibat cuaca malam.

"Dunia asalmu... tempat yang selalu kau sebut dalam monolog batinmu atau istilah-istilah asingmu... pasti adalah tempat yang sangat luar biasa jika bisa melahirkan wanita sepertimu," ucap Kaisar Liang dengan nada suara yang melembut, dipenuhi oleh ketulusan cinta yang mulai mengakar kuat di hatinya. Dia membawa tangan Anya ke depan bibirnya, mengecup punggung tangan wanita itu dengan sangat lembut dan lama, membagi kehangatan tubuhnya. "Namun, terlepas dari dari mana pun jiwamu berasal, langit telah memilih untuk mengirimmu kemari, ke sisiku. Dan aku tidak akan pernah membiarkan dimensi atau takdir apa pun merebutmu kembali dari genggamanku."

Anya merasakan detak jantungnya berdegup kencang, sebuah sensasi hangat yang menjalar dari punggung tangannya langsung menuju ke dalam dadanya. Di duniaku yang lama, hubungan asmara sering kali dinilai berdasarkan kalkulasi komitmen yang melelahkan di tengah kesibukan korporasi yang gila kerja. Namun di sini, di bawah atap istana kuno yang dingin ini, ketulusan dan perlindungan tanpa syarat yang ditunjukkan oleh seorang kaisar berdarah dingin seperti Liang perlahan-lahan meruntuhkan dinding pertahanan emosional yang telah dia bangun selama bertahun-tahun.

"Aku tidak berencana pergi ke mana pun, Liang," jawab Anya, untuk pertama kalinya memanggil nama sang Kaisar tanpa embel-embel gelar kedinasan, sebuah tanda bahwa dia kini telah menerima pria itu bukan lagi sekadar sebagai mitra politik strategis, melainkan sebagai belahan jiwanya. Dia membalas genggaman tangan Kaisar Liang dengan erat, sebuah senyuman manis dan penuh keyakinan terukir di wajah cantiknya. "Kita baru saja menyelesaikan fondasi di dalam rumah ini. Musim semi berikutnya, kita akan membawa bendera Han melintasi lautan, menaklukkan pasar dunia, dan membangun sebuah imperium global yang kekuatannya tidak akan pernah bisa digoyahkan oleh siapa pun sepanjang sejarah."

Malam itu, di bawah sisa-sisa badai salju musim dingin yang perlahan mulai mereda, Istana Phoenix menjadi saksi bisu dari penyatuan dua jiwa penguasa yang sekeras baja. Dengan berakhirnya kekacauan internal istana belakang, pembersihan menteri korup, kemenangan atas infiltrasi racun Kekaisaran Wei, serta akuisisi total kartel domestik, Arc Pertama dari perjalanan Anya telah ditutup dengan sebuah kemenangan absolut yang bersih. Papan catur kekuasaan kini telah berada sepenuhnya dalam genggaman jemari sang Permaisuri tiruan, siap untuk diluncurkan menuju luasnya samudra dunia tanpa batas yang menanti di depan sana.

1
evi carolin
sat set libas semua ,basmi abis ampe keturunan dan nol ga punya harta jabatan dan gelar 😱
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
awal langsung panas... semangat
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: suka kok tapi klo bisa Jangan terus sebut dunia ku... biar ngga bocor klo Permaisuri nya bukan asli kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!