NovelToon NovelToon
SWEET LOVE

SWEET LOVE

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / CEO / Romantis / Cintamanis / Office Romance / Romansa
Popularitas:15.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mayraa Ibnurafa

🌹Update setiap hari min 1 episode🌹


Berlyan menyamar sebagai Hana sahabatnya untuk menghadiri sebuah kencan buta. Akan tetapi hal tak terduga malah terjadi. Ternyata pria yang akan dia temui di kencan buta tersebut adalah Presdir di tempat kerjanya, yaitu seorang Argantara Mahesa.

Mau tau gimana kisahnya? Yuk langsung disimak saja kisahnya! ^_^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayraa Ibnurafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 9 Sweet Love

Pertunjukan dimulai. Berlyan berjalan memasuki lobi hotel dengan anggun. Memakai dress berwarna hitam dan putih sebatas paha dipadukan dengan blazer bulu putih dengan kancing permata, untuk alas kaki dia memakai boot tinggi selutut berwarna hitam tanpa memakai stocking. Semua pandangan mata tentu tertuju padanya, ketika dia mengibas rambut palsu panjang dan ikal berwarna coklat yang dia pakai

“Woah cantik sekali,” puji seorang wanita yang dia lewati.

“Seksi dan nakal,” gumam pria yang tengah menggandeng pacarnya.

“Siapa dia? Penampilannya modis sekali?”

“Benar! Apakah itu produk keluaran terbaru dari Queen Beauty?”

“Aku menyukainya, aku akan segera memesan produk yang sama dari Queen!”

Berlyan menjadi sedikit gugup karena diluar ekspetasi, ternyata tidak sedikit yang menatapinya. Melainkan sangat banyak dan hampir semua orang yang dia lewati pasti menoleh kepadanya.

“Sandiwara sudah dimulai. Kini saatnya kamu menunjukkan kehebatan aktingmu, Berlyan!” gumamnya didalam hati dengan percaya diri. “Tidak! Sekarang namaku adalah Hana!”

Setelah menemukan meja yang benar. Berlyan pun segera melancarkan aksinya pertama yaitu duduk dengan gerakan cool. Tatapan matanya juga dibuat setajam mungkin untuk mengintimidasi lawannya nanti, yang akan duduk dihadapannya.

“Nona Hana?” Suara bariton dan serak dari seorang pria terdengar menyapanya.

Berlyan tersenyum tipis dan menoleh sambil mengganti posisi duduknya dengan menumpu kaki kanan dengan kaki kirinya.

“Ya, itu aku!” ucapnya.

Saat saling bertatapan dengan pria itu dia malah tercengang seperti tidak biasanya.

“Ada apa ini? kenapa dia tampan sekali, tidak seperti yang sebelum-sebelumnya? Dia sangat menawan,” gumamnya pelan.

“Apa kamu benar Nona Hana?” tanya pria itu untuk memastikannya lagi.

“Ya,” jawab Berlyan dengan wajah tercengang dia mengangguk seperti orang terhipnotis.

Bagaimana tidak jika yang dia temui ternyata adalah Argantara Mahesa. Hana yang licik, dia sengaja tidak memberitahu Berlyan siapa pria yang akan dia temui nanti. Karena dia tahu kalau Berlyan tahu bahwa Arga lah yang menjadi pasangan kencannya, dia pasti menolak.

“Silahkan duduk!” Berlyan tersadar dari lamunannya. Matanya tidak berhenti menatap pria itu sampai dia duduk tepat dihadapannya.

Tatapan mata mereka saling bertemu. Terlebih Arga yang memasang wajah dingin dan tersenyum ramah secara bersamaan. Membuat Berlyan tidak bisa berkata-kata. Dia pun segera memalingkan wajahnya kearah lain.

“Ya tuhan, aku ingin sekali mengagumi penampilannya. Tapi, demi Hana! Aku harus mengakhiri kencan ini dengan cepat,” batin Berlyan yang mulai gila dibuat Arga, “Bagaimana jika aku mulai menjadi kurang ajar padanya?”

Tatapan licik Berlyan menatap Arga sembari mengeluarkan kartu nama dari tasnya.”Maaf, aku bahkan tidak tahu kamu siapa? Dan dari perusahaan mana?”

“Siapa namamu?” Beryan memberikan kartu nama itu kepada Arga.

Arga pun juga memberikan kartu namanya kepada Berlyan dengan tersenyum tipis dan berkata, “Namaku Argantara Mahesa.”

“Apa? Ar-Aragan?” tutur Berlyan seakan-akan susah menyebut nama Arga untuk membuatnya terlihat kurang ajar.

“Bukan Aragan tapi Argantara Mahesa!” ucap Arga seraya hendak meraih kartu nama milik Berlyan tapi wanita itu malah menyimpan kembali kartu nama tersebut ketasnya. Membuat Arga menatapnya dengan datar.

“Oops oh my god sorry....” Berlyan tersenyum sensual dan mengeluarkan kembali kartu nama itu lalu memberikannya ketangan Arga.

Pria itu mengerutkan keningnya melihat tingkah aneh wanita dihadapannya.

“Argantara Mahesa,” tutur Berlyan saat membalik kartu nama Arga dia malah tercengang. Sontak dia langsung menutup mulutnya terkejut ketika teringat dengan nama tersebut.

“Argantara Mahesa, Presdir perusahaan kami Argantara?” batinnya berkecamuk sendiri.

“Nona Hana?”

“Nona Hana?”

“Iya?” Berlyan tersadar dari lamunannya ketika Arga dua kali berturut-turut memanggilnya.

“Apa anda baik-baik saja? Apa ada yang salah dengan kartu namaku?” tanya Arga.

“Ah? Tidak, tentu sama sekali tidak!” jawab Berlyan sambil tersenyum getir dan menyandarkan tubuhnya dibangku itu. Rasanya saat itu juga dia ingin berteriak dan berlari dari tempat itu.

“Bolehkah aku pergi ke toilet sebentar?”

“Oh Iya silahkan!” Arga mengangguk dan tersenyum, mempersilahkannya.

Dengan kaki gemetar dan lemas Berlyan berjalan kearah toilet.

“Permisi, dimana toiletnya? Disana? Baik terima kasih!” tanyanya gugup terbata-bata pada salah satu pegawai yang dia lewati.

Arga mengerutkan keningnya menatap Berlyan yang terlihat aneh. “Ada apa dengan wanita itu?”

Didalam toilet. Berlyan tidak henti-hentinya mencoba menelpon Hana sahabatnya yang sudah mendorongnya kejurang. Terlebih kurang ajarnya, dia berjanji untuk menemani Berlyan. Tapi saat dicari dia tidak ada sama sekali. Membuat Berlyan semakin gila dan frustasi jadinya.

“Hana, cepat angkat! Kumohon!”

“Silahkan tinggalkan pesan setelah nada berikut!”

“Dasar wanita gila, HANA QUEEN!” makinya seraya bercermin dikaca wastafel menatap wajahnya yang memakai riasan tebal.

“Ini konyol dan gila! Tidak masuk akal!”

“Oh iya, benar. Kalau begitu kenapa tidak kabur saja! Aku bisa melarikan diri dari pria itu!” ucapnya bersemangat sembari melangkah keluar dari toilet.

Akan tetapi dia malah berakhir ditempat yang sama, yaitu duduk dihadapan seorang Argantara Mahesa. Berlyan tidak berani mengangkat kepalanya, karena sedari tadi Arga terus memperhatikannya. Pria itu seperti orang gila yang tidak berhenti menatap sambil mengusap dagunya yang lancip dan rahangnya yang tegas. Berhasil membuat jantung Berlyan meronta-ronta ingin keluar dari badannya.

“Aku hanya perlu tetap bersikap tenang dan melakukan yang sudah biasa aku lakukan, lalu pergi! Aku akan dibayar satu juta lima ratus! Berlyan kamu pasti bisa melakukan ini!” gumamnya dalam hati seraya terus memasang senyuman getir dibibirnya.

“Silahkan diminum?” ucap pria itu.

“Baik,” sahut Berlyan sembari meraih cangkir teh itu.

“Jangan gugup, Berlyan. Dia tidak tahu kalau kamu seorang pegawai di perusahaannya,” batin Berlyan, saat tangannya yang tidak bisa diajak kompromi itu malah menggetar memegang cangkir.

“Hmmm, sangat panas! Bukankah disini rasanya agak panas?” Berlyan melepaskan blazer bulunya. Arga mengangkat kepalanya menatap Berlyan biasa saja. Tapi saat melihat dress yang dikenakan Berlyan berlengan pendek sepundak dia sedikit memalingkan wajahnya. Seketika itu angin berhembus entah dari mana datangnya.

“Tidak ada laki-laki yang menyukai perempuan memakai pakaian terbuka....” Berlyan menyeringai merasa sudah melakukan hal yang benar.

“Yakin kamu tidak kedinginan?” tanya Arga dengan tatapan seriusnya sambil memegang cangkir teh.

“Dingin? Tentu saja tidak. I just feel so hot, panas,” jawab Berlyan dengan menggigit bibirnya memberi kesan nakal. Lalu meraih rambutnya yang panjang dan menggelungnya agar leher jenjangnya terpampang sempurna.

“Tapi bulu di lenganmu berdiri semua,” celetuk Arga yang menatap intens lengan Berlyan. Wanita itu tersentak kaget dan spontan langsung ikut menatap lengannya.

“Gawat, dasar Berlyan bodoh!” gerutunya dalam hati.

“Ah ini tidak masalah aku memang tipe orang yang suka merinding!” timpalnya sambil tertawa sumbang dan memperbaiki posisi duduknya.

“Lalu selanjutnya...,” gumamnya.

Berlyan sengaja menendang kaki meja dengan sepatu bootnya yang mahal.

“Aughh, sorry! Sayang apa kamu baik-baik saja? Kamu terbentur ya?” Dia mulai berbicara dengan sepatu itu didepan Arga yang masih tercengang melihat tingkahnya.

“Apa kamu juga terkejut? oh kesayanganku!” decaknya lagi sambil mencium tas branded yang dibawa.

“Seorang wanita yang sangat menggilai barang mewah. Aku yakin dia pasti tidak menyukainya,” batin Berlyan.

“Apa yang sedang kamu lakukan?” Berlyan terdiam dan terheran-heran saat melihat Arga yang malah tengah sibuk dengan ponselnya. Sudah jelas usahanya kali ini ternyata gagal.

“Oh maaf, ada pesan dari kantor yang sangat penting. Jadi apa yang kamu katakan tadi? Apa bisa mengulangnya?” tanya Arga dengan wajah biasanya.

Berlyan sangat frustasi karena tadi adalah usaha terakhirnya. Dia tidak tahu harus melakukan apa lagi habis ini.

“Aku sangat sedih dan kecewa,” ungkap Berlyan memasang wajah sesedih mungkin.

“Apa kamu bilang?” Arga nampak kebingungan.

“Aku sangat sedih karena kamu tidak tertarik padaku! Membuat Luna dan Rachel sangat-sangat terluka!”

“Luna dan Rachel?” Arga menyeruput cangkir tehnya.

“Ya!” Berlyan tersenyum sembari menggeser bokongnya kepinggir kursi memasang wajah nakalnya.

Arga juga mendekat ingin mendengar penjelasannya dengan serius.

“Bagian kiri adalah Luna dan bagian kanannya Rachel, aku menghabiskan dua puluh juta lebih untuk mereka,” jelas Berlyan sambil menonjolkan bagian dadanya.

“Haiiiiiiii....” Lalu dia menggoyang-goyangkan tubuhnya untuk membuat bagian dadanya ikut bergoyang menyapa seorang Arga.

“Lihatlah, kamu pasti baru bertemu dengan wanita gila seperti ini kan, kamu pasti merasa ilfil!” batin Berlyan.

“Uhukk uhuuk,” batuk Arga saat tersedak teh yang dia minum.

“Hahaha, aku terlalu banyak membicarakan hal aneh ya?” Berlyan beranjak dari kursinya dan sengaja berjalan mendekati Arga kemudian duduk dipangkuan pria itu.

Dia pikir dengan dia bertingkah seperti orang gila dan genit pada Arga. Pria itu akan ilfil dan merasa terganggu. Akan tetapi malah tidak terduga, Arga jadi tersenyum geli saat melihat tingkah Berlyan yang menurutnya lucu dan menggemaskan. Terlebih saat bokong kenyalnya itu menyentuh paha Arga ketika dia duduk dipangkuannya.

“Tidak, aku malah lebih suka orang yang jujur sepertimu dari pada orang munafik banyak berbohong,” tutur Arga sembari meraih beberapa helai rambut Berlyan lalu memainkannya dijari.

“Apa?” Berlyan menelan salivanya dan wajahnya jadi memerah. Jujur saja saat ini bulu kuduknya benar-benar meremang dibuat Arga. “kenapa dia posesif sekali?”

Berlyan hendak beranjak dari pangkuan Arga karena merasa gagal lagi dalam usahanya. Akan tetapi pria itu malah meraih pinggulnya. Sontak membuat jantung Berlyan berdetak sangat kuat, seperti akan mengalami serangan jantung. Merasakan sentuhan lembut tangan Arga dipinggul rampingnya itu.

“Benarkah kamu benar-benar menyukaiku?” tanya Berlyan dengan suara sensual sambil mengelus pipi Arga. Pria itu tersenyum dan mengangguk.

“Oh ya ampun, jadi bagaimana jika kita memesan kamar?” Berlyan meluncurkan kartu terakhirnya yang dia harap bisa menyelamatkannya dari pria tersebut. sambil menggigit jari telunjuknya dan memasang wajah tenang.

Arga terkejut dan mengangkat wajahnya menatap wajah Berlyan yang memerah. Dia juga memperhatikan kaki wanita itu yang terus bergetar tanpa henti.

“Dia sedang gugup,” gumam Arga sambil tersenyum nakal.

“Kamar ya?” tanya Arga seolah-olah tidak menyadari kegugupan Berlyan.

“Ya, jadi kita bisa lebih mengenal dekat dan lebih dalam lagi,” jawab Berlyan sambil mengedipkan matanya, berusaha untuk tetap tenang walaupun saat ini dia sangat takut. Tangannya bergetar dan kerngat dingin membasahi seluruh tubuhnya. Terlebih wajah Arga yang sangat dekat dan hembusan nafas pria itu yang terus mengenai wajahnya.

“Bagaimana? Tidak mungkin kamu menyukai wanita nakal yang langsung memesan kamar dikencan pertamanya,” gumam Berlyan dalam hati.

.

.

BERSAMBUNG.

1
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
🥰🥰
Whyro Sablenk
author.....
Felicia amira
kappan up thor
Mayraa_Tapaa: ditunggu ya author banyak kerjaan
total 1 replies
Felicia amira
up dong kak
Felicia amira
lanjutan y kapan thor
Whyro Sablenk
kok dah 2hr g up thor
Mayraa_Tapaa: ditunggu ya
total 1 replies
Whyro Sablenk
kok lom up thor/Smile/
Whyro Sablenk
2 jempol for your triple up thor...
tetap semangat selalu ya...
Whyro Sablenk
udah di kode tuh ma si Rey,... pak presdir/Smile/
Whyro Sablenk
aq di hange jetsu thor... kok Arga curiga ya ma berlian...
c4 selidiki donk Rey..
mampus lho dimas,yaqin deh, sbnrnya dimas jg udh suka ma berlyan.
cm g nyadar aja...
mkch double upnya thor...
lanjut....
Hange Jutsu
mkch bgt triple upnya thor ..tetep semangat selalu ..n lanjut...
Hange Jutsu
Sahara...kpn kamu ketahuan.../Smile/
Hange Jutsu
lanjut thorr
Hange Jutsu
crtnya bagus
Hange Jutsu
semakin mendekati...siapa Sahara sbnrnya...
mkch double upnya thor/Pray//Pray//Pray/
Hange Jutsu
hampir saja ...
tetep semangat n lanjut Thor ...
Felicia amira
luar biasa seru crita y, apakah Arga akan tetap memilih hana palsu
Mayraa_Tapaa: makasih penilaiannya/Smile/
total 1 replies
Hange Jutsu
harusnya Arga sudah tau siapa Sahara sbnrny thor,secara dia Presdir kan...
tp tak apalah...AQ suka crtnya...
lanjut..thank 's bgt double upnya thor/Pray//Pray//Pray/
Mayraa_Tapaa: makasih masukannya, ditunggu ya upnya
total 1 replies
Nendah Siti
cerita nya bagus, aku suka
sama bgt sma film korea cerita nya . apa gitu judul nya lupa lg hehe
smgat thor
Hange Jutsu
double up thor
Mayraa_Tapaa: ditunggu, makasih sudah mampir/Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!