NovelToon NovelToon
The Captain's Discarded Siri Wife

The Captain's Discarded Siri Wife

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Romantis / Kapten / Tamat
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mira K.

Dulu kopilot yang satu kokpit dengannya. Lalu istri siri yang dibuang dengan selembar talak. Tapi Anindya kembali—terbang lagi ke maskapai sang Kapten yang mencampakkannya, sambil menyimpan rahasia: dia pemilik Klub Enggar dan pewaris Grup Wicaksana. Ibunya dibunuh ibu tiri dan saudari tirinya. Amara cuma pramugari di kabin; hanya Anindya yang duduk di kokpit. Kini sang Kapten berlutut, menyesal… terlambat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mira K., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34

Bab 34

Kerajaan yang Tak Terlihat

Seminggu setelah keluar dari rumah sakit, Anindya kembali memakai pakaian kerja tanpa menutupi seluruh wajah.

Jahitan di pipi kirinya sudah dilepas. Garis merah muda tetap terlihat dari bawah tulang pipi menuju rahang. Ia memakai tabir surya medis dan plester tipis hanya saat dokter memintanya, bukan untuk memenuhi rasa nyaman orang yang menatap.

Tugas terbang belum dibuka kembali. Pagi itu ia bekerja di lantai teratas Klub Enggar selama empat puluh menit sebelum kontrol bahu.

Enggar menampilkan peta investasi pada layar besar. “Perusahaan logistik menengah yang kita tinjau kehilangan dua kontrak setelah pesaing membeli utangnya. Kalau kreditur mengeksekusi jaminan bulan depan, gudang dan armadanya akan dijual terpisah.”

“Masalah operasional atau serangan akuisisi?” tanya Anindya.

“Keduanya. Manajemen lama lambat, tapi arus kas sebenarnya bisa dipulihkan. Pembeli utang ingin aset tanahnya, bukan bisnis.”

Sisi menyerahkan laporan tenaga kerja. Perusahaan itu mempekerjakan lebih dari dua ratus orang dan menjadi penghubung pengiriman beberapa usaha kecil. Akuisisi penyelamatan akan memberi Klub Enggar akses logistik, tetapi juga membawa kewajiban utang dan armada tua.

“Tidak ada pembelian sebelum audit keselamatan kendaraan,” kata Anindya. “Dan kreditur harus setuju restrukturisasi tertulis. Kita tidak menukar satu pemilik predator dengan pemilik yang menyebut dirinya penyelamat.”

Enggar mengganti tampilan. Di bawah struktur Klub Enggar ada investasi kecil di jasa pengiriman, perantara properti komersial, dan perusahaan keamanan berizin yang selama ini bekerja sebagai vendor independen. Tidak satu pun memakai nama Anindya di materi publik.

“Kalau transaksi ini selesai, jaringan pengiriman kita tidak lagi bergantung pada satu vendor,” katanya.

“Enggar tetap tercatat sebagai perwakilan?”

“Ya. Anda masuk sebagai wakil komite investasi internal, bukan pemilik manfaat di ruang publik. Pelaporan kepada regulator tetap mengikuti dokumen korporasi yang benar.”

Anindya menatapnya. “Kita menyembunyikan identitas dari media, bukan dari regulator atau bank.”

“Semua data pemilik manfaat dilaporkan sesuai kewajiban,” jawab Sisi. “Aksesnya hanya tidak untuk konsumsi umum.”

Siang harinya, mereka berpindah ke gedung perkantoran di SCBD untuk negosiasi dengan kreditur dan pemegang saham lama. Anindya hadir menggunakan nama sendiri sebagai wakil komite investasi. Tidak ada topeng atau pintu belakang.

Pihak kreditur meminta pelunasan besar dalam tujuh hari. Pemegang saham lama ingin tetap menerima harga tinggi tanpa menanggung tunggakan perawatan armada.

“Kami tidak membeli kerugian yang sengaja disembunyikan,” kata Anindya. “Nilai akhir dikurangi biaya perbaikan yang terbukti dalam audit. Dana keselamatan ditempatkan di rekening terpisah dan tidak bisa dibagikan sebagai dividen.”

Seorang penasihat kreditur menyebut syarat itu terlalu keras.

“Mengeksekusi jaminan akan memakan waktu, biaya, dan memutus kontrak pelanggan,” jawab Anindya. “Restrukturisasi memberi Anda pemulihan lebih besar, tetapi hanya kalau perusahaan tetap hidup.”

Perwakilan pemegang saham lama lalu menawarkan pengurangan tenaga kerja sebagai cara tercepat menurunkan biaya. Anindya meminta daftar posisi yang ingin dihapus.

“Seratus dua puluh pekerja gudang dan pengemudi kontrak,” jawabnya. “Teknologi baru bisa menggantikan sebagian besar.”

“Teknologi apa?”

Tidak ada rencana pengadaan, pelatihan, atau jadwal pemasangan. Hanya angka penghematan yang dibuat agar nilai perusahaan terlihat lebih menarik.

Anindya menutup lembar tersebut. “Kami tidak menyetujui proyeksi yang menyebut pekerja sebagai biaya hilang tanpa investasi pengganti. Audit operasional harus mewawancarai perwakilan pekerja dan pelanggan. Kalau ada posisi yang benar-benar berubah, siapkan pelatihan atau kompensasi sesuai hukum.”

Penasihat kreditur bertanya apakah Klub Enggar bersedia menambah modal kerja jika larangan pemutusan hubungan dimasukkan.

“Bersedia menempatkan dana bertahap,” jawab Anindya. “Tahap pertama untuk upah dan perawatan kendaraan. Tahap kedua setelah dua pelanggan utama memperpanjang kontrak. Tidak ada uang untuk dividen sampai rasio keselamatan dan kewajiban gaji terpenuhi.”

Enggar menambahkan bahwa perusahaan keamanan dalam jaringan mereka dapat menilai gudang, tetapi penunjukannya harus melalui pembanding harga agar tidak menjadi transaksi afiliasi yang dipaksakan.

Untuk pertama kalinya, kreditur meminta waktu berhenti selama lima belas menit. Ketika kembali, mereka menyetujui penundaan eksekusi dengan syarat Klub Enggar menunjukkan bukti kesiapan dana dan pemegang saham lama membuka seluruh catatan perawatan.

Kesepakatan itu belum menyelamatkan siapa pun. Namun setidaknya, dua ratus pekerja tidak lagi menjadi angka yang bisa dihapus sebelum audit dimulai.

Semua perubahan wajib masuk notulen dan ditandatangani para pihak sebelum berlaku.

Enggar duduk di sisi kanan, membiarkannya memimpin. Di atas kertas ia adalah wajah Klub Enggar. Di ruangan itu, semua orang mulai memahami bahwa keputusan akhir tidak berhenti padanya.

Setelah dua jam, para pihak menyepakati kerangka awal: audit keselamatan independen, penundaan eksekusi tiga puluh hari, perlindungan upah, dan negosiasi harga berdasarkan kewajiban nyata. Belum ada akuisisi selesai. Ada jalur legal untuk menyelamatkan usaha jika pemeriksaan lolos.

Rapat baru berakhir ketika pintu luar terbuka.

Arka datang bersama Fajar untuk pertemuan terpisah dengan perusahaan logistik tersebut. Adiwijaya Airlines memakai salah satu gudangnya untuk suku cadang nonkritis, sehingga perubahan kendali harus diberitahukan kepada mereka.

Langkah Arka melambat saat melihat Anindya di ujung meja.

“Bu Anindya,” sapa Fajar. Matanya berpindah pada dokumen negosiasi. “Saya tidak tahu Anda terlibat dalam restrukturisasi ini.”

“Saya mewakili komite investasi Klub Enggar.”

Arka melihat posisi duduk, catatan koreksi, dan cara penasihat kreditur menunggu Anindya merapikan map sebelum berdiri.

“Apakah rapat sudah selesai?” tanyanya.

“Kerangka awal selesai. Pemeriksaan baru dimulai.”

“Kondisi gudang memengaruhi operasi kami.”

“Karena itu tim Anda akan menerima pemberitahuan resmi dan hak meninjau perubahan layanan sesuai kontrak. Tidak ada informasi istimewa di lorong.”

Arka menerima batas itu. “Baik.”

Anindya mengangguk kepada Fajar, lalu pergi bersama Sisi. Ia merasakan tatapan Arka pada bekas luka di pipinya, tetapi laki-laki itu tidak meminta ia berhenti atau menawarkan kendaraan.

Setelah lift tertutup, Fajar memasuki ruang rapat lebih dulu. Arka tertahan oleh sekretaris yang mengumpulkan dokumen.

Di meja tersisa satu salinan notulen. Bagian keputusan mencatat bahwa Enggar Saputra menyampaikan penawaran, tetapi persetujuan syarat keselamatan diberikan oleh komite investasi melalui Anindya.

Di bawahnya ada catatan tangan: Jangan lepaskan dana sebelum upah dan audit armada diverifikasi.

Arka mengenali tulisan itu dari ratusan lembar penerbangan.

Malamnya, ia meminta Fajar melakukan satu hal saja: periksa apakah keterlibatan Anindya menimbulkan kewajiban pelaporan baru bagi kontrak Adiwijaya. Tidak ada penyelidikan pribadi.

Hasil awal hanya mengonfirmasi bahwa kewenangannya sah dan Grup Adiwijaya akan menerima pemberitahuan formal. Struktur internal Klub Enggar tetap tertutup dari publik.

Arka menatap salinan notulen sekali lagi.

Ia tidak lagi bertanya apakah Anindya dekat dengan pusat kekuasaan Klub Enggar.

Ia mulai bertanya seberapa dekat pusat itu sebenarnya berada pada Anindya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!