Pernikahan adalah ikatan suci diantara dua orang yang saling mencintai , namun berbeda untuk Rania Kirana Bramantyo . Yang harus terpaksa menikah dengan Azka hito wijaya , adik dari tunangannya sendiri .
Tiba-tiba cinta pertama kirana datang.
Bayangan masa lalu , menghantui hidupnya . Sedangkan sang suami memiliki kekasih tanpa sepengetahuanya.
Apakah Kirana tetap mempertahankan pernikahannya ?
Atau memilih cinta pertamanya ?
Dan Apakah pernikahan bisa berjalan tanpa di dasari cinta ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisyah nurul aini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Kirana berjalan tergesa- gesa menuju kamar Melati 2 tempat Azka di rawat. Samar- samar Kirana mendengar suara dari balik kamar Azka. Kirana mengintip dari jendela kamar.
Seorang gadis sedang menyuapi Azka makan, sedangkan ketiga teman-teman Azka saling menggoda.
"Cie...cie di suapin pacar?"goda Thio
"Enggak ada yang mau nyuapin gue ni?"tanya Thio
"Tu! minta suapin sama perawat-perawat cantik yang disana!"cerca Jesen.
Sambil meringis menahan sakit,"Maka-nya punya pacar, jangan jadi jomblo akut!"sindir Azka.
"Hust jangan banyak omong, cepet habisin makananmu" Azka mengangguk.
Kirana menjauh dari jendela itu dan menyandarkan tubuh di tembok."Lebih baik aku tak kesana, dia juga tidak akan menunggu-ku karna aku bukan siapa-siapa,"batin Kirana.
"Kak! Apain di sini? Yuk masuk!" Ajak Dodik menarik pergelangan tanggan Kirana. Tapi buru-buru Kirana mencegah.
Kirana menggeleng-gelengkan kepala,"Lebih baik Kita enggak ke sana!"perintah Kirana.
"Tapi kak?!"
"Ayo pulang aja!"ajak Kirana, dan akhirnya mereka berdua menjauh dari bangsal Azka.
___.
___.
___.
4 Hari di rumah sakit...
Sudah empat hari Azka di rumah sakit, tapi tidak ada tanda-tanda sang istri menjenguk-nya. Apakah perempuan itu tidak menganggap ia seorang suami? Ketika pintu kamar terbuka ia berharap Kirana yang datang. tapi, lagi-lagi hanya perawat atau dokter dan teman Azka yang masuk pintu itu.
Papa dan Mami Azka berada di luar negri, Azka tak ingin membuat mereka mengkhawatirkan keadannya. Jadi ia tidak memberitahu sama sekali bahwa ia telah mengalami kecelakaan.
Semakin-makin hari kondisi Azka semakin baik, ia-pun memutuskan untuk pulang tanpa sepengetahan sahabat atau sang pacar. Pak Udin sopir keluarga Azka membantu proses keluar dari rumah sakit.
Begitu senang-nya Azka sebentar lagi ia akan bertemu dengan sang istri. Walaupun ia marah pada kirana karna tak menjenguknya tapi disisi lain ia sangat merindukan wajah ayu(cantik) Kirana.
___
Azka berada di mobil milik keluarganya. Pak udin ada di depan, sedangkan ia berada di belakang. Dari jauh ia sudah melihat rumah yang ia tinggali selama empat bulan itu. Tiba-tiba ada mobil lain berhenti depan Azka dan Kirana. Seorang wanita berpakain ala pekerja kantor keluar dari dalam mobil. Ia lalu mengobrol sebentar dengan orang yang berada dalam mobi, Lalu mobil itu melesat meninggal wanita cantik itu. Hati Azka seperti terbakar. Api cemburu menyal-nyala di dalam bola mata Azka.
___.
___.
___.
"Ongobrol sama siapa tadi,"sindiri Azka membuat Kirana kaget, dari kapan lelaki itu ada di sini.
"Sama kakak pacarmu,"sindir Kirana balik.
"Jelas, enggak nyamperin suami di rumah sakit. Eh! Lagi berduan sama cowok lain."
"Siapa yang selingkuh?! Bukan-nya situ enak-enakan pacaran di rumah sakit!"
"Maksud loe apa?"Azka mencengkram bahu Kirana dengan satu tanggan, sedangkan tanggan yang lain masih menggunkan gift.
"Tanya ke diri loe sendiri! Siapa yang selingkuh, aku apa kamu?"tegas Kirana.
Ia pergi meninggalkan Azka,"Aku mau ke swalayan, barang persedian Aku mau ke swalayan, barang persedian di kulkas lagi habis!"
___.
___.
___.
Satu jam kemudian...
Kirana baru datang dari Swalayan yang berada di persimpangan komplek, dan toko serba guna itu tidak terlalu jauh. Maka ia berjalan kaki menuju Swalayan.
Azka masuk kedalam kamar mandi berniat untuk membersihkan badan, namun ia lupa bahwa tangganya masih sakit , "Aw! ,"teriak Azka dengan mata mendelik.
Kirana mendengar teriakan Azka langsung bergegas masuk kamar mandi, meninggal-kan barang belanjaan-nya. Untung pintu tidak di kunci. Dengan ragu Kirana menghampiri Azka, dan sekarang ia berhadapan dengan suami yang menuduh ia berbuat zinah.
"Angapain, loe! "cetus Azka dengan mata sinis
Kirana berdecak geram mendengar kata yang keluar dari mulut Azka,"Yaudah, gue pergi, kalau loe emang gak butuh bantuan gue," Kirana hendak pergi meninggal Azka.
Sontak Azka memegang pergelangan tanggan Kirana, "Tunggu! "
"Kenapa? loe nyuruh gue pergi kan! "bentak Kirana sambil melirik ke arah pergelangan tanggannya.
"Tolong bantuin gue," tutur Azka dengan tulus. Azka tak ingin egois di posisi seperti ini.
Kirana menarik tubuh kekar Azka, lebih rapat. Walaupun usia Azka lebih muda darinya, tapi postur tubuh Azka lebih kekar dari pada Dodik.
Bola mata Azka terus menatap ke arah Kirana yang fokus melepas kancing baju Azka satu persatu.
"Cantik, "batin Azka menikmati wajah sang istri lebih dekat.
"Sudah!" Melempar padangan ke arah Azka, yang sendari tadi menatapnya. Persedian oksigen Kirana seperti berkurang saat mata mereka saling bertemu.
Dengan gugup dan gerogi kirana berkata "Gu..guu..e ke keluar!"ucap Kirana terbata-bata.
Kirana keluar dari kamar mandi dan langsung pergi ke dapur, berniat menata barang belanjaan sambil menenangkan pikiran. Ia menyadari bahwa ada perasaan aneh yang muncul. Dada-nya terus berdebar. Setelah semua bahan masuk kedalam almari pendingin. Ia berniat memasak sop untuk sang suami.
"Bikin apa?" Sontak Kirana kaget, dan hampir menjatuhkan gagang sutil.
"Sop ayam!"
"Oh...kayak ya dari aroma-nya enak!"
"Hmm..."tutur Kirana, pipi wanita itu berubah merah. Untung Kirana membelakangi Azka. Jadi dia enggak tau istri-nya sedang tersipu malu.
"Maaf soal yang tadi,"Azka menarik kursi makan yang berada di samping dapur.
"Maaf soal?"
"Soal aku nuduh kamu selingkuh" Azka sudah mulai bilang aku kamu bukan Elo gue.
"Oh aku juga mintak maaf, enggak bisa jenguk kamu, waktu itu aku cemburu liet kamu sama Clara,"
_____
Sudah dua hari Clara tidak ke rumah sakit, ia harus belajar untuk mempersiapkan ujian semesteran. Sedangkan ketiga teman Azka entah kemana. Ada rasa khawatir di dalam diri Clara. Tapi ia tidak bisa pergi begitu saja dari rumah, kalian tau kan Clara sulit untuk keluar rumah. Kemarin saat ia merawat Azka di rumah sakit. Ia harus ijin dengan seribu alasan, tapi untuk sekarang ia tidak bisa, karna sang Abang seperti mencurigai-nya. Jika dia nekat, David bisa tau Azka habis jatuh karna balapan. Jika ketahuan pasti hubungan-nya dengan Azka bisa hancur.
Tokk! Tokk!
Suara ketukan pintu mengalihkan pikiran gadis pendek itu, ia langsung mengeluarkan buku di atas meja dan seolah-olah sedang belajar. David membuka gagang pintu,"Kamu belum tidur?"
"Belum, lagi nanggung belajar!"dusta Clara.
"Inget jangan sampek tidur melebihi jam 11 malam, enggak baik buat ke sehatan kamu!"nasehat David.
"Baik abang-ku yang ganteng, "tutur Clara manja sambil melirik Abang-nya, yang berada di ambang pintu.
"Jangan lupa pesan abang!"ancam David di sambut senyuman oleh Clara,"Siap Boss!"
BERSAMBUNG...
KLO GK KSI HRAPAN KE CLARA, CLARA TKKN TERLUKA, HRSNY JUJUR, BAIK KE TMAN2 LO ATAUPN CLARA..
BAGUS BUNDA LUSY, BAWA AJA SI RANA, BIAR MMPUS TU SI AZKA ANJING..
DAN AZKA KNP BILANG KLO MNCINTAI CLARA, MNIKAH KRN DIJODOHKN...
DASAR AZKA ANJING YG GK PUNYA PNDIRIAN..
DASAR GK PNY HATI & OTAK LOO