NovelToon NovelToon
Mertua Dan Menantu

Mertua Dan Menantu

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Selingkuh / Cinta Terlarang / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Tamat
Popularitas:391.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: LaQuin

Lyra mencoba untuk bertahan meski ia terluka oleh kenyataan pahit yang baru saja ia ketahui setelah 6 bulan lamanya. Suami tercinta tega menduakan cintanya dan bermain api dengan Ibunya sendiri.

Rumah Tangga seumur jagung bagai neraka untuk Lyra. Lantas bagaimana ia harus menghadapi situasi ini?

Baca kisahnya yuk readers...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Percakapan 2 Sahabat

Bab 9. Percakapan 2 Sahabat

(POV Author)

Mobil Mita tiba-tiba membanting ke sisi kiri jalan. Untung saja tidak ada kendaraan yang berdekatan dengan mobil yang mereka tumpangi.

"Yw Tuhan, apaan sih Lo Mit?!"

Jantung Lyra seakan nyaris luruh dari tempatnya. Hampir saja Kita menabrak pembatasan jalan.

Setelah mendengar penuturan Lyra terkait kecurigaannya terhadap hubungan sang Mama dan suaminya, Mita kehabisan kata-kata. Bahkan rasanya seperti bukan Mita yang tiba-tiba diam seribu bahasa.

" Tong, Mitong? Masih hidup Lo?" Panggil Lyra sambil menggoyangkan tangan Mita.

"Gila!!" Gumam Mita.

"AJE GILEEEEE ...!!" Ujar Mita berteriak histeris.

"Astaga nih anak?! Kaget Gue."

Lyra meraba jantungnya yang baru saja mendapat kejutan teriakan Mita.

"Apaan sih Lo Mit?!"

"Lo yang apaan?! Sumpah kagak ngerti Gue. Serius itu nyokap Lo naninu awokawok sama Kakek Lo?! Lo salah denger kali?!" Cerocos Mita setelah tadi lama terdiam.

"Awalnya Gue juga ragu. Tapi kejadian-kejadian yang Gue alami menjurus ke sana. Makanya ini Gue mau beli Cctv mini. Sukur-sukur kecurigaan Gue salah."

"Ntar kalo bener gimana Ndoro?"

"Itu yang Gue takutkan. Udah pasti Gue nggak mau lah tinggal di rumah itu lagi."

"Pake duit Gue aja ya, penasaran Gue jadinya."

"Nggak sedikit itu. Mau ganti pake apa Gue?"

"Jangan di pikirin soal ganti. Terserah Lo mau di ganti, di cicil, atau nggak, Gue nggak masalah. Gue kasihan sama Lo. Semoga aja tebakan kita salah. Sumpah greget Gue, nggak habis pikir." Ujar Mita.

"Ntar pulang kuliah Gue temenin cari itu cctv." Lanjut Mita.

"Ya udah deh."

Mita pun kembali fokus menyetir, melaju menuju kampus mereka.

Selama masa belajar, Lyra tampak tenang seperti biasa yaitu fokus dalam belajar. Malah terbalik dengan Mita. Dia yang terus membuang napas kasar, tidak menyangka sahabat kesayangannya bisa di dzolimi oleh ibu sendiri serta suaminya.

"Pssst....pssst!!"

"Ck! Apaan sih onta?!"

"Lo kenapa kek banteng gitu?"

"Apaan sih, kepo banget?! Biar bisa nyeruduk Lo!"

"Dih, ngeri amat main sruduk-sruduk. Muka Lo yang pas-pasan makin jelek. Coba kayak Ndoro Mbeb Gue, cantik dan kalem."

"Kapan Lyra jadi Mbeb Lo? Dih ngaku-ngaku."

"Nggak perlu jadian, ta'aruf terus langsung nikah."

"Dih, emang Ndoro mau sama Lo?!"

"Ketampanan Gue nggak mungkin di tolak."

"Lo onta imigran, mana mau dia. Onta Arab dia mau. Pas buat hari kurban."

"Bujug bener kate-kate Lo! Di kira Gue hewan kurban."

"Ck, dah ah diem Lu!"

Perdebatan dengan Baim sang pemuja Lyra lewat bisik-bisik itu cukup melelahkan Mita.

Baim terus berusaha menggangu Mita dengan sederet pertanyaan mengenai Lyra. Lelaki itu tidak bisa diam sebelum Mita merespon dirinya.

"Baim! Coba kamu jelaskan apa yang baru saja Bapak sampaikan."

"Sukurin Lo, mam*pu*s!" Ejek Mita yang merasa puas Baim di tegur Dosen mereka.

Baim kelabakan. Karena tidak menyimak apa yang di jelaskan, akhirnya ia pun di hukum berdiri di depan kelas.

Pulang kuliah sesuai yang telah di rencanakan. Mita dan Lyra mencari toko yang menjual cctv yang mereka inginkan. Untung saja hari masih siang karena hanya dua mata kuliah yang mereka ikuti, sehingga mereka lebih mudah mencari.

"Cari dimana Tong?"

"Bentar Gue tanya Kakak Gue dulu." Ujar Mita.

"Emang Kakak Lo tahu?"

"Siapa tahu."

"Dih, tanya Mbah google lebih tepat."

"Tapi kadang menyesatkan."

"Sesaat gimana?"

"Waktu Gue mau ke rumah Nenek Gue di kampung, kan Gue lupa tuh jalannya. Terus Gue tanya si Mbah di Maps Google. Masak iya dia bilang... Setelah 300 meter belok ke kiri. Lah itu kali gede masak iya, Gue nerobos kali?!"

"Namanya juga Mbah Tong, lah kadang bisa lali juga."

"Halo kak?"

Mita tidak menanggapi Lyra karena panggilan teleponnya dengan sang kakak sudah terhubung.

"Apa Lo ganggu aja Gue lagi kerja."

"Lo tahu kagak tempat yang jual cctv mini harga ekonomis?"

"Buat apa Lo beli begituan?"

"Temen Gue yang mau beli. Udah ah, buruan dimana?"

"Tempat Lo beli tripod kemarin, di situ murah. Dah ya, Gue mau kerja."

"Dih punya Kakak gini amat." Gerutu Mita begitu panggilan telponnya di tutup sebelah pihak dari seberang sana.

"Dimana?" Tanya Lyra.

"Tempat beli tripod. Gue tahu tempatnya. Let's go..." Ujar Mita mulai menjalankan mobilnya.

Sampai di tempat tujuan, Mita dan Lyra langsung melihat-melihat barang yang akan mereka beli. Setelah tawar-menawar padahal itu harga pas, akhirnya Mita dan Lyra mendapatkan 5 buah cctv mini sesuai keinginan Lyra.

"Lo tahu cara gunainnya?" Tanya Mita.

"Tahu lah, kan si Abang-abang tadi dah jelasin."

"Lo nggak langsung pulang kan? Kita makan dulu yok! Laper Gue."

"Dimana? Jangan kafe ya, Lo tahu kan jatah jajan Gue nggak seberapa."

"Heran Gue lama-lama. Lo kaya harusnya jadi tuan putri loh, Ndoro. Lah ini malah tampilan Lo kayak upik abu."

"Upik abu apaan sih?"

"Pembantu."

"Sialun Lo." Reflek Lyra mengumpat Mita.

Mita terkekeh geli setelah mengatai sahabatnya bak pambantu.

"Makan di mana nih?" Tanya Mita.

"Emperan aja deh."

"Iya, apa?"

"Bakso?"

"Tapi Gue pengen siomay."

"Kan udah kemarin."

"Pengen lagi."

"Ya udah suit aja."

Mereka merentangkan jari untuk melakukan suit. Lyra 3 jari sedangkan Mita 4 jari. Lyra mulai berhitung sampai lagu selesai.

"Cap cip cup kembang kuncup, pilih mana yang mau di cup! Yes Gue!" Ujar Lyra senang.

"Ck!"

Mita hanya bisa mendesak pasrah karena kali ini dia harus mengikuti keinginan Lyra makan bakso di cuaca panas.

"Dimana?" Tanya Mita.

"Deket toko Mas Andi enak."

"Lo kangen ma laki Lo sampe milih deket sana."

"Ck! Baksonya emang enak di sana." Bantah Lyra.

Mita pun melajukan mobilnya sesuai arahan Lyra. Hanya butuh waktu 20 menit, mereka pun tiba di tempat. Mita melihat kesana dan kemari. Dia yang sudah kedua kali melihat toko funiture milik suami sahabatnya itu merasa terperangah. Toko dua lantai dengan lebar 40 meter itu tentu bukan toko kecil pada umumnya.

"Sejak kapan ni toko jadi segede gaban gini?" Tanya Mita masih tidak melepaskan pandangannya.

"Baru kelar di bangun sebelum acara pernikahan ku." Ujar Lyra.

Mita ingat pertama kali ia mengantar Lyra tanpa bertemu calon suami sahabatnya dulu itu. Toko funiture itu hanya lah ruko berlantai 2 biasa. Namun kini menjelma bagai swalayan megah.

"Ayo!" Seru Lyra mengajak Mita untuk turun dari mobil yang mereka tumpangi.

Mita pun menurut. Ia turun dari mobilnya dan mengikuti langkah Lyra menuju pondok yang menjual bakso tepat di samping toko funiture itu.

"Heran Gue. Laki Lo pasti punya duit banyak toko segede gitu. Tapi Lo yang jadi bininya kek orang kekurangan aja. Bukan Gue mau menghina Lo, tapi nggak logika banget realita kehidupan Lo." Cerocos Mita ketika mereka telah duduk dan memesan makanan.

"Mama ngajarin Gue buat hemat dari kecil."

Sanggah Lyra yang merasa kata-kata Mita ada benarnya juga. Namun ajaran sang Mama tidak juga sepenuhnya salah.

"Tapi kebangetan nggak sih? Sampe pakaian Lo aja baju pasaran di Tanah Abang."

Lyra tidak menjawab. Wanita itu tampak sedikit merenung.

"Bakso uratnya, ini bakso telornya." Ujar Abang bakso mengantarkan pesanan mereka.

"Makasih ya Bang."

"Minum apa Neng?"

"Lo apa Tong?" Tanya Lyra kepada Mita.

"Serah Lo dah."

"Es jeruk 2."

"Siap."

Abang bakso pun bergerak menyiapkan dua minuman es jeruk pesanan Lyra dan Mita. Selang 5 menit minuman segar itu pun datang. Lyra dan Mita pun segera menyantap makan siang mereka.

Bersambung...

1
Ulfayanty Syamsu Rajalia
tolol nangis aj trus sampai kiamat bego banget si knp gk manggil warga bego
Deuis Hilmatussa'dah
Kecewa
Deuis Hilmatussa'dah
Buruk
74 Jameela
manusia berhati iblis tuuh andi😠
74 Jameela
lyra...cemungut yooooo..
hempaskn para bunga bangkai itu
74 Jameela
kyok jallang dech jd ny si clara..
maksain diri amiiiittttt
74 Jameela
waduh..gaswat..
salah sangka..tiwas berbunga hati tryt berbunga bangkai
74 Jameela
Luar biasa
74 Jameela
kaget aq
Vindy swecut
uuwwooowww/Gosh//Gosh//Gosh/
Vindy swecut
sumpah ngakak banget...lucu banget si onta timur ini...gemes deh/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ristieriswanharti
terbangun haus air minum lewat depan kamar mamah dapur suara desahan miling 😂
Sivia
/Facepalm/
Akbar Razaq
Rasain di culik bener bener ya gak bs di bilangin di cemasin orang gak bs jaga diri juga tapi ngeyel sukurin.
Akbar Razaq
mendadak minta di kawinin gatal ya...urusan aja lo gak bs apa apa klo gak ada temem sama teguh.duh lemot amat ya Si Lyra gemes deh
Akbar Razaq
untung ketemu orang baik klo enggak habis lo.agak kesal sih sama Lyra yg agak.bodoh juga.
Akbar Razaq
Nah kenapa gak sekalian.lo undang orang orang buat lihat secara life kelakuan mereka.li bodoh juga sih
Akbar Razaq
Bodoh.mereka jadi hati hatikan??
harus nya selidiki diam diam saat mereka mengira kamu gak curiga klo gini kan mereka waspada dasar. Polos apa goblok. gregeten akunya 😄
Akbar Razaq
Beneran Lyra mmg terlalu polos harusnya di selidiki mana ada maling yg ngaku.dodol?
Akbar Razaq
Ya ampun ternyata othor belum kasih jalan smua ini blum terkuak.😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!