NovelToon NovelToon
Black Alice in the Murder Land

Black Alice in the Murder Land

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Horor
Popularitas:97.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ayano Kaname

Berawal dari link aplikasi aneh yang masuk dalam obrolan chat grup kelasnya, Yufuin Tenn, Demon Lord yang bereinkarnasi menjadi seorang manusia akhirnya harus mengikuti sebuah game aneh karena terpaksa.

[Code Name: Alice Liddell]

[Welcome to the Murderland]

Game dengan seribu kisah dongeng sebagai setting permainan membuat Tenn semakin penasaran dengan orang di balik permainan ini tersebut.

Hanya satu cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui sosok di balik game ini dan menyelesaikan permainannya yaitu mengumpulkan kartu klondike untuk masuk ke level selanjutnya.

Demi mengetahui apa alasan dia terpilih dalam game pembunuhan dalam kisah dongeng tersebut, Tenn harus berusaha membuat dirinya lolos ke level berikutnya tanpa ada yang tau identitasnya sebagai demon lord hingga akhir permainan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayano Kaname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9. Istana Cinderella

[Waktu permainan telah habis. Permainan berakhir]

[Selamat kepada Code Name: Alice yang telah berhasil mengumpulkan seluruh kartu item]

[Dengan ini, “Card Collections” telah dinyatakan selesai]

Tenn yang duduk di sebuah anak tangga terdiam mendengarnya.

“Akhirnya berakhir. Harusnya dari tadi seperti itu. Tapi berkat itu aku bisa tidur siang. Lucky!”

“Bicara soal itu, bagaimana caranya aku keluar dari si–”

-Clak…clak…claak…

Terdengar suara tapak kuda dan roda kayu yang mendekat. Bersamaan dengan itu, tiba-tiba kabut muncul sanga tebal hingga semua area tempat itu seperti menghilang.

“Kabut?”

Namun, kabut tersebut bukanlah masalah bagi demon lord kita ini. Mata merahnya menyala seperti mata iblis atau vampire. Semua area itu masih terlihat jelas di matanya.

“Apa karena level ini selesai, jadi areanya berkabut?”

Suara roda itu akhirnya berhenti di depannya.

“Kereta kuda? Tapi bentuknya lucu. Dimana aku pernah melihatnya…”

Saat dirinya bergumam dalam hati, ada seseorang yang turun dan memberi hormat.

“Code Name: Alice, silahkan naik.”

Pintu kereta kuda tersebut terbuka dengan sendirinya. “Serius aku harus masuk sini? Sistem?”

[Kereta labu telah tiba. Code Name: Alice harus menaikkinya untuk mencapai pos pemberhentian]

“Pos pemberhentian?” Tenn terlihat bingung namun tidak memiliki pilihan lain. Dia berdiri dan masuk ke dalam kereta itu.

Sepanjang jalan, Tenn berpikir, “Kereta labu, kereta labu…dimana aku pernah–...ah! Cinderella!”

“Ini kereta labu milik Cinderella, kan?! Aku benar kan, sistem?!”

[Benar]

“Pantas aku seperti pernah melihat bentuk lucu ini! Sebentar…kenapa naik ini? Pos pemberhentian itu apa?”

[Pos pemberhentian adalah tempat sementara untuk pemain yang menang dalam permainan level 0]

“Apa saja yang ada di sana?”

[Di sana akan disediakan makanan, tempat istirahat, dan pesta dansa]

“Hah? Pesta dansa?” Tenn hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya, “Apa gunanya pesta dansa setelah kita membunuh banyak orang?”

“Kalau begitu, siapa saja yang akan ada di sana?”

[Pemain yang menang dalam permainan level 0]

“Iya, berapa orang?”

[Informasi dibatasi]

“Bilang saja tidak tau!” Tenn terlihat kesal sambil menyilangkan kakinya. “Sistem, kamu menyebalkan rupanya. Aku senang aku tidak menyukaimu.”

[Sistem tidak membutuhkan rasa suka dari Code Name: Alice]

“...” Tenn memilih untuk diam.

Kereta kuda akhirnya berhenti di sebuah tempat yang terang. Di sini, tidak ada lagi kabut. Hiruk-pikuk suara manusia terdengar dan saat keluar, Tenn melihat banyak sekali orang-orang dengan pakaian mewah.

“Ini…ilusi?” 

Tenn melihat kereta kuda lain yang datang, namun besar dan bentuknya berbeda. Milik mereka jauh lebih kecil. Yang keluar adalah pasangan laki-laki dan perempuan dengan pesta dansa. Dia memperhatikan wajah mereka.

“...”

Tidak lama kemudian, dia melihat orang yang berjalan menuju pintu istana tersebut dan lagi-lagi dia memperhatikan wajah mereka.

“Wajah mereka semua sama. Hanya warna pakaian dan model rambutnya yang berbeda.”

“Aku rasa ini akan menjadi awal dari permainan lainnya. Selain itu, meskipun aku mendengar permainan telah selesai, tapi mereka tidak mengatakan apapun selain menuju ke tempat ini.”

“Admin Wonder itu benar-benar tidak bisa ditebak.”

Itulah isi pikiran demon lord saat itu. Dia berjalan masuk menaikki tangga menuju pintu masuk. Saat masuk, dirinya melihat semua orang hanya perlu masuk ke dalam. Tetapi ketika dirinya hendak masuk, dia dihadang penjaga pintu.

“Berikan undangannya.”

“Undangan?” Tenn terdiam. Dia melihat ke sisi sampingnya dan penjaga di sisi lain mengabaikan para pengunjung pesta.

“Berikan undangannya.”

 “Heh, begitu rupanya. Ini yang membedakan ilusi dengan pemain asli. Mereka meminta undangan padaku.”

Tenn mengambil seluruh kartu klondike yang didapatkannya dan memberikan semua itu kepada penjaga tersebut.

Dugaannya tepat, kartu klondike itu adalah undangan yang dimaksud. Tenn dipersilahkan masuk oleh penjaga pintu.

Saat masuk, dia melihat banyak sekali orang-orang dengan pakaian mewah, alunan musik pesta, lampu terang dan chandelier yang besar, hidangan lezat serta tentu saja pesta dansa. Itu benar-benar seperti negeri dongeng.

Tapi biasa saja untuk demon lord kita.

“Sepertinya aku tidak menyukai mereka. Kenapa kita harus senang di tempat yang isinya orang dengan wajah sama semua?”

Tenn berjalan di kerumunan orang-orang yang sedang berpesta. Seperti tanpa beban dan dosa, dia berjalan santai menuju anak tangga di depannya dan duduk di sana sendirian.

“Serius, apa gunanya aku di sini? Game ini tidak menyenangkan. Membunuh orang juga mudah sekali.”

“Apa aku harus jadi penonton dulu?”

Pesta itu benar-benar seperti adegan dalam kisah Cinderella. Lebih tidak masuk akalnya lagi, Tenn melihat sosok wanita bergaun putih yang cantik datang. Setelah itu, ada suara langkah kaki yang turun dari anak tangga tempat ia duduk.

Demon lord itu langsung berdiri dan menjauhi anak tangga dengan cepat. Saat dirinya menengok, semua keadaan berubah.

Semua orang berhenti berdansa dan melihat kedatangan sosok pria tampan dengan pakaian putih bagaikan pangeran.

“Sistem, itu pangeran?”

[Itu adalah sosok pangeran dalam cerita Cinderella karangan Charles Perrault]

[Adegan ini adalah adegan dimana Cinderella datang ke pesta dansa pangeran dan bertemu dengannya]

[Mereka akan berdansa bersama setelah ini]

“Lalu apa gunanya aku di sini?”

[Code Name: Alice hadir di pesta dansa untuk menjadi tamu undangan dan menyaksikan semua adegan ini]

“Orang gila, siapa yang mau melihat ini? Aku bukan orang yang kurang kerjaan seperti itu.”

“Selain itu, meskipun hanya kedua orang itu saja yang wajahnya berbeda, aku tetap tidak mau berlama-lama di sini.”

[Code Name: Alice bisa makan dan menjadi penonton dalam pesta ini]

[Pesta akan berakhir saat jam 12 tengah malam berdasarkan kisah asli dari dongeng Cinderella]

“Kalau begitu berapa lama lagi jam 12 tengah malam versi tempat ini?”

[Waktu yang tersisa tinggal 01:45:36 sampai jam 12 tengah malam]

“Masih satu jam lebih ya…aku cari makan saja.”

Di tengah pesta itu, demon lord satu ini asyik ke tempat makanan. Buffet berisikan banyak makanan dan dessert menjadi incarannya, terutama bagian dessert. Sedikit tambahan, demon lord yang satu ini memiliki sweet tooth.

“Aku cinta gula. Dan aku cinta makanan gratis.”

Sampai pesta berakhir, hal yang dilakukannya hanya makan kudapan manis di pesta. Tidak lama setelah itu, lonceng berbunyi.

[Waktu telah menunjukkan tengah malam]

[Cinderella meninggalkan pesta karena sihir miliknya akan segera lenyap]

[Pangeran yang masih ingin bersamanya mengejarnya]

[Sepatu kaca Cinderella ditemukan sang pangeran di salah satu anak tangga di luar istana]

Adegan legendaris akhirnya terjadi, yaitu saat Cinderella meninggalkan pesta dan pergi dengan  salah satu dari sepatu kacanya tertinggal.

“Baik, kasus ditutup. Adegan selesai dan aku kenyang. Apa lagi yang harus aku lakukan di sini?”

Terdengar suara yang tidak asing untuk Tenn.

[Selamat datang di “Istana Cinderella”]

*****

1
@Han Boshalvaya ୧⍤⃝🍌
Terakhir kali aku baca di chapter berapa yak 🗿
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
dah sore tenn, bukan waktunya boci/Facepalm/
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ: ngantuk terus tah🤣
total 2 replies
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
lieur lieur kamu alice🤣
Ayano: 🤣🤣🤣 udah gak inget ini lier yang keberapa
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
nekad juga mad hatter.
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/iya sih
total 2 replies
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
🤣🤣ketemu langsung kena tendangan si madun/Facepalm/
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ: duar duar duar duak🤣
total 3 replies
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
aku gak berisik koq👉👈cuma sedikit bawel aja🤣🏃‍♂️
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ: aku kan jujur🤭
total 2 replies
Dance Seaweed
sekarang disnyip Puss? 🤔
Ayano: bener. itu bagus banget asli
manhwanya juga udah ada chapter 23
total 4 replies
Dance Seaweed
wow. aman sekali 😌🤣
Ayano: paling aman 🤣
total 1 replies
Dance Seaweed
coba bayangkan gini, March memutih dan ucapan itu makjleb kayak panah.

March muntah darah 🗿

mau gimana lagi? 😌 March nggak punya Priamal Skill
Ayano: 🤣🤣🤣🤣 sumpah ngakak. tapi cocok asli
total 1 replies
Dance Seaweed
hmm, jadi rata-rata yang terjebak di Murderland bisa Close Combat toh? 🤔
Dance Seaweed: ohh... jadi kayak... status atribut? mirip rpg gene? 🤔
total 2 replies
Dance Seaweed
wow, sangat kekanak-kanakan sekali. Ditungguin nggak tuh 😏
Ayano: 🤣🤣🤣 itu sikap dewasa loh 🤣🤣🤣
total 1 replies
Dance Seaweed
cantik 🗿 (bagi persepsi seseorang yang tak ingin aku sebutkan namanya)
Dance Seaweed: Kenapa? kebakar? 🗿 menarik... 😏
total 2 replies
Dance Seaweed
thor! di suatu masa, bisa pasangkan dengan Mad Hatter? aku mau liat colab mereka 😅
Dance Seaweed: okeh? otw deh 😌
total 4 replies
Dance Seaweed
ohh, ya. boleh tanya nggak? ini efek kondisi nul masih aktif meski Penalti?

aku inget kuku-kukunya luka, kan? 🤔
Ayano: cukup murah cuma ya...agak nyusahin yang laen😅
total 3 replies
Dance Seaweed
sebaik ini, i have bad feeling 😏
Dance Seaweed: woo iya, jelas sih 😏 aku ini sebenarnya penyuka genre kegilaan 😌
total 4 replies
Aya Shibal
Semangat terus lord tenn 💪💪
Ayano: /Determined/ semangka biar waras meski Deket mad hatter 🤣🤣🤣
total 1 replies
Dance Seaweed
kayaknya itu job yg sesuai dengan tugas Miko 😅
Ayano: 🤣🤣🤣 kali aja dia pernah gitu. biar bisa ngusir makhluk halus kayak mad hatter
total 1 replies
Dance Seaweed
kayaknya kemampuan Queen of Hearts lebih over kill disini 😁
Dance Seaweed: ohh, konsep menarik 😏 i like it!
total 2 replies
Dance Seaweed
anakmu? saha? 🤔 AL1
Ayano: iyalah. sapa lagi. jangan lupa yang diakuin menantu juga ada🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Dance Seaweed
metafora yang bagus! aku bisa membayangkan nya 😆
Ayano: 🤣🤣🤣jangan dibayangin wak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!