NovelToon NovelToon
The Destiny

The Destiny

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:17.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tianse Prln

Karena adik tirinya (Rachel) yang hamil, Ana terpaksa menggantikan posisi Rachel yang harus melakukan pernikahan bisnis dengan Ray.

Disisi lain Ray sedang mencari seorang gadis di masa kecilnya, dia adalah cinta pertama Ray. Apakah Ana akan terus menjadi mainan Ray? dan apakah pada akhirnya akan diceraikan oleh Ray, jika Ray dapat menemukan gadis masa kecilnya itu?

Silahkan ikuti kisahnya~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tianse Prln, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ancaman dari Ray

"Tuan Raymond—"

Semua orang di ruangan itu terlihat kalang kabut dengan kedatangan Ray yang tiba-tiba, padahal pria itu sudah berada dirumah itu cukup lama, hanya saja ia berdiri dibalik pintu menguping semua keributan yang terjadi.

"Apa aku tamu tak diundang?" Ray berpura-pura menyesal, Ana mencibir pria itu, ia mendengus kesal karena harus bertemu lagi dengan orang yang angkuh seperti Ray.

"Ah sepertinya begitu." Ucap Ray yang semakin menampilkan wajah kecewanya.

"Tidak tidak, tidak tuan, mari silahkan duduk." Ujar Rio yang kemudian langsung membungkuk hormat dan mempersilahkan Ray untuk duduk.

Semua orang juga ikut duduk di sofa saat Ray mulai berdehem untuk memulai pembicaraannya.

"Aku mendengar kalau perempuan yang akan aku nikahi sekarang sedang hamil. Ah iya, yang lebih parahnya tidak tahu siapa ayah anak itu. Jadi— bagaimana kalian akan menjelaskannya padaku?" Tanya Ray.

"Maafkan kesalahan anak saya tuan." Ujar Ayah Ana.

Ana menatap ayahnya tak percaya begitupun juga Kenan, Farhan yang biasanya menjujung tinggi harga diri dan martabatnya sekarang berlutut dihadapan Ray.

"Ayah!" Ana bangkit dari duduknya, mendekati ayahnya yang masih berlutut dihadapan Ray.

"Berdiri. Ayo berdiri ayah." Gadis itu mencoba membantu ayahnya berdiri, tapi percuma saja, ayahnya masih tetap ingin berlutut dihadapan pria itu.

"Ayah— Ayah sudah cukup, ayo berdiri. Ana mohon." Bujuk Ana, mata gadis itu mulai berkaca-kaca, ia kesal melihat ayahnya seperti orang yang tidak punya harga diri dihadapan pria sialan itu.

"Aku mohon maafkan ayah saya tuan. Ini bukan salah ayah saya, tapi ini semua karena perempuan sialan itu." Kata Kenan yang tiba-tiba juga ikut berlutut dihadapan Ray, sekilas pria itu tampak menatap Rachel penuh kebencian, karena gadis itu, sekarang ayahnya harus berlutut.

"Kenan jangan lakukan itu. Kenan, ayo bangun." Pinta Ana pada adiknya itu.

Menit berikutnya, aksi berlutut itu pun akhirnya diikuti oleh seluruh anggota keluarga Ana, membuat gadis itu rasanya ingin membenturkan kepalanya di dinding melihat situasi yang sangat menguras emosinya.

"Kenapa kau tidak ikut berlutut juga, nona?" Ray menatap Ana tanpa ekspresi, sedangkan gadis itu balik menatapnya tajam.

"Kau bukan tuhan, kau bukan orangtuaku, aku tidak punya kewajiban untuk berlutut padamu." Jawab Ana ketus.

"Aaa— jadi begitu ya, bagaimana jika aku membuat ayahmu berlutut selamanya— ah tidak, atau— adik laki-lakimu ini saja? Kau hanya perlu memilihnya, nona." Kata Ray.

"Ayah! Kenan! Berdiri! Cepat berdiri! Pria brengsek seperti dia tidak pantas mendapatkan perlakuan seperti itu!" Ucap Ana yang masih terus berusaha membujuk ayah dan adiknya itu.

Ray menyeringai mendengar perkataan Ana,

"Tuan Farhan, sepertinya anak kandung anda yang satu ini membuat saya tertarik untuk menikahinya." Tangan Ray menunjuk kearah Ana.

"Kau!" Ana yang sudah sangat geram dengan Ray, ia berniat untuk meninju wajah pria itu. Tapi sebelum tinjunya sampai di wajah Ray, Yohan dengan cepat menjadi tameng bagi tuannya itu.

Suara pukulan terdengar, detik berikutnya Yohan tampak menggeleng-gelengkan kepalanya karena merasa pandangannya sedikit berputar ketika dirinya baru saja mendapatkan tinjuan Ana.

Gadis itu pernah mengikuti latihan bela diri, jadi ia paham dimana titik yang paling ampuh untuk membuat lawannya tumbang.

Ray bertepuk tangan, ia menampilkan senyum seringaiannya pada Ana.

"Kau sangat kuat nona."

"Hentikan omong kosongmu itu dan perintahkan mereka untuk berdiri!"

"Memohonlah, jika kau memohon padaku, aku akan melakukannya."

"Cih, kau pikir aku akan melakukannya? tidak! Aku tidak akan melakukannya!" Ucap Ana.

"Kau akan melakukannya." Ujar Ray sembari mendorong Kenan dengan kakinya, membuat Kenan jatuh tersungkur kebelakang.

"Kenan!" Pekik Ana, gadis itu dengan cepat membantu Kenan berdiri, namun adiknya itu memilih untuk kembali berlutut di hadapan Ray.

"Kau masih tidak akan melakukannya?" Tanya Ray.

Ana diam tak bergerak, ia bahkan terlihat tidak ingin menjawab ataupun membalas perkataan dari pria itu.

"Baiklah, sepertinya— kau memaksa diriku untuk mengeluarkan sedikit tenagaku ya." Ujar Ray, ia kemudian memberi kode pada Yohan untuk mendekat.

Ray membisikan sesuatu pada assistennya, setelah itu Yohan pergi dari samping Ray.

Tidak butuh waktu lama, assisten pribadi Ray itu datang kembali dengan membawa sebuah kotak hitam persegi. Dalam sekali lihat saja, Ana merasakan perasaan tidak enak ketika melihat kotak persegi itu.

Yohan membuka kotak persegi itu di samping Ray, kini Ana dapat melihat dalam kotak persegi itu berisi sarung tangan hitam, pistol merk Smith & Wesson 500 Magnum dan beberapa buah peluru tertata rapi di dalam kotak itu.

Ray mengambil sarung tangan hitamnya dan mulai menyiapkan pistol jenis revolver itu. Ray tersenyum penuh kemenangan saat melihat Ana yang terlihat mulai panik.

"Kau tau pistol apa ini?" Tanya Ray sembari memainkan pistol yang di pegangnya itu.

Ana mencoba menenangkan dirinya, ia mengepalkan tangannya kuat, gadis itu berulangkali mengatur nafasnya agar dirinya tidak terbawa emosi dan bertindak gegabah.

"Sepertinya— kau tidak tahu. Baiklah, aku akan memberitahumu. Ini Smith and Wesson lima ratus Magnum, salah satu pistol yang paling mematikan didunia. Dengan kecepatan dua ribu tujuh puluh lima per detik, BAM! Aku akan menembakkannya ke kepala adik laki-lakimu ini, bagaimana?"

Ana masih terdiam mengatur napasnya,

"Kau! Kau— " Ana memegangi dadanya, dalam hatinya, ia mengumpat kesal pada dirinya sendiri. Disaat-saat seperti ini dadanya kembali terasa sesak.

Tidak boleh seperti ini, aku harus tetap kuat.

1
Ray Aza
ana terlalu berisik ngabisin energi. udah tau ga bs melawan. kalem dong bls dgn elegan, think smart. dr awal terlalu berisik tp ga hasilin apa2
Erick Mogu
bertele tele
Dessy Yulia Azzahra: Hai kak, mampu yuk ke kisah Dessy dan Alex. judulnya Kak Dessy, I Love You!.
total 1 replies
Anonymous
Hati bisa merasakan ketulusan
Retna Celya
terlalu membingungkan jln ceritanya
Dessy Yulia Azzahra: Hai kak, mampir yuk ke kisah Dessy dan Alex. kutunggu ya 😘
total 1 replies
Dee Na
nyebelin si ana lama2, maksa bgt kan
Ermilinda Sariati
bgus bgt
karlina ambar lestari
bagus ceritanya, menarik 🙂
Loveyucie xx
storynya menarik , on the point dan tidak bertele tele
Loveyucie xx
story menarik , on the point dan tidak bertele tele
tenny
sukaaa
tenny
sy suka ceritanya, sekali kali emang ceritanya hrs kayak gini adegan vulgarnya dihilangkan wkwk..
Romatua Siburian
ada perjanjian tapi tak jelas mana pihak 1 masa pihak 2 yg kasar
nurul jannah
rahel kok tdk mengenali aromanya alex
Rumy Tock
Ki
nurul jannah
selingkuh kok bilang bilang🤣🤣🤣
zha syalfa
kupikir mau telp suami 😄
zha syalfa
Ana?
zha syalfa
eh.. dia itu suka tiba² tahu tapi pura² tidak tahu..
ttg sekretaris yuna, ttg angel...
angel angeel.... (versi jawa. ha. h..)
zha syalfa
menghindari?? bukannya titik buta itu spot yg tidak tertangkap cctv ya??
artinya dia menghindari cctv dg berjalan di titik buta.
eh.. gmana sih, eh tau ah. itu lah 😅
🌃⃝⃟•ᵖᵈᶠMipan ZuZuZu
percayalah para reader tercuyunk, klian gk bakal nemu adegan2 yg kalian maksud, krn novel ini abis di revisi jdi bagian 20+ nya gk ada, so gk heran kalo Ana tiba2 hamil tanpa adegan 20+ dulu, tpi menurut gw bagus sih, ceritanya jdi gk bertele-tele, lopyu thor😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!