Bahaya!
Seorang gadis manis menjual dirinya sendiri pada kakak iparnya. Kirana namanya dia mendapat perlakuan sadis dari sang suami yang menyuruhnya menjadi wanita malam.
Kirana tidak pernah di sentuh oleh suaminya, sehingga hubungan terlarang antara dirinya dan kakak iparnya perlahan menjadi sebuah kerangka cinta.
Mampukah cinta mereka meruntuhkan norma, dan membebaskan Kirana dari cengkeraman suaminya?
Simak kisah lengkapnya dalam Novel Pelacur tapi Perawan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dimana Kirana?
"Dimana.....?" Perlahan mata Kirana terbuka, hawa panas dan sakit di sekujur tubuhnya kian membuat dirinya putus asa.
Keningnya berdarah, tubuh yang penuh lebam berwarna biru dan hidung serta mulutnya mengeluarkan banyak darah.
"Aku...?" Kirana tak sanggup kembali bangkit, dia memejamkan matanya dan kembali tak sadarkan diri.
Di tempat lain siang itu hati Alvin benar benar terasa risau, dia merasakan ada sesuatu yang terjadi dan tidak beres dengan hatinya sendiri.
"Kenapa ini?" Lirihnya merasakan dadanya yang berdetak cepat seolah habis maraton jarak jauh, tidak ada jawabannya.
Alvin memandang sebuah foto di hadapannya, wajah Kirana nampak manis di sana. Alvin terbelalak, dia ingat bila hari itu Kirana akan menemui Joshua dan mungkin benar kini terjadi sesuatu pada Kirana.
Alvin bangkit dari kursi keagungannya, perlu di ketahui bila Alvin adalah seorang Presedir penerus dari perusahaan ayah kandungnya yang tidak bisa di gapai oleh ayah tirinya.
"Aku harus cepat pulang!" Ucap Alvin dan langsung keluar ruangannya menuju ke arah parkiran, di sana nampak lengang karena beberapa pegawainya kini tengah beristirahat makan siang.
"Ran, kamu gak papa kan?" Tanya Alvin lirih saat mobilnya melaju membelah jalanan kota, entah mengapa dia kini malah melajukan kendaraannya menuju kediaman Joshua, dia merasa ada yang tidak beres kini disana.
Alvin sampai dan tertegun saat menatap sebuah pemandangan janggal di mana kini nampak Joshua yang baru tiba yang ayah dari mana dan tengah bercumbu mesra di ambang pintu rumahnya.
"Kirana ke mana?" Tanyanya dalam hati, mungkinkah kejadian semacam itu juga sudah biasa bagi Kirana? Alvin menatap tajam ke arah pasangan yang kini masuk dan entah apa yang mereka lakukan di dalam sana.
"Mungkin Kirana sudah ke Apartemen." Ucap Alvin berusaha berpositif thinking age tidak membebani perasaanya yang terasa kacau itu.
Alvin langsung menuju ke Apartemennya namun dia tak menemukan Kirana disana, Alvin mengangkat alisnya bingung, dia sudahengelilingi Apartemen itu dua kali dan dia belum menemukan Kirana sama sekali.
'Ran, kamu kemana?' Ucap Alvin dalam hati kecilnya, matanya menyapu seluruh ruangan sunyi itu, dia tak menemukan apapun entah itu sebuah petunjuk atau apapun itu.
'Apa benar sesuatu terjadi kepadamu Ran?' Lirih Alvin dalam batinnya dia melirik ke arah pintu yang tertutup matanya yang lelah akibat pertempuran malam tadi dan pekerjaannya pagi ini yang menuntut kerja otak membuatnya merasa lelah.
Mata Alvin terpejam dan tubuhnya terasa lemah dan jatuh di atas lantai begitu saja, tiba tiba dua orang pria merangkak masuk dan memutus seluruh CCTV di tempat itu.
"Kita bawa dia sekarang." Ucap salah seorang pria dengan perawakan tinggi besar dan tangan yang di penuhi tato.
"Iya kak, sebelum kita ketahuan penjaga, sebaiknya kita bergerak lebih cepat dari rencana. Tidak di sangka pengawasan do sini sangat ketat." Ucap yang lain dengan tubuh tinggi menjulang dan otot yang memenuhi seluruh tubuhnya.
Brakkk...
Alvin terbangun dengan wajah memerah, seseorang tiba tiba merangkak masuk dan menekan alarm di dekat pintu kamar.
"Apa! Kita terjebak!" Ucap pria bertubuh tinggi besar memasang wajah khawatir dengan keadaan mereka.
"Jangan khawatir, kita coba melarikan diri." Ucap pria bertubuh besar lainnya dan bergegas menuju sebuah jendela kaca yang tidak jauh letaknya dari tempat meraka berdiri.
"Heh, mau kabur kau. Mimpi!" Ucap seorang pria yang tadi merangsak masuk paksa dan langsung melemparkan sebuah tali ke arah dua pria bertubuh besar itu.
"Gawat!" Benar perkiraan para pembaca semua kedua pria itu berhasil di ringkus dan jatuh di tangan Alvin dan seorang pria yang di ketahui adalah sahabat dekat Alvin bernama Teodor.
"Sial!" Ucap salah seorang pria yang kini mulai merasa menyesal dengan perbuatannya yang ceroboh.
Mereka berhasil diringkus dan di amankan, mereka di interogasi cukup lama hingga sebuah jawaban yang di inginkan oleh Alvin tidak dirinya dapatkan.
Dengan kejadian itu Alvin tau bila Kirana memang dalam keadaan bahaya, dia tau siapa pelakunya dan kini Alvin berada dalam kendaraannya melajukan kendaraan roda 4 itu seperti orang kesetanan.
Dia menerobos jalanan sore yang sangat ramai dengan begitu banyak pengendara yang baru saja pulang dari tempat mereka bekerja.
"Sial, Macet lagi!" Alvin membanting ponselnya saat beberapa waktu lalu dia berhasil menghubungi seseorang untuk membantunya, tak berapa lama sebuah helikopter mendarat di atas pusat perbelanjaan yang tempatnya tidak jauh dari Alvin saat itu.
Alvin keluar dari kendaraannya dan langsung masuk ke salah satu pusat perbelanjaan dan menuju atap, dua orang pria nampak tengah menunggu Alvin dengan raut wajah khawatir.
"Amir, lo tolong ajakin mobil gue di bawah, Teodor udah mengamankan para berandalan dan lo Jack, lo ikut gue." Setelah mendengar perintah mereka mengangguk setuju dan mengambil bagian mereka masing masing.
Alvin langsung masuk ke dalam capung terbang itu dan menuju ke kediaman Joshua. Tepat di kediaman Joshua dan waktu uang sudah cukup senja itu nampak sangat sunyi.
"Mobilnya gak ada." Mata Alvin melotot saat melihat sekeliling kediaman itu yang terlihat sangat sunyi.
"Sepertinya kita terlambat Vin." Ujar Jack dengan wajah dinginnya namun masih bisa melihat dari sorot matanya bila dia juga merasa kesal.
"Kita periksa duku sekeliling." Alvin berusaha berfikir jernih, Jack mengangguk dan langsung menyusuri daerah itu dan benar bila tempat itu memang sudah sangat sunyi, seorang wanita dengan tubuh nyaris sempurna menghampiri mereka.
"Cari siapa?" Tanya wanita itu menatap Jack dari ujung kaki ke ujung kepala dimana dia yakin bila dia belum pernah bertemu dengan pria itu.
"Saya mencari penghuni rumah ini, apa kamu tau kemana mereka pergi?" Wanita itu menatap seseorang yang berada di belakang Jack.
"Owh, keluarganya dari Joshua ya?" Tanya wanita itu ketus dan dengan nada yang terdengar tidak suka.
"Tidak, sebenarnya yang kami cari adalah Kirana." Jawab Alvin merasa sangat khawatir.
"Mau ada perlu apa sama Kak Kirana?" Wanita itu menatap keduanya dengan tajam, Jack mengangkat alisnya melihat sosok wanita galak di hadapannya.
"Kami hanya ada perlu saja." Jawab lagi Alvin, wanita itu memutar bola matanya dan kembali berlalu.
"Bila kalian hanya mencari saja sebaiknya pergi, kalian bahkan tidak bisa melihat apa yang terjadi pada keluarga sendiri, memalukan." Wanita itu berbalik meninggalkan dua pria dengan tubuh tinggi itu yang kini mematung.
"Tunggu!" Jack menghentikan langkah wanita dengan rok span dan baju merah itu.
"Saya mau kerja buru buru, ada apa?" Jack tersenyum kaku dan menatap perawakan wanita di hadapannya itu dengan sangat takjub.
Bersambung...
Mbak baru mau maraton lagi dikarya kak Nuah yang sudah tamat
ceritanya bagus👍👍