Seorang gadis hebat di dunia modern, dengan kemampuan beladiri yang tinggi dan ahli dalam strategi juga pengobatan kuno maupun modern yang bernama Annchi. Bila siang dia akan menjadi seorang yang ramah dan lemah lembut (karena profesinya sebagai dokter) tapi saat malam dia akan menjadi seperti harimau yang kelaparan dan yang haus akan darah(dan dia pun seorang assasin) .
Dia dijuluki iblis berwajah bidadari sesuai dengan namanya yang artinya bidadari cantik dengan wajah cantiknya yang bisa menipu siapapun bahkan musuh terbesarnya pun mati karena melihat Annchi yang membuka topengnya saat akan membunuh lawannya.
Annchi mati karena salah satu keluarga pasien nya yang ia tangani membunuhnya hanya karena masa lalu bersama sang ibu angkatnya dan ia menerjunkan Annchi dari lantai 62 gedung rumah sakit dan alhasil Annchi pun menghembuskan nafas terakhir didunia nya saat itu juga.
Tapi tuhan berkehendak lain ia bukan mati tapi ia dipindahkan ke peradaban lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miadny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 9
"Ya kau benar, sekarang berlatihlah agar kau secepatnya dapat menemukan mereka yang memiliki kelebihan seperti dirimu"ucap shuiliu.
_______
"Baiklah, tapi dimana aku akan berlatih"
ucap Annchi yang baru menyadari bahwa dirinya berada di dalam sebuah gelembung udara didalam air.
Bukannya tadi ia sedang menginjak tanah? tapi kenapa sekarang dia berada didalam gelembung udara dalam air dan sejak kapan ia berada didalamnya? Annchi benar-benar tidak menyadarinya.
"Apa yang terjadi?" tanya Annchi.
"Tenanglah, aku akan membawamu ke suatu tempat yang cocok untuk latihanmu" jawab shuiliu.
Gelembung itu terus bergerak membawa mereka keatas dan menepi dan saat sampai diatas, gelembung itu pecah dan sialnya Annchi sedang mencoba bersandar pada dinding gelembung, alhasil Annchi terjatuh dan tercebur masuk ke air tapi ia heran kenapa ia tidak tenggelam malah ia merasa air itu seperti memiliki tangan dan mengangkat Annchi ke permukaan, karena tubuh Annchi mengambang diatas air dan bajunya pun tak basah sama sekali.
Sedangkan Shuiliu dia berdiri diatas air dengan wajah tak percaya. "Ck, dasar ceroboh aku jadi ragu apa kau benar-benar putrinya ketua Mey, mengapa sifatnya berbeda sekali denganmu? tapi jika dari segi wajah memang mirip sih" ucap Shuiliu.
"Apa yang kau bicarakan!? yang penting aku tidak mirip denganmu saja" ucap Annchi dengan nada mengejek. "Dan lagi aku tak mau disamakan dengan siapa pun, aku ingin jadi diriku sendiri" lanjutnya.
Annchi mencoba berdiri diatas air awalnya ia selalu terjatuh dan tak bisa menjaga keseimbangannya, tapi Annchi berusaha dan pada akhirnya ia bisa mengontrol keseimbangannya.
Annchi melihat kesekeliling ia tidak menemukan daratan sejauh mata memandang. Semuanya hanya ada air dan sebuah gundukan bunga teratai yang berdaun lebar juga berbunga besar dengan semilir angin membawa aroma harum sang bunga.
"Dimana ini? apa ini tempat latihannya" tanya Annchi.
"Yah, ini tempat latihanmu kau harus bisa menyeimbangkan tubuhmu dan menyatukan tubuhmu dengan alam, yang ada disekitarmu lakukanlah seperti saat pertama kau datang kesini, aku akan melihatmu dari sana itu" ucap shuiliu sambil menunjuk kearah gundukan bunga teratai itu.
"Kau tidak akan mengajariku?" tanya Annchi heran, karena ia berfikir bahwa ia akan di ajari oleh Shuiliu bukan latihan sendiri.
"Tentu saja, lagi pula kau sudah pasti memahami apa yang ada dalam kitab itu bukan? tinggal kau melakukan apa yang ada di dalam kitab tersebut mudah bukan?" ucap Shuiliu enteng, entah itu ejekan entah itu tantangan,Annchi tidak tau.
Shuiliu berbalik dan melayang menuju salah satu daun teratai tersebut.
"Aih,,menyebalkan sekali" kesal Annchi "hmm,, tapi itu bukan masalah besarkan?" seringai Annchi menghiasi wajah cantiknya entah apa yang dipirkan oleh otak cantiknya itu?.
Annchi langsung memfokuskan pikirannya dan menyalurkan energi alamnya dan mengolahnnya menjadi elemen lalu Annchi membuat segel tangan dan mencoba melakukan jurus pertamanya yang tertulis di kitab itu.
Yaitu jurus semburan air dimana sang pengguna bisa mengeluarkan air dari mulutnya atau pun telapak tangannya pada percobaan pertama Annchi langsung berhasil melakukannya dan jurus-jurus lainnya pun Annchi berhasil menguasainya dalam satu kali percobaan dengan sempurna.
Shuiliu yang memperhatikan Annchi melakukan latihan dia kaget bukan main karena dulu ia butuh beberapa kali percobaan baru berhasil dan itu pun tidak sesempurna Annchi.
Dan sekarang Annchi melakukan jurus yang terakhir pengendali air ia membuat gelembung air dan mengendalikannya diudara dengan baik. Awalnya Annchi menggerakkan air tersebut menuju Shuiliu dan saat tepat diatas kepala cantik Shuiliu, Annchi langsung memecahkan gelembung tersebut dan tertawa.
"Ups,, maaf aku sengaja pufft" sambil menahan tawa karena melihat Shuiliu basah kuyup sangat menyedihkan.
"Dasar bocah" teriak Shuiliu yang kesal dan ia mengalirkan energi alamnya ke seluruh tubuh dan tak lama tubuh basah kuyupnya pun memgering kembali.
Annchi tak menghiraukan teriakan Shuiliu ia langsung fokus menggali informasi di otaknya, bab selanjutnya yaitu berisi tentang pertahanan disini Shuiliu pun ikut andil dalam latihan ini. Ia sebagai penyerang dan Annchi harus bisa mempertahankan dirinya agar tidak terkena serangan Shuiliu.
Tanpa aba-aba Shuiliu langsung menyerang Annchi dengan jurus semburan airnya, tentu saja Annchi tak tinggal diam karena Annchi memiliki reflek yang baik, jadi ia langsung melompat ke belakang untuk menghindar setiap serangan yang Shuiliu lakukan semuanya mematikan dan tadi pun hampir saja, Annchi terkena serangan jurus gelembung udara milik Shuiliu tapi, bukan Annchi bila ia tidak bisa menghindarinya.
Annchi bisa menghindari seluruh serangan Shuiliu dan bisa memblok semua serangan juga mengembalikan serangan tersebut. dan lagi-lagi membuat Shuiliu kaget karena ia melihat Annchi sangat mahir melakukannya.
Setelah selesai Annchi memulai latihan selanjutnya yaitu bab ketiga dari kitab tersebut tentang perubahan dan pembentukan, jurus ini bertujuan untuk merubah bentuk elemen air menjadi berbagai sejata atau pun merubah air menjadi bentuk lain seperti naga air dan lainnya.
Annchi mempraktikan apa yang tertulis dalam kitab tersebut dan tak beberapa lama Annchi berhasil merubah bentuk air menjadi ribuan pisau air yang tajam dan menciptakan naga air dan yang lainnya.
Setelah selesai Annchi menghampiri Shuiliu yang bersantai diatas daun teratai
"Kau benar-benar monster Annchi, kau memang pantas mengemban tugas itu, tapi ingatlah jangan pernah merasa kau adalah yang tertinggi hingga tidak ada yang menandingi ingatlah diatas langit masih ada langit. Teruslah berusaha dan belajar karena jika kita semakin menggali suatu ilmu maka, kau akan selalu merasa kurang dan akan merasa dirimu itu kecil dan masih banyak kekurangan" ucap Shuiliu menasehati Annchi.
"Hmm,, aku mnegerti lagi pula ini bukan apa-apa dan aku juga belum bisa apa-apa masih harus banyak belajar lagi" ucap Annchi.
"Selamat Annchi kau berhasil dan sekarang kau akan naik lantai selanjutnya" ucap Shuiliu.
"Apa? yang benar saja? apa kau tidak akan membiarkanku istirahat sebentar?" protes Annchi.
"Tidak, jika kau sudah selesai menaklukan satu lantai maka otomatis kau akan langsung naik lantai selanjutnya" jelas Shuiliu.
"Benarkah,,jadi aku tidak akan beristirahat bila belum menaklukkan semua lantai?" tanya Annchi tak percaya.
"Ya" ucap Shuiliu singkat, setelah Shiuliu mengucapkan itu tiba-tiba ada segel di bawah kaki Annchi yang bercahaya dan Annchi kaget lalu memejamkan matanya.
Saat Annchi membuka matanya ia sudah berada ditempat lain yaitu sebuah tanah lapang yang luas dan semuanya rata dengan tanah yang kering dan retak tidak ada satu pun rumput yang tumbuh disana.
Dan tiba-tiba tanah yang menjadi pijakan Annchi bergetar, dari arah jam dua terdengar suara langkah kaki besar mendekat dan tanah kering disekitarnya pun berterbangan.
Annchi yang melihat itu langsung waspada dan memasang kuda-kudanya juga mata tajamnya lurus melihat objek yang datang kearahnya.
*tbc
jangan lupa tinggalkan jejak
skip!
kecerobohan annchi msh harus di dampingi lagi ini kek nya.
dia lebih suka memakai pistol dan katana daripada sapu dan pisau dapur /Facepalm/