.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tuanzero, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8
Mengapa mereka selalu menatap ku seperti itu? apakah ada yang salah dengan ku sampai membuat mereka semua merasa aneh?
Tiba-tiba saja Isabella teringat dengan tatapan sinis dari pria yang di temuinya di luar perusahaan beberapa waktu lalu, pasti karena pakaian Isabella yang terlihat Kumal karena sudah di pakai beberapa tahun tanpa di ganti. Begitu fikirannya pada saat itu.
Tapi mau bagaimana pun, itu adalah pakaian kerja satu-satunya milik Isabella. Dia lebih memilih untuk membelikan putranya pakaian dan mainan baru ketimbang membeli pakaian untuk dirinya sendiri.
Bahkan Isabella tak perduli dengan pandangan orang lain terhadap dirinya, yang di pedulikannya hanyalah kebahagiaan sang putra agar bisa selalu tersenyum kapan pun dan dimana pun.
Lima belah menit berlalu namun pria itu belum juga datang menghampirinya. Isabella mulai sedikit menurunkan senyum lebarnya karena bibirnya mulai terasa pegal.
Ia kembali mengambil cermin dari tas dan memperhatikan wajahnya di kaca sambil sedikit memainkan rambutnya. Setelah itu Isabella kembali memasukannya ke dalam tas yang ada di pangkuannya.
****
Sudah 1 jam Isabella menunggu sekertaris Zai di ruang tunggu. Namun tak ada sedikitpun tanda-tanda kehadiran dari pria itu, ia sedikit kesal karena menunggu terlalu lama tanpa di berikan informasi sedikitpun.
Mau sampai kapan aku menunggu pria itu? bahkan tempat yang ku duduki pun sudah terasa tak nyaman. Atau mungkin ia sedang sibuk? Hmph... itu pasti alasannya. Baiklah, aku akan menunggunya untuk beberapa saat lagi, mungkin ia sedang ada perkejaan saat ini. Isabella mencoba berfikir secara profesional dan memaklumi keterlambatan sekertaris Zai.
Setelah itu ia mengganti posisi duduknya agar terasa lebih nyaman, Isabella kembali memasang senyuman agar terlihat anggun walaupun dengan baju yang sedikit kumal.
Aku harus semangat! yang sangat membutuhkan pekerjaan ini adalah aku, semoga saja kali ini tak seburuk perkejaan ku sebelumnya.
****
Waktu kini menunjukkan jam makan siang, para karyawan memberhentikan pekerjaan mereka masing-masing dan pergi untuk mengisi perut, agar dapat memulihkan kembali energi mereka yang terkuras.
Sebenarnya apa yang sedang dilakukan oleh pria itu? aku sudah menunggunya hampir 3 jam di ruangan ini, tapi ia sama sekali tak muncul untuk menemui ku. heh! lebih baik aku bertanya kepada receptionis, apakah dia akan menemui ku atau tidak. Jika misalnya dia memang tak bisa menemui ku, lebih baik aku pulang dan membuat janji terlebih dahulu. Aku sudah tak tahan lagi duduk di sofa itu tanpa melakukan apapun, lebih baik aku merebahkan tubuh ku di atas kasur dari pada di ruangan ini. Isabella berjalan keluar dari ruangan itu berniat untuk menemui resepsionis.
"Ah, Isabella! Maaf sudah membuat mu menunggu lama," Tiba-tiba saja seorang pria menegurnya saat sudah hampir sampai di tempat receptionis.
"Hahaha... anda terlalu sungkan sekertaris Zai, aku pun baru saja kembali dari rumah, dan kebetulan sekali kita bertemu disini. jadi bagaimana sekertaris Zai? apakah anda memiliki waktu untuk bicara dengan ku?" Tanya Isabella sambil menahan senyum kekesalannya.
Aku bahkan ingin menendang mu pria busuk, kau sudah membuat ku menunggu sangat lama di ruangan itu!! tubuhku bahkan rasanya sudah hampir berjamur karenamu!!
"Baiklah, kita bicarakan di ruangan ku," Zai langsung membalikkan badannya dan pergi menuju lift. Isabella hanya mengikutinya dari belakang dengan langkah kaki yang terlihat sangat anggun.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
SaLaMnOlNoL (⌐■-■)
dan Justin gimana ceritanya??
mudah-mudahan ga terlambat
jangan lupa like dan comment
terimakasih
Gmn mau ks like & vote klo ceritaNya putus2...
Autor hy bikin yg baca jd penasaran..