Tara yang tidak tega melihat sang kakak selalu saja menangis setiap malam karena akan dijodohkan oleh kedua orang tua mereka dengan laki-laki yang tidak mereka kenal sama sekali membuatnya bertekad untuk menggantikan sang kakak.
Akan tetapi, disaat Tara sudah siap dengan gaun putih dan riasan wajah yang sudah langkap tiba-tiba saja gadis yang baru saja berusia 19 tahun itu malah ingin membatalkan niatnya untuk menjadi pengantin pengganti sang kakak.
Apakah yang akan terjadi? Apa Tara berhasil membatalkan acara yang sangat sakral itu? Apa malah sebaliknya Tara akan tetap menjadi pengantin pengganti untuk sang kakak?
Cuss!! Langsung dibaca saja kalau penasaran! Jangan lupa tekan bintang lima supaya ramah lingkungan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayuza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memaksa Gio Untuk Masuk
Mau tidak mau pada akhirnya Tara menyusul Gio menggunakan mobilnya atas perintah sang ayah. "Jika bukan karena Papa, aku tidak akan mau mencarinya. Mana malam ini terasa sangat dingin." Tara mengemudikan mobilnya pelan karena ia benar-benar ingin mencari Gio. "Cepat sekali jalannya, sehingga aku tidak bisa menemukan keberadaannya," gumam Tara sambil melirik kiri dan kanan berharap ia menemukan Gio. Ketika Tara akan membelokan mobilnya tidak sengaja ia melihat Tika, sang kakak malah berduaan di pinggir jalan dengan laki-laki yang ia kenal.
"Itu Kak Tika, bukankah tadi, dia pamit untuk pergi ke rumah Nenek, lalu kenapa dia malah ada di sini berduan dengan Dion? Laki-laki yang gayanya selangit padahal dia tidak punya apa-apa." Ketika Tara terus saja memperhatikan Tika. Tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu mobilnya. Membuat gadis itu menjerit karena kaget, karena yang mengetuk pintu itu adalah Gio. Sang suami yang saat ini sedang ia cari. "Aaaaa, kenapa kau membuatku kaget saja?!" Dengan wajah kesal Tara menurunkan sedikit pintu mobilnya.
"Bisa tolong ambilkan aku ponselku, di dalam kamarmu? Karena tadi aku meninggalkannya di sana bersama dengan dompetku." Gio berdiri sambil sedikit membungkuk supaya Tara bisa melihatnya dengan jelas.
"Pulang bersamaku, karena aku tidak mau Papaku mendadak menjadi ustadz yang terus saja menceramahi diriku," ucap Tara sambil membuka pintu mobil itu untuk Gio.
"Tidak, aku akan pulang saja ke rumahku. Karena aku merasa tidak pantas ada di rumahmu yang mewah dan megah it–" Kalimat Gio terputus karena Tara menarik baju laki-laki itu.
"Tutup mulutmu, dan sekarang naiklah. Jangan buat gadis lugu sepertiku menjadi nekat!" Tara menatap Gio tajam. "Naik, jangan membuatku lama menunggu."
Gio menepis tangan Tara dengan kasar. "Jauhi tanganmu dari bajuku, Tara! Aku tidak suka kamu melakukan ini kepadaku!" ketus Gio. Sambil kembali merapikan bajunya. "Kamu pulang saja sendiri, dan bawakan ponsel dan dompetku kesini. Karena aku tidak mau kembali ke rumahmu lagi."
Tara yang mendengar itu segera keluar dari dalam mobilnya. "Jika kamu tidak mau pulang ke rumahku maka malam ini kita menginap di hotel saja," kata Tara menaik turunkan alisnya. "Ayo naik, kita pergi ke hotel terdekat. Hanya untuk menginap malam ini saja," ajak Tara yang mendorong tubuh Gio untuk segera masuk ke dalam mobil.
"Apa-apaan kamu, Tara, hentikan! Tidakkah kamu melihat orang-orang sedang melihat ke arah kita."
"Masuk! Jika kau malu di lihat oleh orang-orang. Dan juga jangan sampai Kak Tika melihat kita ada disini juga." Tara menunjuk ke arah sebuah cafe tepat di pinggir jalan. "Disana Kak Tika sedang berkencan dengan pacarnya."
Gio lalu mengikuti arah telunjuk Tara sambil berkata, "Aku tidak peduli, sekarang kamu pulanglah."
"Jika kamu tidak mau masuk, maka aku akan berteriak kalau kamu ingin mel*cehkanku, apa kamu mau itu terjadi?" Tara malah mengancam Gio.
"Huh, dasar gadis aneh!" Gio lalu terlihat masuk ke dalam mobil.
"Dari tadi kek masuk, ini sok jual mahal! Terkesan kayak belagu banget!" celetus Tara yang terlihat ikut masuk.
"Sabar Gio untuk saat ini biarkan saja apapun yang mau dia katakan, besok kalau misimu sudah selesai buang Tata si gadis yang menyebalkan ini ke laut," gumam Gio membatin.
*tara beruntung dapat gio sedangkan gio musibah dapat tara
*tara adalah istri laknat berkali2 dia meminta cerai, melukai perasaan suaminya, pembangkang, durhaka, kasar, tidak sopan sama sekali, inti tata tidak ada bagus nya sama sekali jadi istri yang lebih parah tata tidak pernah merasa bersalah dan minta maaf dan novel ini juga selalu membela kelakuan tara
*gio karakter dibuat bodoh, diperlakukan semena2 oleh tara tapi kayak lelaki bodoh yang selalu mengemis cinta kayak tidak ada wanita lain saja
*realita tidak akan ada mertua yang mau menantu kayak tara
*coba survey lelaki pasti 100% bakalan nggak akan mau punya istri kayak tara
sara saya bagi novelis wanita kalian belajar dulu bedakan mana salah mana benar dan kalian introveksi diri dulu akui kalau kalian juga bisa salah, belajar minta maaf dan belajar peka terhadap perasaan pasangan kalian baru buat novel
soalnya di novel kalian pemeran utama wanita selalu berbuat semaunya dan banyak melakukan kesalahan tapi kesalahan itu kalian bela bahkan kalian benarkan, bahkan kat maaf pun kalian tidak berani buat, dalam novel pemeran utama wanita adalah cerminan pemikiran kalian dan sudut pandang kalian (novelis) kalian kalian selalu menempat diri kalian diposisi pemeran utama wanita
renungkan lah
kk bikin emosi jiwa nie.q udh pngn berhnti bc tp ya bgni cerita kk sllu bikin q penasaran.lm2 bs dartink nie😃😃😃
😄😄😄😄sia2 udh berlari jauh smpe berasa 5L.mlah ketemu sm clon suaminya
hadeeh jngn smpe di siksa sm gio