NovelToon NovelToon
Langit Yang Menyimpan Janji

Langit Yang Menyimpan Janji

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Epik Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jigur

Dunia kultivasi terbagi menjadi banyak sekte dan keluarga besar. Orang-orang berlomba mencapai tingkat tertinggi demi keabadian.
Tapi protagonis kita?
Seorang pemuda biasa yang dianggap sampah oleh semua orang.
Dia nggak punya bakat kultivasi yang bagus. Bahkan keluarganya sendiri malu mengakuinya.
Sampai suatu hari, dia bertemu dengan seorang gadis dari sekte besar.
Cantik, dingin, berbakat, dan statusnya jauh di atasnya.
Awalnya mereka saling benci.
Lalu mulai saling peduli.
Lalu muncul masalah...
Si gadis ternyata sudah dijodohkan dengan seorang jenius dari sekte lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jigur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Gu Qingli menangis sesenggukan di dalam pelukan Yunche, menumpahkan segala sesak dan ketakutan yang selama ini menghantuinya. Yunche memejamkan mata rapat-rapat, meresapi kehangatan yang menjalar di dadanya. Di antara benang kusut dendam dua keluarga besar, dua insan muda itu mantap memilih untuk tetap berdiri dan melangkah bersama.

Namun, tepat di luar gua...

Sesosok tubuh tampak sedang mengawasi mereka dari kejauhan. Gu Tianming, Patriark Keluarga Gu, berdiri bergeming di antara rimbunnya pepohonan lereng gunung. Dia menatap putrinya, lalu beralih memandangi Yunche. Paras gagahnya diselimuti penyesalan dan kepedihan yang teramat dalam.

"Maafkan aku..." bisiknya pelan pada angin malam.

SWOOSH!

Dari balik bayang-bayang pohon di belakangnya, sesosok pria berbalut jubah hitam mendadak muncul tanpa suara. "Patriark Gu."

Gu Tianming berpaling dingin.

"Pemuda itu sudah berhasil membuka segel ketiganya," ujar pria berjubah hitam itu.

"Aku sudah tahu."

Pria misterius itu menyunggingkan senyum culas. "Kalau begitu... bukankah ini saat yang paling tepat untuk menghabisinya?"

Tubuh Gu Tianming menegang seketika. "Tidak."

Pria itu memicingkan mata, menatapnya penuh selidik. "Mengapa tidak?"

"Karena..." Gu Tianming kembali melemparkan pandangannya ke arah pintu gua. "...dia adalah putra kandung Shen Tianyu."

Pria berjubah hitam itu justru terkekeh sinis. "Justru karena dialah putra Shen Tianyu, dia tidak boleh dibiarkan bernapas lebih lama lagi!"

Gu Tianming mengepalkan tangannya rapat-raptat, aura pembunuh melonjak dari tubuhnya. "Aku tidak akan pernah membiarkanmu menyentuhnya!"

Pria berjubah hitam itu tak gentar sedikit pun. Dia melangkah mendekati Gu Tianming, lalu berbisik dengan nada penuh intimidasi dan provokasi, "Patriark Gu... jangan pernah melupakan satu hal."

Gu Tianming menatapnya tajam.

"Jika Shen Yunche dibiarkan hidup..." bisik pria itu tepat di samping telinganya, "...maka rahasia kelam tentang tragedi malam itu akan terbongkar sepenuhnya ke permukaan."

Gu Tianming terbungkam, kelopak matanya terpejam erat.

Pria berjubah hitam itu berbalik memunggungi sang patriark, melambaikan tangannya santai. "Dan saat rahasia itu tersingkap... seluruh dunia kultivasi akan mengetahui kebenaran yang sesungguhnya."

Di dalam gua, Yunche dan Gu Qingli masih saling mendekap hangat, sama sekali tak menyadari bahwa bahaya mematikan tengah mengintai dari luar.

Mereka tak tahu bahwa ada kedatangan pemburu baru yang berniat mencabut nyawa Yunche hari ini. Mereka tak tahu bahwa Gu Tianming bukanlah satu-satunya dalang di balik tragedi berdarah yang menimpa Shen Tianyu belasan tahun lalu.

Dan yang paling tidak mereka ketahui...

Shen Tianyu mungkin sebenarnya belum benar-benar tewas.

Sebab jauh di kedalaman Gunung Tianyuan, di balik sebuah gerbang batu raksasa Kuno yang telah terkunci rapat selama tujuh belas tahun...

Sesosok pria perlahan membuka kedua kelopak matanya. Sepasang iris matanya berkilat tajam—teramat mirip dengan sepasang mata milik Shen Yunche.

Pria itu mengulas senyum tipis yang sarat misteri. "Yunche..." bisiknya dengan suara bariton yang terngiang halus. "...putraku."

Dia memalingkan pandangannya menatap lurus ke arah gerbang batu.

"Jadi..." gumamnya seraya menghembuskan napas panjang, "...kau akhirnya datang juga."

Pelukan itu berlangsung cukup lama—bahkan terlalu lama, setidaknya menurut Gu Qingli.

Ketika kesadarannya kembali sepenuhnya, barulah gadis itu menyadari bahwa kedua tangannya masih melingkar erat di tubuh Shen Yunche, dan Yunche pun masih memeluknya dengan hangat.

Seketika, Gu Qingli membuka matanya lebar-lebar. Wajahnya merona merah padam. Dengan panik, dia buru-buru melepaskan pelukannya dan melangkah mundur. "Sudah!"

Yunche berkedip polos. "Sudah apa?"

"Lepaskan!" cetus Qingli dengan suara tertahan.

Yunche menatap kedua tangannya sendiri yang masih menggantung di udara. "Oh..." Dia pun perlahan menurunkan tangannya.

Gu Qingli langsung membuang muka, tak berani menatap iris mata pemuda itu. Keheningan canggung mendadak menyelimuti gua.

Shen Mo, yang sejak tadi berdiri memperhatikan dari sudut gua, hanya bisa menghela napas panjang. "Jika urusan kalian berdua sudah selesai..."

Yunche dan Qingli serempak menoleh padanya.

Shen Mo mengacungkan jarinya menunjuk ke arah luar gua. "Kita punya masalah besar."

"Masalah apa?" kening Yunche berkerut tajam.

Shen Mo menatapnya serius. "Mereka sudah tiba."

Gu Qingli seketika memperketat genggamannya pada gagang pedang. "Siapa?"

Shen Mo tak menjawab pertanyaan Qingli. Pandangannya tetap tertuju lurus pada Yunche. "Orang-orang yang sama... yang memburu ayahmu tujuh belas tahun lalu."

Yunche bungkam seketika. Jemarinya merayap pelan menuju hulu pedangnya.

Melihat itu, Gu Qingli menatapnya khawatir. "Yunche."

"Hm?"

"Jangan..."

Yunche menoleh. "Jangan apa?"

"Jangan bertarung sendirian lagi."

Yunche mengulas senyum tipis yang hangat. "Aku tidak sendirian." Dia mengerling ke arah Qingli, lalu beralih menatap Shen Mo.

Gu Qingli tertegun. Sementara itu, Shen Mo langsung mendengus malas. "Jangan bawa-bawa aku."

Yunche terkekeh pelan. Namun, tawa kecil itu melenyap seketika saat gema derap langkah kaki terdengar merayap masuk dari luar gua.

Satu... dua... lalu berkembang menjadi puluhan pasang kaki.

Shen Mo mendesah gusar seraya mencabut pedangnya. "Sudah terlambat."

Yunche refleks pasang badan, berdiri tepat di depan Gu Qingli untuk melindunginya. Namun, kening Qingli justru berkerut dalam. "Aku bisa bertarung sendiri!"

"Aku tahu."

"Kalau begitu, jangan berdiri menghalangi di depanku!"

"Kenapa?"

"Karena aku tidak suka melihat punggungmu!" tegas Qingli.

Yunche menoleh bingung. "Hah?"

Gu Qingli menatap sepasang mata Yunche dengan raut sangat serius. "Jika kau berdiri di depanku... aku tidak bisa melihat wajahmu."

Yunche tertegun sejenak. Tak lama, sebuah senyuman tipis mengembang di bibirnya. "Baiklah." Dia menggeser posisinya hingga berdiri sejajar di samping gadis itu.

Gu Qingli meliriknya sekilas. "Nah, begitu lebih baik."

Shen Mo memandangi mereka berdua dengan tatapan datar. "Ini sungguh bukan saat yang tepat untuk berpacaran."

"Kami tidak berpacaran!" sahut Yunche cepat.

"Kami tidak berpacaran!" seru Gu Qingli di saat yang bersamaan.

Keduanya saling pandang sejenak, lalu serempak memalingkan wajah ke arah yang berlawanan dengan canggung.

Shen Mo menggeleng-gelengkan kepala. "Malah makin parah."

"Apa katamu?!" protes Yunche.

"Kalian berdua sudah persis seperti pasangan suami istri."

"Diam!" bentak Yunche dan Qingli berbarengan.

Shen Mo tertawa terkekeh. Namun di detik berikutnya...

BOOM!

Sebuah ledakan dahsyat mengguncang dinding gua dengan hebat. Butiran debu dan serpihan batu berjatuhan dari langit-langit.

Raut wajah Yunche berubah menjadi sangat serius dalam sekejap. "Mereka sudah menerobos masuk!"

1
Deutsch
mantap thor
Gia Uw
lanjut lagi
Alia Chans
Datang tiba-tiba, tujuan nya Darah 😭😭
apa gk syok tuh thor
obeng min
luar biasa
obeng min
hurra
obeng min
josss
obeng min
mana nih ketua
DeZigur: besok bang. 5 bab crazy up.
total 1 replies
obeng min
joss
obeng min
mantap
obeng min
lanjut thor
obeng min
gas thor mantap💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Semoli Ginon
blom waktunga yunche. sabar 🤭
Semoli Ginon
🤣🤣
Semoli Ginon
duh yunche celamitan pula/Cry/
Semoli Ginon
dasar mc koplak emang 🤣
Semoli Ginon
merepet aja mulutnya yunche. husss diam dulu
Semoli Ginon
sangat tidak sopan 🤣
Semoli Ginon
mc nya rada koplak ini ya? 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!