Diusir dari rumah tak membuat Halley melemah. Justru sebaliknya, semenjak diangkat oleh sebuah keluarga kaya, gadis itu kini menjadi gadis lain yang sangat kuat, dingin, dan kejam apalagi sejak ia menjadi leader dari Black Devil. Dia menjadi BAD GIRL!
Lulus SMA, gadis yang mengubah nama menjadi Camilla itu malah mengulang sekolah lagi. Hingga takdir mempertemukannya dengan sahabat kecil, keluarga kandungnya, sekaligus musuhnya. Tak lepas dari itu, hadirlah seorang ketua OSIS tampan yang sangat Camilla benci nyatanya berhasil mengubah kehidupan gadis itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rara Tania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terpaksa.
"CERAIKAN HARCHAN ATAU TINGGALKAN KOTA INI DAN MERUBAH IDENTITASMU!" Vera menatap jahat kepada Zherra.
Air mata Zherra semakin mengalir deras mendengar kedua pilihan itu. Bukankah menyakitkan jika kita harus meninggalkan keluarga yang sangat kita sayangi.
"AKU TIDAK AKAN MEMILIH KEDUANYA!" Zherra menekan setiap kata yang diucapkannya. Mendengar itu, Vera langsung mengambil salah satu pisau yang ada di dekatnya. Ia mengarahkan ujung pisau itu di atas dada Halley.
"JANGAN!" Karena tidak ingin basa-basi lagi, Vera langsung mengangkat pisaunya dan hendak menusuk dada Halley. "AKU AKAN TINGGALKAN KOTA INI!!!" Ucapan Zherra seketika menghentikan tangan Vera yang hendak menusuk dada Halley itu. Vera tersenyum sinis.
"Apa kau sudah yakin dengan pilihanmu?" Napas Zherra semakin memberat, ia tidak mau kehilangan orang tersayang. "Kau tidak boleh melapor ke polisi, mengadu ke Harchan, James, maupun mertuamu, siapapun itu, JANGAN PERNAH KAU BERI TAHU TENTANG INI! JANGAN PERNAH KAU UNGKAPKAN IDENTITAS ASLIMU SAMPAI KAPANPUN!" Teriakan Vera menggelegar di ruangan itu.
"Nyawa Halley ditanganku!" Vera tersenyum sinis, ia kembali mendekatkan pisau itu di atas dada Halley karena Zherra tak kunjung menjawab perkataannya. "JANGAN LAKUKAN ITU!"
"APA KAU DENGAR PERKATAANKU TADI!"
"IYA AKU DENGAR!!!"
"KATAKAN JAWABANMU!" Zherra terdiam. Mungkinkah ia bisa hidup tanpa keluarga tersayangnya? Atau ia lebih baik memilih ceraikan Harchan saja? Itu pilihan yang sangat sulit! Tapi melihat anak perempuannya dibawa dalam masalah ini, dijadikan alat untuk mengancam, Zherra sungguh berat hati. Ia akan memilih meninggalkan keluarganya ketimbang bercerai dengan suami tercintanya. "Mungkinkah itu pilihan yang tepat?"
"Kau benar-benar jahat Vera!" Kata Zherra lirih.
"Pujian yang bagus, terimakasih. Tapi, KATAKAN JAWABANMU!" Vera kembali berteriak. Membuat lamunan Zherra membuyar.
"A- A- Aku.." Ucapan Zherra semakin melemah, ia menahan nangis. Ketika melihat Vera kembali mendekatkan pisaunya pada dada anaknya, Zherra langsung berkata, "AKU AKAN TINGGALKAN KOTA INI DAN MENYEMBUNYIKAN IDENTITASKU!!!"
Vera tersenyum sinis, "Aku ragu dengan ucapanmu!"
"Aku tidak akan memberitahu ini kepada siapapun, tapi jangan lakukan yang tidak-tidak pada Halley!!" Air mata Zherra kembali mengalir.
"Apa kau berjanji?" Zherra hanya mengangguk. Vera langsung melemparkan pisau yang dipegangnya pada tembok di belakang Zherra. Hampir saja kena Zherra. "Bagus!" Ucapnya.
"Aku pegang janjimu Zherra, jika kau melanggar. Kau tau apa yang terjadi pada anak ini!" Vera melirik ke Halley yang tertidur pulas.
"Maafkan aku, ini pasti pilihan yang salah. Tapi aku terpaksa demi keselamatan Halley !"
***
Halley terbangun tiga jam setelah diberi obat tidur, lebih cepat dari yang seharusnya. Ia melihat kesana kemari, ia sudah ada di kamarnya, di rumah keluarga Renaga.
"Halley, kau sudah bangun?" Kata Papa Harchan senang. Tadi orang-orang yang disuruhnya menemukan Halley tergeletak di pinggir jalan.
"Iya, Pa. Ap--"
"Tadi kenapa Halley bisa tertidur di pinggir jalan?" Halley menggeleng, "Aku tidak tau, Pa."
"Apakah Mama sudah ditemukan?" Tanya Halley to the point. Papa Harchan langsung menunjukkan ekspresi sedihnya. Ia menggelengkan kepalanya.
"Ini sudah petang, kenapa Mama belum kembali?" Papa Harchan dan James hanya menundukkan kepalanya, bersedih.
"Papa sudah memanggil orang suruhan Papa untuk mencari Mama. Tapi sampai saat ini mereka belum menemukannya, Halley." Setetes air mata Harchan keluar dari matanya. Harchan segera menghapusnya.
"Mama....!" Halley ikutan menangis.
"Halley, Papa, tenanglah. Jangan membuat James ikutan menangis. Kita lebih baik berdo'a yang terbaik untuk Mama!" James ikut meneteskan air matanya.
.
.
.
Tapi kalo Cam sama Welly ntar judul novel nya outhor bukan Cewek bar2 sama Ketos ya, Pasti judul novelnya akan lain ya 😃😃