NovelToon NovelToon
Sisi Gelap Seorang Hakim

Sisi Gelap Seorang Hakim

Status: tamat
Genre:Mafia / Kriminal / Dokter Genius / Tamat
Popularitas:151.8k
Nilai: 5
Nama Author: Chika Ssi

"Setiap orang memiliki sebuah tujuan hidup yang berbeda. Dan aku memilih jalanku ini, untuk sebuah dendam di masa lalu. Bisa saja aku membunuh mereka satu per satu dengan tanganku sendiri. Tapi, bukankah aku akan sama saja seperti mereka?" -Hakim Makutha.

"Jangan terlalu lama berkubang dalam rasa dendam, Utha. Semua justru akan membuatmu lebih menderita. Terkadang melepaskan sesuatu jauh akan lebih melegakan daripada menyimpan dendam yang tidak berkesudahan." -Dokter Hasna.

Sebuah perjalanan mencari keadilan untuk seorang teman yang sudah tiada justru membuat Makutha terbelenggu dalam luka masa lalunya. Dia berjuang mati-matian menumbangkan pemerintahan hingga mengancam keselamatan diri dan juga orang-orang yang ia sayangi.

Apakah Makutha berhasil melakukan aksi balas dendamnya? Atau dia justru gagal dan berakhir dengan kehilangan banyak orang terkasihnya demi membalas dendam di masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chika Ssi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Pola yang Sama

Jantung Makutha berdegub kencang. Sebenarnya dia sangat tergoda untuk mendaratkan ciuman kepada Hasna. Namun, dia sadar bahwa mereka belum memiliki ikatan sah. Bisa dipastikan pukulan Hasna akan mendarat mulus di pipinya jika Makutha nekat menciumnya.

Akhirnya Makutha hanya bisa menelan ludah. Dia menghembuskan napas kasar. Jemarinya hendak mengusap puncak kepala Hasna, tetapi ia urungkan. Akhirnya Makutha berdeham dua kali kemudian mulai berbicara.

"Na, aku ...."

Hasna mulai membuka mata. Ia menatap intens manik mata lelaki yang kini berada di bawahnya itu. Jantung Hasna berdetak tak beraturan ketika menanti kalimat selanjutnya yang akan keluar dari bibir hakim tampan tersebut.

"Ya?" tanya Hasna dengan suara lirih.

"Aku sudah lapar, ayo kita makan!" seru Makutha diikuti suara perutnya yang menjerit.

Hasna terperangah. Dia terlalu berharap banyak kepada Makutha. Nyatanya Makutha tidak pernah mengungkapkan perasaan kalau dia menyukainya. Dokter cantik itu pun segera beranjak dari atas tubuh Makutha dan berjalan ke arah dapur untuk menyiapkan makanan.

"Bagaimana pekerjaanmu?" tanya Makutha basa-basi sambil menarik kursi.

"Kenapa tiba-tiba peduli dengan pekerjaanku segala?" cibir Hasna sambil meletakkan piring berisi ayam goreng ke atas meja makan.

"Yah, basa-basi saja! Biar ada obrolan di antara kita," jawab Makutha jujur sambil mengambil sepotong sayap ayam kesukaannya.

"Capek! Rasanya pengen berhenti kerja aja. Nikah, terus momong anak di rumah!"

Mendengar ucapan Hasna membuat Makutha terbelalak. Makutha kembali meletakkan potongan paha ayam goreng ke atas piringnya. Dia menatap Hasna kesal.

"Kenapa nggak nikah aja kalau begitu?"

"Pacarku belum mau ngelamar. Dia masih sibuk kerja," ucap Hasna sambil menyipitkan mata.

"Oh, udah punya pacar? Baguslah!"

Mendengar ucapan Hasna membuat Makutha dongkol. Dia tidak menyangka gadis yang disukainya sejak lama itu ternyata sudah memiliki kekasih.

"Aku hari ini piket sore, jangan lupa minum obat teratur. Kalau ada keluhan hubungi saja aku. Nggak usah ke Rumah Sakit. Buang-buang uang!" seru Hasna kemudian melepas celemek dan beranjak pergi.

Setelah pintu kembali tertutup, Makutha menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. Dia mengusap wajah kasar kemudian menghela napas.

"Sudah punya pacar, ya?" Makutha tersenyum kecut sambil menatap foto wisudanya bersama sang ibu serta Hasna.

...****************...

Satu minggu kemudian ....

Makutha melajukan mobil untuk segera menemui Arjun di kantornya. Lelaki itu sudah mendapat kabar bahwa Miki sudah ditangkap. Cuaca panas membuat hati lelaki itu semakin terbakar. Suara klakson yang saling bersahutan membuat suasana hatinya semakin kacau.

"Pakai acara macet segala!" gerutunya sambil ikut menekan klakson mobil.

Ponsel Makutha berdering. Lelaki itu melirik ke arah benda pipih di atas dashboard, kemudian mengangkat panggilan itu. Nada bicara Arjun terdengar begitu panik.

"Ada apa, Pak?"

"Kamu sampai mana?"

"Aku masih ada di daerah X. Ada apa?"

"Putar balik! Susul aku di Rumah Sakit!" seru Arjun.

"Memangnya kenapa? Apa ada yang terluka?"

"Miki melakukan percobaan bunuh diri!"

Makutha terbelalak kemudian memukul roda kemudinya. Dia mengacak rambut lalu membuang napas kasar.

"Sial!" umpat Makutha.

"Baiklah, aku akan segera ke sana!" Makutha membanting setir kemudian langsung menuju rumah sakit.

Lima belas menit berlalu, kini Makutha sudah memasuki gedung rumah sakit. Dia berlari menuju ruang IGD. Arjun sedang mondar-mandir di depan ruangan dengan wajah yang terlihat kacau.

"Bagaimana bisa terjadi, Pak?" tanya Makutha ketika sudah berada di depan Arjun.

"Entahlah, sepertinya dia menyembunyikan obat dan menelannya sesaat sebelum kami melakukan penyidikan. Ketika hendak dijemput ke ruang penyidikan, dia ditemukan tergeletak di dalam sel!"

"Astaga! Mereka licin sekali seperti belut!"

Beberapa saat kemudian, seorang dokter keluar dari IGD dan menghampiri keduanya. Lelaki berkacamata itu mulai menjelaskan kondisi Miki.

"Sepertinya dia menelan racun. Tapi, racun itu tidak menyebabkan kematian. Kami sedang mengecek kandungan pil tersebut di laboratorium. Setelah hasilnya keluar, pihak Rumah Sakit akan menghubungi Anda."

"Baik, Dok," ucap Arjun.

"Saya permisi."

Makutha mengusap dagu dengan tatapan yang terlihat seperti sedang berpikir. Arjun menepuk bahunya hingga membuat lelaki itu terperanjat.

"Kenapa?" tanya Arjun.

"Ah, aneh. Kenapa selalu berakhir seperti ini."

"Maksudmu?"

"Selalu berakhir dengan percobaan untuk menghilangkan jejak. Bahkan mereka rela mempertaruhkan nyawa!" seru Makutha.

"Kamu benar juga! Pasti ada sesuatu yang mereka sembunyikan!"

"Dan aku yakin ini berhubungan denga Geng Cantul itu sendiri, Pak!"

"Sepertinya kita harus penyelidikinya lebih dalam."

"Tapi, apakah boleh seorang Kapolsek terlalu mengurusi pekerjaan seperti ini?"

"Hei, anggap saja aku sebagai informanmu! Aku hanya bisa menemuimu seperti ini jika ada waktu senggang."

"Baiklah kalau begitu. Pak, boleh aku bertanya sesuatu?"

"Bertanya apa? Katakan!"

...****************...

Holaaa~

Mampir ke sini juga yaaa geskuuu~

1
Defi
Haha.. anggap aja bumbu2 dalam kehidupan kalian.. kalau berat anggap aja lagi masak rendang 😜
Bisa Pesan Cover di Saya: bentar lagi mabok rendang gak tuh 🤣🤣🤣
total 1 replies
Defi
kamu lupa Utha, kalau janji itu harus ditepati dan wanita itu selalu benar tak pernah salah 😜🤣
Bisa Pesan Cover di Saya: Apalagi perempuan yang lagi haid, selalu benar dan mutlak😍
total 1 replies
Defi
sepertinya memang dua2nya 😱
Bisa Pesan Cover di Saya: wkwkkek

terus pembacanya gimana nih? 🤣🤣🤣

btw makasih yaaa kak sudah meluangkan waktu buat baca novelku yg masih banyak kurangnya ini
total 1 replies
Defi
benar2 sadis cara mereka melemahkan lawannya 😱
Mailindawati danuarta
ceritanya bagus.
saya suka author
abdan syakura
Lanjuttttt Thor..
Ada bunga untuk Author-qu..
🌺🌹💪🤺
Bisa Pesan Cover di Saya: Makasih udah mampir Kakk🤗🤗🤗
total 1 replies
abdan syakura
Assalamu'alaikum
Salken,,Thor....
Aq mampir nih
Beda nih ceritanya dr sekian byk Novel di NT....
Semangat, Kak 🥰🥰💪🤺
Bisa Pesan Cover di Saya: Akkk makasih, Kakkk sudah meluangkan waktu buat mampir 🤗🤗🤗

Sehat-sehat, ya?😁😁😁
total 1 replies
Tebe'e
Good 👍
Semangat, Kak 🤗🤗
Bisa Pesan Cover di Saya: akkk makasih rate nya kaaaakkk😍
total 1 replies
Ayuk Noy
aku mampir kak..
beri pelajaran yg setimpal untuk mereka yg telah melimpahkan semua kesalahan kepadamu sehingga sahabatmu menjadi korbannya....
semangat makutha💪💪
Bisa Pesan Cover di Saya: Makasih yaaa 🤗🤗🤗
total 1 replies
AyuGi
😅😅😅😅makutha lama sih kasiannn...
Bisa Pesan Cover di Saya: wkwkwk hiyakkk
total 1 replies
Ainisha_Shanti
macam best jer
Ainisha_Shanti: Aamiin Allahumma Aamiin...
total 4 replies
Tiaga Raz aghastya
Weh perasaan makutha pernah deh liad Hasna ga pakai jilbab pas tinggal di rumah nya atau sama bibinya y, waktu Hasna buru2 buka pintu n lupa pakai jilbab krna baru bngun tdr
Bisa Pesan Cover di Saya: Wah, teliti kakak. ❤❤❤
total 1 replies
Ainisha_Shanti
Alhamdulillah... akhirnya bersatu juga cinta Makhuta dan Hasna.

Congratulation sis author kerana dah berjaya memula dan menyelesaikan novel SGSH sehingga happy ending.

keep it that 💪💪💪
Bisa Pesan Cover di Saya: Makasih jugaaa buat kakak, sudah mengikuti novel ini hingga selesai ❤❤❤
total 1 replies
Ainisha_Shanti
Alhamdulillah... akhirnya Liam tertangkap juga. semoga kali ini tak terlepas lagi
Ainisha_Shanti
semoga Hasna baik2 saja
Bisa Pesan Cover di Saya: Iyakkk dia baik-baik saja kok🤗🤗🤗
total 1 replies
Alifia Sakhina
ruwet spt bnang,trll bnyk konflik
Bisa Pesan Cover di Saya: makasih juga masukannya, semoga kedepannya saya bisa menulis dengan lebih baik lagi ❤
total 2 replies
Ainisha_Shanti
Astagjfirullah... apa lagi yang terjadi? semoga Hasna baik2 saja
Ainisha_Shanti
panasaran dengan masalah antara Tiara dan Andra sehingga menjadi musuh
Ayi
kok ayahnya Utha gak keliatan yaah? 🤔
Ayi: wah udah gak ada yaah 😢
total 3 replies
ambu inne
meleleh adek bank Albert 😂😂
lanjutkan Thor semangat
💪💪💪
ambu inne: gaskeun lah Thor
😁😁😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!