#adultstory
2 garis merah
2 garis merah
2 garis merah
3x percobaan dan hasilnya masih sama. Paris tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"ini tidak mungkin... Tidak mungkin aku hamil..!"
Paris menyangkal kenyataan bahwa dirinya tengah mengandung. Testpack itu bisa saja salah. Untuk meyakinkan nya lagi, paris memeriksakannya.
"anda positif hamil."
Dunianya seakan hancur mendengar kalimat itu keluar dari mulut dokter tersebut.
Paris merasa tidak berhak meminta pertanggung jawaban pria yang telah menidurinya. Karena malam itu, kesalahan ada padanya.
Ig: @tosca_mocca_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alyunda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
"jadi, siapa pria itu?" tanya Theo.
Malam itu Theo tidak melihat jelas laki-laki yang mengejar Paris, tapi bisa dipastikan laki-laki itu lah penyebab utama Paris dalam kondisi berg*irah malam itu.
Paris yang ditanya malah kebingungan.
" pria? Maksudnya?"
"pria yang membuatmu berakhir diranjangku!" jelas Theo
Paris mulai mengerti maksud Theo. Tentu saja pria itu si brengsek Daniel. Tapi belum sempat Paris menjawab, Selli sudah menghampiri mereka. Disusul Thomas yang mengekor.
"pak Theo juga disini?" Selli menyapa bos nya itu.
"Thomas berniat mentraktirku." jawab Theo dengan melirik adiknya.
"tapi berhubung kita gabung kalian, biar semuanya Thomas yang bayar!"
"apa? Aku? " Thomas hanya bisa melongo dengan menunjuk
Duh, nguras tabungan lagi..
Walaupun dari keluarga berada, Thomas di berikan uang saku yang pas pasan selama masih kuliah. Keluarga Mc Cannon mendidik anak-anak nya agar tidak sombong dan merasakan susahnya mendapatkan uang. Tidak ada kesuksesan yang instan. Semua nya butuh perjuangan yang tidak mudah. Dan itu berlaku pada Theo juga, saat masih sekolah hingga kuliah.
Selli merasa senang sekaligus kasian melihat Thomas.
Pantesan, pak Theo bisa makan di resto ini ternyata ditraktir bocah tengik ini. Berlagak nraktir sih..
"wahhh... Yang bener..?? Makasih Thomas!" ucap Selli penuh senyuman yang dipaksakan agar menyenangkan hati Thomas.
Thomas pun langsung Tersenyum bangga.
"apa sih yang tidak buat tante.."
"karena ini gratis, kalau begitu aku mau nambah lagi ya...." ucap Selli senang..
"mbakk.... Mau nambah...!" teriak Selli pada pelayan..
"Hah?" Thomas hanya bisa pasrah.
........ .....
"ahh.. Akhirnya sampai rumah dengan perut kenyang!" ucap Selli lega...
"bisa-bisanya kamu makan sebanyak itu!" ucap Paris setelah duduk di sofa.
"selama itu gratis, makan sebanyak apapun aku sanggup!" ucap Selli nyengir.
"kamu gak lihat tadi muka Thomas.? Udah kayak jemuran kering?" balas Paris.
"justru itu...." Selli menjeda ucapannya.
"aku suka... Ha.. Ha..."
"nanti suka beneran baru tahu rasa!" ucap Paris.
"aku? Suka sama bocah tengik itu? Yang ada, aku jadi baby sitter nya! Sikap nya itu lho kekanakan.." sahut Selli.
"Oh brarti kalau sikapnya sudah dewasa, kamu mau?" tanya Paris..
"Hmmm... Bisa dicoba lah..."jawab Selli
" tapi tetep aja brondong.."
Paris hanya bisa geleng-geleng dengan tanggapan Selli.
" oh ya... Kamu tadi kelihatan sudah akrab dengan si bos. " Selli penasaran.
" Ah... Hanya kelihatannya saja.. Tadi cuma ngomongin hal gak penting buat ngusir kecanggungan aja selama kamu tinggal." jawab Paris.
"kirain lagi Pede Kate..." sindir Selli
"kan sama-sama jomblo."
"kamu juga jomblo. Kenapa gak kamu aja yang pede Kate sama pak Theo.?" sindir balik Paris.
"iya juga ya? Ah.. Tapi Kita gak cocok!" jawab Selli.
"Oh cocok nya sama Thomas ya?" ejek Paris tersenyum nakal.
"Ih.. Amit-amit... Apalagi sama dia... Bukan cuma gak cocok.. Tapi gak takdir." jawab Selli sewot.
"masa sih pak Theo beneran jomblo? Kabarnya ada wanita yang sering datang ke kantor buat ketemu dia." tanya Paris.
"Oh si kadal betina... Namanya Nadine.. Dia mah cuma fans garis keras yang tidak di anggap sama si bos." jawab Selli.
" jangankan pak Theo, aku aja eneg sama kelakuan nya yang tidak mencerminkan putri keluarga terpandang. Nadine itu putri kedua keluarga Ardian. "lanjut Selli
"aku pikir itu kekasihnya." ucap Paris.
"bukan! Kan aku sudah pernah bilang. Pak Theo itu pernah dikecewakan 2 wanita. Yang pertama ditinggal nikah. Itu pun saat pak Theo baru masuk kuliah. Sedangkan yang kedua ini yang berhasil membuat pak Theo move on. Tapi malah tidak mau diajak nikah. Kyaknya sih karena si cewek masih pengen bebas. Biasalah anak muda. "
"gantung dong hubungan nya?" tanya Paris penasaran..
"entah... Tapi setau ku mereka sudah putus hubungan." jawab Selli.
"kalau menurut mu, pak Theo itu seperti apa sih?" tanya Paris penasaran.
"kepo ya...." goda Selli.
"gak mau jawab ya udah!" jawab Paris.
"Cx... Kamu ini." Selli berdecak.
"pak Theo ya... Ini menurutku lho ya..."
"Dia itu terlihat dingin tapi sebenarnya dia itu baik. Dia itu punya wibawa dalam memimpin. Dia tidak mau mencampurkan urusan bisnis dengan pribadi. Dia juga orang yang bertanggung jawab dalam segala hal.." lanjut Selli.
Paris hanya manggut-manggut. Awalnya Paris pikir, dia bakal dipecat setelah kejadian itu. Tapi Theo malah bersikukuh ingin bertanggung jawab atas apa yang terjadi malam itu.
" mungkin itu saja sih yang aku tahu. Karena selama ini kan kita cuma dekat dikantor. Jadi ya cuma fokus kerja." ucap Selli
"eh, satu lagi." jeda Selli.
"apa?" tanya Paris.
"tampan." jawab Selli tersenyum lebar.
Paris berdecak.
.......
Paris melakukan rutinitas nya sebelum tidur. Mulai dari gosok gigi, cuci muka, hingga memakai piyama.
"duh lelah nya." ucap Paris menjatuhkan dirinya ke kasur.
Paris jadi kepikiran omongan Selli. Jika sampai sekarang Theo belum move on, berarti ada seseorang yang sedang dia tunggu.
Paris tidak mau menjadi perusak hubungan orang. Semoga tidak terjadi sesuatu yang perlu dipertanggungjawabkan.
Keesokan harinya, Paris berangkat kerja seperti biasa menggunakan motor matic nya. Selli sudah berangkat duluan karena jam kerja mereka yang memang berbeda.
Sesampainya di perusahaan, Paris melangkah menuju lift. Tapi tangannya tiba-tiba dicekal oleh Daniel dan ditarik paksa. Paris memberontak tapi karena tidak mau mengundang perhatian orang-orang, Paris memilih menurut dibawa Daniel.
Daniel membawa Paris ke tempat yang lumayan sepi yang hanya beberapa orang saja yang lewat situ. Bisa dikatakan area khusus Petinggi Perusahaan.
"apa-apa an sih kamu!" teriak Paris. Tapi malah tamparan yang ia dapat. Paris meringis kesakitan memegang pipinya yang ditampar Daniel.
"cewek sialan! Berani nya kamu kabur dariku." bentak Daniel.
"seharusnya aku yang marah dengan apa yang kamu perbuat terhadap ku." ucap Paris.
"marah? Harusnya kamu senang aku mau sama cewek murahan kayak kamu. Dengan siapa kamu menyerahkan tubuh mu malam itu?!" hina Daniel
Paris marah dan merasa hina dengan ucapan Daniel. Matanya mulai berkaca-kaca menahan tangis amarah.
"brengsek!" Paris balik menampar Daniel.
Dan itu malah semakin membuat Daniel lepas kendali. Dia mencengkeram kedua lengan Paris hingga kesakitan.
"berani nya kamu..." teriak Daniel. Lalu mencoba mencumbu paksa Paris.
"apa yang kau lakukan!" teriak Selli lalu menendang Daniel hingga ia melepaskan cengkraman tangannya pada Paris.
Selli lalu memeluk Paris yang sudah menangis.
"beraninya kamu melakukan itu pada Paris." teriak Selli.
"dari awal aku sudah tau kalau kamu itu lelaki brengsek. Bodoh nya aku membiarkan mu mendekati Paris. Pergi kamu.!" bentak Selli.
"kali ini gue mengalah, tapi urusan kita belum selesai sampai disini." ucap Daniel
"Ok kalau itu mau mu. Kamu akan menyesal mengucapkan itu padaku!" jawab Selli
Daniel pun pergi meninggalkan Selli dan Paris.
Tanpa mereka sadari, kejadian itu dilihat oleh Theo. Theo jadi tahu, kalau pria yang menjebak Paris adalah Daniel. Theo sebenarnya hendak menolong Paris tapi sudah keburu ada Selli yang menolong nya.
sukses,semangat
mksh