NovelToon NovelToon
MANUSIA PARASIT

MANUSIA PARASIT

Status: tamat
Genre:Janda / Selingkuh / Pernikahan Kilat / Pelakor / Tamat
Popularitas:87.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Parasit sering dipakai sebagai kata kiasan pengambaran : *Cara Hidup Seseorang*

Sebagaimana kisah yang terjadi dalam kehidupan Ambar Kirania, seorang Ibu muda bersama Rulof Kardasa, seorang Pejabat ASN. Begitu juga dengan Mathias Naresh, Pengacara muda bersama Angel Chantika, seorang calon model.

》Apakah mereka mampu hidup bersama parasit, atau tenggelam dan dihancurkan oleh para parasit?

》Ini adalah kisah orang-orang yang bertahan dan berjuang saat berada dalam lingkaran Manusia Parasit.

🙏🏻Yuuuukk., mari baca karya keduaku.♡
🙏🏻Semoga tidak berada dalam lingkaran ini.♡

Selamat Membaca.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

09. Mencari.

...~•Happy Reading•~...

Matahari belum bersinar terang, Ambar sudah bangun dan bersyukur. Dia akan berangkat kerja pagi, oleh sebab itu dia segera mandi dan mengenakan baju yang diambil dari kamarnya, tadi malam.

"Selamat pagi Bu." Sapa Seni, ketika melihat Ambar sudah bangun dan masuk ke dapur.

"Pagi, Seni. Tolong buatkan teh panas ya, karena Ibu mau berangkat pagi. Nanti Ibu yang oles roti. Kalau kau mau sarapan juga, buat minum sekalian." Ambar mengambil roti tawar dan selai.

"Ibu sarapan saja, nanti saya sarapan dengan Juha." Seni berkata setelah membuat teh panas dan letakan di meja makan. Ambar mengangguk lalu minum teh dan makan roti yang dibuat.

"Bu, sepertinya bapak tidak pulang. Karena tidak ada mobil di luar." Seni berkata sambil memegang sapu untuk membersihkan rumah. Ambar jadi terkejut, karena Rulof belum pernah tidak pulang, kecuali lagi tugas di luar kota.

"Benarkah, Seni?" Ambar segera membuka gorden jendela ruang tamu. Ketika melihat tidak ada mobil di garasi, Ambar segera ke kamar untuk memastikan.

'Ternyata benar, tadi malam Rulof tidak pulang.' Ambar membatin, saat melihat tempat tidur tidak ditiduri. 'Benarkah yang kucurigai selama ini?' Ambar membatin, sebab dia mencurigai, Rulof punya wanita lain di luar.

Hal itu dikarenakan Ambar sering mencium parfum wanita di baju kerja Rulof saat mau dicuci. Tapi karena Rulof selalu pulang ke rumah, Ambar mengabaikan.

Ambar langsung membuka lemari pakaian dan memeriksa kotak perhiasannya. 'Kenapa aku membiarkan diri tidak memiliki uang dan Juha makan tidak sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan usianya. Sedangkan aku memiliki perhiasan yang bisa diuangkan.' Pikir Ambar.

Dia mengambil kotak perhiasan dan surat-surat yang disimpan, lalu mengambil jacket dan beberapa baju yang bisa dipakai untuk pergi kerja. Kemudian dia keluar kamar, menuju ke kamar Juha.

Sesampai di kamar Juha, dia memasukan baju-bajunya ke lemari Juha. Ketika melihat Juha masih tidur nyenyak, Ambar menciumnya pelan dan mengelus kepalanya dengan sayang.

Dia memasukan kotak perhiasan ke dalam tas yang akan dibawanya ke kantor. Setelah berdoa, dia menutup pelan pintu kamar, agar tidak membangunkan Juha.

"Seni, kalau kakak bapak datang lagi, jangan bukakan pintu, ya. Bilang Ibu dan bapak tidak ada. Minta telpon Ibu kalau ada perlu sesuatu." Ambar berkata serius, lalu pesan ojol.

"Baik, Bu. Nanti saya tidak bukain pagar." Seni mengerti yang dimaksudkan nyonyanya.

"Kalian berdua hati-hati di rumah, ya. Ibu berangkat, sekarang." Ambar pamit karena ojolnya sudah datang.

"Ibu juga, hati-hati di jalan." Seni segera menutup pagar dan mengunci setelah nyonyanya pergi.

Seni meneruskan pekerjaannya sebelum Juha bangun. Setelah rumah rapi, Seni naik ke kamar Juha. "Mba' Seni, Mama di mana?" Tanya Juha saat melihat Seni di kamarnya.

"Mama pergi kerja. Ayo, bangun dan mandi. Mba Seni sudah bikin sarapan buat Juha." Seni melipat selimut lalu merapikan tempat tidur Juha.

"Iyaa, Mba'. Juha sudah lapar." Seni memandikan Juha, lalu membuat susu untuknya.

"Mba' Seni, Juha minta roti 1 lagi, ya. Juha masih mau makan roti lagi." Pinta Juha. Seni mengangguk lalu membuat roti setangkap yang tersisa untuknya.

"Selesai sarapan, Juha belajar sendiri di kamar, ya. Mba' Seni mau pergi belanja di tukang sayur." Ucap Seni.

"Iya. Tapi tutup pintu pagar ya, Mba'." Juha ingat yang dikatakan Mamanya, agar pintu pagar selalu ditutup.

"Iyaa. Juha belajar di kamar saja, ngga usah turun." Seni mengantar Juha ke kamarnya, lalu turun ke kamarnya.

Sebelum Seni masuk ke kamarnya, terdengar klakson mobil di depan pagar. Seni langsung berjalan keluar untuk melihat siapa yang datang. Ketika melihat mobil majikannya, Seni membuka gembok lalu mendorong pagar.

"Seni, tolong buatkan saya minum dan makanan." Rulof berkata cepat saat turun dari mobil dan langsung masuk ke rumah.

"Baik, Pak." Seni segera masuk ke dapur untuk memasak air. Setelah airnya panas, Seni bikin teh panas lalu letakan di atas meja makan.

"Seni, kenapa kau membuat teh? Saya tidak suka teh, buatkan kopi." Rulof jadi emosi melihat teh di cangkir.

"Maaf, Pak. Kemaren saya sudah bilang, kopinya habis." Seni jadi heran dengan majikannya.

"Lalu mana makanannya?" Tanya Rulof yang tidak menyadari kondisi rumahnya.

"Tidak ada yang bisa dimasak, Pak. Kemaren saya sudah bilang ke bapak. Kalau bapak mau, saya buatkan mie instan. Karena sisa uang yang bapak kasih kemaren, saya beli beberapa bungkus mie instant." Seni menawarkan, karena melihat majikannya ingin makan. Padahal, dia tahu majikannya tidak suka makan mie instant.

"Yaa, baiklah. Cepat buatkan." Rulof langsung minum teh panas yang dibuat Seni. Melihat majikannya jadi minum teh, Seni makin heran. Karena majikannya bilang tidak suka teh.

Dengan cepat, Seni membuat mie instan. Setelah matang, langsung diletakan di depan majikannya. "Kenapa tidak dipakai telur, Seni?" Rulof mulai emosi, melihat hanya mie instant kosong di depannya.

"Kemaren saya sudah bilang sama bapak, telurnya habis." Seni jadi melongo melihat majikannya. 'Bapak ini pikirannya kemana?' Seni membatin.

Kemudian Seni melihat Rulof makan mie instant, tanpa suara. Hanya sebentar, mie instant sudah ludes, tandas. Seni kembali makin terheran-heran.

"Ibu dan Juha kemana?" Tanya Rulof, setelah makan dan menyadari rumah sangat sepi.

"Ibu sedang keluar, sedangkakan Juha lagi di kamar, Pak." Jawab Seni.

"Ibu keluar kemana? Bukannya kemaren juga keluar?" Tanya Rulof lagi, setelah menyadari kondisi rumah.

"Ibu sedang cari kerja, Pak." Jawab Seni singkat, kesal dan membatin. 'Istri yang baik harus kerja keras untuk hidupnya'.

"Cari kerja, apa tidak salah? Memangnya dia kurang apa dalam rumah ini?" Tanya Rulof, tetapi Seni tidak menjawab. Dia langsung ke belakang rendam baju untuk dicuci.

'Sendiri mau makan saja, tidak ada makanan. Bilang apa ada yang kurang dalam rumah ini.' Seni membatin sambil menyikat lantai kamar mandi dengan kesal. 'Ada ya, orang begini. Tubuhnya doang di sini, pikirannya entah di mana.' Batin Seni lagi, kesal.

"Seni, kau ada uang ngga? Tolong pinjamkan ke saya. Nanti saya ganti." Rulof tiba-tiba berdiri di depan kamar mandi.

"Maaf, Pak. Uang gaji saya sudah dikirim ke orang tua di kampung." Jawab Seni, terkejut. Dia ada sedikit uang, tetapi hanya untuk berjaga-jaga. Seperti kata nyonyanya, mau beli makanan untuknya dan Juha.

Rulof langsung menarik nafas panjang lalu ke kamar untuk mencari buku tabungannya. Dia lupa letakan di mana.Sekian lama mencari tidak ketemu, Rulof menarik rambutnya dengan kasar.

Dia teringat dengan kotak perhiasan Ambar. Dia membuka lemari dan mencari ke semua sudut lemari, tapi tidak ditemukan. 'Apakah Ambar sudah pindahkan ke kamar Juha?' Rulof bertanya dalam hati. Kemudian dia keluar kamar lalu naik tangga menuju kamar Juha.

"Juha, lagi bikin apa?" Tanya Rulof, melihat Juha sedang corat coret di kertas.

"Latihan tulis, Pa." Jawab Juha singkat tanpa melihat Papanya.

Rulof langsung buka lemari pakaian Juha dan mulai periksa, tapi tidak temukan yang dicari. Hanya beberapa potong pakaian Ambar yang diletakan dalam lemari pakaian Juha.

'Di mana Ambar sembunyikan semua perhiasannya? Apakah dia sudah menjualnya?' Tanya Rulof dalam hati. Pemikiran itu membuatnya kesal. Karena tidak temukan di kamar Juha, Rulof segera keluar menuju mobil untuk mencari di sana. 'Mungkin saja buku tabungan ada di dalam laci mobil.' Pikir Rulof.

Dia membongkar semua tempat dalam mobil, tetapi tidak ditemukan. Dia duduk terhenyak dalam mobil, memikirkan kemungkinan di mana dia menyembunyikan buku tabungannya.

Seni jadi curiga melihat majikannya mencari sesuatu. Dia jadi berpikir, mungkin majikannya sedang butuh uang. Memikirkan itu, Seni langsung naik ke kamar Juha. "Juha, tulis yang benar ya. Nanti Mba Seni periksa." Sambil berkata demikian, Seni ambil celengan Juha lalu masukan ke dalam tas. Kemudian dia turun dan simpan tasnya di dalam lemari pakaiannya.

Buku tabungannya tidak ditemukan, Rulof teringat dengan celengan Juha. Dia kembali naik ke kamar Juha. "Juha, di mana celenganmu?" Tanya Rulof, ketika melihat celengan tidak ada di tempatnya.

"Ngga tau, Pa." Jawab Juha, singkat.

"Apa sudah dibongkar Mamamu?" Tanya Rulof lagi.

"Ngga tau, Pa." Jawab Juha lagi. Rulof keluar dari kamar Juha dengan kesal.

Rulof turun dan masuk ke kamarnya, dilihatnya jam tangan kesayangannya. Dengan berat hati, dia mengambil jam, lalu masukan ke dalam kotak dan dibawa keluar menuju mobil.

"Seniiii.. Saya mau keluar, tolong tutup pagarnya." Teriak Rulof. Seni langsung berhenti mencuci lalu keluar ke halaman untuk mengunci pintu pagar.

...~●○♡○●~...

1
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Sekarang baru terasa kan
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
itu juga kamu sendiri yang membuat permasalahannya
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Dasar suami gila, itulah akibatnya selingkuh sekarang kamu jadi kismin dengan uangmu sendiri
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Betul banget, cantik hatinya lebih enak di pandang
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Bagus Ambar untung kamu sudah ambil dan jual perhiasan kamu. dengan begitu bisa bantu untuk kepentingan mu
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Apa yang kamu bilang benar Ambar, suami mu sudah punya wanita lain di luar sana
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Nah enak kan kamu di tipu sama Angel. sama anak istri ae tidak tanggung jawab malah cari penyakit untuk selingkuh
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Kamu tidak salah Mathias, Angel sendiri yang jahat dan hanya memanfaatkan kamu. semoga Angel akan dapat balasan setimpal
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Ini apartemen Mathias ya, kok Bagas sampai belum tahu
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Wah Bagas kayaknya tau ada sesuatu ini
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Suami kalau songong ya begini nih, tak memikirkan istri dan anaknya. yang ada kamu itu buka penyakit Rulof
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Wah Ambar hati hati ya biar tidak jatuh lagi
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Betul Ambar enak kerja sendiri sekarang, karena keadaan yang memaksanya
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Dasar songong ini Rulof bisanya hanya menyalahkan orang saja, mangkanya bilang sama keluarga mu itu punya sopan dikit dech jangan kayak maling
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
tuh kan amnesia kemarin Ambar kan sudah bilang masak lupa dadakan ini kamu Rulof
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
itulah karena kamu kurang peka jadinya tidak tahu apa apa kan kalau semua persediaan rumahmu habis di gondol kakakmu yang pengemis itu
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Rulof sudah tidak waras ini. meskipun Inge kakakmu tapi Jangan seenaknya saja dong ambil makanan tanpa di menyisakan yang punya rumah. kakak kayak gitu kok dibelain terus
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
di tanya istri kayak tidak menghargai saja ini orang..
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
dasar saudara ipar tidak tahu diri ini, sudah numpang makan semua sisanya di bawa pulang, sudah kayak perampok saja🤣🤣
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
nama yang cantik 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!