Please para pembaca tercinta, untuk tidak dibomlike!. Like 3 chapter sehari saja, mohon hargai karya saya ya. Terimakasih.. 😊
Lisia seorang wanita kantor pengila kerjaan, berusia 22 tahun dan masih jomblo sampai sekarang. Menyukai novel romantis sampai mengoleksi berbagai novel dengan judul yang berbeda-beda.
Saking tergila gilanya ia terhadap novel, lisia juga menghayalkan karakter di novel seolah mereka nyata baginya.
Suatu hari saat pulang kantor Lisia langsung tertidur dan begitu membuka matanya ia sudah ada ditengah hutan.
lalu... Keterlibatan dengan para tokoh novel yang sangat lisia sukai pun dimulai.
siapa kah yang harus lisia pilih, diantara mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Redblack, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 7 Ezra
Di Desa Taxxsia
Setelah kejadian Lisia diculik, Ian yang berada Didesa Taxxsia lalu melaporkannya keistana. Adelio yang sedang rapat dan menerima laporan tersebut langsung bergegas menuju Desa Taxxsia.
🌺🌺🌺🌺🌺
Sringgg
Adelio muncul bersama penyihir istana menggunkan sihir perpindahan.
"Cerita kan semuanya secara singkat dan jelas, Ian! "ucap Adelio.
Ian menceritakan saat perjalanan menuju Desa Taxxsia .Dimana sekelompok orang-orang berjubah hitam yang tiba-tiba muncul dan menyerang. Mereka juga menculik Lisia dan membawanya pergi bersama mereka.
"Adelio! Aku tidak ingin mencurigaimu, tapi ini sangat kebetulan. Apa bukan kau yang menyewa sekelompok orang berjubah itu untuk menculik Lisia? "ucap Oliver yang menatap tajam kearah Adelio dengan sikap dinginnya.
"Tuan Oliver jaga ucapan anda! ... "Ian yang marah berhenti bicara karna perintah Adelio.
"Aku tidak tau Kenapa kau berasumsi sampai kesana. Apa kau punya buktinya Oliver? Jika aku yang telah menyewa mereka untuk menculik sang dewi"Ucap Adelio dengan ekspresi ketusnya.
"Aku tidak memerlukan bukti! Karna aku bisa tau, jika Lisia bersama mu sampai Diana kembali, maka Diana akan mengira kalau Lisia telah memilih mu. "
"Makannya kau memanggil Lisia dan meminta bantuan untuk memperbaiki segel pelindung Hutan Harvest dan semua itu hanya alasan agar kau bisa menculik Lisia. Bukankan begitu?. "
Mendengar perkataan Oliver, Adelio tertawa begitu keras lalu terdiam kembali dan mulai memasang wajah serius dengan sikap dinginnya.
"Oliver! Oliver! Bukan kah kau yang ingin melakukan itu. Karna diantara kita semua, kau orang kedua yang sangat terobsesi pada Diana untuk mendapatkan benda itu. "
"Apa kau tidak ada rasa malu sedikit pun,memasang senyum palsu untuk membohongi sang dewi baru. Aku cukup kasihan kepadanya. "
Oliver mulai kesal.
"Aku ingin tau apa yang akan terjadi, jika si dewi baru itu mengetahui orang yang begitu ia percayai sedang memanfaatkan dirinya untuk kepentingannya pribadi. Aku rasa dia akan jijik dan tidak ingin melihat mu lagi"ucap Adelio dengan nada sombongnnya melihat kearah Oliver.
"Adelio...! "
Oliver yang makin kesal berteriak dan mencoba menyerang Adelio, namun dihentikan oleh para kesatria yang menghunuskan pedang tepat dileher Oliver.
Adelio memberi isyarat pada para kesatria untuk menurunkan pedang mereka. Oliver yang merasa tidak akan bisa melukai Adelio mencoba untuk menahan emosinya karna yang terpenting sekarang adalah menemukan keberadaan Lisia.
"Jika bukan kau pelakukanya, lalu siapa mereka? Apa yang mereka inginkan dari Lisia? Dan kemana mereka pergi? "ucap Oliver yang memasukan pedangnya kedalam sarung.
"Kau banyak bertanya juga ya"ucap Adelio yang menghela nafas.
"Ian telah memberi tahu jika dijubah yang mereka kenakan terdapat sebuah lencana. Apa kau bisa mengingat gambar apa yang ada dilencana itu? "Ucap Adelio yang mulai serius.
"Gambar?.... "Oliver mencoba mengingat kembali.
"... Panther hitam! Ada sebuah lencana bergambar Panther hitam yang melekat dibagian bahu kiri jubah yang mereka kenakan"
"Begitu ya"ucap Adelio yang tersenyum seringai.
"Kalian begitu, bukankah kau bisa menebak siapa pemilik lambang tersebut. "
Oliver mulai menyadari siapa yang dimaksud oleh Adelio. Seseorang yang cukup menyebalkan bagi Oliver.
"Karna panther hitam adalah lambang bagi sekelompok bandit yang menjalankan permintaan seseorang dan menyelesaikannya dimalam hari. Lalu hanya bocah itu yang bisa melakukan ini"ucap Adelio
"Kalau begitu permintaan siapa yang ia lakukan? "Ucap Oliver yang memandangi arah Adelio yang kembali sinis.
"Hei! Hei! Jangan memandangi ku seperti itu, bukan aku yang meminta hal tersebut pada bocah itu. Lagian aku dan bocah itu tidak cukup baik sampai kami harus bertemu dan melakukan transaksi untuk menculik sang dewi "ucap Adelio.
"Aku nyakin kalau dia bukanlah memenuhi permintaan dari seseorang tetapi ia melakukan atas kemauannya sendiri. "
"Apa maksudnya mu? "Tanya Oliver.
"Hei! apa kau pura pura bodoh ha? Apa lagi yang diinginkan bocah itu pada sang dewi setelah menculiknya. "
Oliver sadar kembali.
"Meminta sang dewi untuk memilihnya"
🌺🌺🌺🌺🌺
Disisi lain, Lisia yang diculik dibawa kesebuah rumah kosong didalam Hutan Hollis. Mata Lisia ditutup dengan kain dan tangannya juga diikat,Lisia yang tidak tau kemana ia akan dibawa hanya bisa diam saja. Tapi sebenarnya.......
".. (Gak kusangka aku akan diculik kayak dinovel, benar benar luar biasa) "ucap Lisia dalam hati yang sebenarnya begitu senang sekali atas kejadian yang menimpanya.
".. (Apa aku perlu akting takut seolah olah natural, rasanya aku gugup sekali )"Lisia maniak novel tingkat tinggi kambuh lagi.
Setelah turun dari kuda yang Lisia tunggangi, ia dibawa masuk kedalam rumah tersebut dan di tinggalkan didalam sebuah ruangan.
".. (Dia pergi kemana?)" tiba tiba saja sepi.".. (Sekarang, ini dimana ya?) "mencoba melihat sekeliling walau matanya tertutup.
".. ( Seperti dinovel aku akan diselamatkan oleh para tokoh laki lak dinovel ini, wahh senangnya)"ucap Lisia yang sangat senang.
...*****...
Setelah beberapa menit berlalu, Lisia mendengar suara dan langkah kaki yang semakin mendekat dan terus mendekat, lalu suara pintu dibuka pun terdengar.Lisia merasa ada seseorang yang telah berdiri depannya. Lalu tiba-tiba saja penutup matanya dilepas dan Lisia mencoba melihat didepannya. Alangkah terkejutnya Lisia jika seseorang itu adalah.....
".. (Tidak mungkin, karakter pria yang keempat dinovel, yang dikenal sebagai karakter terdingin. Dengan rambut hitamnya bagaikan malam dan warna matanya yang seperti darah, ketua bandit bulan sabit... EZRA) "ucap Lisia yang sedikit terkejut dan tidak percaya.
".. (Jadi yang menculik ku adalah Ezra? Wah.. apa ini hari keberuntungan ku? Bagaimana bisa aku seberuntung ini)"ucap Lisia yang memandangi arah Ezra.
".. (Diantara 5 karakter pria dinovel ini, aku paling suka terhadap Ezra, pembawaannya yang dingin namun perhatian terhadap anak kecil. Lalu bagian yang paling romantisnya adalah, saat Ezra yang selalu datang kekuil Dewi Hutan diam diam, hanya untuk melihat Diana. Sangat romantis sekali) "ucap Lisia dalam yang begitu gembira mengingat adegan dinovel.
".. (Tapi apa yang diingin kan oleh Ezra dari ku ya?.. jika ingin tau apa yang diinginkan Ezra, maka aku harus ikut saja alurnya. Pertama-tama aku harus bertanya agar tidak menimbulkan kecurigaan) "ucap Lisia yang mencoba tenang.
"Kalian siapa? Kenapa kalian membawaku kesini? Apa yang kalian inginkan dariku? "Ucap Lisia yang mencoba mengikuti kalimat yang ada dinovel yang pernah ia baca.
"Kami adalah kelompok bandit bulan sabit, kau dibawa kesini krna ketua ingin menanyakan sesuatu padamu."ucap salah satu teman Ezra.
".. (Jadi dia yang membawa ku kesini ya? kalau tidak salah namanya adalah Finn. Satu satunya sahabat Ezra )"ucap Lisia yang memandangi arah Finn.
"Kalau begitu, apa yang kalian inginkan dari ku? "Tanya Lisia.
"Dimana Diana? "Tanya Ezra.
".. (Akhirnya dia buka mulut juga, mmm saat bicara saja Ezra tetap tampan)"ucap Lisia yang terpesona akan Ezra dan mulai menghayal.
"Hei! ketua bertanya kepada mu, kenapa diam saja "Ucap Finn yang berteriak pada Lisia.
Hayalan Lisia hancur. ".. (Dasar merusak suasana saja, apa aku tidak bisa membiarkanku menikmati pemandangan langka ini dulu) "ucap Lisia dalam hati yang merasa kesal.
"Aku tidak tau"ucap Lisia dengan tegas.
"Apa kau sekarang sedang berbohong! Apa kami akan percaya akan itu"ucap Finn yang medekati Lisia.
"Aku tidak peduli kalian mau percaya atau tidak, yang pasti Aku tidak tau dimana Diana! "Ucap Lisia dengan nada kesalnya.
"Hey! Kau ini kan dewi baru yang diutus oleh Dewi Diana, bagaimana kau tidak tau keberadaan beliau sekarang. Katakan yang sebenarnya dan jangan berbohong lagi. Dimana Dewi Diana sekarang? "ucap Finn yang keras kepala.
Lisia yang mulai kesal lalu marah dan berteriak pada Finn.
"Sudah kubilang aku tidak tau. Lagian aku dianggap sebagai dewi baru oleh Desa Agelios karna aku keluar dari Hutan Forrest sesui pesan dari Diana , sampai sekarang saja aku masih belum bertemu dengannya dan juga aku tidak tau dia pergi kemana" ucap Lisia yang amarahnya sudah mencapai maksimal.
"Bukankah kalian yang menyebab kan Diana pergi. Kenapa kalian seolah olah menyalahkan ku disini"ucap Lisia yang marah dan tidak sadar akan ucapannya.
Ezra dan Finn tersentak akan perkataan Lisia. Lisia yang melihat raut wajah Ezra yang begitu sedih dan merasa bersalah mulai ingat kembali kejadian yang ada di novel.
"Ah! Maaf ! Bukan begitu maksud ku, aku... "Ucap Lisia yang terpotong.
"Tidak perlu minta maaf, yang kau katakan barusan memang benar. Karna aku lah yang membuat Diana pergi"ucap Ezra dengan ekspresi yang tetap datar tapi sebenarnya hatinya sangat sedih.
Setelah Ezra mengatakan hal tersebut, ia pergi meninggalkan ruangan Lisia berada. Lisia yang melihat wajah Ezra seperti itu merasa menyesal telah mengatakan hal tadi.
".. (Harusnya aku tidak mengatakan seperti itu tadi, karna diantara kelima karakter pria dinovel ini, Ezra adalah karakter yang menyalahkan dirinya sendiri atas kepergian Diana. Karna ia meminta benda itu padanya) "ucap Lisia dalam hati yang merasa bersalah.
".. (Walau pun Diana bukan pergi karna dirinya, tapi Ezra selalu merasa kalau itu adalah salahnya). "
".. (Dasar Lisia kau benar benar baka, harusnya kau tidak emosi seperti tadi. Kalau saja bukan karna Finn yang memancingku aku pasti tidak akan berkata seperti itu) "ucap Lisia yang sedang emosi dalam hatinya.
".. (Tidak!.. ini bukan salahnya Finn . Akulah yang salah karna yang mengatakan itu adalah aku),"ucap Lisia yang sedih kembali.
"Kau..! " Finn yang ingin marah tidak jadi melanjutkan kata katanya.
"Hah.. Maaf untuk yang tadi "ucap Finn yang mendekati Lisia dan melepaskan ikatan tangannya.
"Tidak! Akulah yang harus minta maaf, seharunya aku tidak berkata seperti itu"ucap Lisia yang merasa bersalah juga.
Akhirnya Lisia Dan Finn mulau berbincang satu sama lain, dan mulai akrab.
2 jam kemudian
"Jadi anda tiba-tiba sudah ada dihutan tanpa mengingat apapun? "ucap Finn yang sudah mendengarkan cerita Lisia saat berada Dihutan Forrest pertama kali.
"iya"ucap Lisia yang mengarang cerita kalau ia lupa ingatan.
"Lalu saat anda keluar dari hutan dan bertemu dengan orang orang Desa Agelios yang sudah menunggu didepan hutan , mereka memanggil anda sebagai dewi baru yang telah diutus oleh Diana? "
"Benar"
"Apa mungkin dewi Diana menghapus ingatan anda? Saat kalian bertemu. Lalu dewi memilih anda sebagai penggantinya dan meletakkan anda Dihutan Forrest? "
"Ya mungkin saja seperti itu"Lisia yang hanya mengiyakan semua perkataan Finn walau sebagiannya hanya pemikiriannya.
"Masuk akal. Karna Hutan Forrest dipasang segel pelindung oleh dewi , jadi manusia biasa seperti anda tidak mungkin bisa masuk kecuali jika dewi sendiri yang membawa anda kesana"ucap Finn yang menyimpulakn sendiri.
".. (Aku tidak perlu susah susah mencari alasan lainnya karna jika aku mengatakan satu alasan yang pasti maka Finn akan berpikir kemungkinan yang terjadi dan menyimpulkannya sendiri karna ia memang tipe seperti itu)"ucap hati Lisia yang merasa puas.
"Kalau begitu kami tidak akan bisa mengetahui dewi ada dimana"ucap Finn yang sedih.
"Sebenarnya apa yang kalian inginkan jika mengetahui dimana Diana pergi? "Tanya Lisia
"Jika kami menemukan Dewi Diana, ketua ingin minta maaf pada dewi karna telah meminta benda itu. Walau sebenarnya sayalah yang harus minta maaf karna sayalah yang salah"ucap Finn.
".. (Benar. Seandainya Finn tidak memohon pada Ezra untuk meminta benda itu pada Diana mungkin Ezra tidak akan menyalahkan dirinya sendiri atas kepergian Diana) "
"Kenapa itu menjadi salah anda, Finn? (Aku hanya bisa berkata seperti ini krna kedatangan ku disini seolah tidak mengetahui apapun dari cerita novel ini. )"
Finn menceritakan saat adik perempuannya mengidap penyakit kronis yang berbahaya dan bisa mengakibatkan kematian. Finn yang begitu menyayangi adiknya itu panik dan meminta tolong pada Ezra, agar dia bisa membujuk Dewi Diana untuk memberikan satu permohonan dari benda itu untuk menyelamatkan nyawa adiknya.
Ezra yang tidak tahan melihat penderitaan adik Finn yang telah ia anggap sebagai adiknya sendiri, langsung pergi menemui Diana tanpa pikir panjang.
Begitu Ezra bertemu Diana, Diana menolak memberikan benda itu pada Ezra .Ezra yang tidak mendapatkannya setelah beberapa kali memohon pada Diana, akhirnya kembali dengan ekspresi sedih. Saat Ezra sampai dirumah Finn , Ezra melihat kalau adiknya baik baik saja. Ezra merasa lega kan itu.
Lalu keesokan harinya, Diana memutuskan untuk meninggalkan Desa Agelios. Diana berpesan kepada warga desa akan ada yang mengantikannya untuk melindungi Desa Agelios .
Tapi pesan Diana untuk para 5 tokoh pria berbeda dan itu berkaitan dengan benda Itu. Sejak itu Ezra mulai menyalahkan dirinya atas kepergian Diana.
"Tunggu!.. Apa pesan dari Diana untuk Ezra dan yang lainnya, karna memintak telah benda itu"ucap Lisia yang begitu penasaran.
"Itu... Pesan beliau pada ketua dan mereka yang pernah minta benda itu adalah mereka harus.. "Ucap Finn yang terpotong oleh Ezra yang tiba-tiba datang.
"Apa yang kalian lakukan? "ucap Ezra.
"..!!.. "
"Bukan apa apa ketua"
".. (Padahal sedikit lagi aku bisa mengetahui pesan yang Diana tinggal kan untuk para kelima tokoh pria) "ucap Lisia yang kecewa.
"(Aaarrggh) "jeritan tanpa suara.
"Kita harus pergi! "Ucap Ezra yang begitu terburu buru yang menarik tangan Lisia.
"Memang kita akan kemana? "Ucap Lisia penasaran.
"Kemarkas bulan sabit! Karna pasukan istana telah menemukan tempat ini. "ucap Ezra sedikit kesal.
".. ( Adelio! dan Oliver!. Mereka datang untuk menyelamatkan ku? Akhirnya yang ditunggu tunggu datang juga) "Lisia yang begitu bahagianya didalam hati.
"... (Tapi aku tidak ingin berpisah dengan Ezra)"ucap Lisia yang sedih melihat kearah Ezra.
"Apa mereka datang untuk mencari ku?"sedang naik kekuda yang dibantu oleh Ezra.
"Ya!. Tapi aku tidak akan membiarkan hal itu"Ezra yang naik kekuda Lisia dan langsung pergi.
".. (Tunggu! Tunggu! Tunggu! Apa maksudnya itu?! Apa aku boleh salah paham kan perkataan Ezra tadi) "ucap Lisia yang wajahnya memerah
🌺🌺🌺🌺🌺
Tak berselang begitu lama, pasukan kerajaan sampai ditempat Lisia dibawa.
"Sial! mereka sudah pergi"ucap Oliver yang begitu kesalnya.
"Sepertinya dia sudah tau jika kita akan datang kemari, bocah itu memang sangat cepat"ucap Adelio yang tersenyum seringai.
...Terus dukung Redblack...
...Jagan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat...
...Salam cinta dari redblack....
jangan lupa mampir yaa kaak