Budayakan membaca❤️
'Gue akan pergi jika lo nyuruh gue pergi' _Alden Gavin
Raymond
'Sejauh apapun lo pergi,selama apapun lo hilang gue akan tetap menunggu' _Adelia Safarana
#
'Lo gak pernah sadar segila apa gue ngelihat lo sakit' _Devan Septian
'Gue tau perasaan lo itu nyata' _Giana Zafra
'Gue gak ngizinin lo pergi lagi' _Giofandi Zafrano
'Cinta tau kemana dia harus pulang'. _Sisilia Zeha
Penasaran ceritanya kan?? ikutin yokk:)
Novel baru aku:) mohon dukungannya^*^
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayunda Tri Wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HSLS 9
Setelah pertandingan itu selesai Farel mengajak teman-temannya pergi ke kantin untuk makan sekalian menraktir teman-temannya . Tidak seperti waktu pertama kali Dea masuk sekolah jika ingin pergi nongkrong bersama teman-temannya harus dipaksa , tapi sekarang tidak lagi .
Tetapi semenjak kemarin ada yang mengganggu pikiran Dea yaitu Bila yang sama sekali tidak mau bertegur sapa dengannya , entah kenapa dengan Bila itu yang terngiang di pikiran Dea . Karena kelamaan ngelamun , Farel dan yang lainnya menyadari Dea yang sedang bergumul dengan pikirannya .
"Eh De ngelamunin apaan lo?." tanya Fano .
"Kayaknya ada yang aneh sama Bila." jawab Dea .
"Aneh gimana?." tanya Farel .
"Ya kalian tanya aja sama Dena dan Sasya , kemaren pas gw panggil gak ngerespon malah pergi gitu aja . Tadi juga gw udah sapa dia , tapi malah dia pergi gitu aja." jelas Dea .
"Emm De apa lo pernah bikin Bila sakit hati? atau lo pernah deket sama orang yang disukai Bila?." tanya Rendy .
Mendengar ucapan Rendy , Dea sempat berfikir apa yang dikatakan Rendy , tapi menurut dia tidak sama sekali karena Dea pun juga tidak tahu siapa yang disukai Bila . Tiba-tiba Sasya dengan hebohnya menyadari sesuatu .
"Wait , wait . Bila kan gak mau ngomong sama kak Dea? apa karena kak Ares? anak band itu? , soalnya tadi pas pertandingan basket aku liat kak Bila merhatiin kak Ares yang mandangin kak Dea dan kak Farel." jelas Sasya .
"Siapa Ares?." tanya Dea bingung .
"Itu loh kak yang waktu itu kalah balapan dari kak Dea." ucap Dena .
"Oh pantesan setiap tu cowok deketin gw , selalu aja ada Bila dan Bila kayaknya emosi banget liatnya." jelas Dea .
Hening sejenak tiba-tiba Dea ada rencana buat Bila dan Ares biar juga salah paham diantara mereka selesai . "Dena Sasya kita punya misi baru." ucap Dea secara tiba-tiba , Dena dan Sasya yang sudah paham maksud dari Dea hanya mengangguk lain halnya dengan Farel , Fano dan Rendy mereka terlihat bingung .
"Apa yang mau kalian lakuin " tanya Fano .
"Gak usah kepo deh kak." ucap Dena sambil mencubit hidung Fano .
Setelah itu semua siswa maupun siswi SMA BAKTI di pulangkan lebih awal karena pertandingan basket sudah selesai kelaspun hari ini menjadi free .
"Nonton yuk." ajak Dena .
"Jangan aneh-aneh , kakak capek." seru Dea .
Mendengar jawaban Dea , Dena dan Sasya langsung mengeluarkan jurus andalannya yaitu memohon dengan seperti anak kecil . Jika sudah begitu Dea tidak akan tega menolak permintaan adiknya itu . Sementara Farel , Fano , dan Rendy yang melihatnya hanya tertawa karena Dea bisa luluh dengan Dena dan Sasya .
Ya mereka berenam sekarang lebih akrab daripada sebelumnya , Dena dan Fano dengan candaan dan usilnya , Sasya dan Rendy dengan drama tom & jerry nya , Dea dan Farel yang semakin banyak mengobrol .
"Arghhh!! yaudah iya kita nonton nanti malem." ucap Dea .
"Yeayyy sayang kak Dea." ucap Dena dan Sasya sambil memeluk Dea .
"Kita ikut ya De." bujuk Fano sama dengan Dena seperti anak kecil .
"Gak yang cewek , gak yang cowok sama " ucap Dea mendengus kesal . Mau tidak mau Dea mengajak mereka bertiga dan rencananya akan menggunakan mobil Fano jadi nanti Fano akan menjemput mereka satu-satu .
_____♡_____♡_____♡______
Malam harinya ...
Dea dipusingkan oleh Dena dan Sasya yang sedari tadi masih belum menemukan baju yang cocok untuk mereka berdua alhasil Dea yang harus turun tangan sendiri . Setelah beberapa menit bersiap semuanya sudah selesai tinggal menunggu Fano menjemput mereka .
Dea dan adiknya bisa keluar rumah malam ini karena bunda mereka berada diluar kota untuk mengurus perusahaan yang ada dibawah kendali Dea , makanya Dea bisa bebas keluar rumah meskipun tidak lepas dari pengawasan bodyguard bunda dan ayahnya . Sesaat kemudian mobil Fano sudah berhenti tepat di depan gerbang rumah Dea .
Dea , Dena dan Sasya langsung keluar dari rumah mendengar bunyi mesin mobil , saat mereka bertiga keluar Farel , Fano , dan Rendy terpukau dengan tampilan Dea , Dena , dan Sasya . Bagaimana tidak walaupun penampilan mereka sangat santai tapi gayanya sangat elegan .
Setelah itu , Dea dan adik-adiknya langsung naik ke dalam mobil Fano . Dena didepan berada disamping Fano , sedangkan dibelakangnya ada Farel dan Dea setelah itu ada Sasya dan Rendy . Malam ini mereka seperti melakukan tripple date .
Empat puluh lima menit kemudian , mereka sampai di lokasi kemudian turun cowok-cowoknya memesan tiket , sedangkan yang cewek membeli makanan kecil . Setelah itu mereka sama-sama masuk ke dalam bioskop .
Tanpa mereka sadari ternyada Retha dan Naya juga berada di tempat yang sama , Retha yang melihat mereka langsung mempunyai rencana yang licik tinggal menunggu targetnya keluar dari ruangan itu .
Saat filmnya mau habis tiba-tiba Dea pamit ingin pergi ke toilet awalnya mau ditemani oleh Dena atau Farel , tapi Dea bersikeras ingin pergi sendirian karena Dea tidak mau mengganggu mereka yang sedang asyik menonton film .
Retha dan Naya yang menyadari Dea ingin pergi keluar ruangan , langsung mengikuti Dea dari belakang . Sementara Dea awalnya sudah tau jika dia diikuti tapi dia berusaha tetap tenang , untung tadi dia sempat bawa hp . Beberapa menit kemudian Dea selesai dan ingin keluar dari kamar mandi , tetapi kamar mandinya terkunci bukan hal yang menakutkan bagi Dea selama itu tidak gelap .
Ya Dea sangat takut kegelapan , dia memang pemberani , tapi jika sudah menyangkut mati lampu atau semacamnya Dea sangat takut dan akan memeluk siapa saja yang berada disekitarnya . Saat sedang menghubungi Dena tiba-tiba lampu yang ada di dalam kamar mandi itu mati seketika juga badan Dea menjadi gemetar .
Sementara di dalam ruangan Farel memikirkan Dea yang tidak kunjung kembali sedari tadi . Tiba-tiba Dena mendapat pesan dari Dea .
[Kak Adelia♡ : Tolongin kakak , kakak kekunci di kamar mandi ada yang sengaja ngerjain kakak , cepetan disini lampunya juga mati]
Setelah mendapat pesan itu , Dena langsung membelalakkan matanya karena Dean tau jika sekarang pasti kakaknya ketakutan , Dena langsung meminta tolong pada Farel .
"Kak Farel gawat kak." ucap Dena dengan panik .
"Kenapa Den." tanya Farel .
"Ada yang jebak kak Dea didalam kamar mandi." ucap Dena .
"Yaudah Ren , Fan kalian bawa Dena dan Sasya ke parkiran biar gw yang nolongin Dea ." ucap Farel , mereka semua mengangguk mengerti setalah itu Farel segera pergi ke kamar mandi untuk menolong Dea .
Saat berhasil mendobrak pintu kamar mandi Farel mendengar suara tangisan dari dalam kamar mandi itu , Farel mencari asal suaranya sebelum itu Farel menghidupkn lampu disana . Saat sudah bisa melihat semua yang ada di dalam kamar mandi itu Farel terkejut melihat Dea yang sedang duduk sambil menangis di depan kaca .
"De lo gak papa kan De." tanya Farel seraya memegang pundak Dea . Farel menyadari jika Dea gemetar dan ketakutan .
Tanpa menjawab pertanyaan Farel , Dea langsung berdiri dan memeluk Farel dengan sangat erat Dea benar-benar merasa sangat ketakutan . Setelah dirasa sedikit tenang Farel membawa Dea keluar menuju teman-temannya berada .
.
.
.
Happy reading guys♡
ap