Follow IG : othor_barbar
Siapa yang tak terluka jika kita menikah dengan orang yang tak pernah menganggap kita ada.
Hari-hari disuguhkan dengan pemandangan yang membuat hati kita terhempas dan jatuh berkeping-keping, akankah kita bisa bertahan dengan rumah tangga yang dijalani penuh dengan kepalsuan semata?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada apa denganku?
...Kuhidup dalam sangkar emas yang tiada pasti kapan waktunya bebas?...
...Kuingin menyerah pada keadaan. Namun, aku tidak mampu tuk melakukannya....
...Aku hanya mampu menunggu, kapan takdir akan memberikanku kebahagiaan lagi? Menunggu kapan takdir berbaik hati padaku...
...Di setiap doa, kupanjatkan rasa syukurku karena telah memilikinya, meskipun setiap saat hanya luka yang ku dapatkan. Aku selalu bertanya pada diriku sendiri, apakah aku begitu hina? Sehingga apapun yang kulakukan selalu salah di matanya....
...Setiap hari hanya rasa sesak yang kudapatkan darinya. Namun, aku tidak bisa berbuat apa-apa, selain memasrahkan takdirku pada sang maha pencipta....
...🐢🐢🐢🐢🐢...
Gracia menunggu Brian di ruang keluarga. Namun, sampai waktu begitu larut, Brian belum juga pulang, sehingga gadis itu ketiduran di ruangan tersebut.
🐰
🐰
🐰
Senyum cerah yang terus mengembang di bibir Brian saat pulang ke mansion, karena seharian ia jalan dengan Maudy kekasihnya. Namun, senyuman itu memudar dan terhenti saat melihat wajah Gracia yang sedang tertidur meringkuk di sofa ruang keluarga karena menunggu dirinya pulang. Entah mengapa ada rasa tak tega melihat istrinya ketiduran di ruang keluarga. Namun, Brian berusaha menepis perasaan itu dan bersikap kasar pada Gracia.
Brian mendekati Gracia lalu menjambak rambut Gracia kasar, sehingga Gracia kaget dan terbangun dari tidurnya.
"Heh, ngapain kamu tidur disini? Aku sudah bilang 'kan, jangan pernah mencoba untuk mengambil perhatianku! Karena sampai kapanpun aku nggak akan pernah tertarik padamu." Brian menghempas rambut Gracia kasar hingga Gracia jatuh terjerembab. Namun, Gracia berusaha tegar dan tidak menjatuhkan air mata walaupun hanya setetes karena dia tidak mau terlihat lemah dihadapan suaminya itu.
Gracia berusaha kuat untuk mengahadapi Brian yang masih belum menerimanya, karena Gracia tetap yakin bahwa kebaikan tidak akan pernah sia-sia, cepat atau lambat Brian pasti bisa menerimanya.
Gracia berdiri lalu tersenyum menatap Brian. "Mas sudah makan?" tanya Gracia berusaha bersikap biasa saja, meskipun hatinya sudah seperti tertusuk ribuan jarum yang menancap tepat di relung hatinya.
"Aku sudah makan di luar tadi, lain kali kau tidak perlu menungguku di sini! Aku jijik melihat wajahmu," sentak Brian lalu melangkah pergi meninggalkan Gracia yang masih berdiri mematung.
"Aku nggak boleh nangis, aku harus kuat. Aku yakin Mas Brian akan segera berubah, dia hanya butuh waktu." Gracia menatap punggung Brian yang semakin menjauh dan melangkah pergi menuju dapur.
Gracia sengaja masak makan malam untuk Brian, dan menunggunya untuk makan malam bersama. Namun, rencana tak sesuai harapan, kini Gracia makan sendiri dengan makanan yang sudah tersaji dingin.
Sedangkan Brian, setelah menutup pintu kamarnya, ia langsung tiduran sambil merentangkan tangan sembari menatap langit-langit kamarnya.
"Ada apa denganku? Kenapa aku tak tega melihatnya tersiksa, kenapa aku tak bisa membuatnya menderita? Melihat senyumnya hatiku bergetar dan rasa bersalah seakan merasuki jiwaku," gumam Brian.
"Enggak! Aku nggak boleh kasihan padanya. Karena dia yang menjadi penghalang antara aku dan Maudy, aku akan terus menyiksanya sampai dia bosan berada di sisiku." Brian menepis perasaannya agar dia tidak tersentuh akan kebaikan Gracia.
"Kenapa aku jadi memikirkan gadis itu, mending aku mandi saja, seharian jalan dengan Maudy membuatku gerah." Brian beranjak lalu mengambil handuk dan pergi mandi.
Gracia sudah menyiapkan segalanya sebelum Brian kembali. Mulai dari pakaian gantinya sampai handuk pun Gracia siapkan. Sehingga Brian tidak punya lebih banyak celah untuk memarahi gadis itu.
...💋💋💋💋💋...
...TBC...
Assalamu alaikum Readersku sayang...
jika males komen klik like ya! Agar Othor semangat.
Thank you 😍
lope-lope untuk kalian Muachhh...