"Aku tidak ada hubungan apapun dengan dia!. Dia menginginkan hubungan kita hancur sayang, tolong percaya sama aku" ucap Anne mencoba menjelaskan semua pada Jovi.
Dalam hubungan tidak ada kepercayaan di antara mereka berdua. Setiap ada masalah, maka Anne lah yang selalu jadi sasaran dalam percintaan mereka berdua.
Setiap penyesalan itu datang di akhir. Sebuah pernikahan yang terjadi antara Anne dan Brian, mereka tidak saling mencintai. Brian membenci wanita karena wanita itu pembawa sial dalam hidupnya.
Menikah dengan wanita yang tidak di cintai adalah hal yang terburuk dalam hidup Brian.
Membenci wanita tapi menginginkan wanita malam setiap saat.
Apakah suatu saat nanti, hati Anne akan memaafkan semua kesalahan Brian? dan ternyata Brian adalah seorang mafia yang sengaja di sembunyikan selama ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mesyufa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal penderitaan
FLASHBACK
Suasana hening di dalam kamar Brian, Anne yang sudah terbangun dari tidurnya melihat Brian duduk atas kursi di depan dia. Ia pun terkejut dan melihat ia yang tidak memakai kain sehelai apapun, perasaannya sangat shock hingga berteriak.
"Aaaaaa.....".
Dimana baju aku?. Dan,,,, kenapa bisa aku berada dengan tuan Brian dalam satu kamar. Seingat aku, di gantung dan di ikat dalam ruangan yang gelap. Tapi sekarang kenapa ada di kamar ya?.
"Kamu sudah bangun. Tidur kamu sangat pulas dan.... Tadi Jovi ke sini melihat kita sedang berduaan melakukan hubungan int**. Kamu tidak takut Jovi meninggalkan kamu?" tanya Brian berdiri dari kursinya.
Tentu saja aku tidak takut, dia selingkuh di belakang aku. Demi selevel dengan dia, harus bersama dengan wanita lain yang sepadan dengan dirinya. Seandainya aku tidak mengenal Jovi, tentu saja aku tidak membuang waktu dalam membantunya selama ini. Kamu jahat Jovi, tega kamu.
Diam membisu tidak menjawab pertanyaan Brian, hal itu membuat Brian emosi yang tak karuan. Ia pun menghampiri Anne yang sudah di atas kasur, menarik rambut dia dengan keras karena Anne tidak menjawab pertanyaan Brian.
"Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan saya?. Kamu tuli ya?. Jawab!" kata Brian langsung naik darah tinggi melihat kelakuan Anne.
""Aaa... Sakit, lepaskan rambut aku. Baik aa..aku akan jawab, tolong lepaskan" jawab Anne sudah mulai ketakutan dengan tindakan Brian.
"Bagus. Jadilah wanita yang patuh, sekali saja bantah! pisau melayang di leher kamu" ancaman Brian yang membuat Anne merinding ketakutan.
Ayah.... dimana sekarang, aku sangat takut... Pulang lah ayah, tolong bawa aku pergi dari sini. Tolong aku ayah ibu...
Hanya bisa menangis dengan penderitaan yang di alami, percuma ingin berlawan atau pun lari dari kenyataan pahit ini. Tidak akan bisa merubahkan semua nasib seorang manusia kecuali Tuhannya sendiri, Anne menangis melihat dirinya seperti seumpama seorang wanita malam yang melayani pria hidung belang.
Masih di tempat yang sama, Kenzo dan Zeline sudah kelelahan dalam melakukan aksi hubungan int**, mereka memakai baju kembali dan Zeline tiba-tiba saja menangis. Sangat malu pada dirinya sendiri, melakukan hal seperti itu sebelum ikatan pernikahan.
Kenzo menatap wajah Zeline, melihat ia menangis lalu di peluk.
"Aku akan bertanggung jawab, Zel... Kamu tenang saja, aku tidak akan lari. Ya sudah kita pulang ya, ini sudah malam." Ucap Kenzo memberikan kepastian pada Zeline.
"Kakak serius. Kak Kenzo tidak akan meninggalkan aku kan?. Berjanji lah kak".
"Iya aku janji. Kita akan pulang, dan mandi karena tubuh kakak berkeringat getah" sembari mencium aroma tubuhnya.
Mereka pun pulang ke rumah masing-masing. Kenzo mengantar Zeline pulang ke rumah, setelah di antar Kenzo tidak mampir ke rumah Zeline dan ia langsung pulang. Jovi melihat dari luar pria yang bersama dengan adiknya, ia pun tidak suka melihat kalau Kenzo dekat dengan adiknya sendiri.
Kenapa mereka bisa berdua, jadi pria yang selama ini Zel cerita adala Kenzo?. Tidak... aku tidak mengizinkan dia dekat dengan Kenzo, mana mungkin sama-sama musuh bisa saling berteman. Aku tidak akan membiarkan mereka bersama, sepertinya aku harus lakukan sesuatu.
Rumah Brian
Selesai acara pernikahan pasangan dua pengantin menaiki sebuah mobil untuk pulang rumah Brian. Dalam perjalanan mereka saling berdiam bisa satu sama lain, Brian yang tidak peduli dengan tangisan Anne yang sudah menangis di samping dia.
Brian dan Anne telah tiba di depan rumah. Para pelayan membuka pintu untuk mereka mempersilahkan tuan dan istrinya masuk ke dalam rumah. Sesuai apa yang di inginkan selama ini akhirnya dapat dan menjadi ahli pewaris tunggal yang kaya raya melebihi seorang presiden negara.
"Kalian urus dia, saya tidak mau melihat wajah yang jelek seperti dia. Pergi ikut mereka!!!" ucap Brian meninggikan suaranya.
"Baik tuan. Mari nyonya ikut kami" pelayang mengajak Anne untuk segera mandi dan membersihkan tubuh agar Brian tidak jijik lagi dengan keberadaan Anne.
Saat berjalan menuju ke arah kamar yang di tuju oleh pelayan. Anne melihat foto tuan Brian dengan seorang wanita yang sangat cantik, banyak sekali foto yang di pasang di dinding ruangan yang ia lewati.
Anne memberanikan diri melihat atau mengintip isi ruang kamar itu akan tetapi di cegah oleh pelayan. Sempat ia lihat rupa wajah wanita itu, ternyata kalah cantik dengan dirinya. Para pelayan membawakan Anne ke dalam kamar yang sudah di tentukan oleh Brian.
"Mari nyonya. Mandi dulu dan ini peralatannya. Kami permisi dulu" ucap para pelayan sembari alat mandi pada Anne.
Pikiran Anne masih membayangkan wajah wanita yang ada di dalam foto tersebut, ia penasaran ingin mengetahui siapa wanita itu. Wajah yang familiar, jika masuk ke dalam ruang itu maka harus meminta izin pada tuan Brian dan itu sama saja meminta kematian di hadapan Brian.
Waktu jam berlalu makan malam sudah tiba, Brian turun dari lantai atas menuju ke bawah lalu ia duduk di kursi pertengahan yang sudah di tentukan. Anne juga ikut turun untuk bergabung makan malam.
Brian melihat Anne yang ingin duduk di kursi di hadang olehnya. Ia tidak mau makan bersama Anne, rasanya jijik sekali melihat Anne duduk bersama dengannya. Ia langsung berdiri dari tempat kursi membuat Anne terkejut dengan apa yang di lakukan Brian.
"Untuk apa kamu disini?. Pergi!, jangan berharap kamu mendapatkan posisi di dalam rumah ini. Pelayan.... bawa dia pergi" Brian memanggil pelayan untuk segera membawa Anne jauh-jauh dari hadapannya.
"Maaf Tuan. Mari nyonya ikut saya, tempat makan nyonya ada di sebelah sana" ucap pelayan menunjuki jari telunjuk ke meja makanan yang dekat dengan kolam.
Anne di bawakan langsung ke tempat meja makan lain. Brian yang tidak mau makan bersama dengan Anne, bagi dirinya Anne wanita yang jijik dan kotor setiap kali ia lihat. Usai makan malam, Oden menelpon Brian, mengatakan ada acara yang harus ia hadirin.
Di sana juga dua orang bajingan juga ikut datang hadir dalam acara tersebut , Brian ingin ikut dalam acara dan membalas dendam atas perbuatan mereka. Selesai makan malam Brian masuk ke kamar lagi untuk berkemas lalu berangkat bersama Anne.
Semua pelayan membawa Anne ke ruang pengganti baju, memberikan pakaian yang sangat mewah. sesudah itu, Oden datang dengan mobil sport. Brian akan berangkat tanpa di ikuti oleh Oden.
Mobil langsung di tancap gas oleh Brian, Anne juga ikut bersamanya. sungguh, malam ini Anne terlihat cantik dengan pakaian yang ia pakai. Namun, Brian sama sekali tidak tertarik juga dengan paras cantik Anne.
"Pakaian apapun kamu pakai tidak akan pernah membuat hati saya tertarik. Kau hanya wanita sampah dalam hidup aku, berkat pasangan kamu yaitu Jovi dan kami adalah sahabat. Ya... mau bagaimana lagi, seandainya Jovi tidak mengambil kekasih saya, maka kamu tidak akan mengalami seperti ini" ujar Brian tanpa peduli dengan perasaan Anne.
Jadi selama ini, Jovi benar-benar selingkuh di belakang aku. Kenapa dia lakukan ini, selama ini apa dia hanya manfaatin saja. Dia menjadikan aku sebagai alat untuk mencapai karirnya, ternyata aku tidak menduga hal itu terjadi. Aku begitu mencintai kamu, tapi kamu malah mengkhianati cinta kita.
ACARA COSTUM DESAIN
Visual Jovanka Lovata
Salah satu model yang paling terkenal telah memperlihatkan dirinya di dunia sosmed. Wajah yang cantik, tubuh yang seksi, bahkan para pria mudah tergoda dengan kecantikan tubuhnya. Namanya Jovanka Lovata umur 20 Tahun, wanita ini sangat terkenal dengan kecantikan alami tanpa makeup wajahnya sudah manis dari kecil.
Jovanka naik ke atas panggung, mengumumkan sebuah hubungan special dengan seorang pria. Ia kembali dari negara luar hanya ingin bertemu dengan mantan kekasihnya yaitu Brian, Jovanka adalah gebetan Brian saat remaja dulu. Mereka berpisah karena ayah Brian tidak menyetujui hubungan mereka.
Dulunya orang tua Jovanka menginginkan anak mereka menikah, tapi karena sudah niat orang tuanya maka pernikahan batal dan hubungan mereka berdua menjadi retak. Jovanka tidak gila dengan harta melainkan orang tuanya memanfaatkan Pradana agar mendapatkan aset harta warisan.
"Semua. Saya sudah kembali ke tempat di mana saya lahir, saya harap semua kalian di sini menerima saya apa adanya. Saya tahu, ini sangat buru-buru bagi kalian. Saya merindukan kampung halaman dan juga seorang pria yang saya sangat cintai, sekian itu dari saya, undur diri dari hadapan semua dan terima kasih" kata sepatah Vanka dalam menyampaikan suatu dalam acara. Ia turun dari panggung lalu menemui semua artis model lainnya yang di acara tersebut.
"Hai Vanka. Sudah lama kita tidak bertemu, apa kabar kamu?." Tanya salah satu model yang berdiri di sisi Vanka.
"Aku baik, kalian bagaimana?. Baik juga kan, oh ya, gimana dengan karir kalian?" jawab Vanka sembari bertanya balik pada mereka.
"Kami tentu baik dan masalah karir semua berjalan lancar. Dimana kekasih yang kamu sebutkan?. Apa dia ada di sini?" tanya mereka lagi.
Saat temannya yang lain bertanya tentang keberadaan kekasih Vanka. Pada saat itu Brian sudah muncul dalam ruangan acara tersebut, Vanka menyadari bahwa pria yang datang barusan adalah Brian. Ingin menghampiri tapi langkah kaki terhenti karena melihat seorang wanita di samping Brian, hatinya sedih ternyata Brian sudah memiliki pasangan.
Dengan memberanikan diri, Vanka memanggil Brian lalu menoleh ke belakang.
Deg... Jantung Brian merasa terkejut, Vanka sudah kembali hal itu membuat hatinya lebih sakit. Wanita yang di cintai ternyata hanya menginginkan hartanya bukan cinta yang tulus darinya. Vanka sudah berdiri di depan Brian, lalu menyapa.
"Hai Brian. Aku kembali, bagaimana kabar?" tanya Vanka.
Brian diam seribu bahasa, ingin menjawab tapi merasa gengsi melihat wajah Vanka yang sudah semakin cantik. Anne melihat mereka berdua merasa tidak enak, Anne cemburu melihat Brian menatap wanita lain.
Bersambung
nanti d lanjutin 🤭