ketika cowo cuek jadi kang bucin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fransiska simanjuntak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab#9
"Apa kini pesona dari seorang Devano Mahendra sudah luntur?." ucap Devano dalam hati.
" ah tak mungkin, coba lihat wanita disana yang tak henti-henti memandangiku. pasti dia sudah cinta pandangan pertama padaku" batin Devano dengan percaya dirinya..
"ya tuhan dia manis sekali" Devano terus membatin sambil menggigit bibirnya gemas..
"pengen cium"
"eh boleh nggak sih.?" Devano senyum-senyum sendiri, sambil memikirkan hal-hal indah bersama Lawra.
melihat ciptaan Tuhan yang indah yang tampak bersinar dimatanya..
melihat Devano yang senyum-senyum sendiri sambil melihatnya. Lawra langsung berjalan melangkah menuju ruang kamarnya menginap..
"eh.. kamu mau kemana, kamu nggak tanya siapa namaku.? perkenalkan namaku Devano..
tadi nama kamu Lawra kan? tanya Devano tapi Lawra hanya diam dan melanjutkan langkah kakinya.
baru kali ini Devano merasa kagum pada wanita.
biasanya perempuan yang diajaknya berkomunikasi, masih tanya nama aja, langsung baper, jadinya cinta. tapi berbeda dengan Lawra, dia hanya biasa aja, Lawra juga nggak suka dandan terlalu tebal.
Lawra hanya cukup memakai bedak tipis untuk dipakainya berdandan dan lipstik tipis. tapi itu membuatnya semakin natural dan menarik.
wajahnya yang mulus dan putih bersih, membuatnya semakin sempurna.
" ayah, Lawra sudah kembali." ucap Lawra pada ayahnya.
"loh, sayang... kamu dari mana aja sampai berkeringat gini?." tanya pak Bimo panik, sambil mengambil tisu dan melapkan keringat Lawra.
"Lawra berjemur pagi pah" jawab Lawra sambil memeluk ayahnya..
Devano yang ternyata mengikuti Lawra, dari belakang melihat itu. matanya terbelalak.
"tadinya dia sangat dingin dan cuek, kenapa dalam sekejap mata bisa berubah"
"ya Tuhan, andai bisa berpindah posisi, aku akan memeluknya erat, dan tidak akan melepasnya sampai aku puas." ucap Devano dalam hati.
"iya sayang, sekarang kita siapkan barang-barang kamu, kita akan pulang sekarang". ucap pak Bimo sambil mengelus kepala putrinya..
mendengar itu ekspresi Lawra berubah jadi sendu, ia lebih betah dirumah sakit, tidak akan ada mak lampir yang menghalangi bahagianya dengan ayahnya.
"loh, pah..kan dokter bilang, nanti sore.." jawab Lawra
"kamu nggak kangen kamar kamu?, nggak kangen juga sama mama dengan adik kamu hmm.." tanya pak Bimo lembut.
Lawra hanya menggeleng, " kita kerumah nenek aja pah, aku hanya kangen nenek." ucap Lawra memohon.
"tapi papa harus mengurus pekerjaan kantor papa, sayang.." ucap pak Bimo menjelaskan.
Lawra sedikit kecewa dengan jawaban papanya.
"yaudah, Lawra mau tinggal di rumah nenek aja didesa." ucap Lawra.
"tapi jangan bandel ya sayang, papa akan datang sekali seminggu untuk lihat kamu" ucap pak Bimo, sebenarnya ia sedikit tak rela membiarkan putrinya jauh darinya. tapi ia juga nggak mau terlalu mengekang Lawra.
"iya pah, sekalian.. aku akan sekolah di sana, aku pastikan, akan dapat membanggakan papa apapun caranya..dan aku akan membantu nenek" ucap Lawra dengan girang..
Lawra hanya dingin dengan orang yang dianggapnya tidak penting. dan Lawra akan menjadi orang yang paling baik pada orang yang disayanginya.
iya.. orang yang disayangi Lawra didunia ini hanya papanya dan juga neneknya. tidak ada yang lain sedikit pun
di tempat lain..
pria dengan tatapan dinginnya, menatap menuju layar HP. menonton rekaman CCTV rumah sakit yang tersambung ke HPnya. pria itu adalah Rafa
dia dapat melihat, adiknya yang mengintip dari pintu kamar dimana Lawra menginap, sambil senyum-senyum sendiri.
matanya menatap tak suka melihat adiknya yang seperti penasaran dengan Lawra.
yuk semangt yuk up nya kak