Mengisahkan tentang dua orang anak kembar yang memilki dunia yang sama. Karena sejak kecil mereka memang tidak pernah terpisahkan.
Rean Arya Partama, kakak dari Sean Kingston yang terkenal sebagai dokter playboy, padahal dirinya bahkan tidak pernah berpacaran sebelumnya. Sosok hangat yang selalu menjadi partner terbaik dalam hidup adik kembarnya, Sean.
Sean Aryo Pratama, seorang dokter muda yang memiliki kesabaran seluar lautan, namun berubah menjadi dingin saat sebuah kecelakaan merenggut seluruh masa depannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 09
Pemulihannya berjalan dengan begitu cepat. Tidak di pungkiri, jika fisik Sean benar-benar sangat tangguh dan sehat. Hingga membuat pemilihannya lebih cepat dari kebanyakan orang.
Seperti saat ini, dia sudah di perbolehkan pulang ke rumah, hanya harus kontrol dua Minggu sekali untuk fisioterapi.
"Aku bisa sendiri." ucapnya yang tidak ingin di tolong Rean ketika turun dari mobil.
Rean yang melihat perubahan sikap Sean hanya bisa menghela nafasnya saja. Dia tau jika ini sulit untuk bisa di terima.
Sean berjalan masuk ke dalam kamarnya, dan bahkan langsung menguncinya begitu saja tanpa ingin bicara dengan siapapun lagi. Benar-benar mengasingkan diri dari orang-orang.
Sesampainya di dalam kamar, Sean melihat buku-buku miliknya yang tersusun dengan begitu rapi, piala, dan bahkan medali yang dia dapatkan semasa sekolah dulu.
Beberapa penghargaan sewaktu menempuh pendidikan kedokteran juga banyak dia dapatkan. Lalu bagaimana bisa tiba-tiba semuanya menjadi seperti ini.
Dia melihat tangan kirinya yang bisa di gerakan, tapi tetap dak bisa dia rasakan. Tak lama ponselnya berdering, dan itu panggilan masuk dari Jefri. "Sean, lu udah balik ke rumah ya?" tanya Jefri saat dia berada di rumah sakit, tapi tidak ada temannya itu disana.
"Kenapa?" tanya Sean balik.
"Se, gue cuma mau bilang gak perlu nunggu dia lagi, Se. Dia bilang anggap aja semuanya gak pernah terjadi. Anggap aja kalian gak pernah saling kenal, atau-"
"Katakan padanya untuk bicara secara langsung denganku jika ingin mengatakan hal ini." ucap Sean membuat Jefri benar-benar merasa sangat bersalah dengannya.
Bagaimanapun dia yang mengenalkan mereka berdua. Dia juga yang menjadi perantara saat Sean mengatakan dia menyukai seorang gadis cantik yang datang sewaktu pesta kakeknya waktu itu.
Bahkan dia juga yang mengatakan, jika wanita itu adalah putrinya Wijayanto.
"Sean, gue ngerti perasaan Lo. Gue ngerti banget. Tapi Sean, Lo harus Nerima keputusan dia. Kalau dia-"
"Atas dasar apa aku harus menerima semua ini hah? Atas dasar apa? Aku kecelakaan sewaktu hendak menemuinya, lalu ketika aku kecelakaan dan terbaring dirumah sakit, bahkan dia mengatakan dia sibuk dan tidak bisa menjenguk ku. Kau tau apa yang terjadi padaku Jefri? Tangan kiri ku cacat! aku sudah tidak bisa memegang pisau bedah lagi. Karir ku hancur, dan sekarang dia bilang anggap kami tidak pernah saling mengenal? Apa karena dia putri Wijayanto dia bisa melakukan hal seperti ini padaku?" Sean tertawa hambar disana.
Dia benar-benar mentertawakan keadaannya saat ini. Kecelakaan, tangan kirinya cacat, kariernya hancur, dan sekarang wanita yang dia sukai malah mengatakan jika dia harus melupakan segalanya.
Semudah itukah?
"Sean, gue-Sean, halo, Sean. Lo denger gue kan? Sean?" ternyata panggilan sudah di putuskan Sena begitu saja.
Hingga membuat Jefri benar-benar merasa bersalah disini. "Lagian kenapa harus suka sama perempuan arogan gitu sih lu Sean? Masih banyak perempuan di luar sana yang lebih cantik dari dia. Kenapa elu sukanya sama modelan begitu." gumam Jefri merasa bersalah terhadap teman baiknya.
Rean yang berada di depan pintu kamar Sean hanya bisa menghela nafasnya dengan berat. Ternyata masalahnya masih berlanjut.
Sean sendiri terus menatap tangan kirinya, hingga dia lelah dan tertidur disana. Semuanya begitu tiba-tiba hingga membuatnya sulit untuk menerima semua kenyataan pahit ini.
Merasa Sean jauh lebih baik, Rean memilih pergi ke rumah sakit. Dia juga akan segera mengurus surat kepindahannya ke rumah sakit keluarga mereka, agar bisa lebih dekat untuk memantau keadaan Sean.
***
jevan lho up sn... kok trs di tgl kn
eee jevan noh