NovelToon NovelToon
MERESET TAKDIR SUAMIKU

MERESET TAKDIR SUAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Time Travel / Diam-Diam Cinta
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Tepat di hari perceraian mereka, Kirana Zhafira menyaksikan Damar Rafardhan tewas mengenaskan akibat tertabrak truk demi menyelamatkan cincin pernikahan mereka yang terjatuh. Kirana keliru menilai pernikahan dingin mereka selama dua tahun sebagai tanda ketidakpedulian. Namun, rahasia pilu membubung saat ibu mertuanya menyerahkan dompet Damar yang berisi foto pernikahan mereka dan cincin berlumuran darah kering.

Penyesalan terdalam menghantam Kirana begitu menyadari betapa sang suami sangat mencintainya dalam diam. Di tengah keputusasaan dan rasa sepi yang mencekam, keajaiban waktu terjadi. Kirana terbangun dan mendapati dirinya terlempar ke masa dua minggu sebelum tragedi maut itu merenggut Damar.

Berbekal kesempatan kedua dari semesta, Kirana bertekad meruntuhkan dinding es di antara mereka. Ia bersumpah akan mengejar cinta Damar, mengubah takdir tragis yang mengintai, dan memperjuangkan akhir bahagia yang tertunda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAHLIGAI CINTA DI UJUNG FAJAR.

Malam semakin larut, namun kehangatan di dalam kamar utama justru semakin memuncak. Damar benar-benar terlena akan kecantikan istrinya malam itu. Dengan penuh kelembutan yang sarat akan gairah, ia mendaratkan kecupan demi kecupan di wajah Kirana, menyusuri setiap jengkal kulitnya tanpa ada satu pun yang tertinggal.

Puncaknya, saat Damar kembali mengunci bibir Kirana dengan begitu dalam, sebuah lenguhan halus meluncur pasrah dari sela bibir sang istri. Suara lirih yang teramat indah itu seketika menjadi candu baru yang membuat hasrat di dalam dada Damar benar-benar membuncah tak terkendali.

"Oh, Sayang, rasanya aku akan mati merasakan nikmat ini," bisik Damar dengan suara yang terdengar sangat berat dan serak, berusaha menahan gejolak yang kian bergemuruh.

Mendengar kata yang paling ditakutinya keluar dari mulut sang suami, sepasang mata Kirana seketika membelalak. Dengan refleks cepat, ia langsung mengulurkan tangan untuk menutup rapat mulut Damar.

"Jangan katakan itu, Kak. Jangan pernah mengatakan kata mati lagi di hadapanku," ucap Kirana dengan tatapan mata yang mendadak berkaca-kaca menahan rasa cemas yang mendalam.

Damar tertegun sejenak, lalu perlahan menurunkan tangan lembut istrinya dari bibirnya. Ia tersenyum tipis, menyadari ketakutan trauma sang istri.

"Baiklah, aku berjanji tidak akan mengatakannya lagi," tutur Damar lembut, namun sedetik kemudian gurat jahil muncul di wajahnya. "Tapi, tolong panggil aku dengan sebutan sayang terlebih dahulu."

Kirana mengernyitkan dahinya samar. "Kenapa tiba-tiba harus berganti panggilan, Kak?"

"Soalnya, bila kamu terus-menerus memanggilku dengan sebutan kakak, rasanya aku seperti bukan suamimu sendiri, melainkan seperti kakak kandungmu," keluh Damar dengan nada manja yang jarang ia tunjukkan. "Jadi mulai sekarang, panggil aku sayang, atau panggil aku suamiku."

Mendengar permintaan yang sarat akan kesungguhan itu, seulas senyuman tulus akhirnya terukir di bibir Kirana. "Baiklah, suamiku. Kiran akan ikut semua keinginanmu."

Mendengar panggilan baru itu meluncur dari bibir ranum Kirana, hati Damar seketika membubung tinggi. Ia langsung menunduk untuk mengecup dahi Kirana dengan perasaan lega yang teramat sangat.

"Aku sangat mencintaimu, Kiran," ucap Damar sembari menatap lekat-lekat wajah istrinya dengan pandangan yang dipenuhi binar cinta yang murni.

"Aku juga sangat mencintaimu, suamiku," balas Kirana dengan suara yang tak kalah lembut.

Mendengar balasan yang begitu dinantikannya selama dua tahun ini, Damar tidak dapat lagi membendung debar di dadanya. Ia kembali meraih bibir Kirana, dan kali ini cumbuan mereka terasa jauh lebih mendalam dan menuntut. Di bawah temaramnya lampu kamar, mereka saling membantu membuka pakaian pasangan masing-masing dengan perlahan, meluruhkan sisa-sisa jarak yang pernah ada.

Pertempuran panas untuk kedua kalinya pun terjadi kembali di atas peraduan. Kali ini, baik Damar maupun Kirana sudah sama-sama terhanyut sepenuhnya dalam mahligai cinta yang panas membara, menyatukan raga dan jiwa mereka dalam ikatan yang utuh. Setelah pelampiasan rasa cinta yang panjang dan melelahkan itu usai, keduanya akhirnya tertidur pulas dengan posisi saling berpelukan erat, mencari kehangatan satu sama lain hingga menjelang pagi.

Keesokan paginya, berkas cahaya fajar yang menyelinap dari balik gorden kamar perlahan membangunkan Kirana. Ia membuka matanya dan mendapati dirinya masih berada di dalam dekapan kokoh sang suami. Kirana menatap lekat wajah Damar yang masih terlelap dengan tenang.

"Ternyata suamiku ini kalau sedang tidur terlihat begitu tampan ya," bisik Kirana seorang diri sembari tersenyum geli.

Rasa gemas yang membuncah membuat Kirana memajukan wajahnya, lalu mendaratkan sebuah kecupan singkat di pipi tegas Damar. Namun, tidak ada pergerakan atau tanda-tanda sang suami akan terbangun dari tidurnya. Menyadari waktu shalat subuh sudah semakin mendekati batasnya, Kirana akhirnya memutuskan untuk membangunkan Damar dengan cara yang lebih manis.

"Suamiku sayang, ayo bangun. Nanti kita bisa ketinggalan loh subuhnya," panggil Kirana sembari menggoyang-goyangkan bahu Damar dengan lembut.

Damar yang sebenarnya sudah mulai terjaga melengkungkan sudut bibirnya, namun matanya tetap terpejam rapat. "Panggil aku sekali lagi seperti itu, baru suami tampanmu ini akan beranjak bangun."

Kirana langsung mendengus kesal, mencubit pelan pinggang suaminya. "Ih, Kak Damar ngelunjak banget sih! Sudah ah, Kiran mau langsung mandi saja kalau begitu."

Kirana bersiap untuk bangkit dari atas tempat tidur, namun dengan gerakan kilat, sepasang lengan kekar Damar langsung bergerak menarik kembali pinggang ramping istrinya hingga tubuh Kirana terjatuh tepat di atas dada bidangnya.

"Istri cantikku ini ternyata tukang ngambek juga ya," goda Damar dengan tawa rendah yang seksi, matanya kini sudah terbuka sepenuhnya. "Kalau begitu, agar adil, kita mandi bersama saja."

Tanpa memberikan kesempatan bagi Kirana untuk memprotes, Damar langsung menggendong tubuh mungil istrinya dengan ala bridal style menuju ke arah kamar mandi.

"Ih, Kak Damar! Turunkan aku, aku bisa berjalan sendiri," ronta Kirana sembari memukul pelan dada suaminya. "Aku tidak mau ya, nanti Kak Damar malah melakukan hal-hal aneh lagi di dalam. Ini sudah sangat mendekati waktu subuh tahu!"

"Iya, Sayang. Suami kamu ini tahu kok," balas Damar dengan nada santai sembari terus melangkah. "Kita hanya akan mandi biasa saja, tidak lebih."

Damar kemudian menurunkan tubuh Kirana secara perlahan ke dalam bathtub yang luas. Ia kemudian menyalakan pancuran air, membuat air hangat perlahan mengalir dan mulai membasahi seluruh tubuh mereka berdua yang masih belum mengenakan sehelai benang pun.

Namun, pemandangan tubuh Kirana yang perlahan mulai basah tersiram air hangat di depan matanya justru membangkitkan kembali gairah keperkasaan Damar yang baru saja tertidur. Sorot mata Damar mendadak berubah menjadi gelap dan penuh damba.

"Kiran, adikku ternyata hidup lagi," bisik Damar dengan suara yang serak, menatap lurus ke arah istrinya dengan pandangan yang kembali membara. "Kita main sebentar saja ya? Lagipula waktu subuh masih ada sekitar lima belas menit lagi."

Kirana membelalakkan matanya terkejut. "Tapi, Kak..."

Tanpa menunggu persetujuan atau kalimat penolakan lebih lanjut dari bibir istrinya, Damar langsung melangkah masuk ke dalam bathtub. Ia segera mengunci tubuh Kirana dalam kuasanya, membungkam protes wanita itu dengan sebuah ciuman yang langsung membakar gairah pagi. Pertempuran sengit di antara sepasang suami istri itu pun akhirnya kembali pecah di dalam kamar mandi, membelah keheningan pagi yang menjelang subuh dengan gelora cinta yang kian tak terbendung.

1
Radya Arynda
baby damar otw lah😃😃😃😃
Nia nurhayati
monggo mas damar puas"in dahh🤣🤣🤣
Lia siti marlia
adehhhh kak damar ketagihan nya 🤭🤭🤭itu adik bandel banget 😁😁😁
Lia siti marlia
wis mau unboxing lagi damar 🤗🤗🤗🤗🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
bukannya kemaren udah melebur y apa belum sempat unboxing
Nia nurhayati
semoga Samar selamat ya ..agar Kira na tidak sedih lagii
Lia siti marlia
aduhhh semoga sama damar selamat dari kejahatan c clenning sevice itu 🥺🥺🥺ayo ricko kamu harus gercep lindungi bosmu itu
Lia siti marlia
cie cie masa masa bucin mulai terealisasikan 🤭🤭🤭meskipun bahaya mengintai untumgnya punya asisten yang gercep seperti ricko dan kawan kawan 😁😁😁
Nuzul Lina
seru dan menarik banget cerita nya
Lia siti marlia
semangat buat kiran sama damar untuk mengubah masa depan yang kelam🤗🤗💪💪💪
Radya Arynda
semangaaaat💪💪💪💪
Mira Hastati
bagus
Radya Arynda
semangaaat,,jangan menyerah kirana,,, hadapi semua ber sama damar suami mu,,,kamu harus bisa💪💪💪💪💪
Lia siti marlia
akhirnya terkuak sudah rahasia itu 😁😁semoga kedepannya cinta kalian semakin erat 🤗🤗
Lia siti marlia
akhirnya cinta damar sama kirana terbalaskan juga 🤗🤗🤗 semangat juga buat kiran cari terus sumber malapetaka suamimu 🤗🤗🤗
Radya Arynda
semangaaat💪💪💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
lanjuuutttt thor
GANBATEEE NEE 😁🤗💪
dome🌬️🌀🌀🌀
tengkiyuuu Thor....sudah kasih bab terbaikkk🤗🤗🤗
semangat yaa update nyaa😁😁😁
semoga benang takdir bisa terurai dan dalang dibalik Kematian damar bisa terungkap semuanya . semangat kiran, jaga damar dr takdir tragis nya 💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat update yaa thor. makasih update nyaaa.. jangan lama lama yaa crazy up ok😁a😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
akhirnya,,,,,.😁kalau ga ada keinginan kuat agar sembuh ga akan bisa lepas rasa trauma nya... hebas kiran demi laki2 yg dicintai dan dikasihi nya. rela kuat melawan rasa traumanya... heemmm semoga takdir buruk bisa berubah🤗🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!