NovelToon NovelToon
MERESET TAKDIR SUAMIKU

MERESET TAKDIR SUAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Time Travel / Diam-Diam Cinta
Popularitas:48.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Tepat di hari perceraian mereka, Kirana Zhafira menyaksikan Damar Rafardhan tewas mengenaskan akibat tertabrak truk demi menyelamatkan cincin pernikahan mereka yang terjatuh. Kirana keliru menilai pernikahan dingin mereka selama dua tahun sebagai tanda ketidakpedulian. Namun, rahasia pilu membubung saat ibu mertuanya menyerahkan dompet Damar yang berisi foto pernikahan mereka dan cincin berlumuran darah kering.

Penyesalan terdalam menghantam Kirana begitu menyadari betapa sang suami sangat mencintainya dalam diam. Di tengah keputusasaan dan rasa sepi yang mencekam, keajaiban waktu terjadi. Kirana terbangun dan mendapati dirinya terlempar ke masa dua minggu sebelum tragedi maut itu merenggut Damar.

Berbekal kesempatan kedua dari semesta, Kirana bertekad meruntuhkan dinding es di antara mereka. Ia bersumpah akan mengejar cinta Damar, mengubah takdir tragis yang mengintai, dan memperjuangkan akhir bahagia yang tertunda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MURKA SANG PELINDUNG.

Setelah kepergian Mirna, tiba-tiba dari balik semak-semak yang rimbun, salah satu pengawal Kirana berhasil merekam seluruh percakapan serta ancaman kejam yang dilontarkan oleh Mirna menggunakan kamera makro tersembunyi. Mereka tidak bisa langsung intervensi di tempat karena instruksi utama Damar adalah menjaga Kirana tanpa membuat wanita itu merasa terkekang atau curiga. Begitu Mirna melangkah pergi dan Kirana jatuh terduduk menangis, rekaman video berdurasi singkat namun beresolusi tinggi itu langsung dikirimkan ke ponsel pribadi Damar.

Di belahan kota lain, suasana di ruang rapat utama lantai teratas gedung perusahaan Damar mendadak membeku. Damar yang sedang memimpin presentasi proyek masa depan tiba-tiba melihat layar ponselnya menyala, menampilkan notifikasi khusus dari tim pengawal Kirana.

Begitu ia memutar video tersebut di bawah meja, sepasang manik mata Damar seketika memancarkan kilat amarah yang teramat pekat. Rahangnya mengeras tegang, dan napasnya memburu mematikan saat melihat sang istri diancam hingga menangis ketakutan di lantai.

BRAKK!

Damar memukul meja rapat kayu jati itu dengan tangan kosong hingga menimbulkan dentuman keras yang menggema. Seluruh staf, seketika terlonjak kaget, menghentikan persentasi mereka dengan tubuh gemetar ketakutan.

"Rapat ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. Semuanya keluar!" perintah Damar dengan nada bariton yang sarat akan kemarahan.

Tanpa menunggu hitungan detik, seluruh peserta rapat langsung berhamburan keluar ruangan dengan wajah pucat. Damar menoleh ke arah asisten pribadinya yang setia. "Ricko, ikut aku sekarang. Tampaknya nenek tua bangka itu harus segera kita beri pelajaran hidup."

Ricko yang sudah melihat sekilas isi video tersebut langsung mengangguk patuh tanpa banyak bertanya. "Baik, Pak Bos. Mobil sudah siap di lobi bawah."

Dengan kecepatan penuh, Ricko mengemudikan mobil sedan mewah itu membelah jalanan kota menuju ke arah rumah kediaman Mirna. Sepanjang perjalanan, atmosfer di dalam mobil terasa begitu mencekam. Damar tidak mengucapkan sepatah kata pun, namun aura dingin yang menguar dari tubuhnya sudah cukup menandakan bahwa badai besar akan segera menghancurkan siapa saja.

Sesampainya di pelataran rumah mewah milik Mirna, ternyata wanita paruh baya itu belum kembali dari kampus Kirana. Damar memilih untuk menunggu di depan teras. Ia berdiri bersandar pada pilar beton sembari menyalakan sebatang rokok, dengan tatapan mata yang sedingin es dan menusuk.

Tak lama berselang, sebuah mobil city car milik Mirna perlahan memasuki halaman rumah. Begitu pintu mobil terbuka dan Mirna melangkah keluar, langkah kaki wanita itu seketika terhenti. Wajahnya tampak terkejut bukan main saat mendapati sosok Damar .

Namun dasar licik, Mirna dengan cepat mengubah ekspresi terkejutnya menjadi sebuah senyuman manis yang dipaksakan. Ia mencoba berpura-pura baik di hadapan sang CEO kaya raya itu.

"Oh, ya ampun, ternyata menantuku yang tampan dan terhormat sedang berkunjung ke rumah Ibu?" sapa Mirna dengan nada suara yang sengaja dibuat semanis mungkin.

Damar membuang puntung rokoknya ke lantai, lalu menginjaknya hingga hancur. Rasa jijik yang teramat sangat bergejolak di dalam dadanya mendengarkan sebutan menantu keluar dari mulut wanita ular di hadapannya.

"Masuklah dulu ke dalam, Damar. Biar Ibu buatkan minum..."

"Apakah kau sudah melupakan isi perjanjian tertulis kita dua tahun yang lalu, Ibu Mirna?" potong Damar dengan suara yang begitu tajam dan dingin, sanggup membuat bulu kuduk siapa pun meremang.

Mirna seketika terdiam, senyum palsu di wajahnya perlahan luntur.

"Dua tahun lalu, kau sudah menerima uang tunai dalam jumlah yang sangat banyak dariku. Kau juga sudah menandatangani surat perjanjian resmi di atas meterai bahwa kau dan Kirana sudah tidak memiliki hubungan kekeluargaan apa pun lagi!" cecar Damar sembari melangkah maju, mengikis jarak dengan aura mengintimidasi. "Dan kau juga sudah berjanji demi nyawamu untuk tidak akan pernah memunculkan wajah busukmu itu di hadapan Kirana lagi. Lalu, mengapa hari ini kau berani menginjakkan kakimu di kampusnya, hah?!"

Mirna langsung tersentak mundur karena terkejut. Tubuhnya gemetar, dan ia refleks menggumam pelan dengan nada kesal. "Sialan... ternyata ancamanku tadi sama sekali tidak didengar oleh keponakan tidak tahu diri itu. Tampaknya jalang kecil itu benar-benar tidak takut pada ancamanku."

Meskipun Mirna berbicara dengan suara yang sangat pelan, namun gumaman penuh racun itu berhasil tertangkap dengan sangat jelas oleh indra pendengaran tajam Damar.

SRET!

Tanpa aba-aba, tangan kekar Damar langsung bergerak maju mencengkeram kuat kerah baju bagian depan milik Mirna, mengangkatnya sedikit hingga wanita tua itu terpekik kaget dan kesulitan bernapas.

"Berani sekali kau bergumam mengancam istriku lagi di depan wajahku, hah?!" bentak Damar dengan urat-urat di lehernya yang menegang sempurna akibat amarah yang sudah mencapai puncaknya.

"Da-Damar... lepas... Kirana yang salah! Dia sudah mengadukan hal ini padamu, kan?!" ronta Mirna dengan wajah yang mulai memerah kehabisan napas.

"Asal kau tahu saja, bukan Kiran yang mengadu ataupun meminta bantuan kepadaku!" desis Damar, lalu dengan tangan kirinya ia mengeluarkan ponsel pribadi dan mengarahkan layarnya tepat di depan mata Mirna. "Tapi aku bisa tahu segalanya lewat rekaman ini!"

Layar ponsel itu menampilkan dengan sangat jelas video berdurasi penuh saat Mirna mengintimidasi Kirana di taman, hingga momen di mana Kirana langsung menangis histeris dan terduduk lemas di atas tanah setelah ditinggalkan sendirian.

"Berani sekali kau mengancam istriku, memerasnya dengan masa lalu, dan membuat istriku yang berharga menangis seperti itu!" teriak Damar, sambil melempar tubuh Mirna hingga wanita itu jatuh tersungkur di atas lantai teras.

Mirna meringis kesakitan, menatap Damar dengan tatapan horor yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

"Begitu besar inginmu untuk melihat anak laki-lakimu yang bejat itu, bukan?" tanya Damar dengan seulas senyuman dingin yang sangat mengerikan di sudut bibirnya. "Baiklah, hari ini juga aku akan mengabulkan keinginan terbesarmu untuk segera melihat dan menemani anakmu."

Damar membalikkan tubuhnya, menoleh ke arah Ricko yang berdiri siaga di samping mobil. "Ricko! Serahkan semua bukti-bukti kejahatan pemerasan, ancaman pembunuhan, dan keterlibatan perempuan tua ini dalam konspirasi keluarga Pratama kepada pihak kepolisian sekarang juga. Biar dia segera membusuk dan berkumpul bersama anaknya yang bejat itu di dalam sel tahanan!"

Mendengar perintah mutlak tersebut, runtuh sudah seluruh keangkuhan Mirna. Rasa ketakutan yang teramat sangat seketika menyerang seluruh nadinya. Wanita paruh baya itu langsung merangkak maju, mencoba meraih ujung sepatu Damar sembari menangis histeris memohon belas kasihan.

"Jangan, Damar! Aku mohon jangan laporkan aku ke polisi! Aku berjanji... aku berjanji demi apa pun tidak akan pernah mengganggu atau memunculkan diriku di hadapan Kirana lagi seumur hidupku! Aku mohon ampuni aku!" jerit Mirna meratap iba.

Damar menarik kakinya menjauh dari jangkauan tangan Mirna dengan pandangan yang penuh rasa muak. "Semuanya sudah terlamat, Ibu Mirna. Jadi, tanggunglah sendiri akibat dari semua perbuatan busukmu."

Tanpa memedulikan ratapan itu lagi, Damar langsung membuka pintu mobil dan naik ke kursi penumpang belakang. Sementara itu, Ricko dengan sigap memberi kode kepada beberapa anak buah lapangan yang baru saja datang untuk langsung meringkus Mirna dan membawanya ke kantor polisi terdekat.

Sementara di dalam mobil, Damar langsung menatap Ricko dari kaca spion tengahnya.

"Ricko, putar arah mobilnya sekarang. Bawa aku pergi ke kampus Kirana saat ini juga," perintah Damar dengan nada suara yang kini berubah menjadi sangat lembut dan sarat akan kekhawatiran. "Aku tahu betul, saat ini pasti istri kecilku sedang menangis sedih dan membutuhkan pelukanku di sana."

1
Aidil Kenzie Zie
akhirnya gol juga
Nanik Arifin
si robot es unboxingnya masih tahun depan Thor ?
Aidil Kenzie Zie
🤣🤣🤣apa Ricko nggak paham tentang Operasi Bulan Madunya 🤭🤭🤭
Indri Almaidar
hummm
Indri Almaidar
aneh benar
Indriani Kartini
malu2tapi mau 🤣🤣🤣
Radya Arynda
akhirnya,,,bebas dari mimpi buruk
Lia siti marlia
semoga kebahagiaan kalian di berkahi tuhan 🤗🤗🤗
Radya Arynda
👍👍👍👍👍mantap,,,kalau bisa dekutu2 nya juga damar...
Radya Arynda
semangaaat💪💪💪💪💪hancur kan semua manusia jahat💪💪💪💪
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
drama LG 🤭🤣
Elina thea
emang dasarnya Kirana masih bocil kali yah...makanya kekanakan dan ceroboh,dah tau jalan tapi gak liat kanan kiri...kalo dah kejadian baru DECH nyesel.
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
kirana mm bodoh tabrak saja, damar cari lagi
Lia siti marlia
aku pun kalau punya mertua sebaik mamah yenita pasti manut manut aja 🥰🥰🥰
Lia siti marlia
selamat yah kiran damar kalian akan jadi orang tua 🤗🤗🤗🤗
Pujiastuti
hamil ni kirana kan kak Author, kalau benar selamat buat kiran dan damar
Lia siti marlia
semoga kirana hamil 🥰🥰🥰
Radya Arynda
semangaaat semogah hamidun👍👍👍👍
Lia siti marlia
semoga saja kirana hamil🤭🤗🤗
Lia siti marlia
semangat kirana damar hempaskan badai yang menghantam dengan cinta kalian 🤗🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!