NovelToon NovelToon
Jiwa Modern Sang Agen Rahasia : Pembalasan Permaisuri Lin

Jiwa Modern Sang Agen Rahasia : Pembalasan Permaisuri Lin

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Agen Wanita / Time Travel
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Amber Mist

Lin Meilin adalah agen intelijen modern papan atas yang ditakuti karena keahliannya dalam taktik pertempuran dan racun mematikan. Namun, sebuah misi rahasia untuk merebut kembali Giok Dinasti Long yang hilang di luar negeri justru berakhir tragis. Meilin dikhianati oleh rekan seperjuangannya sendiri hingga sekarat.Saat tetesan darah Meilin menyentuh permukaan giok kuno tersebut, keajaiban mistis terjadi. Jiwanya terlempar melintasi waktu dan terbangun di dalam tubuh Permaisuri Lin—seorang wanita berkedudukan tinggi namun memiliki kepribadian yang sangat lemah dan penakut. Di dunia kuno ini, Permaisuri Lin baru saja diracun oleh selir kesayangan kaisar dan dibuang hingga terabaikan di Istana Dingin yang sunyi.Kini, tidak ada lagi permaisuri lemah yang bisa ditindas! Dengan jiwa agen rahasia yang haus akan keadilan, Meilin bangkit untuk mengacak-acak seisi istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amber Mist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1: Darah Sang Agen dan Giok Dinasti Long

Bau mesiu dan amis darah bercampur menjadi satu dengan udara dingin di dalam gudang pelabuhan bawah tanah pinggiran kota London. Di luar, hujan badai menyamarkan suara tembakan, namun di dalam ruangan beton ini, setiap desingan peluru terdengar seperti lonceng kematian.

Lin Meilin, agen intelijen taktis nomor satu dari organisasi lintas negara The Ghost, menyandarkan punggungnya pada pilar semen yang retak. Napasnya memburu, pendek dan berat. Tangan kanannya yang dibalut sarung tangan taktis hitam menekan luka tembak di perut kirinya. Darah segar terus merembes keluar, membasahi seragam tempur ketat yang dipakainya.

Mata elangnya menatap tajam ke arah tas logam perak yang tergeletak beberapa meter di depannya. Di dalam tas yang terbuka itu, sebuah giok berbentuk lingkaran dengan ukiran naga melingkar memancarkan kilau hijau zamrud yang aneh. Itu adalah Giok Dinasti Long, artefak kuno tak ternilai harganya yang menjadi target misinya malam ini.

"Meilin, menyerahlah. Kau sudah tidak punya jalan keluar."

Sebuah suara yang sangat familier terdengar dari balik kegelapan koridor gudang. Sepatu bot militer melangkah pelan, mendekat dengan ritme yang teratur.

Meilin mendongak, matanya menyipit penuh kilatan dingin saat melihat sosok pria yang berjalan keluar dari bayang-bayang. Pria itu memegang pistol berperedam suara, wajahnya yang tampan tampak datar tanpa emosi.

"Davin," desis Meilin. Suaranya serak namun tetap terdengar tajam. "Ternyata kau pengkhianatnya."

Davin, rekan seperjuangan Meilin selama tujuh tahun di organisasi, berhenti tiga langkah di depan Meilin. Ia mengarahkan moncong pistolnya tepat ke dahi Meilin.

"Ini bukan personal, Meilin. Seseorang di atas sana membayar terlalu mahal untuk Giok Dinasti Long ini. Jika kau menyerahkannya sejak awal di kapal pesiar tadi, kau tidak perlu mati mengenaskan di tempat kotor seperti ini," ujar Davin dingin.

Meilin terkekeh pelan. Kekehannya terdengar sinis dan meremehkan. Sebagai agen top yang ahli dalam racun dan taktik militer, ia telah menghadapi ratusan situasi hidup dan mati. Namun, dikhianati oleh orang yang paling ia percayai memberikan rasa sakit yang berbeda.

"Kau tahu aturan The Ghost, Davin," Meilin menggerakkan tangan kirinya dengan sangat pelan ke arah saku sabuk taktisnya, tempat ia menyimpan tabung jarum racun mini. "Sesuatu yang sudah masuk ke tanganku, tidak akan pernah berpindah tangan dalam keadaan hidup."

"Kalau begitu, matilah."

Syuut!

Satu tembakan berperedam bersarang di dada kanan Meilin. Tubuh Meilin terdorong ke belakang, menabrak pilar beton sebelum akhirnya terjatuh ke lantai. Rasa dingin yang mematikan mulai menyebar ke seluruh saraf tubuhnya. Pandangannya mulai mengabur, namun kesadarannya sebagai seorang profesional menolak untuk padam begitu saja.

Sebelum Davin sempat mendekat untuk mengambil tas berisi artefak tersebut, Meilin mengumpulkan sisa kekuatan terakhirnya. Ia berguling ke depan, meraih Giok Dinasti Long dengan tangan kanannya yang sudah bersimbah darah kental.

Deg.

Tepat saat telapak tangan Meilin yang penuh darah menyentuh permukaan giok, artefak kuno itu tiba-tiba bergetar hebat. Darah Meilin terserap ke dalam ukiran naga dengan kecepatan kasat mata. Cahaya hijau zamrud yang awalnya redup mendadak meledak, memancarkan sinar silau yang memenuhi seluruh ruangan gudang bawah tanah.

"Apa yang terjadi?!" Davin berteriak, melangkah mundur sambil menutupi matanya yang perih akibat cahaya yang teramat terang.

Meilin tidak bisa mendengar suara Davin lagi. Ia merasa tubuhnya seringan kapas, ditarik oleh pusaran energi tak kasat mata masuk ke dalam lubang hitam yang dalam. Rasa sakit akibat luka tembak di tubuhnya lenyap, digantikan oleh sensasi dingin yang menusuk tulang. Sebelum kesadarannya benar-benar hilang, hal terakhir yang ia lihat adalah bayangan seekor naga hijau yang melesat ke arah jiwanya.

----

"Permaisuri! Permaisuri, sadarlah! Hamba mohon jangan tinggalkan hamba!"

Suara tangisan histeris seorang gadis memecah keheningan.

Lin Meilin membuka matanya dengan sentakan tiba-tiba. Hal pertama yang ia rasakan adalah rasa sakit yang membakar di tenggorokannya, seolah-olah ia baru saja menelan arang membara. Ia terbatuk hebat, menghirup udara dengan rakus.

"Uhuk! Uhuk!"

"Permaisuri! Anda masih hidup! Syukurlah, Langit masih mendengar doa hamba!"

Meilin mencoba menegakkan tubuhnya, namun seluruh persendiannya terasa lemas dan kaku. Ia memandangi tangannya sendiri. Kulit tangan itu putih pucat, jemarinya ramping dan halus tanpa kapalan—sangat berbeda dengan tangan seorang agen rahasia yang terbiasa memegang senjata api dan pisau taktis.

Ia menoleh ke sekeliling. Tempatnya berada saat ini bukanlah gudang medis atau rumah sakit, melainkan sebuah kamar tidur kuno yang sangat memprihatinkan. Kelambu tempat tidurnya sudah robek di beberapa bagian, debu tebal menempel di meja kayu yang lapuk, dan angin malam berembus masuk melalui celah jendela yang rusak.

Di samping tempat tidurnya, seorang gadis remaja berusia sekitar lima belas tahun mengenakan pakaian pelayan kuno berwarna hijau pudar sedang berlutut sambil menangis sesenggukan. Wajah gadis itu penuh air mata dan memar keunguan di pipi kirinya.

Di mana ini? Siapa mereka? batin Meilin waspada.

Insting agen rahasianya langsung bangkit. Ia mencoba meraba pinggangnya untuk mencari pisau, namun yang ia temukan hanyalah kain sutra tipis yang membungkus tubuhnya yang lemah.

Tiba-tiba, gelombang rasa sakit yang hebat menyerang kepalanya. Potongan-potongan ingatan asing merangsek masuk seperti air bah, memaksa otaknya untuk menerima informasi baru secara paksa.

Nama tubuh ini adalah Lin Meilin. Permaisuri sah dari Dinasti Long.

Meskipun menyandang gelar tertinggi di harem belakang, ia adalah wanita yang sangat lemah, penakut, dan naif. Ia merupakan putri dari Jenderal Besar Lin yang telah pensiun. Karena kepribadiannya yang membosankan dan selalu menangis, Kaisar Long Feng tidak pernah menyentuhnya sama sekali sejak malam pernikahan mereka dua tahun lalu.

Tiga bulan lalu, karena dituduh mendorong Selir Agung Hua hingga keguguran—sebuah jebakan yang sangat jelas—Kaisar yang murka membuang Permaisuri Lin ke Istana Dingin ini, tempat pengasingan bagi para wanita istana yang berdosa.

Dan malam ini, beberapa jam yang lalu, Selir Hua mengirimkan sup sarang burung yang ternyata telah dicampur dengan Racun Pengikis Jiwa (Soul Eroding Poison), berniat memastikan Permaisuri Lin mati tanpa meninggalkan jejak. Permaisuri yang asli memang sudah mati akibat racun tersebut, dan kini jiwa Lin Meilin, sang agen intelijen modern, yang menempati tubuh kosong ini.

Meilin memejamkan matanya sejenak, mencerna seluruh takdir gila ini. Transmigrasi? Giok kuno itu ternyata adalah kunci ruang dan waktu, simpulnya dalam hati.

"Permaisuri, apakah Anda merasa tidak nyaman di suatu tempat? Hamba akan mencari tabib istana... meskipun... meskipun para penjaga di depan pasti tidak akan mengizinkan hamba keluar," tangis pelayan itu lagi. Nama gadis itu adalah Xiao Cui, satu-satunya pelayan setia yang ikut dibuang ke Istana Dingin.

Meilin membuka matanya. Tatapan matanya yang awalnya kosong kini berubah menjadi sangat tajam, dingin, dan penuh kilatan intimidasi yang mematikan. Xiao Cui yang melihat perubahan tatapan mata junjungannya seketika tertegun, rasa takut yang tak dapat dijelaskan mendadak menyergap hatinya.

"Xiao Cui," panggil Meilin. Suaranya terdengar serak karena sisa racun, namun nada bicaranya sangat datar dan penuh penekanan, tidak ada lagi nada merengek seperti Permaisuri yang dulu.

"Y-ya, Permaisuri?"

"Ambilkan aku air hangat. Sekarang."

"Baik, hamba segera kembali!" Xiao Cui segera bangkit dengan terburu-buru, merasa tertekan oleh aura kuat yang tiba-tiba memancar dari tubuh wanita di atas ranjang.

Setelah Xiao Cui keluar, Meilin segera duduk bersila. Ia memeriksa denyut nadinya sendiri menggunakan teknik medis militer yang ia pelajari. Napasnya pendek, detak jantungnya tidak teratur, dan ada rasa panas di dada kirinya.

"Racun arsenik tradisional tingkat rendah," gumam Meilin dingin, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman sinis. "Bagi orang kuno, ini mungkin mematikan. Tapi di hadapan ahli toksikologi modern seperti aku, ini hanya lelucon."

Meilin menekan beberapa titik saraf di bawah dadanya dan di belakang lehernya dengan gerakan cepat dan akurat untuk menghentikan penyebaran racun ke organ vital. Ia kemudian memasukkan jari telunjuknya ke dalam tenggorokan, memaksa dirinya untuk muntah.

Hoek!

Cairan hitam pekat berbau busuk keluar dari mulutnya, mengotori lantai kayu. Setelah memuntahkan sebagian besar racun, Meilin menyeka bibirnya dengan lengan baju. Tubuhnya terasa luar biasa lemas, namun kepalanya sudah jauh lebih jernih.

Ia bersandar di tiang ranjang, menatap ke arah jendela yang menampilkan pemandangan bulan purnama di luar. Senyum dingin perlahan mengembang di wajah cantiknya yang pucat.

"Lin Meilin yang asli sudah mati karena kebaikan dan ketakutannya," bisik Meilin pada kegelapan malam. "Mulai hari ini, aku yang akan memegang kendali tubuh ini. Selir Hua, Kaisar Long Feng... siapa pun yang berutang pada tubuh ini, aku akan memastikan mereka membayarnya dengan bunga yang melimpah."

Bagi Meilin, dunia kuno atau dunia modern tidak ada bedanya. Aturan hidupnya tetap sama: siapa pun yang mencari masalah dengannya, hanya ada satu jalan keluar, yaitu kehancuran total. Petualangan balas dendam sang agen rahasia di dalam istana kuno yang kejam, resmi dimulai malam ini.

1
sasa adzka
cerita makin keren ey 😍😍
semangat up nya kak, Terima kasih sdh up beberapa bab kak😍😍.. utk jam berapa nya kau up terserah aja ya.. aku selalu menantikan kelanjutan cerita mu ini.. semoga sampai tamat 😍😍😍
Amber Mist: 😍 baik lah terima kasih
total 1 replies
Lina Hibanika
jangan kasih ampun pelayan calutak seperti itu mah
sasa adzka
wahhh sebentar lagi bucin neh si kaisar long sama meilin🤭🤭🤭
Amber Mist: Siap2, ya Yang Mulia. Lebih suka upload jam brp kak?
total 1 replies
Lina Hibanika
hadiah perkenalan,, segelas kopi buat author ☕
Amber Mist: 😍 terima kasih Yang Mulia
total 1 replies
sasa adzka
I like it permaisuri meilin😍😍😍 aku suka karakter nya... pertahan kan kak.. pokok nya harus kuat mah MC cewek nya😍😍😍😍
semangat ya
Amber Mist: wahhh, makasi Yang Mulia, dukung aku terusnya "follow" dan jangan lupa "bintang5nya"
total 1 replies
sasa adzka
hallo baru mampir kak othor...
semoga sampai tamat ya😍😍
semangat up nya💪💪
Amber Mist
Yang Mulia Datu Zahra, bagian mana ya yg fisiknya brubah? coba dibaca ulang, karena Meilin ahli racun kak, itu bukan fisik yg brubah tapi jiwanya uda ganti kak
Datu Zahra
Dibab sebelumnya disebutin udah lewat seminggu, tambah dua hari seudha kaisar pergi sampe fisik berubah, ya kali nyebut racun semalam. ngaco
Amber Mist: Yang Mulia, sepertinya harus baca ulang ya
total 1 replies
Amber Mist
Halo Yang Mulia Ratu pembaca setia Permaisuri Lin, Salam Kenal.

Yuk, voting, kalian lebih suka aku upload di jam brp?

Yang setia ikutin, pencet " ikuti" + kasih 💫 bintangmu ya.

Hamba butuh dukungan kalian
Alia Chans
suka.... like + bunga😉
semangat thor nulisnya nya🤭




kalo berkenan mampir thor😉
Amber Mist: 😍👍 siap kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!