NovelToon NovelToon
Ikrar Cinta Sehidup Sesurga

Ikrar Cinta Sehidup Sesurga

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:58.8k
Nilai: 5
Nama Author: ayuwidia

Cinta tanpa syarat ... itulah yang diharapkan oleh seorang gadis bernama Aninda Sukma. Cinta pertamanya kandas karena ujian hidup yang teramat berat.

Disetiap malam, Aninda melangitkan pinta dan merayu pada-Nya agar dipertemukan dengan seseorang yang benar-benar tulus mencintanya.

Sehidup ... sesurga, ikrar cinta yang ingin ia dengar dari bibir kekasih yang kelak menjadi imamnya.

Akankah Aninda bertemu dengan seorang calon imam yang mencintainya dengan ketulusan hati? Ikuti kisahnya 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayuwidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiada

Mas Surya, seorang pemuda yang mendekati sempurna. Wajahnya tampan, berakhlak mulia, dan religius. Sungguh, sosok calon imam yang selama ini aku pinta pada-Nya.

"Jadilah sang surya yang mampu menyinari langkah kehidupanku, Mas." Harapanku saat itu ....

.....

Tanpa terasa waktu bergulir begitu cepat. Dua hari lagi saat itu akan tiba. Pertemuan yang insya Allah sebagai awal jalinan kasih kami.

Entah mengapa, hari ini gumpalan awan hitam tetiba menutupi senyum sang surya. Diiringi kilatan petir yang menyambar. Firasat apa ini? Mengapa dadaku serasa sesak. Hatiku kembali perih. Perasaan ini pernah manyapa tatkala kehilangan seseorang yang begitu berarti dalam hidupku, almarhum bapak dan Fadhil.

Ya Allah, jaga dan lindungilah orang-orang yang hamba sayangi.

"Mbak Anin ...." Sapaan Asti membuyarkan lamunanku.

"Asti? Ada apa Dek? Tumben mampir ke kios?" tanya yang keluar dari bibirku disertai seutas senyum. Aku menatap manik mata Asti yang mengembun, seakan menyiratkan duka.

"Mbak ...."

Tetiba Asti memelukku dengan erat. Aku merasa ada kabar yang ingin ia sampaikan.

"Asti, ada apa ini? Apa yang sebenarnya terjadi?"

"Mbak, yang sabar dan ikhlas!"

Ucapan Asti semakin membuatku cemas. Aku berharap, firasatku kali ini tidak benar.

Asti melepas pelukan. Manik mata yang semula mengembun kini berubah menjadi telaga bening.

"Mbak, mas Surya kecelakaan. Mas Surya ... dia ... sudah tiada."

JEGLERR

Ucapan Asti bagai petir yang menyambar tubuhku. Aku terdiam dengan netra yang mulai memanas.

Aku benar-benar tidak percaya jika mas Surya pergi secepat ini.

"Tidak ... ini tidak mungkin. Mas Surya masih hidup. Dia sudah berjanji untuk menemuiku. Dia sudah mempersiapkan semuanya untuk menyambut hubungan yang akan terjalin. Ini tidak mungkin ya Allah ...."

Rasa perih karena kehilangan sosok mas Surya, ribuan kali lipat dari pada rasa perih yang pernah menyapa.

"Mbak, relakan mas Surya pergi," pinta Asti sembari merengkuh tubuhku yang serasa tanpa nyawa.

"As, mas Surya masih hidup. Dia hanya pergi sebentar dan akan kembali lagi."

"Mbak .... Mbak Anin harus kuat. Yang tegar, Mbak! Mas Surya benar-benar sudah pergi dan tidak akan pernah kembali lagi. Mbak, Allah lebih menyayangi mas Surya."

Yaa Robb, teramat besarkah dosa-dosaku, sehingga Engkau memberi hukuman bertubi-tubi. Kebahagiaan yang baru saja menyapa kini berganti duka.

Semenjak mas Surya tiada, aku merasa ... hidupku ini benar-benar tidak berarti. Aku ingin ikut bersamanya. Merengkuh cinta yang abadi.

"Lebih baik Anin mati saja, Bu." Ucapan yang keluar dari bibirku, sebagai ungkapan keputusasaan atas takdir yang telah ditulis dalam lembar kitab-Nya.

"Nin, istighfar Ndhuk! Ibu mohon jangan berkata seperti itu. Jalan hidupmu masih panjang. Ikhlaskan yang sudah tiada. Percayalah, kelak putri ibu ... akan bertemu dengan jodoh yang lebih baik. Nin, kehendak Gusti Allah itu yang terbaik."

"Tapi Bu, jika kehendak-Nya adalah yang terbaik, mengapa Dia selalu merenggut apa yang ingin Anin rengkuh? Mengapa Dia selalu menorehkan duka?"

Ibu memeluk tubuhku erat. Beliau berusaha menguatkan putrinya yang rapuh ini. "Nin, Allah tidak pernah memberikan ujian diluar batas kemampuan hamba-Nya. Yakinlah, setelah badai ujian yang selalu menerpa, kelak akan hadir kebahagiaan yang tiada pernah disangka-sangka."

"Ibu ... maafkan Anin. Maafkan kelemahan iman putri Ibu." Tubuhku berguncang hebat disertai derai air mata duka yang semakin deras mengalir.

....

Malam telah larut. Namun kedua mataku enggan terpejam. Rentetan ujian yang datang silih berganti bagaikan film yang diputar ulang.

Haruskah aku menyerah pada takdir cinta yang tiada pernah berpihak?

Haruskah aku berhenti menyulam mimpi-mimpi indah?

Haruskah aku memilih mengucap kata selamat tinggal pada dunia yang fana ini?

Meski berusaha untuk tetap kuat dan tegar menghadapi kenyataan yang tidak pernah selaras dengan asa, nyatanya ... tubuhku semakin ringkih.

Sejak mas Surya tiada, setiap malam ... mataku sulit terpejam. Hanya bisa terpejam setelah bersujud pada-Nya di sepertiga malam dan melantunkan kalam cinta.

"Nin, sudah tiba waktunya. Kembalilah ke alam keabadian."

Aku berusaha menepis suara-suara yang entah dari mana asalnya. Tubuhku bergetar, nafasku seolah akan habis. Aku merasa nyawaku akan terlepas dari raga.

"Tidak. Jangan sekarang ya Robb. Bagaimana nasib ibu, Asti, dan Azizah bila hamba pergi."

Aku terus berperang dengan zat yang tiada berwujud. Hingga peluh membanjiri seluruh tubuh.

Mungkinkah saat itu telah tiba???

Dalam dekap rukuh, aku terbaring di atas sajadah dengan nafas yang mulai teratur meski sekujur tubuhku dingin dan serasa lemas.

Bukan hanya sekali atau dua kali, aku merasa nyawa ini akan terlepas dari raga. Aku terus berusaha untuk tetap hidup karena janji yang pernah terikrar. Janjiku kepada almarhum bapak yang sampai saat ini belum mampu terpenuhi. Menjaga, melindungi, serta melukis senyum di wajah ibu dan kedua adikku.

....

🍁🍁🍁🍁

Bersambung .....

Mohon maaf jika bertebaran typo 😊🙏

1
Henym
Luar biasa
Wichan606
semangat semangat kak


aku datang lagi kak👋. jangan lupa datang Balik ke karya Forza ya kak 👋
Miss GH
baru tau ada yang baru ini, kok udah end sih tor?
Wichan606
Alhamdulillah udh tanat
Wichan606
semangat author nulisnya. jangan lupa feedback ke karya saya berjudul gadis monochrome. saya tunggu kedatangannya.
Elisabeth Ratna Susanti
keren 😍
Elisabeth Ratna Susanti
lanjut 👍
Elisabeth Ratna Susanti
boomlike sampai sini dulu 😍 plus fav rate 5 😍
Elisabeth Ratna Susanti
hadir di sini 😍
Jumadin Adin
gk enak hutang budi itu, balasnya di bayar sampai mati
Jumadin Adin
ratna yg meninggalkan manran suaminya atau alex meninggal
Ayuwidia: alex meninggal
total 1 replies
Jumadin Adin
jantungnya anin gampang sekali dag dig dug,setiap ada lelaki yg mendejati,apa mmg mudah jatuh cinta
Jumadin Adin
ya Allah kasian kamu anin,semoga ke dpnnta kamu bahagia
Jumadin Adin
visualnya anin mb ayu...apa betul juuuelekk
Ayuwidia: hhaha hiyaaa mungkin, Kak 😅
total 1 replies
Jumadin Adin
jgn terlalu GR anin....jgn gampang suka dg lawan jenis
Jumadin Adin
barokah fi umrik aninda sukma🌺🌺🌺🌺
Jumadin Adin
kayaknya fahri ada perasaan ke anin💘💘💘💘
Jumadin Adin
kok cuma di hukum 10 thn mb ayu
Ayuwidia: itu aja hukumannya nggak sampai dua tahun Kak, sungguh lucu hukum yg ditegakkan 🥺
total 1 replies
Jumadin Adin
ryan hukum seberat beratnya,dia bkn manusia,dia seperti jelmaan iblis
Jumadin Adin
kenapa laki2 pertama buat sakit hati,knp yg kedua lebih parah.knp kok mudah ratna terperosok ke jurang yg sama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!