Shalwa Maharani ia harus menerima kenyataan pahit , melahirkan seorang anak tanpa sosok suami dan harus membesarkannya seorang diri, ia harus berperan menjadi ibu sekaligus ayah yang selalu mencoba memenuhi kebutuhan anaknya yang bernama Naura Ayunindya Farzana.
Aku malu jadi bahan ejekan teman temanku Karna ga punya Ayah tapi kata bunda Ayahku lagi bekerja jauh , "Ayah lihatlah aku"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Hardianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab . 09
Shalwa langsung turun ke bawah menuju meja makan , dan ternyata sudah ada papah Abi dan Mamah Sandra di sana.
" Shal mana Alex ? " tanya papah abi sambil melemparkan senyum.
" Mmmm itu pah mas Alex masih bersiap " jawab Shalwa sedikit gugup seraya mencoba menetralkan detak jantungnya yang seakan bekerja lebih cepat .
" Sebagai istri harus nya membantu suaminya bersiap , bukan malah ditinggalin " sindir mamah Sandra ketus seraya menyendokan makanan ke piring papah Abi .
Deg , Shalwa terpaku oleh perkataan pedas ibu mertuanya .
" Mamah " panggil papah Abi pelan seraya menatap dengan tatapan penuh arti .
" Apa pah ? , terus saja kamu bela dia , perlu kamu tahu ya pah perempuan pilihan kamu itu ternyata tidak becus mengurus suaminya " timpal Mamah Sandra panjang lebar seraya melirik Shalwa dengan ujung matanya .
Shalwa menunduk , ia meremas ujung bajunya dan kedua matanya sudah berkaca kaca .
" Mamah sudah cukup ! , papah ga mau bahas masalah ini lagi " bentak papah Abi , lalu ia mulai menyendokan makanan ke mulut .
Mamah Sandra menatap Shalwa dengan tatapan tajam sehingga membuat Shalwa semakin menunduk ketakutan .
" Shalwaaaaa ...." suara teriakan Alex dari arah kamar , Shalwa terperanjat kaget dan ia langsung pamit pada mertuanya untuk segera menemui Alex .
" Ada apa tuan ?" , tanya Shalwa sambil menundukan kepala .
" Mana sepatu dan tas kerja saya ?" , tanya Alex dengan rahang yang mengeras.
Shalwa pun langsung pergi keruang ganti untuk mengambil sepatu dan tas kerja suaminya .
" Sabarkanlah hamba ya Allah sepertinya Alex tidak akan membiarkan aku istirahat sedikit pun , semua kebutuhan dia harus aku siapkan " . umpat Shalwa menguatkan dirinya .
" Jangan mengumpat , saya bisa dengar " , teriak Alex lagi .
Shalwa gelagapan karna tertangkap basah sedang mengumpat suaminya , " hah bagaimana dia bisa dengar ? " , batin Shalwa bertanya .
" Mana sepatunya ? , Saya bilang jangan mengumpat saya ! " ujar Alex tegas seraya mengambil sepatunya yang ada ditangan Shalwa .
Shalwa berdiri didekat Alex yang sedang memakai sepatu diatas sofa . Setelah selesai Alex berjalan keluar meninggalkan Shalwa yang masih berdiri sambil memegang tas kerjanya .
Shalwa mendengus kesal atas sikap Alex yang dingin, lalu ia mengikuti untuk menyusul dan menemani Alex sarapan . Alex sudah duduk manis didepan meja makan seorang diri , mungkin papah Abi dan mamah Sandra sudah menyelesaikan acara sarapannya.
" Ambilkan saya Sandwitch dan segelas susu segar ! " perintah Alex , dan dengan cepat langsung dianggukan oleh Shalwa .
Setelah melayani suaminya , Shalwa pun ikut duduk untuk sarapan atas perintah Alex .
Ketika Alex sudah berdiri dari duduknya , Shalwa pun langsung ikut berdiri dan mengikuti nya dari belakang sambil menenteng tas kerja milik Alex . Sebelum diperintahkan oleh Alex , Shalwa sudah berinisiatif sendiri karna ia sering melihat almarhum ibunya yang suka mengantarkan Ayah Andi yang ingin berangkat kerja sampai pintu depan .
Ketika sudah sampai dipintu depan , Alex langsung mengambil tas kejanya dan ia langsung masuk kedalam mobil , tak ada ritual cium tangan atau cium kening , Alex melajukan mobilnya meninggalkan Shalwa yang melongo didepan pintu .
Shalwa mengelus dadanya pertanda ia harus sabar menghadapi sikap dingin Alex , Shalwa kembali masuk menuju meja makan melanjutkan sarapannya .
Baru duduk dan akan menyuapi sandwitch kedalam mulut nya , Shalwa dikagetkan dengan sosok ibu mertuanya yang sudah berdiri sambil melipat kedua tangan didepan dada .
" Enak banget yan jam segini masih sarapan " ucap Mamah Sandra sambil menatap Shalwa dengan tatapan elangnya .
" Maaf mah " , jawab Shalwa sambil menyimpan kembali sepotong sandwitch yang sudah siap untuk dimasukan kedalam mulut .
" Cepet bereskan semuanya ! " , Perintah mamah Sandra dan Shalwa pun langsung berdiri dan membereskan meja makan .
" Non biar saya bantu " tawar Bi Ami yang kebetulan sedang berjalan menuju depan dengan bermaksud ingin membuanag sampah ke tempat pembuangan .
" Tidak perlu bi , biarkan dia membereskannya sendiri " Ujar mamah Sandra tegas .
" Tapi nyonya " tolak bi Ami karna tidak tega melihat Shalwa membereskan meja makan sendiri .
" Saya bilang tidak perlu ! , lanjutkan pekerjaan kamu " bentak mamah Sandra .
" Baik nya " jawab Bi Ami dan langsung pergi meninggalkan area meja makan .
" Sekarang kamu ikut saya ! " intruksi Mamah Sandra ketika melihat Shalwa yang sudah selesai membersihkan meja makan .
Shalwa dibawa mamah Sandra ke halaman belakang yang sangat luas , terdapat pepohonan dan berbagai macam tanaman bunga , ada kolam ikannya juga serta kolam untuk berenang .
" Kamu bereskan semua halaman belakang ini , jangan sampai ada sampah satu pun " Perintah mamah Sandra tegas , lalu ia berlalu meninggalkan Shalwa yang masih merluaskan pandangannya .
" Satu lagi kamu bersihkan kolam renang itu " Ujar mamah Sandra sebelum ia benar-benar melangkahkan kakinya meninggalkan Shalwa .
" Halaman seluas ini harus aku bersihkan seorang diri , ya ampun " keluh Shalwa sambil merhatikan sekeliling .
Hufhhh ...., Shalwa menghembuskan nafasnya kasar sambil mencoba mencari alat kebersihan untuk menyapu halaman belakang .
Shalwa mulai menyapu halaman belakang , mengumpulkan semua sampahnya di satu titik , beruntung tidak terlalu ada banyak sampah , terkecuali hanya ada dedaunan kering yang jatuh dari pohon .
Matahari mulai menampakan dirinya , hari pun sudah siang , namun Shalwa baru mengumpulkan semua dedaunan kering disatu titik . Tangannya sesekali mengelap keringat yang bercucuran disekitar dahi , tak ingin lama berdiam diri diatas bawah sinar matahari , Shalwa pun dengan cepat membuang dedaunan kering itu ke tempat pembuangan sampah .
Shalwa berjalan ke arah kolam renang dan Shalwa mulai membersihkannya , namun saat ingin mengambil dedaun yang jatuh ke dalam kolam , tiba-tiba saja kepalanya merasa pusing dan pandangannya gelap .
Byurrrrr.........
Shalwa terjatuh ke dalam kolam , ya Shalwa tak sadarkan diri karna terlalu lama berdiam diri dibawah paparan sinar matahari yang cukup terik , ditambah ia baru mengisi perutnya sedikit .
Setelah beberapa menit Shalwa tak sadarkan diri didalam kolam , bi Tuti berjalan ke halaman belakang berniat ingin memberi makan ikan-ikan peliharaan nyonya dan tuan besar , namun alangkah terkejutnya ia ketika melihat ke arah kolam renang , ada orang yang mengapung diatas air.
" Akhhhhhhh ....tolong ada mayat " Teriak bi Tuti histeris dan membuat semua orang langsung menghampiri ke asal suara termasuk Satpam yang berjaga didepan .
" Ada apa Tuti ? , kenapa teriak-teriak ?" tanya bi Ami ketika sudah sampai dihalaman belakang .
"I i itu mi ada orang yang mengapung diatas kolam renang " jawabnya gelapan sambil jari telunjuknya menunjuk ke arah kolam renang .
" Ya Allah siapa itu bi ?" tanya pak Satpam yang baru datang .
" Coba kita samperin pa " usul bi Yanti sambil menarik tangan pak Satpam .
" Ya Allah pa itu non Shalwa pa , cepat tolong dia paa " ucap bi yanti heboh ketika menyadari bahwa itu Shalwa , pak Satpam pun langsung membuka sepatunya dan langsung mencebur ke dalam kolam lalu segera membawa Shalwa naik keatas.
" Bawa saja kedalam paa " ujar bi Tuti yang sudah khawatir melihat Shalwa yang tak sadarkan diri .
Shalwa dibaringkan diatas Sofa ruang televisi , Bi Tuti langsung bergegas kedapur membuatkan teh hangat.
" Pak Rudi lebih baik ganti baju saja biar non Shalwa kita yang urus dari pada nanti Pak Rudi masuk angin " Saran bi Ami kepada pak Satpam dan langsung dianggukan oleh pak Rudi .
Bi Ami mengoleskan minyak angin disekitar hidung dan pelipis Shalwa , sedangkan Bi Yanti memijat telapak kaki Shalwa lembut .
" Bi gimana ini ? , kenapa non Shalwa belum siuman juga ?" tanya Yanti khawatir karna melihat Shalwa yang tak kunjung siuman .
" Bibi juga tidak tahu Yanti " jawab Bi Ami sambil telus mengoleskan minyak angin dihidung dan pelipis Shalwa .
"Non Shalwa belum siuman ?" Tanya bi Tuti tergesa gesa sambil membawa segelas teh hangat .
" Belum bi " jawab Yanti sambil menggelangkan kepalanya .
" Ya Allah bagaimana ini ? , sebenarnya apa yang terjadi non " ucap Bi Tuti khawatir .
" Seingat Ami tadi pagi setelah non Shawa mengantarkan den Alex kedepan , non Shalwa diperintahkan nyonya untuk membereskan meja makan , awalnya Ami menawarkan diri untuk membantu tapi nyonya langsung melarang Ami " tutur bi Ami panjang lebar .
" Lalu mi? " tanya Tuti penasaran .
" Ami tidak tahu lagi Tut , soalnya Ami lngsung disuruh pergi oleh nyonya " jawab Ami apa adanya .
Emmmm... , Shalwa mulai siuman dan membuka kedua matanya , ia melihat sekelilingi yang sudah ada bi Ami , Bi Tuti dan bi Yanti yang terlihat sangat khawatir .
" Non Alhamdulillah non sudah siuman " Ujar bi Tuti lega seraya mencoba membantu Shalwa untuk bangun dari berbaringnya .
"Bi Shalwa kenapa?" tanya Shalwa pelan .
" Tadi non pingsan didalam kolam renang , non minumlah dulu " ucap Bi Ami sambil menyodorkan gelas berisi teh hangat yang disimpan diatas meja oleh bi Tuti .
" Makasih banyak bi " Shalwa menerima sodoran teh hangat dari bi Ami dan meminumnya dengan perlahan .
" Non kenapa non ada dihalam belakang ?" tanya bi Yanti ketika Shalwa sudah meminum teh hangatnya.
Shalwa langsung terdiam dan ia mulai mengingat kalau ia habis mengerjakan pekerjaan yang diperintah kan oleh mamah Sandra .
" Apa ini semua perintah dari nyonya besar ?" tebak bi Ami .
" Shalwa tidak apa-apa kok bi " ujar Shalwa sambil tersenyum , tanpa menjawab pertanyaan bi Ami .
" Ya sudah kalau begitu non istirahat dikamar biar bibi antar " ucap bi Tuti dan Shalwa langsungmenurut .
Bi Ami dan bi Yanti kembali ke dapur untuk mengerjarkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
" Bi kasihan sekali ya non Shalwa " ucap bi Yanti kepada bi Ami .
" iya Yanti saya juga tidak habis pikir, kenapa nyonya tidak suka kepada Shalwa padahal Shalwa sangat baik dan ramah , tak seperti anak teman-teman arisannya yang dibawa kerumah untuk dijodohkan dengan den Alex " papar bi Ami panjang lebar .
Tanpa mereka sadari sedari tadi ada mata elang yang menatap mereka tidak suka.
"Heh kalian sudah bosan kerja disini " teriak mamah Sandra kepada Bi Ami dan Bi Yanti .
Bi Ami dan bi Yanti terperanjat kaget dan mereka lan6 kembali mengerjakan pekerjaannya.
-
-
-
Yang kuat ya Neng Shalwa 😥
😘
😘
😘
Jangan lupa tinggalkan jejak Like komen dan Vote dan jangan lupa tambahkan ke Favorite 💙 , Makasih banyak yang sudah sudi mampir dan memberi dukungannya pokoknya love love buat kalian semua 😍😍🙏