Memiliki suami tampan, mapan, baik dan penyayang adalah impian semua wanita, tapi tidak bagi Bella.
Empat kriteria yang di idamkan para wanita justru menjadi musibah buat Bella. Nathan, pria yang ia nikahi, ia percaya, ternyata mengkhianatinya. Diam diam Nathan menikahi wanita lain di kota tempat ia bekerja. Kepulangan Nathan kembali ke rumah harusnya menjadi kabar yang membahagiakan Bella.
Namun, kenyataan berbicara lain, Nathan pulang bersama istri barunya.
Hancur? sudah pasti. Namun luka yang Bella terima tidak hanya sampai di situ. Nathan dan ibu mertua menuduh Bella telah selingkuh dan tidak mengakui darah dagingnya sendiri.
Nathan. "Dia bukan putraku!"
Greta. "Akhirnya rencana malam itu membuahkan hasil, akan kusimpan rencana besar ini."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Patma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pekerjaan Baru
Bella duduk termenung di tepi tempat tidur, menatap sehelai rambut Nathan di dalam kantong plastik berukuran kecil.
"Padahal ini salah satu cara supaya mas Nathan percaya kalau Dimas adalah anak kandungnya. Tapi ternyata tes DNA membutuhkan biaya yang lumayan mahal. Tabunganku sudah makin menipis, kalau terpaksa di pakai... Mana ada buat bekal sehari-hari lagian kurangnya masih banyak, harus cari tambahan dari mana?" gumamnya.
Pagi tadi Bella mendatangi rumah sakit dan bertanya mengenai biaya tes DNA. Bagi Bella jumlah yang di sebutkan Dokter terlalu mahal untuk saat ini. Apalagi sekarang Bella tidak memiliki tabungan lagi. Gaji di toko roti tidak dapat memenuhi kebutuhan Dimas.
"Apa aku harus cari kerjaan sampingan? tapi apa?"
Bella beranjak dari tempat tidur, lalu menyimpan rambut dalam plastik kecil ke dalam laci meja. Ia memutuskan untuk melakukan tes DNA setelah dananya terkumpul.
Tiba tiba ponsel milik Bella berdering, lalu ia ambil ponsel yang ada di atas meja. Ternyata ada pesan singkat dari Andri yang memberitahu info loker.
Andri memberitahu kalau ada perusahaan yang membuka lowongan kerja sebagai cleaning service dengan gaji yang cukup lumayan di banding toko roti.
"Benarkah?" Bella melototkan kedua matanya. "Cepat sekali dia mendapat informasi tentang lowongan kerjaan. Kau memang bisa di andalkan Andri." Bella tertawa cekikikan. Ia memutuskan untuk mencoba melamar ke perusahaan tersebut.
***
Satu hari cukup bagi Bella membuat persyaratan apa saja untuk melamar pekerjaan di perusahaan Gandratam Group. Sebuah perusahaan besar di bidang tekstil terbesar di Asia.
"Kalau nanti kau di terima kerja, otomatis kau akan keluar kerja dari toko roti." Andri menundukkan kepala, membayangkan kesepiannya saat bekerja nanti.
"Hei kau ini kenapa? kita kan bisa ketemu di luar, dan seperti biasa kau juga bisa datang ke rumah Bibi." jelas Bella, tau yang di pikirkan Andri.
"Baiklah. Demi kebaikanmu, aku tidak keberatan."
Bella menggelengkan kepala. "Jadi nganternya enggak? cepatan keburu terlambat nanti di embat orang lagi lowongannya!"
"Tunggu dulu! cek ulang lagi berkasnya, nanti ada yang kurang atau tertinggal bisa berabe."
Bella mengecek ulang berkas persyaratan lamarannya, setelah semua selesai, akhirnya Bella dan Andri langsung meluncur ke perusahaan tersebut.
Tak butuh waktu lama, mereka telah sampai di depan pintu gerbang perusahaan. Bella turun dari atas motor, dan membuka helmnya.
Sebuah mobil mewah memasuki gerbang perusahaan, sekilas pandang Bella melihat sosok pria yang ia kenal.
"Sepertinya tidak asing." Bella mengerutkan dahi mengingat sosok pria tersebut. "Pengamen itu kah?" Bella melototkan mata, namun ia langsung menepisnya. "Mana mungkin, dia kan seorang pengamen, mungkin hanya kebetulan mirip saja."
"Hei!" Andri membuyarkan lamunan Bella dan itu membuat Bella marah.
"Kau bikin aku kaget saja!" Bella memukul bahu Andri.
"Salah sendiri malah bengong, bukannya langsung masuk. Tadi katanya takut keburu ada yang embat." jelas Andri.
"Kau benar!" Bella langsung berlari memasuki gedung perusahaan.
"Semoga beruntung!!" teriak Andri, lalu ia memarkirkan motornya dan memutuskan untuk menunggu Bella.
Hampir satu jam Bella menunggu, tiba saat namanya di panggil Bella merasa jantungnya berdetak tidak karuan. Takut kalau dirinya tidak lulus dan tidak di terima bekerja di perusahaan tersebut. Namun ia akan berusaha supaya pihak HRD bisa menerimanya.
Setengah jam kemudian, Bella menghampiri Andri yang menunggunya di parkiran, Andri menatap bingung melihat ekspresi wajah Bella.
"Diterima? apa di tolak?" Andri langsung menanyakan tanpa ada basa basi terlebih dahulu.
"Diterima!" jawab Bella sambil meloncat kegirangan. "Aku di terima dan katanya besok bisa mulai untuk bekerja." timpalnya lagi.
"Syukurlah." Andri tersenyum samar. Lalu berikutnya dia tersenyum mengembang melihat kebahagiaan Bella.
"Semoga bisa secepatnya aku melakukan tes DNA." gumam Bella dalam hati.
kesabaran membawa kebahagian buat bella dan kel nya
pdhl ms penasarn sm papa ny bella
smg dimas baik3 sj
oh y thor kbr ayhny bella gimn ap sudh meninggl atu msi hdup
kbr ibu margaret gimn thor
msi adlg rhasua yg blm trbingkar tgu aja