"Yang namanya di kampus, pasti banyak dong, mahasiswi-mahasiswi yang cantik, kan gampang tinggal pilih. Tapi kenapa kamu masih jomlo juga sampai kamu jamuran?
Jeff langsung menoleh, menatap Kayla dengan sorot mata tajam.
"Kamu pikir mencari istri itu mudah? Semudah mencari cabai dalam tumis kangkung? Enggak La?"
"Lagian siapa juga yang mau sama kamu. Galak. Palingan cuma aku doang" celetuk Kayla yang lagi-lagi membuat Jeff semakin geram.
"Aku juga kepaksa nikah sama kamu, siapa juga yang mau sama kamu. Janda dua kali dan gagal nikah tiga kali."
***
Jeff merasa apes. Sebab, ia dijodohkan oleh orang tuanya dengan Kayla yang sudah berkali-kali gagal berumah tangga. Bukan hanya itu saja, wanita itu juga galak dan sangat jutek.
Tapi, apa sebenarnya yang menyebabkan Kayla gagal berumah tangga berulang kali? Dan trauma apa yang pernah menjadi ketakutannya bila berdekatan dengan laki-laki?
Temukan jawabannya di sini~
Happy reading!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jebakan Jeff
Beberapa puluh menit berlalu~
Ternyata gampang-gampang susah membantu Kayla agar wanita itu lekas tersadar dari ketidaksadarannya. Tapi Jeff bukan-lah orang yang minim pengetahuan. Dia tenang karena ia yakin Kayla baik-baik saja. Kayla hanya syok biasa yang di sebabkan oleh rasa panik dan ketakutan. Siapa pun bisa mengalami hal itu dan akan kembali normal bila mereka tersadar.
Tapi Jeff tidak akan menunda lagi. Setelah Kayla tersadar nanti, ia pasti akan membuat wanita itu mengakui apa yang terjadi padanya. Harus! Semua orang harus bisa jujur denganku, batin Jeff optimis.
Tapi bukan-kah sesuatu yang buruk tidak boleh di sembunyikan sendiri apa pun alasannya?
Akan berdampak tidak baik pada diri Kayla yang mungkin akan berlaku selamanya jika tak secepatnya di tangani. Dan mungkin inilah jalan Tuhan untuk mempersatukan mereka berdua. Tuhan ingin menjadikan Jeff penyembuh bagi Kayla. Ya. Mungkin seperti itu garis besarnya. Dan Jeff tidak pernah merasa keberatan jika harus menjadi perantara itu.
Perlahan, kelopak mata yang bertaburan eye shadow berwarna ke emas-emasan itu bergerak. Bulu mata yang panjang nan lentik itu perlahan terangkat ke atas memperlihatkan isian bola mata yang indah nan bening. Sebening embun. Jeff mengakui bahwa Kayla adalah perpaduan yang sangat sempurna dari Mami dan Daddy-nya, walau pun tak pernah keluar dari mulutnya sendiri secara terang-terangan.
“Kamu dah sadar?” tanya Jeff.
Namun bukannya menjawab, Kayla justru menanyakan hal lain. “Sudah sampai di Madinah?”
“Sudah sampai di Canada.” jawab Jeff sambil menahan tawa. Bisa-bisanya Kayla malah sedang Umroh sendirian di tengah-tengah kepanikannya.
“Kamu ngapain duduk disitu Jeff?”
Jeff mengernyit heran. “Lalu aku harus duduk di mana?”
“Ah iya, ini kan rumahmu ya? Sorry aku lupa.” Sambil menepuk jidatnya berkali-kali.
“Kamu lupa tadi kamu kenapa?” tanya Jeff.
“Oh iya aku tadi pingsan ya, hehehe ... makasih ya udah bantuin aku.”
Dan Jeff hanya menjawabnya dengan deheman saja.
Masih dengan posisi yang tadi, Jeff duduk di depan Kayla. Membuat Kayla grogi dan gugup. Kayla menggulung-gulung rambutnya. Salah tingkah ia di tatap seperti itu oleh Jeff.
“Ada yang ingin aku bicarakan.”
Kayla menaikkan alisnya. “A-apa Jeff?”
“Apa yang terjadi denganmu? Tentang tadi.”
“Ya?” jawab Kayla sangat gugup. “Me-memangnya aku kenapa sih? Kan hanya pingsan. Mungkin aku kelelahan. Itu saja.”
“Jangan berkelit atau aku akan buktikan sekarang!” Jeff berkata dengan tegas. Bagaimana dia berkata sepeti itu. Bukankah seharian Kayla hanya tiduran di kamar? Tak melakukan apa-apa?
“Apa sih Jeff? Jangan ngarang-ngarang deh.”
“Baiklah, aku akan membuatmu mengakuinya!” Ucap Jeff lalu langsung mencondongkan wajahnya ke wajah Kayla. Kini wajah mereka hanya beberapa senti meter saja.
“Kamu mau ngapain aku?” tanya Kayla.
“Menyatukan tubuhku dan tubuhmu,” bisiknya di telinga.
Cukup lama mereka dalam posisi seperti itu. Bahkan Kayla dapat merasakan hembusan nafas hangat Jeff menerpa kulit wajahnya. Dan Kayla, mulai bereaksi lain padahal Jeff belum melakukan apapun.
Meskipun Kayla belum berteriak, namun nafas Kayla yang memburu, telah menjadi buktinya. Keringat dingin juga semakin mengembun di pelipisnya. Seolah-olah, Kayla sedang berhadapan dengan predator yang sangat berbahaya.
“Cukup!” seru Kayla. Pada akhirnya, wanita itu menyerah.
Jeff mencukupkan diri berbuat seperti tadi. Dia memundurkan wajahnya pelan.
“Oke, aku memang perempuan yang nggak ada gunanya.” Wanita itu mulai meracau. “Aku nggak bisa masak, aku nggak bisa mencuci pakaianmu, aku nggak bisa mengerjakan pekerjaan rumah. Apalagi hal yang paling intim, yaitu melayanimu di tempat tidur. Aku nggak bisa apa-apa. Dan pantas jika lima kali laki-laki yang berusaha atau telah menghalalkanku, mereka meninggalkan aku. Aku memang nggak pantas buat mereka.”
Yes. Jeff telah berhasil membuat wanita itu mau mengakuinya. Kerja yang bagus Jeff! Jeff membatin senang. Tapi untuk sementara ia berdiam diri dulu, menunggu wanita itu menjelaskan semuanya.
“Aku perempuan yang sakit, Jeff, hiks .... Aku pasrah kalau aku harus gagal lagi denganmu. Aku mengizinkanmu untuk menceraikanku kalau kamu mau. Aku memaklumi dan tau diri. Setiap laki-laki pasti ingin memiliki istri yang baik lahir maupun batinnya. Dan kamu nggak bisa menemukan salah satunya dari dalam diriku. Aku bisa pergi kapan pun kamu mau. Nggak pa-apa.”
Mendengar pengakuan itu membuat Jeff tertawa sumbang. “Kamu yakin? Rela bila aku menikah lagi, lalu meninggalkanmu?”
Kayla memegangi lengan Jeff dengan sedikit manja. “Ihhh! Itu kan perumpamaan. Tapi kalau bisa ya jangan dong, kasihan sama aku. Masa aku jadi janda lagi ...,” ucap Kayla cemberut.
Orang-orang udah punya anak empat seperti Kak James, masa aku masih berkelana mencari sang pujangga. Nikah lagi bubar lagi mau nikah lagi bubar lagi, begitu saja terus sampai nenek-nenek tua keriput giginya tinggal dua. Kayla menggerutu dalam hatinya.
Tapi, kapan sih, ia bisa melakukan itu? Sedih sekali jika Kayla harus selalu tertinggal dengan teman-temannya yang lain. Usia Kayla sekarang sudah menginjak kepala tiga.
“Tadi katanya ikhlas?” Jeff membalikkan fakta.
“Coba tolong aku dari sisi kemanusiaan ....”
Jeff hanya berdecak. Dasar Keriting! Intinya Kayla itu nggak mau di ceraikan olehnya ‘kan? Begitu saja berbelit dasar wanita.
“Apa yang membuat kamu ketakutan jika aku dekati?” tanya Jeff menyelidik. “Apa ini juga yang menyebabkan semua laki-laki meninggalkanmu?”
Kayla mengangguk sambil mengusap lelehan air matanya. Ia mengambil tisu, dengan percaya diri ia juga membuang ingus akibat menangisnya di depan Jeff. Membuat Jeff bergidik.
“Jorok!”
Jeff beranjak berdiri meninggalkan Kayla. Dari jalannya terlihat laki-laki itu teramat buru-buru. Sehingga mengundang perhatian Kayla untuk mengikutinya.
“Jeff? Kamu mau ke mana? Jeff? Kamu mau ninggalin aku? Kamu marah?” tanya Kayla sedikit ketakutan. "Oke, oke. Aku nggak akan sembarangan lagi. Aku minta maaf ya. Plis plis plis! Jam--eh pak Dosen ganteng. Seganteng Cristian Gonjales."
“Apaan orang mau setoran ke toilet. Ngapain kamu mau ikut-ikutan?”
Kayla sontak berdecak kesal.
“Izzzhhh! Ampun deh pait pit pait!” kesal Kayla dengan wajah yang merah menahan malu..Ia kira Jeff mau pergi meninggalkannya. Ternyata mau be ol. “Bilang kek dari tadi! Jamuran!”
“Urusan kita belum selesai, aku akan mengusut tuntas apa yang terjadi sama kamu. Aku yakin kamu belum mengatakan semuanya!” Seru Jeff dari dalam kamar mandi.
Tanpa Kayla sadari, Kayla masih berdiri di depan pintu itu. “Ngapain juga aku nungguin dia BAB, astagaaa ....”
Kayla memukul-mukul gagang pintu dengan keras. Membagongkan. Maki Kayla kepada dirinya sendiri.
**
To be continued.
pertanyaan simple kenapa kalian tidak tanya pada diri kalian apakah kalian juga mengerti pada suami kalian, apakah kalian juga pengertian terhadap suami kalian
kenapa wanita dicap wanita egois ya ini
saat menuntut pengertian dia sendiri tidak mau mengerti keadaan suaminya
*jeff , hanya jeff berjuang untuk rumah tangganya, jeff sabar dengan segala kelakuan Kayla, jeff berkali memaafkan Kayla, jeff bersikap bodoh mempertahankan rumah tangganya, sampai jeff melawan ibunya untuk mempertahankan Kayla, jeff sabar menanti dan membujuk maaf dari Kayla,
*Kayla, pembangkang, melawan semua perintah suami, berkali2. melakukan kesalahan, yang gatal karena keras kepalanya yang menyebabkan nyawa janin keguguran, saat suami marah bukannya memujuk dan berjuang dan bersabar mendapatkan maaf suami, ini dia pergi dari rumah dan minta cerai (ini kesalahan fatal lagi) dia egois merasa dirinya yang tersakiti karena suami tidak mudah memaafkannya, nyatanya dia juga tidak mudah memaafkan suaminya,
sebutkan satu saja yang membuat jeff merasa beruntung dapat Kayla, kalau bagi aku tidak ada sama sekali
maaf aku bukan bilang novel tidak bagus, kalau mau jujur aku akui novelmu sangat bagus, dari sisi karya, ide cerita, penulisan dan jalan cerita yang mudah dimengerti dan moment penting juga dapat tapi hanya keadilan terhadap pemeran utama wanita dan pemeran utama pria yang kurang, karena author masih kurang adil terhadap pemeran utama pria
*coba kalau konflik awalnya istri yang salah buat istri yang menyesal, berjuang dapat maaf, berjuang meluluhkan hati suaminya, jangan kalian buat isu pengalihan yang istri buat salah kalian buat suami juga buat salah yang ujung suami yang meresa bersalah dan minta maaf dan berjuang
*coba kalian berani buat novel istri yang membuat salah istri juga yang menyelesaikan masalah itu tampa di beri pengalihan isu
*kayak konflik ini jelas2 Kayla yang salah, dia tidak menghargai suaminya, berbuat sesuka hatinya, tidak mau mendengar perintah suami, membangkang yang ujung mereka kehilangan janin yang jelas2 akibat kelalaian Kayla, memang ini musibah tapi kenyataannya kayla yang membuat musibah ini karena keegoisannya, tapi apa yang terjadi kalian tutupi kesalahan Kayla ini dengan membuat jeff juga buat salah yang ujung2 jeff yang dibuat bersalah, menyesal, dan berjuang
*aku secara pribadi akan salut ama author kalau author bisa berbesar hati buat Kayla yang berjuang mendapatkan maaf dan kesempatan dari suami sampai masalah ini selesai, buat Kayla jadi wanita tangguh yang berbuat salah dan berani menyelesaikan masalahnya tampa membuat pengalihan isu suami yang salah