Novel ini berkisah tentang pertemuan seorang pemuda tampan dengan gadis kecil yang masih duduk di bangku menengah atas mereka di pertemukan di waktu yang tidak tepat dan dipertemukan kembali dikenyataan dimana takdir selalu mempertemukan mereka..
" Rinjani Cantika Gunawan" gadis cantik yang tidak sengaja bertemu dengan seorang pemuda tampan disebuah club malam saat dirinya menghadiri pesta ulang tahun temannya..
" Revan Geraldy " pemuda tampan bak malaikat tak bersayap kehidupannya kacau setelah ketemu dengan gadis cantik yang menjadi muridnya..
gimana ceritanya pantengin terus yah ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my Kyung Soo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Revan yang sudah selesai dengan tugas akhirnya sekarang harus siap dengan tugas barunya berat memang untuk dijalaninya apalagi ditambah dia harus mendengar ledekan dari kedua sahabatnya seperti sekarang mereka lagi nongkrong di kafe milik Rio..
" lu beneran Van jadi guru kosleting di sekolahan milik keluarga lu " tanya Gilang
" ya gth " ucap Revan singkat
" trus kenapa muka lu di tekuk begitu harusnya lu seneng bisa cuci mata sama daun muda " ledek Rio
" sialan lu berdua bisanya ngeledek gue lu tau gak gue pertama datang ke sekolah tuh harus dihadapi sama siswi yang pada ganjen ada juga yang nyebelin termasuk adek gue " ucap Revan dia selalu mengeluh setiap saat kepada kedua sahabatnya..
" emang adek lu nyebelin gimana " tanya Gilang
" masa dia gak ngakuin gue sebagai kakanya dan yang lebih parah kita harus saling tak mengenal satu sama lain walaupun para guru tau kalo gue sama Renata adek kaka " ucap Revan
" gile gue angkat jempol sama adek lu rencananya gokil abis tapi Van kayanya ketampanan lu gak berlaku deh sama adek lu buktinya adek lu malu punya kaka kaya lu " ledek Rio
" emang ya lu pada kalo buat mojokin orang emang paling jago " ucap Revan kesal
tapi tiba-tiba pembicaraan mereka terhenti saat ada ketiga gadis cantik masuk ke kedai kafe milik Rio siapa lagi kalo bukan Rinjani, Renata, dan Vanya mereka bertiga pun melirik ke arah anak SMA itu..
sama kaya Revan dan kedua sahabatnya Rinjani dan kedua sahabatnya sangat teekejut harus bertemu dengan guru BK mereka..
" ya ampun itu coca-cola sekolah kita " heboh Vanya
" berisik lu " ucap Rinjani dan Renata
mereka berdua berpura-pura tak melihat ke arah meja milik Revan mereka memilih untuk duduk di dekat kaca yang memperlihatkan pemandangan macetnya jalanan ibukota..
Rio pun menghampiri ketiga gadis itu dia sengaja menawarkan diri untuk melayani mereka apalagi Rio sudah menaksir Renata dari dia masih duduk di bangku SMP..
" selamat sore mau pesan apa " ucap Rio sambil tersenyum
" sore kami mau pesan es capuchino tiga sama chees cake nya tiga " ucap Rinjani
" baik di tunggu " ucap Rio
Rio pun melirik ke arah Renata sebentar lalu pergi meninggalkan meja para gadis itu setelah sepeninggalan Rio ketiga gadis itu asik mengobrol sesekali tertawa..
di meja lain yaitu di meja Revan gilang yang terus menggodanya dan berbisik membuat Revan semakin di tekuk mukanya..
" Van benar kata lu adek lu gak mau kenal sama lu kayanya muka lu butuh di paste ulang deh biar fresh dan adek lu gak malu ngenalin lu sebagai kakanya di hadapan teman-temannya " bisik Gilang meledek
" bisa diem kagak lu " ucap Revan kesal
" coba lu liat adek lu gak sekali ngelirik kesini beda sama sahabatnya yang satu itu dari tadi dia ngelihatin kemari " ucap Gilang
" gak usah berisik kepala gue puyeng denger lu bacot mulu " ucap Revan
Gilang yang tak berhenti berbicara membuat Revan semakin kesal Revan pun menghampit kepala Gilang di ketiaknya dan kakinya sengaja Revan injek biar penderitaan sahabatnya bertambah..
kegaduhan yang dibuat Revan dan Gilang membuat para pengunjung melihat ke arah mereka ada yang tersenyum melihat kelakuan mereka ada juga yang geleng-geleng kepala karena mereka melihat orang dewasa tapi kelakuan kaya anak tk baru masuk..
Rio yang melihat kelakuan kedua sahabatnya hanya menepuk dahinya sambil menggelengkan kepalanya..
" ini silahkan dinikmati jangan menghiraukan kedua laki-laki yang disana mereka udah pada gila " ucap Rio bercanda membuat kedua gadis disana hanya tersenyum sedangkan Renata dia sudah menutup wajahnya dengan tangan karena malu melihat kelakuan kakanya Rio yang melihat itu hanya tersenyum lalu berlalu meninggalkan mereka dan berjalan menuju meja Revan..
" lu berdua bisa tenang sedikit gak sih malu sama pelanggan gue lu pada kaya bocah ajh " ucap Rio
Revan dan Gilang hanya cengengesan gak jelas membuat Rio mendengus kesal..
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😇😇
happy reading guys 😇😇