Gak ada kata-kata, kecuali, sehat selalu buat semua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanty fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENGGODA ATAU TERGODA
🐥Selamat Membaca🐥
Rasa penasaran Abie terhadap si penulis novel online itu. Membuat jiwa kepo laki-laki 20 tahun itu meronta-ronta, semakin hari Abie semakin memperlihatkan betapa perhatian dan perdulinya dia, walau lagi-lagi dia tetap mendapatkan sikap cuek dari si penulis tersebut.
___^
"Huuuuuuaaammmmm...!" Abie bangun dari tidurnya yang langsung di sambut senyuman dari bibir si mama.
"Carla. Kenapa kau berada di kamarku?" Tanya Abie tanpa ragu, bahkan memanggil si mama dengan nama saja.
"Bie, mama rindu jadi saat mama sampai rumah langsung ke kamarmu, tadi mama kira kamu tak ada. Tapi ternyata mama salah. Abie justru sedang teridur dengan pulasya." Jelas si mama lagi.
"Heeeeeem. Sok perhatian sekali anda ya! Mama datang ke Bie hanya ketika mama rindu, mama tak sedikit pun memperhatikanku." Jawabnya ketus namun itu memang isi hatinya.
Si mama hanya tersenyum sendu mendengar kejujuran dari bibir anaknya itu. Tanpa basa basi si mama mendaratkan kecupan di kening Abie, seolah-olah tak perdulu dengan apa yang baru saja di dengarnya.
______________
Jam menunjukan pukul 08. 00 pagi, anak muda itu segera keluar dari kamarnya. Dengan tampilan rapih nan mempesona.
"Pagi, sayang, ayo sarapan!" Ajak si mama tanpa ke raguan.
Namun Abie terkejut luar biasa, karena di meja makan tersebut bukan hanya ada si mama saja. melainkan ada Irfan seseorang yang di perkenalkan sang mama akan menjadi papa sambungnya.
Laki-laki paruh baya itu tersenyum ramah untuk menyapa anak calon istrinya, namun sayang tak sedikit pun Abie memperdulikan sapa,an darinya.
"Sabar. Dia hanya belum menerima saja," gumam Irfan dalam hatinya.
Sementara Abie sudah lenyap dari hadapan mereka berdua. Pergi tanpa permisi bahkan tak sedikit pun sarapan pagi. Abie benar-benar sok tak perduli.
_
Abie kini duduk di kursi kemudi, anak muda itu memacu mobil mewah miliknya dengan kecepatan yang luar biasa. Hal itu Abie lakukan untuk meluapkan kekecewaan dan kekesalanya, sebab, Abie sendiri tak bisa memerima betapa menderita dia saat ini. Karena dia sadar, bahwa si mama atau pun si papa tak sedikit perduli dengan perasaanya.
Abie ingin di perhatikan dan di tegur saat melakukan kesalahan. Abie ingin kedua orang tuanya tau saat dia sedang butuh, sebab dia tak mendapatkan itu semua, karena baik si mama atau pun si papa, sibuk dengan pekerjaanya masing-masing.
_
CHIIIIIIITTTTT.
Anak muda itu memarkirkan mobilnya di suatu tempat, dimana dia bisa berteriak sekuat tenaga. Lagi-lagi pantai menjadi pilihanya. Karena Abie merasa debur ombak menauti terikan-teriakan yang selalu dia lakukan.
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa______________!
Pekiknya menggema, hingga membuat semua mata kini tertuju ke arahnya. Karena teriakan Abie yang tak bisa membuat siapa saja menatapnya dengan penuh tanya.
"Heeeeey. Kau kenapa?" Tanya seseorang wanita dangan penampilan yang benar-benar mengguncang iman.
Anak muda itu menelan salivanya, saat menatap penampilan wanita yang kini ada di hadapanya. Walau wanita itu menyapanya dengan ramah, namun otak nakal Abie traveling kemana-mana saat menatap lekuk tubuh si wanita yang menggunakan baju kurang bahan.
"Wwooooow. Ada bidadari cantik, nih." Abie mengeluarkan jurus mautnya.
"Ada apa denganmu, anak muda? Kenapa kau berteriak-teriak macam orang gila?" Tanya si wanita lagi.
"Panggil saja aku, Abie! Aku benar-benar terharu di perhatikan oleh wanita cantik sepertimu." Gombal Abie lagi tanpa ragu.
"Hahahahahaha. Benarkah?" Tawa wanita itu sok manja, bahkan gunung kembar yang terbalut kain tipis itu terguncang karena tawanya. "Jadi namamu, Abie, perkenalkan namaku Elita, panggil saja Eli!" Serunya lembut.
"Baiklah," jawab Abie singkat.
Setelah saling berkenalan kini keduanya terlihat sangat akrab. Namun entah mengapa, fikiran Abie mesum saja saat menatap tubuh si wanita, yang lebih parah si wanita tersebut seolah tanpa malu menunjukan lekuk tubuhnya yang indah itu.
"Apa pekerjaanmu?" Tanya Eli kepada Abie
"Aku mahasiswa, dan pekerjaanku hanya menghabiskan uang kedua orang tuaku." Jelas Abie tanpa ragu hingga membuat Eli tersenyum riang.
"Owww. Ternyata kau seorang mahasiswa, aku kira kau pengusaha muda," jelas Eli.
"Iya, aku memang pengusaha, pengusaha untuk menaklukan wanita-wanita seperti anda." Jawab Abie lagi.
"Awww, benarkah?" Tanya si wanita sok manja. "Apa, mungkin laki-laki berwajah polos sepertimu benar-benar melakukanya?" Tanya Eli tak percaya.
"Wwoooow, anda meragukan saya. Apakan kau ingin mencoba, tidur bersamaku?" Bisik Abie tanpa ragu. Seraya mencolek hidup si wanita itu.
Senyum Abie yang menggoda, membuat siapa saja meleleh di buatnya. Termasuk wanita bernama Eli itu, dia benar-bener tergoda dengan senyum sexi yang keluar dari bibir Abie.
"Kau benar-benar melakukanya, apa aku saja yang salah dengar, mana mungkin wajah polos sepertimu melakukan hal segila itu?" Ucap si wanita dengan nada yang sangat manja.
Suara sexi wanita itu membuat jiwa laki-laki Abie benar-benar tertantang. "Kau pilih saja, hotel mana yang kau suka, dan nanti malam akan ku temui kau di sana. Ini no hp ku!" Titah Abie tanpa basa basi seraya berlalu dari hadapan wanita itu.
"Heeey, kau mau kemana?" Pekik Eli.
"Kuliah. Jangan lupa kabarai aku nanti malam ya!" Seru Abie lagi yang sebenarnya membuat Abie geli sendiri.
Eli tersenyum kelu, wanita cantik yang usianya kira-kira 7 tahun lebih tua di atas Abie itu, merasa tak percaya dengan anak muda yang baru saja di temuinya.
"Gila. Tak ku sangka, wajah sepolos dia ternyata penjahat wanita." Gumam Eli dalam hati seraya menatap langkah Abie yang kian menjauh darinya.
______
Abie pergi menemui Dani sahabatnya, anak muda itu datang ke kampus tanpa masuk jam pelajaran. Jiwa malas Abie kini kian membahana. Entahlah, sebab dunia Abie benar-benar tengah bermasalah jadi untuk masuk kelas pelajaran itu keajaiban baginya.
"Kau darimana, Bie? Kenapa tak masuk kelas tadi?" Tanya Dani tanpa basa-basi.
"Gue lagi gak mood kuliah," jawabnya. "Tapi, jangan panggil Abie jika tak bisa mendapat nilai tertinggi." Tambahnya lagi.
Dani pun tertawa saat mendengar ucapan dari bibir sahabatnya. Sebab memang benar adanya, bahwa anak muda itu selalu mendapatkan apa yang dia mau. Bahkan nilai tertinggi mampu dia raih, meski jarang masuk kuliah. Entahlah, terbuat dari apa otak si Abie itu kecerdasanya memang di atas rata-rata.
"Dan entar malam temenin gue, ya!" Pintanya.
"Memangnya elu mau kemana?"
Abie pun membisikan sesuatu di telinga sahabatnya, tetang hal apa yang nanti malam akan di lakukanya.
"Gila, lu mau main perempuan lagi, Bie?" Dani mengerutkan wajahnya.
"Yeeeees. Aku lagi mau tenangin otak dulu," Jawabnya tanpa ragu.
Dani hanya geleng-geleng kepala, dia faham betul saat Abie bermain wanita, itu adalah tanda bahwa Abie tengah banyak masalah dan suasana hatinya sedang tak baik-baik saja.
Benar. Karena Abie sedang merasa benci dengan keadaan hidupnya kini, terlebih lagi saat Abie tau bahwa sang mama akan menikah lagi. Hal itu sungguh menyakiti hati dan perasaanya.
Namun Abie tak pernah sadar, bahwa sesungguhnya dia tengah menghancurkan dirinya sendiri.
_______
PERCAYALAH BIE...
Hidup akan indah pada waktunya.
🐥Terima Kasih🐥
bank abie maaf ya waktu itu gak sengaja kepencet unfollow jadi ilang pertemanan kita pdhal banyak yg pingin diobrolin.
Tetap semangat dan selalu positif thingking meski semua bergantung takdir yang kuasa
Semoga dipermudahkan, dikuatkan dan selalu ikhlaskan hati
Apapun serba mungkin jika Yang Kuàsa berkehendak
sepertinya ortunya jg mengingkari kenyataan🤔
kangeeeeeeeennnnn 🥰
mdh2n Abang selalu d beri kesehatan yahhh
aku gabung d GC tp baru tau segala nya hari ini 😭😭😭😭
yg sabar ka Desi buat ngasih semangat k bang BIE 💪💪💪💪