Misya Alexandra, polisi wanita yang ditugaskan mencari seorang artis populer yang menghilang dari rumah setelah asisten pribadinya gantung diri.
Dalam masa pencarian Misya menemukan sebuah catatan kematian dari seorang yang bernama Jara. Pesan itu memberitahukan bahwa jara mampu membunuh sesuka hati menggunakan catatan yang didapatkannya dari iblis.
Tidak ada yang percaya akan hal itu. Akan tetapi…
Sejak pesan tersebut diterimanya. Pembunuhan berantai terus terjadi, semua terjadi di sekitarnya.
Menariknya setiap mayat-mayat yang terbunuh meninggalkan catatan bagaimana mereka semua mati.
Sebuah kriminal yang sangat sulit dimengerti.
NAMAKU MISYA BANTU AKU MENEMUKAN NYA.
Hai pembaca...
Kalau suka jangan lupa suport ya...
Saran dan kritik juga boleh...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QUSAIRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENCULIKAN
...Sherlock Holmes...
“Berjumpa seseorang!.’’ Jawabku singkat.
“Siapa?.” Tanya Riko penasaran.
“ Pelakunya…,’’ jawabku lirih.
Riko hanya diam membisu di belakangku.
“Kemarin sebelum aku mengajukan diri untuk ikut menyelidiki kasus pembunuhan tujuh orang anak ini, aku mendatangi keluarga mereka satu persatu. ada yang mengejutkanku, Salah satu keluarga merasa dia tahu pelakunya,tapi entah kenapa polisi masih kesulitan mencari nya.’’
“ Lalu dia memberi tahu siapa pelakunya?’’
“Ya, dia mengatakannya, menurutku itu hanya asumsinya saja, aku sudah menyuruh Andi untuk memeriksanya. tapi memang benar bukan dia.’’ Jelas ku.
“Siapa dia?.”
“Ku beritahu pun kau juga tidak mengenalnya, percuma saja, yang pasti bukan dia.’’ Aku tersenyum kepada kasir setelah membayar minuman.
“Terus kita akan pergi kemana?” Tukasnya.
“Apakah kau pikun, sudah kukatakan tadi bertemu dengan pelakunya.” Cetus ku sedikit jengkel.
“Hah.., Pelakunya. Dimana?.’’ Mengikuti langkahku keluar cafe.
Setelah diluar cafe aku menunjuk. “Kau lihat bangunan mewah di seberang sana.”
Riko hanya diam tercengang Melihat telunjuk ku yang mengarah bangunan bertingkat di seberang jalanan. “Aku ingin kau mengawasi saat kami berbicara.’’ Pintaku.
“Kau yakin bahwa dia orang nya?. Apa kau punya buk…?”
“Terlalu lama menunjukkan buktinya. Dengarkan aku akan menjelaskan singkat.’’ Aku memintanya agar mendengarkan dengan cermat.
“Baik.” Riko mengangguk.
“Setelah aku menjumpai keluarga para korban, aku pergi ke lokasi dimana tubuh pengamen itu ditemukan.’’
“Bukankah itu daerah sini?.’’
“Ya, lebih tepatnya di pembuangan sampah.” Pungkas Ku sedikit geram.
“Lalu…”
“Kamu lihat anak kecil yang mengamen di lampu merah sana?.’’ Aku menunjuk ke arah persimpangan di ujung sana terlihat kendaraan berhenti.
“Yang mana mereka terlalu ramai?’’ Cetusnya kebingungan.
“Itu tidak perlu lagi, yang jelas salah satu mereka. Dia adalah kakak kandung dari korban.” Jelas ku.
“Kau sangat cepat dalam bergerak.” Pujinya.
“Tadi pagi aku menemuinya dan dia menceritakan semuanya. Intinya dia menunjukkan dimana adiknya terakhir kali ia lihat.” Aku melanjutkan. “Mereka tinggal di bawah jembatan tak jauh dari sini. Adiknya setiap hari mengamen di taman tepat di belakang gedung itu. Sedangkan kakaknya setiap hari berjualan surat kabar. Hari itu dia sangat terkejut saat hari sudah gelap adiknya tidak pulang, lalu dia berinisiatif melihat adik nya kesana. Yang ditemukannya hanya gitar dan gelas tempat uang nya saja.’’ Pelan aku lanjut menjelaskan.
“Lalu, bagaimana kau tahu pelakunya?.’’
“Kau tak mau mendengar lanjutan kisah anak itu… ?. Ya sudah, kalau begitu aku bahas poinnya langsung. Saat aku pergi kelapak biasa adiknya mengamen aku menyadari sesuatu.’’
“Oh ya….”
“Untuk lebih jelasnya … kita langsung ke taman itu.’’ Aku mengajaknya menyebrang ke taman.
“Oi, kalau kau sudah tahu pelakunya. mengapa tidak langsung menangkapnya saja.’’ Teriaknya dari belakang.
“Aku tidak tahu dia di sana atau tidak.’’ Jelas ku.
“Hah…” Riko kebingungan setelah menyebrang dan memposisikan di sampingku.
“Sudahlah, ayo kita kesana.’’ Kami lanjut berjalan.
Tak lama setelah aku membuat wajah Riko kebingungan. Akhirnya kami sampai di taman lapak korban mengamen.
Taman ini tidak terlalu luas, fasilitasnya hanya bunga-bunga yang tersusun rapi di tambah jembatan dengan air pancuran saja. Tetapi banyak pasangan-pasangan alay bermain disini sehingga pedagang terlihat ramai berjualan di sekitarnya.
“ Perhatikan baik-baik, disana lokasi korban setiap hari mengamen,’’ tanganku menunjuk ke arah tengah taman. Ini adalah pembunuhan berantai. Menurutmu kalau dia ingin mengincar mangsanya pasti dia memperhatikannya baik-baik bukan?.’’ Jelas ku membuatnya berpikir.
“Pasti…” Pungkasnya cepat.
“Dari mana menurutmu?,’’ Aku menoleh.
“Apakah pelaku mengawasinya dari jalan di ujung sana menggunakan mobil?.” Telunjuknya mengarah ke ujung jalan menanggapi.
“Awalnya aku juga mengira seperti itu…, tapi coba amati gedung mewah yang aku beritahu tadi. jendelanya tepat menyorot ke arah posisi korban.’’
“Berarti… pelakunya melihat dari jendela itu?.’’
“Untuk lebih pastinya kita harus masuk kesana.”
“Berarti setiap hari dia melihat anak itu meminta-minta di sini… dari dalam sana ya? Riko dalam sekejap terdiam senyap seperti memikirkan sesuatu.“Siapa yang tinggal disana?,” lanjutnya.
“Sepertinya itu bukan tempat tinggal, itu adalah…”
“Sepertinya…? jadi kau belum mengetahuinya?. Sahutnya memotong.
“Tidak bisakah kau sedikit sabar, Aku sudah menyuruh Hana untuk memeriksanya, dia mengatakan tempat itu adalah tempat berkumpulnya orang-orang kaya, lebih tepatnya para pengusaha.’’ gusar aku menjawab.
“Ya, kalau soal itu Hana adalah spesialisnya.’’ Riko menanggapi.
“Benar, ditambah dia adalah anak dari pengusaha besar di kota ini. Apa kau mengerti maksudku?.’’ Tanyaku menunggu pendapatnya.
Dia hanya terdiam tak menjawab.
“Katanya ada beberapa kenalan ayahnya yang sering berkumpul disana. Aku meminta agar dia merekomendasikan untukku agar bisa masuk kesana.’’
“Kalau begitu, Apakah semua petunjuk sudah lengka…’’ Tiba-tiba nada dering handphone ku berbunyi memotong penjelasan Riko.
“Baik!.’’ Aku menjawab panggilan itu.
“Siapa?,’’tanyanya penasaran.
“Andi, katanya target sudah masuk kedalam gedung.”
“Wow, jadi semua ini sudah berjalan dari tadi? Lalu tugas apa untukku?. Dia bertanya.
“Aku ingin kau berdiri berlagak seperti detektif di situ! ada sesuatu yang ingin aku coba.” Pintaku.
“Hanya itu?”
“Ya, sesekali lihat kode yang aku berikan dari jendela, paham rencananya? dada…’’ Aku beranjak meninggalkannya.
Setelah andi memberitahu bahwa pelaku kriminal itu sudah berada disana. Aku pun bergegas cepat kesana meninggalkan Riko di taman, Sebenarnya untuk bisa masuk ke tempat geng orang kaya raya cukup sulit untungnya Hana telah memberikan sejenis kartu pengenal untuk bisa masuk kedalam.
Tempat nya tidak terlalu ramai hanya ada beberapa orang yang minum dan berdiskusi santai. Ruangannya dihiasi interior berkelas dan mewah, ruangannya juga memiliki tingkat kebersihan dan kerapian yang tinggi serta memiliki ruangan yang cukup luas dan beberapa foto-foto pemandangan terpampang jelas di temboknya. Sungguh tempat yang mengagumkan. Agar bisa sedikit santai aku memilih duduk di bangku yang sedikit jauh dari jendela.
“Maaf, permisi sebentar” Aku menegur kepada waiter yang sedang lewat ingin mengantar minuman.
“Ya, ada yang bisa saya bantu,’’ jawabnya sopan.
“Siapa yang biasanya duduk di dekat jendela itu?.’’ Tanyaku.
“Ah, beliau Carlos Kasim. kudengar dia adalah salah satu pemilik tempat ini.’’ Jelasnya. Melihat ke arah pria yang duduk di dekat jendela.
“Jadi, apakah tempat itu dikhususkan untuk nya?” Lanjut aku bertanya.
“Saya rasa tidak. Biasanya beliau baru duduk disana kalau tempatnya kosong.’’ Jelasnya.
“Oh begitu, maaf karena mengganggu waktu anda.’’ Ucapku lirih kepadanya sambil melihat pria yang dari tadi duduk di dekat jendela.
“Oh tentu tidak, masih ada yang bisa saya bantu’’
“Tidak, hanya itu saja…, terima kasih banyak’’ Ucap ku sebelum ia pergi.
Mataku melirik tajam ke arahnya, otakku berputar kencang memikirkan sesuatu yang mengganjal dari tadi. “ Supaya tidak mengganjal dan mengetahui lebih gamblang, kenapa tidak tanyakan saja langsung kepada pembunuh itu…,’’ gumamku dalam hati dan beranjak mendekatinya.
Lanjut...!
mungkin amelia mengetahui sesuatu tentang nayla,makanya amelia tidak mengizinkan nayla keluar dari panti,kayanya nayla itu memiliki semacam ilmu sihir yang membahayakan orang lain.
lanjottt bang 💪🌹
makasih udah update bang
semangat menulis
lanjut bang 💪💪💪