NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Istri Idiot Sang CEO

Transmigrasi Ke Tubuh Istri Idiot Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Karin terbangun dalam novel medioker sebagai istri idiot CEO dingin, Arlan. Mengetahui nasib tragis tokoh aslinya, Karin memutuskan berpura-pura tetap idiot agar tidak diceraikan dan dibuang.

Namun, tingkah konyolnya justru membuat Arlan yang biasanya kaku mulai merasa bingung sekaligus tertarik.

Di tengah intrik keluarga besar dan ancaman pelakor, Karin harus menyeimbangkan aktingnya yang absurd dengan rasa cinta yang mulai tumbuh nyata.

Apakah rahasia transmigrasinya akan terungkap, ataukah ia akan selamanya menjadi istri kesayangan sang CEO dalam topeng kebodohan yang lucu dan menggemaskan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Perjalanan pulang dari gedung Dirgantara Group di dalam mobil Maybach yang sunyi terasa seperti ujian psikologis bagi Karin. Arlan duduk di sebelahnya, menatap lurus ke depan, tapi Karin bisa merasakan aura pria itu sedang memproses sesuatu.

"Karin," ucap Arlan tiba-tiba, memecah keheningan. Suaranya datar, tapi ada nada selidik yang tajam. "Tadi siang, saat kau menyusun balok kayu... bagaimana kau tahu tentang distribusi beban dan fasad kaca?"

Jantung Karin melompat keluar dari dadanya. Bahaya! CEO dingin mulai mencurigai kecerdasanku! Think, Karin, think!

Karin memutar otaknya dengan cepat. Ia tidak bisa bilang kalau ia membaca novel ini di dunia lain. Ia juga tidak bisa bilang kalau ia lulusan teknik sipil. Ia harus memberikan jawaban yang sangat idiot, tapi masuk akal bagi logika seorang idiot.

"Oh, itu!" Karin tertawa renyah, bertepuk tangan. "Tadi malam aku nonton kartun Boboiboy, Kak! Ada robot yang badannya dari kaca, terus dia jatuh karena kegemukan. Terus aku mikir, kalau robotnya pakai baju besi di kaki, pasti nggak jatuh. Jadi aku tiru aja di balok kayu! Mudah kan, Kak?"

Arlan menatap istrinya. Pria itu menghela napas panjang, memijat pangkal hidungnya yang seolah-olah tiba-tiba sakit. "Kau meniru kartun anak-anak untuk menyelesaikan masalah arsitektur senilai triliunan rupiah?"

"Iya, Kak! Kartun itu pintar lho. Nanti malam kita nonton bareng ya? Aku mau lihat robotnya makan bakso!"

Arlan menatap Karin lekat-lekat. Tatapan pria itu sangat dalam, seolah mencoba menembus langsung ke dalam otak istrinya. Namun, wajah Karin begitu polos, matanya berbinar tulus tanpa ada sedikit pun kepalsuan. Akhirnya, Arlan menyerah.

"Baiklah," ucap Arlan pelan. "Nanti malam kita tonton."

Karin tersenyum lega. Fiuuh. Langkah keenam berhasil! CEO dingin berhasil dibohongi dengan kartun anak-anak!

Namun, kelegaan Karin tidak bertahan lama. Sesampainya di kediaman Dirgantara, suasana rumah tidak seperti biasanya. Ruang tamu yang luas dipenuhi oleh wanita-wanita paruh baya dengan pakaian bermerek dan perhiasan yang berkilauan.

Di tengah sofa utama, duduk Bibi Ratna, adik perempuan almarhum ayah Arlan. Wanita itu dikenal sangat snob, judes, dan selalu berusaha menjodohkan Arlan dengan wanita dari keluarga konglomerat lainnya. Di sebelahnya, duduk Vanessa dengan senyum manis yang sudah kembali terkumpul, mengenakan gaun haute couture berwarna krem.

"Arlan, akhirnya kau pulang," sapa Bibi Ratna, matanya langsung menyipit saat melihat Karin yang masih mengenakan gaun pastel musim panasnya. "Dan kau membawa... istri gila ini ke mana saja seharian? Lihatlah, bajunya tidak ada mereknya. Malu-maluin keluarga Dirgantara saja!"

Karin langsung berlari kecil menghampiri Bibi Ratna, mengabaikan tatapan peringatan dari para pelayan.

"Halo, Bibi Ratna!" sapa Karin riang, duduk di lantai tepat di depan sofa Bibi Ratna, mendongak dengan wajah polos. "Bibi kok pakai baju hitam terus sih? Sedang berduka? Siapa yang meninggal? Oh, Bibi yang meninggal nanti ya? Nggak apa-apa, Bibi, mati itu kan pasti. Nanti aku pesenin kembang papan yang tulisannya 'Selamat Jalan, Bibi Galak' ya!"

Hening.

Seluruh wanita di ruang tamu itu terkesiap. Bibi Ratna wajahnya memerah padam, napasnya memburu karena menahan amarah. "K-Kamu! Dasar anak kurang ajar!"

"Tapi beneran, Bi," potong Karin cepat, wajahnya berubah menjadi sangat prihatin. "Bibi kalau marah-marah, nanti cepat tua. Terus nanti kalau meninggal, siapa yang mau nangisin? Mbak Vanessa?"

Vanessa yang sedang menikmati pertunjukan itu mendadak tersenggol. Ia tersenyum kaku. "A-Aku? Tentu saja aku akan berduka, Kak Karin..."

"Nah, tuh kan!" Karin bertepuk tangan. "Mbak Vanessa baik banget. Ngomong-ngomong, Mbak Vanessa, Bibi Ratna bilang tadi ada kejutan spesial dari Mbak Vanessa. Apa itu? Kue? Aku suka kue!"

Bibi Ratna, yang ingin segera memamerkan hadiah mahal untuk menunjukkan status sosialnya, segera melupakan kemarahannya. Ia berdehem, lalu mengangguk bangga. "Ya, tentu saja. Vanessa baru saja memberiku hadiah ulang tahun yang sangat istimewa. Sebuah guci antik Dinasti Ming asli!"

Vanessa dengan anggun memberikan sebuah kotak kayu berukir. Bibi Ratna membukanya, dan mengeluarkan sebuah guci keramik berwarna biru putih yang terlihat sangat tua dan elegan. Para tamu langsung bersorak kagum.

"Ini asli dari Tiongkok, harganya lima puluh miliar rupiah!" bangga Bibi Ratna. "Hanya Vanessa yang mengerti seni tinggi. Tidak seperti orang-orang tertentu yang otaknya hanya berisi kartun."

Karin mendekat, matanya berbinar kagum. Ia memutar guci itu, menatapnya dari berbagai sudut. Dalam novel, ini adalah adegan klasik di mana Vanessa membeli barang palsu dari pasar loak untuk menjilat kerabat kaya, dan baru ketahuan di bab lima puluh oleh ahli antik.

Tapi Karin tidak mau menunggu sampai bab lima puluh. Ia harus menghancurkan Vanessa sekarang.

1
Susi Nugroho
Lanjut
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
Susi Nugroho
Lanjut
ALEXIS A.😇
up kak
Susi Nugroho
Lanjut
Kucingku Hitam
seruu😍
lanjut kn thor💪
Susi Nugroho
,Lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!