NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Musuh Bebuyutan

Menikah Dengan Musuh Bebuyutan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Ulfa Apriyani (Ketua OSIS, perfeksionis, anti-kriminal) harus menelan pil pahit saat dijodohkan paksa dengan musuh bebuyutannya, Langit Pradipta (Kapten Basket, bad boy, biang onar).

Masalahnya, Langit sudah punya pacar yang sama populernya: Zara Aprilia (Kapten Cheerleader).

Di sekolah mereka perang dingin, di rumah mereka terpaksa tinggal satu atap.

Awalnya Langit cuek dan kasar karena menjaga hati Zara, tapi perlahan, pesona ketegasan Ulfa mulai meruntuhkan tembok ego Langit.

Saat Langit mulai jatuh cinta, rahasia pernikahan mereka bocor. Badai besar pun dimulai, memaksa Langit harus memilih antara ego masa mudanya atau kehilangan Ulfa selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pernikahan Rahasia 08.

Aroma lilin aromaterapi mawar putih yang merebak di ruangan itu sama sekali tidak mampu menenangkan detak jantung Ulfa.

Di cermin besar hadapannya, seorang gadis remaja berusia tujuh belas tahun menatap balik dengan gaun putih satin yang tampak terlalu dewasa untuk tubuhnya yang ramping.

Rambut hitam panjangnya disanggul modern dengan hiasan mutiara kecil. Wajahnya dipoles riasan tipis yang anggun, namun tidak bisa menyembunyikan lingkaran hitam tipis di bawah matanya akibat terjaga berhari-hari.

Hari ini, dia resmi kehilangan masa mudanya yang normal.

Pintu kamar pengantin di hotel bintang lima itu terbuka tanpa ketukan.

Dari pantulan cermin, Ulfa melihat sosok cowok jangkung berbalut setelan jas hitam formal melangkah masuk. Langit. Kapten tim basket SMA Bhineka yang biasanya terlihat kasual dengan jersi bernomor punggung 07 dan peluh yang membanjiri dahinya, kini terlihat asing. Wajahnya tampan, namun rahangnya mengeras, menciptakan garis tegas yang penuh dengan kemarahan yang tertahan.

"Waktu kita habis. Mereka sudah menunggu di bawah," suara Langit terdengar dingin, nyaris seperti desisan. Tidak ada kehangatan, tidak ada binar bumbu romansa.

Ulfa membalikkan badannya perlahan. Sebagai Ketua OSIS yang dikenal tegas dan berkepala dingin, dia mencoba mengumpulkan sisa-sisa keberaniannya. Dia meremas jemarinya sendiri yang mulai mendingin. "Lu sudah pastikan tidak ada anak sekolah yang tahu tentang hotel ini, kan?" tanya Ulfa, suaranya sedikit bergetar meski dia mencoba menyembunyikannya.

Langit mendengus remeh, melangkah mendekat hingga jarak mereka hanya tersisa dua jengkal. "lu pikir gue bodoh? Gue juga tidak mau reputasi gue hancur karena menikahi cewek ambisius dan kaku seperti lu. Orang tua gue udah pesan seluruh lantai ini secara privat. Tidak akan ada satu pun kamera media atau gosip lambe turah sekolah yang mencium hari sial ini."

Kata-kata itu menancap perih di dada Ulfa, namun dia menolak untuk menangis.

Pernikahan ini bukanlah kemauan mereka. Ini adalah puncak dari kesepakatan bisnis dan wasiat konyol dari kakek mereka.

Dua keluarga besar yang mengikat janji sepihak, menumbalkan masa depan dua remaja yang sering bertengkar di koridor sekolah perihal kerapihan seragam dan ketertiban sekolah.

Suasana di dalam kapel kecil hotel itu terasa begitu sunyi, hampir mencekam.

Pernikahan ini digelar sangat tertutup. Tidak ada dekorasi megah berlebihan, tidak ada alunan musik orkestra yang meriah.

Di atas altar, hanya ada seorang pemuka agama, serta empat orang tua yang duduk di barisan kursi terdepan dengan gurat wajah yang campur aduk—antara lega, bersalah, dan berharap.

Ulfa berjalan dengan langkah goyah di samping ayahnya yang terus menggenggam tangannya erat, seolah menyalurkan permintaan maaf yang tak sempat terucap lewat kata-kata.

Di ujung altar, Langit berdiri tegak, menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong.

Saat tangan Ulfa diserahkan ke dalam genggaman Langit, kulit mereka yang saling bersentuhan terasa seperti sengatan listrik yang dingin. Janji suci diucapkan.

Kata demi kata mengalir dari bibir Langit dengan nada monoton, sementara Ulfa mengikutinya dengan suara yang hampir habis di tenggorokan. Bagi mereka, ini bukan janji setia, melainkan pembacaan vonis hukuman penjara atas kebebasan mereka.

"Silakan pasangkan cincin pernikahan sebagai tanda ikatan suci," ujar pemuka agama dengan senyum teduh yang terasa ironis di mata kedua remaja tersebut.

Langit mengambil cincin emas putih dari kotak beludru. Dia menarik tangan kanan Ulfa dengan gerakan yang tidak sabar.

Langit memasangkan cincin dengan kasar, menjejalkannya ke jari manis Ulfa tanpa kelembutan sama sekali.

Gesekan logam itu terasa menyakitkan di kulit Ulfa, membuat gadis itu refleks menarik napas pendek.

Ulfa gemetar. Tubuhnya tidak bisa berkompromi lagi dengan rasa takut dan tekanan yang menghimpit dadanya sejak pagi.

Gemetar itu menjalar dari ujung jemarinya hingga ke bahunya yang terekspos. Dia mendongak, mencoba mencari setitik kemanusiaan di wajah cowok yang kini sah menjadi suaminya.

Namun, yang dia temukan justru membuat jantungnya mencelos. Tatapan mata mereka penuh kebencian sekaligus kecemasan mendalam tentang hari esok di sekolah.

Mata elang Langit yang biasanya memancarkan aura kepemimpinan di lapangan kini meredup, digantikan oleh kilat amarah yang pekat.

Dia membenci situasi ini. Dia membenci kenyataan bahwa mulai malam ini, kebebasannya direnggut.

Di balik kebencian itu, ada bayangan ketakutan yang nyata.

Bagaimana jika rahasia ini terbongkar? Bagaimana jika esok hari di sekolah, ada yang melihat mereka berangkat dari rumah yang sama? Langit yang populer, yang digilai banyak siswi, berstatus sebagai suami dari Ketua OSIS yang paling anti-pelanggaran.

Ulfa pun membalas tatapan itu dengan intensitas yang sama.

Di dalam benak Ulfa, badai kecemasan sudah mengamuk.

Sebagai Ketua OSIS, dia adalah simbol integritas dan aturan di SMA Bhineka.

Jika kabar pernikahan dini ini bocor, dia bukan hanya akan kehilangan jabatannya, tetapi juga beasiswa jalur prestasi ke universitas impiannya akan hangus seketika.

Aturan sekolah melarang keras siswa menikah selama masa studi. Mereka berada di ujung tanduk yang sama.

"Selamat, kalian sekarang resmi menjadi suami istri," kalimat itu menutup upacara singkat tersebut.

Tidak ada kecupan manis di kening.

Langit langsung melepaskan tangan Ulfa begitu sanksi ritual itu selesai, seolah kulit Ulfa adalah bara api yang membakar jemarinya.

Dia berbalik memunggungi Ulfa, menghampiri kedua orang tuanya tanpa memedulikan istrinya yang masih terpaku di tempat dengan air mata yang akhirnya menetes satu titik, membasahi pipinya yang tersenyum getir.

......................

...****************...

Tbc,

1
Alex
mampossssss lu ngit
sekarang gimna rasanya jatuh sejatuh"nya🥳🥳
Alex
sukurin maknya jadi cowok itu tegas bertanggung jawab jngn pling plan, gemes deh
Alex
jahat bgts langit Sam zahra itu, pngen geplak
Alex
ya Allah sesakit ini rasanya jahat bgts loe sebagai cowok, karma apa yg akan menantimu
Alex
udahlah Thor, biar ketahuan aja, biar Ulfa bahagia kasihan nyesek terus tiap hari🤭
Rofiwan: done kak😃
total 1 replies
Alex
syedih tapi sweet🥰
Alex
nah bgus tor biar pikirannnya terbuka lebar🤭
Alex
pengen geplak pala langit ,boleh thor
Rofiwan: silahkan, tuh orang emang plin plan hahaha
total 1 replies
Alex
lnjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!