NovelToon NovelToon
LIKA LIKU HATI

LIKA LIKU HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Anak Genius / Dosen
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

'Hati manusia seluas samudra.'
Di dalamnya terdapat banyak hal baik dan buruk.
》Kadang bahagia, sedih, cemburu, emosi, marah, benci, kecewa, datang silih berganti.

》Kadang merasa ragu-ragu dan sulit membuat keputusan, karena isi kepala dan perasaan saling bertentangan.

》Kadang harus berjuang untuk memulihkan rasa sakit, kecewa akan masa lalu yang penuh luka. Oleh sebab itu :

~••°°••~
"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."
~••°°••~

》Ikuti kisah perjuangan dan pemulihan hati orang-orang berintegritas mempertahankan kredibilitasnya di Novel : "LIKA LIKU HATI"

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 08. Aneka Ria

...~•Happy Reading•~...

Angga merasa terharu oleh pengakuan Evie yang bersyukur akan keberadaannya. Padahal selama mereka berpacaran hampir satu tahun, tidak pernah sekali pun mereka bicarakan itu.

Dia mengagumi dan mencintai Evie, bukan saja cantik dan pintar. Tetapi juga soleh, rajin sholat dan sering mengingatkan dia sebelum tiba waktunya. Namun mereka belum membicarakan hal yang serius, sebab sama-sama ingin melanjutkan kuliah setelah lulus ujian.

Nelson jadi pindah duduk di depan Angga. "Sudah dengar itu? Kau terlalu fokus pada isi kepala level 7, hingga tidak menyadari, mungkin isi ini level 9." Nelson menunjuk dada Angga dengan ujung jari.

"Dari mana aku tahu ini level 9?" Angga menanggapi serius yang dikatakan Nelson sambil menunjuk dadanya.

"Apa kau lakukan sesuatu yang negatif di belakang kami?" Nelson tidak menjawab tapi balik bertanya dengan nada tinggi sambil melihat Angga dan Evie bergantian.

"Setahuku, gak ada. Menurutmu, gimana?" Angga bertanya kepada Evie yang sedang melihatnya.

"Mmmmm... Kenapa tanya aku? Nelson lagi tanya di belakang kami. Jadi kau harus jawab sendiri." Jawab Evie penuh tekanan pada kami sambil menepuk tangan Angga.

"Setahu yang keingat, gak ada yang negatif. Kecuali Anggi termasuk yang negatif. Tapi aku lakukan itu di depan kalian dan Monce saja. Karna suka dengan respon kalian yang bikin ngakak." Angga tersenyum ingat kelakuan mereka.

"Good... Berarti kau nuruti nasehat orang tuamu untuk lakukan yang positif. Itu salah satu cara kau memberi makan ini." Nelson kembali menunjuk dada Angga dengan jari.

Angga terdiam mendengar yang dikatakan Nelson. "Kalau kau bilang begitu, otak dan hatiku cukup berimbang. Kau tahu sendiri soal itu." Angga mengakui yang dikatakan Nelson, sebab dia berusaha Sholat setiap waktu.

"Good. Banyak ilmu yang kita dapat di kampus, jadi harus lebih sering isi hati juga. Supaya kalau otak penuh, gak sombong. Dan gak melambungkan pikiran ke tempat yang aneh." Nelson berkata serius sambil memutar jarinya di pinggiran kepala.

"Mumpung lagi bicara begini, aku ingatkan. Mukamu bukan level 7. Kau saja yang kategorikan level sesuka hatimu."

"Maksudmu, Son?" Angga menatap dengan alis bertaut.

"Ya, tergantung selera masing-masing orang." Nelson hampir tertawa melihat mata Angga membulat.

"Mungkin bagi Evi, tampangmu level 9, karna dia suka dengan tipe wajah seperti aktor Turkiye. Jadi berhenti membanding-bandikan dengan aku atau Monce. Nanti diam-diam minder sendiri untuk sesuatu yang gak perlu." Nelson menjentikan jari di depan wajah Angga.

"Thanks, Son. Alhamdulillah, kau sudah kembalikan dia pada kenyataan." Evie menyentuh tangan Nelson di atas meja untuk meledek Angga yang melihat mereka bergantian.

"Benar, kan. Dia yang kategorikan sendiri?" Nelson merasa senang melihat respon Evie.

"Benar, Son. Kadang dia bersikap seperti Mak Mak komplek, saat lihat halaman tetangga. Aduuu, rumput di halaman mereka hijau banget..." Evie bicara dengan gerakan wajah ibu-ibu komplek yang lagi ngerumpi.

"Padahal tetangganya setiap hari membatin, bagaimana bisa rumput di halaman mereka bisa begitu hijau dan menyejukan mata?" Evie melanjutkan dengan mimik wajah yang tidak berubah.

"Eviiiii. I love you. Kenapa kau gak bilang itu sebelumnya?" Angga menyandarkan pipi di bahu Evie.

"Apa bedanya aku bilang sekarang atau sebelumnya?" Evie mendorong kepala Angga untuk menjauh dari bahunya. Nelson jadi tersenyum ingat yang dilakukannya pada Angga sebelum Evie datang.

"Kalau kau bilang sebelumnya, aku gak disuruh lihat matahari sama dia." Angga menunjuk Nelson. "Apa mukaku agak gosong?" Angga bertanya sambil berlaga manja.

"Gak, tuh. Kau sedikit lebih tampan, kalau lagi senang." Jawab Evie walau tidak tahu yang terjadi antara Nelson dan Angga di halaman kampus.

"Kardus bekas, bayarin ini. Sebelum diusir sama yang punya tempat. Semua sudah habis, tapi masih nongkrong." Nelson menunjuk meja mereka yang tersisa air mineral.

"Iya." Angga mengeluarkan dompet. "Kita cepat pergi dari sini. Kalau kita belum pergi, ciwi-ciwi itu gak keluar, keluar." Angga melihat kondisi meja Alena hampir sama dengan mereka, tapi belum beranjak.

Karena posisi duduknya yang berhadapan dengan tempat duduk Alena, dia bisa melihat mereka sambil bicara dan bercanda dengan Nelson dan Evie.

"Ini, Evi. Tolong bayarin, ya." Angga meletakan kartu debit di depan Evie.

"Son, tadi ke sini pake motor?" Angga bertanya setelah Evie ke kasir.

"Gak. Tadi pagi agak mendung, jadi naik fery. Ada apa?"

"Kalau begitu, aku antar pulang."

"Lalu Evi mau kau kemanakan?"

"Aku bawa mobil Papa." Bisik Angga.

"Gak usah antar aku. Kau tunggu Evi, sekalian kejar dosen pembimbingmu. Siapa tahu hari ini datang ke kampus." Saran Nelson, karena pengalaman mengejar dosen pembimbing.

"Walau aku kesal tidak bisa mengantarmu, baiklah. Sangat tidak mengerti, aku mau pamer keahlianku bawa mobil naik fery."

"Ngapain naik fery? Isi besin full, lewat jalan putar pulang ke kota. Sekalian nyenangin Evi yang gak banyak menuntut ini itu, darimu." Nelson memberi saran sambil melihat punggung Evie.

"Kok, kau tahu?" Angga bertanya dengan mata melotot dan menarik tangan Nelson.

"Ya, tahu. Dia terima pulang hujan-hujanan denganmu naik motor. Padahal Monce mau antar dia dengan mobilnya."

"Oh, iya. Alhamdulillah. Punya pacar yang terima dan tahan di semua cuaca." Angga mengangkat jempol ke arah Nelson yang telah membuka pikirannya untuk hal sederhana yang terabaikan, tapi sangat mendasar.

"Bagus, sadar. Nanti Evi konsultasi dengan dosennya, kau kejar dosenmu. Semoga hari ini kau mujur." Nelson berharap, agar Angga bisa semangat.

"Mujur apa?" Tanya Evie sambil meletakan kartu debit dan struk pembayaran di meja.

"Dia mujur gak didorong ke dalam palung kegagalan tanpa gaya dan daya." Jawaban Nelson membuat Angga memukul tangannya.

"Ok, Son. Hati-hati di fery. Pramugari di sana agak liar. Jangan sampai kau dilempar ke laut dan disuruh berang tanpa pelampung." Angga tidak lagi berminat untuk mencomblangkan Nelson dengan Alena.

"Itu fery Papamu yang pakai pramugari." Nelson balik memukul tangan Angga.

"Evi, sementara waktu aku serahkan masa pertumbuhan skripsinya kepadamu. Kau mau rantai dia di pintu dosen pembimbing, aku dukung 1000 %." Ucap Nelson.

"Kau bilang begini, hatiku jadi melo. Membayangkan lama tidak akan bertemu kekasih gelapku."

"Jangan melambai." Bentak Nelson. "Kita lagi diperhatiin banyak orang." Nelson mendorong Angga agar tidak mendekati dia.

"Aku kenapa lihat dia lakukan itu padamu dan Monce, gak jijiii, ya. Malah mau ngakak guling-guling." Evie jadi tertawa ingat Angga berubah jadi Anggi.

"Emang dia jadi Anggi buat siapa lagi?"

"Gak ada." Jawab Evie cepat.

"Dia jadi Anggi buat kami saja, untuk hilangin stress belajar. Supaya asap gak keluar dari ubun-ubun." Nelson ingat masa-masa mereka belajar bersama, walau beda jurusan.

Mereka keluar dari tempat makan sambil bercanda dan tertawa, tidak melihat ke arah Alena. Seakan sebelumnya tidak terjadi sesuatu di antara mereka dengan Alena.

...~•••~...

...~•○♡○•~...

1
Dew666
💎
Rahmawati
si hantu datang mengacaukan kebahagiaan nelson😡
Rahmawati
pertemanan yg sehat, saling mendukung utk lulus dengan nilai terbaik
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
alena bisa hamil? aku kira dia ular jadi gak bisa hamil. katanya pintar tapi jerat babang nelson dengan hamil. 🙈 😡
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Bikin kita termotivasi spy berprestasi juga kn y 🥳🥳🥳
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
yg penting cucu2 saling akur kek
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
saking capeknya Nelson. lupa kalau lg di rumah kakek
❥␠⃝ ͭ🍁Ƭɧȋєʀᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
cewe kayak Alena layak di blacklist sich coba kalo dia sabar dengan melakukan pendekatan secara pelan2 dan tulus sama Nelson pasti hasilnya beda, ini malah pake jalan sesat yang bikin rugi dan menghancurkan masa depan ckckckck 😌😌
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Godaan 'setan' yg gk bisa Nelson hadapi 😔😔😔
Rahmawati
lanjuttt
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
alena bisa baca apa saja tapi akal digunakan supaya gak jadi ular. emang gelut di ranjang barangmu dijual bebas dan bisa bongkar pasang? 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Nelson kenapa kamu ladeni si ulat bulu itu sih yg ada dia malah besar kepala nanti, saat ini saja kamu sudah mulai tersiksa akibat meladeni tingkat konyolnya itu
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Nelson kamu baik banget sih langsung mau bantu kerjakan tugas nya Alena padahal dia itu ulat bulu lhoo yg sudah mulai menggatal, jangan sampai gara-gara dia yg berulah kamu yang kena imbasnya
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
ikut kecewa tapi mau gimana lagi saat itu Nelson emosi dikatain penyuka sesama jenis jadi dia sikat Alena begitu saja gimana nanti kalo Alena bikin drama lanjutan🤔😞🙁
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
halah komentar aku typo Main kok jadi maafin 😂😂maaf ya AK ☺️🙏🏻
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
ealahhhh ini Alena ternyata ular betina berbisa ini bisa bisanya langsung maafin peluk cium begitu saja semoga Nelson tak terjebak aja aih🤔
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
congratzzz Nelson lulus ujian skripsi dengan meraih predikat Summa Cumlaude jelaslah otaknya emang encer pasti bagus nilainya
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
begitulah seorang kakek kalo sama cucunya pasti dia berikan apapun termasuk uang simpanan penjualan durian kakek Samy simpan dan diberikan ke Nelson🤭
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
alena ular siapa yang mau denganmu? babang nelson? mimpi di siang bolong. pergi sebelum kena hajar😡
Rahmawati
Nelson terpancing juga sama jebakan alena😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!