NovelToon NovelToon
Mantan Tuan Muda

Mantan Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:348
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

Ini bukan sekadar cerita tentang cinta beda kasta. Ini adalah perjalanan tentang sebuah nama besar...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kartu dari sang nona

Setelah manajer restoran berlalu dengan wajah masam, suasana di meja sudut VIP kembali sunyi. Wanita modis itu memotong bagian kecil lobster dengan gerakan yang sangat rapi, lalu beralih menatap Bayu dengan sepasang mata indahnya yang menyipit, penuh selidik.

"Aku lihat gaya makanmu sama seperti kaum elit," tanya wanita itu tiba-tiba, memecah keheningan. Dia sedikit curiga. Tata krama Bayu saat duduk, memegang garpu, hingga caranya menatap makanan terlalu sempurna untuk ukuran seorang pelayan restoran kecil berupah seratus ribu per hari.

Bayu sempat tertegun sesaat, namun dengan cepat dia menguasai ekspresi wajahnya agar tetap tenang. "Owh, ini... mungkin karena sering lihat orang kaya makan di sini, makanya saya tiru," jawab Bayu beralasan dengan nada serendah mungkin, mencoba menyembunyikan identitas masa lalunya.

Wanita itu tersenyum tipis, seolah tidak sepenuhnya percaya namun memilih untuk tidak memperpanjangnya.

"Hm... kamu jangan bingung kalau malam ini aku minta temani makan." Dia mengembuskan napas perlahan, menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. "Aku sedikit pusing masalah kantor."

Bayu hanya mengangguk dan mengiyakan. Sebagai pelayan yang kini dibayar lewat tagihan khusus tamu tersebut, dia hanya perlu menjadi pendengar yang baik tanpa perlu mencampuri urusan pribadi sang nona kaya.

"Aku lihat kemarin kamu lumayan bisa adaptasi sama aku," lanjut wanita itu lagi, menatap segelas jus dingin di tangannya.

"Ah... nona bisa saja. Ini semua hanya profesionalisme kerja," kata Bayu merendah, tetap menjaga batasan formal di antara mereka.

"Hm... menarik..." Wanita itu meletakkan gelasnya yang sudah kosong, menandakan makan malam tak terduganya telah usai. "Ambilkan tagihanku," perintah wanita itu kemudian.

"Baik, Nona. Mohon tunggu sebentar," jawab Bayu. Dia langsung berdiri dan sedikit berlari kecil menuju meja kasir untuk mengambil struk tagihan agar tamunya tidak menunggu terlalu lama.

Tak lama kemudian, Bayu pun datang kembali dengan menyerahkan kertas tagihan yang dijepit rapi di dalam papan nota kecil.

Wanita itu membuka tas jinjing bermereknya, lalu mengeluarkan dua buah kartu dari dalam dompet kulitnya yang mewah. Dia menyodorkannya ke hadapan Bayu secara bersamaan.

"Ini," ucapnya singkat.

Bayu sedikit bingung melihat dua kartu yang diletakkan di atas meja. Salah satunya adalah kartu berwarna putih bersih dengan tulisan emboss emas, dan yang satu lagi adalah kartu magnetik berwarna hitam pekat tanpa banyak ornamen.

"Yang putih kamu simpan. Yang hitam buat bayar," kata wanita itu santai, seolah hal yang dia lakukan adalah hal yang biasa.

Mata Bayu tertuju pada kartu hitam tersebut. Tentu saja Bayu mengenali kartu itu dengan sangat baik. Itu adalah American Express Centurion Card, atau yang lebih dikenal sebagai Black Card

kartu kredit super elit tanpa limit yang hanya dimiliki oleh segelintir miliarder di dunia.

Setahun lalu, bayu dan ayahnya juga memiliki kartu seperti ini.

"Baik, Nona. Terima kasih," ucap Bayu, menyembunyikan keterkejutannya.

Bayu pun langsung membawa kartu hitam itu ke mesin EDC di meja kasir dan menggeseknya di tempat. Setelah transaksi berhasil dan struk pembelian keluar, dia segera mengembalikan kartu hitam beserta nota pembayaran kepada wanita tersebut, sementara kartu putih misterius itu telah aman masuk ke dalam saku celananya.

Wanita modis itu berdiri dari kursinya, merapikan pakaian seksinya yang elegan, lalu menatap Bayu untuk terakhir kalinya malam ini.

"Lain kali aku ke sini lagi..." kata wanita itu sambil berjalan melangkah menuju pintu luar restoran.

Bayu mengantarnya dengan pandangan mata sampai ke ambang pintu. Tak lama kemudian, sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam metalik pun meluncur mulus keluar dari area parkiran restoran, membelah kegelapan malam jalan raya.

Bayu merogoh saku celananya, mengeluarkan kartu putih yang diberikan wanita tadi, lalu menatap siluet mobil yang kian menjauh.

'Hm... wanita yang sangat berkelas,' kata Bayu dalam hati dengan senyuman tipis.

Dia tahu, kartu di tangannya ini bukanlah sekadar kertas biasa, melainkan sebuah kunci peluang yang mungkin akan membawanya keluar dari tempat ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!