NovelToon NovelToon
Indahnya Jatuh Cinta

Indahnya Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Bagi Ayara, hidup hanya tentang bekerja tanpa pernah mengenal cinta. Namun, saat ia mendaki gunung bersama teman-temannya semuanya berubah. Sebuah pertemuan tak terduga dengan seorang pria di jalur pendakian menjadi awal baru baginya untuk mengenal rasa jatuh cinta.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada Ayara? Siapa pria yang ditemui Ayara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemana?

Beberapa saat kemudian, Ayara sampai di sebuah cafe bernuansa estetis di pusat kota Bandung. Tempat yang terbilang cukup mewah bagi standar Ayara, namun teman-temannya selalu memilih lokasi yang nyaman untuk mengobrol panjang lebar.

​Saat Ayara melangkahkan kaki masuk ke cafe, ia langsung melihat teman-temannya yang sudah duduk melingkar di sofa empuk dekat jendela kaca besar, tawa renyah menyambut kedatangannya.

Teman-teman Ayara diantaranya, ​Diana, staff perusahaan milik negara, ​Adel, notaris, ​Linda, bekerja di instansi pemerintahan, ​Stevi, guru di salah satu SMA swasta terbaik di kota Bandung, ​Clara, penerjemah bahasa jepang di salah satu perusahaan.

​"Ayaraaaa!" seru Clara heboh seraya berdiri dan langsung memeluk Ayara erat.

​"Akhirnya datang juga!" ucap Adel mengedipkan mata, disambut tawa hangat lainnya.

​Ayara tertawa dan membalas pelukan mereka satu per satu, "Iya nih, tadi macet banget."

​Mereka duduk berputar, memesan makanan dan minuman. Di tengah obrolan seru mereka, Ayara hanya menyimak dengan bangga. Tidak ada sedikit pun rasa iri di hatinya melihat tas-tas bermerek atau cerita liburan mewah teman-temannya, ia sungguh tulus bahagia atas keberhasilan orang-orang yang ia sayangi ini.

Hingga tak lama kemudian, Maura datang. "Maaf ya, tadi sambil pemotretan jadi telat deh."

"Gapapa, santai aja. Yang penting udah ngabarin," balas Clara.

​Namun di tengah obrolan, Stevi tiba-tiba menepuk tangannya dan mengalihkan perhatian semua orang.

​"Eh, guys! Kan akhir bulan depan kita semua dapat jatah libur agak panjang nih. Gimana kalau kita liburan bareng? Udah lama banget kan kita nggak traveling bertujuh!" usul Stevi dengan mata berbinar.

​Gagasan Stevi langsung disambut riuh oleh yang lain.

"Wah, setuju banget! Gue butuh refreshing nih, jadwal photoshoot lagi padat-padatnya." sahut Maura antusias.

​"Iya, gue juga capek banget berkutat sama berkas-berkas kantor," tambah Adel semangat.

"Mau ke mana kita? Bali? Atau Lombok?" tanya Clara.

​Mendengar arah pembicaraan itu, Ayara yang sedang menyeruput minumannya mendadak tertegun. Dalam hatinya, Ayara menjerit kecil. Jangankan untuk liburan dan jalan-jalan, uang untuk melunasi utang Bu Marni saja belum ada bayangannya. Selain itu, sebagai pekerja pabrik, meninggalkan pekerjaan berarti memotong uang makan dan kehadirannya. Bagi Ayara, kerja adalah hal paling utama demi melangsungkan hidup keluarganya.

​Dengan senyum serba salah, Ayara melambaikan tangannya pelan. "Aduh, teman-teman... maaf banget ya. Kalau agenda liburan, kayaknya aku nggak bisa ikut deh kali ini."

​Seketika suasana meja yang tadinya heboh menjadi agak hening, Maura menaikkan sebelah alisnya dan memandang Ayara protes.

​"Lho? Kenapa nggak ikut lagi, Ra? Tiap kali kita rencanain jalan-jalan, lo selalu alasan nggak bisa. Kali ini nggak ada alasan ya!" tanya Maura.

​"Iya nih, Ayara. Kita ini bertujuh, kalau kurang satu rasanya sepi banget dan nggak lengkap. Masa dari dulu yang jalan cuma berenam terus," ucap Diana.

​Ayara menghela napas halus, mencoba menjelaskan posisinya dengan jujur tanpa harus membuat teman-temannya merasa kasihan berlebihan.

​"Bukan gitu, teman-teman... tapi kerjaan di pabrik itu prioritas utama. Kalau aku bolos atau ambil libur, potongan gajinya lumayan banget buat kebutuhan rumah. Terus terang, keuanganku lagi susah banget sekarang, jadi uangnya lebih baik buat keperluan rumah dan Ibu," terang Ayara sejujurnya dengan nada santai.

​Mendengar penjelasan Ayara yang jujur dan tulus, raut wajah enam sahabatnya berubah menjadi lembut dan penuh pengertian. Mereka sangat paham bagaimana perjuangan Ayara selama ini memikul beban keluarga seorang diri sejak SMA.

​Linda, yang paling dewasa di antara mereka pun memegang jemari Ayara di atas meja. "Ra... kita ngerti banget posisi lo, tapi lo juga butuh istirahat, butuh liburan."

​"Iya, Ra. Kalau masalah biaya, lo nggak usah pusing! Pokoknya ongkos, makan, penginapan atau apa pun kebutuhan perjalanan lo selama liburan, gue yang tanggung! Lo tinggal bawa badan dan baju ganti aja," ucap Stevi.

​"Iya! nanti gue ikut bayar, buat gue itu nggak masalah sama sekali asal lo ikut," tambah Adel penuh penekanan.

​Hati Ayara bergetar mendengar ketulusan teman-temannya. Ada rasa haru yang membuncah, namun di sisi lain rasa tidak enaknya makin menjadi-jadi. Ia tidak ingin menjadi beban atau terkesan memanfaatkan kebaikan sahabat-sahabatnya.

​"Jangan gitu, guys... Aku nggak enak banget kalau dibayarin begitu. Uang kalian kan hasil kerja keras kalian sendiri, masa dipakai buat bayarin aku...," tolak Ayara halus dengan raut wajah tidak enak hati.

​"Nggak ada tolak-menolak! Sahabat itu saling melengkapi. Dulu pas SMA siapa coba yang selalu bagi bekalnya buat kita kalau kita lupa bawa uang saku? Lo, Ra! Jadi jangan keras kepala ya," potong Maura tegas tapi penuh kasih sayang.

​Ayara menggigit bibir bawahnya, teman-temannya tetap keras kepala memaksa dan menolak alasan penolakannya. Melihat kepungan rasa sayang dari enam sahabatnya yang tidak mau menerima penolakannya, Ayara akhirnya memilih tidak menjawab lagi. Ia hanya diam, tersenyum tipis dan dalam hati diam-diam berharap semoga seiring berjalannya waktu, teman-temannya akan sibuk lalu lupa dengan rencana liburan ini.

Obrolan mengenai rencana liburan pun berlanjut hangat. Karena Ayara memilih diam, teman-temannya menganggap Ayara sudah secara tidak langsung menyetujui ikutserta dalam liburan tersebut.

​"Oke, sekarang masalah tujuan! Kita mau ke mana nih?" tanya Clara membuka topik baru.

​"Ke pantai aja yuk, santai-santai di resort!" usul Maura.

​"Ah, pantai bosen. Gimana kalau kita cari yang beda? Yang menantang!" cetus Diana dengan mata berbinar-binar.

"Kemana?" tanya Maura.

"Gimana kalau kita... mendaki gunung?" saran Diana.

​Seketika keheningan melingkupi meja, dan beberapa dari mereka melotot kaget.

​"Hah! Mendaki gunung? Na, lo gila ya? Lo lihat muka gue, apa muka gue ada bakat-bakat jadi anak alam ya?" protes Clara.

​"Tau nih Stevi, kita ini mayoritas belum pernah mendaki gunung sama sekali. Fisik kita ini lemah, bisa-bisa pingsan di tengah jalan!" ucap Linda menggeleng-gelengkan kepala.

Stevi tidak menyerah, rupanya Diana dan Stevi sebelumnya sudah pernah mendaki gunung berskala kecil dan merasakan keindahannya.

​"Dengerin dulu! Mendaki gunung itu pengalaman seumur hidup yang beda banget! Pemandangan di atas puncak itu indah banget, pemandangan awan, pemandangan matahari terbit... Lo semua bakal nyesel kalau seumur hidup nggak pernah merasakannya sekali aja!" bujuk Stevi ikut merayu teman-temannya.

​"Iya benar! Nanti kita sewa porter kok buat bawain barang-barang dan tenda, terus sewa guide profesional. Jadi kita tinggal jalan bawa badan dan barang pribadi aja, capeknya bakal terbayar tuntas pas sampai atas!" timpal Diana bersemangat.

.

.

.

Bersambung.....

1
lia juliati
shalat Istikharah neng ara🙏
Aidil Kenzie Zie
nyumbang 1vote tor
Felycia Fernandez
kan waktu di resto juga udah ketemu Lngsung, walaupun cuma sebentar 🤔
Felycia Fernandez
naaah sepemikiran kita Ay...
gimana menghadapi calon mertua yang ngeremehin kita
Nani Haryatiyati
Senin....voteeee
Lala_Syalala
keren Thor,, ditunggu buat kelanjutan ceritanya 💪🏻💪🏻🥰🥰🥰
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Indra Reza Zulkifli
jujur li,,,yg beginian cuma ada d dunia novel 🤭
Felycia Fernandez: bener bnget...
dimana mana sekarang orang2 pasti pilih pasangan yang setara,paling tidak setara dalam pekerjaan
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
si Papa pasrah saja sama pilihan anaknya 👍🏻👍🏻👍🏻
lia juliati
semangat althaf 💪
Rizky Manik
apa alasan papa gksukak sama ayara? apa cuman karena beda kasta?
Kaylaa
maksude piye to pak....katane krg suka....apa terpaksa...🤔
Felycia Fernandez: ya terpaksa kk karena takut anaknya marah,gak tulus kan 😆😆😆
total 1 replies
Felycia Fernandez
gak melarang,tapi kamu gak menerima Ayara jadi menantu sama aja boong pak...menantu mana yang mau tiap ketemu mertua tapi mertua nya jutek ke dia😠
Felycia Fernandez
ya gimana nggak minder,bapaknya aja kasar gtu ngomongnya.blom lagi ntar di pernikahan Ayara pasti bakalan sering ketemu mertua nya,pasti dia merasakan takut gak diterima
Felycia Fernandez
kasar ngomongnya,terang terangan mengusir 😠
Aidil Kenzie Zie
terima aja Yara🥰🥰🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
Ayara nyerah duluan sebelum berperang 😓😓😓😓 lagian yang mau nikah kan kalian wong Althaf baik banget lagi dimana coba mau cari cowok spek Althaf gitu😓😓😓
Nani Haryatiyati
yaaahhhhh bersambung pemirsa,besok lagiiii
lia juliati
wow..... selamat berjuang althaf
Nurminah
nggak mudah nikah beda kasta harus punya mental sekuat baja dan laki-laki pendamping kita harus jadi garda terdepan untuk membela karena kalo berdiri sendiri habis mental kita
Felycia Fernandez: bener banget KK, apalagi pernikahan bukan hanya tentang suami istri tapi ada mertua juga.sebahagia apapun kalau mertua tidak suka sama aja gak merestui hubungan kita.pasti gak akan tenang pernikahan nya.gak mungkin kan tiap ada acara kita suami istri gak hadir
total 2 replies
Valen Angelina
smuaa orang pasti akan berkcil hati..... nmnya juga kita orang miskin tiba2 ada ornag kaya melamar kita... klo dunia nyata lbih baik nikah sama orang setara sama kita....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!