NovelToon NovelToon
Memendam Perasaanku Padanya

Memendam Perasaanku Padanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:474
Nilai: 5
Nama Author: my queen

Aurel adalah wanita yang kuat, pintar, ceria dan humoris
Dia berteman dengan siapa aja
Tapi dia gagal dalam percintaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my queen , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 8

Tiba-tiba

Kami Mendengar suara langkah kaki mendekat, Shirin refleks melepaskan pelukannya. Kami berdua menahan napas saat ketukan kembali terdengar di pintu toilet—kali ini lebih tegas, namun ketukan itu bukan berasal dari tangan seorang wanita.

"Aurel? Shirin? Kalian di dalam?"

Suara berat dan familier itu membuat jantungku mencelos. Bang Edward.

"Rel, keluar dulu sebentar. Abang mau bicara," panggil Bang Edward lagi, suaranya terdengar cemas dan penuh desakan dari balik pintu.

"Kamu menangis, Rel?" tanya Bang Edward langsung, melangkah satu langkah lebih dekat. "Siapa yang membuatmu nanggis cerita padaku rel"? Tanyanya cemas

"Nggak apa-apa, Bang. Cuma kelilipan aja," kilahku, mencoba tersenyum meski bibirku terasa begitu kaku. "Kenapa Abang ke sini? Kak Anita nanti nyariin." Tanya aurel

"Gak kok tadi abg bilang cuma ke toilet sebentar." Jawab Edward. "Beneran kalian gpp, abg kwatir dari tadi tingkah mu aneh dan diam terus, kk anita selalu bertanya ada apa denganmu dia khawatir melihatmu

"Apa kamu marah sama Abang karena kemarin Abang melarangmu punya pacar?" tanya Bang Edward tiba-tiba, memecah keheningan di antara kami.

Aku tersentak, tidak menyangka pertanyaan itu yang akan keluar dari mulutnya.

"Rel, dengerin Abang, ya," lanjut Bang Edward sembari melangkah satu langkah lebih dekat. Tatapannya melunak, persis seperti seorang kakak yang sedang membujuk adiknya. "Alasan Abang melarangmu punya pacar itu karena kamu harus fokus belajar dulu. Abang ingin kamu meraih sesuatu yang lebih besar di masa depan."

Dia mengembuskan napas pendek, lalu menambahkan dengan nada suara yang terdengar begitu protektif, "Abang nggak mau ada laki-laki lain yang menyakitimu. Kamu itu sudah sangat dimanja oleh orang tuamu, juga oleh orang tuaku. Abang nggak mau kamu dimanfaatkan orang lain."

Mendengar rangkaian kalimat itu, dadaku terasa semakin dihantam godam yang tak kasat mata. Peduli dan protektif yang dia tunjukkan justru menjadi racun yang paling mematikan bagi hatiku.

     Padahal orang yang aku cintai itu kamu, Bang, teriakku pilu, namun suara itu hanya tertahan dan menggema di dalam dadaku. Aku tidak akan pernah punya keberanian untuk mengucapkannya secara lantang.

Aku tetap memilih bungkam. Alasan utamaku diam saat ini hanyalah untuk menenangkan badai perasaan yang sedang berkecamuk. Aku tahu, diam adalah satu-satunya caraku untuk mulai belajar mengikhlaskan dirinya bersama Kak Anita.

Ya sudah, ayo kita kembali ke belakang. Lanjutin makannya, jangan melamun dan diam terus, ya," ajak Bang Edward.

"Baik, Bang," jawab Aurel patuh.

Akhirnya, mereka kembali ke area belakang rumah untuk melanjutkan makan BBQ.

"Kalian dari mana, Sayang?" tanya Daddy begitu melihat mereka kembali.

Daddy menepuk kursi di sebelahnya. Menyuruh ku untuk duduk disebelah Daddy-ku

"Sini dekat Daddy. Kamu kenapa, hmm? Dari tadi Daddy lihat kamu cuma diam dan melamun. Apa ada masalah pada putri Daddy yang cantik ini?" tanya Daddy lembut padaku.

"Aurel baik-baik saja kok, Dad. Enggak ada yang perlu dikhawatirin dari Aurel," jawabku sambil memasang senyum sebaik mungkin.

"Beneran enggak apa-apa, Rel? Jangan buat Daddy sama Papa khawatir, ya, Sayang. Kalau ada masalah dan kamu enggak mau cerita sama Daddy-mu, cerita ke Papa saja," sambung Papa Chris menyela.

"Enak saja kamu, Chris!" potong Daddy cepat. Beliau lalu menatapku lembut. "Enggak boleh, Sayang. Kamu harus cerita pada Daddy, jangan sama Papamu. Nanti bukannya membantu meringankan, dia malah menambah masalah. Lagian, Papamu itu kan enggak punya anak cewek, jadi enggak bakal mengerti."

Papa Chris langsung mendengus tidak terima. "Enak saja! Biarpun enggak punya anak cewek, dulu Aurel malah lebih lengket padaku daripada kamu, Wir!" balas Papa Chris meledek balik Daddy-ku—Papa Wira.

Sontak, tawa semua orang pecah di area belakang itu, termasuk aku yang ikut terhibur melihat perdebatan manja kedua orang tua tersebut.

Di sela-sela tawa, Kak Anita menyenggol lengan bg Edward. "Gimana, Sayang? Kamu sudah ngomong sama Aurel?" tanya Kak Anita berbisik.

"Sudah, Sayang," jawab Bang Edward lembut, lalu mengelus pucuk kepala Kak Anita dengan penuh kasih sayang.

Aroma daging panggang yang gurih berpadu dengan saus BBQ manis pedas kembali memenuhi udara seiring dengan kepulan asap tipis dari pemanggang. Angin malam yang berembus pelan di area rooftop belakang rumah membuat suasana makan bersama itu terasa begitu hangat, mengaburkan sejenak sisa-sisa kegelisahan yang sempat menggelayuti hatiku.

"Eh, ini dagingnya keburu dingin. Ayo dimakan lagi," seru Mama yang baru saja datang dari arah dapur bersama mommy membawa nampan berisi buah-buahan segar dan jagung bakar.

Daddy langsung mengambilkan sepotong daging sapi panggang yang masih juicy ke atas piringku. "Nah, dengerin Mamamu. Makan yang banyak, Putri Cantik. Biar pipinya enggak makin tirus," goda Daddy sambil mencubit pelan hidungku.

"Makasih, Dad," ujarku tulus, lalu menyuap potongan daging itu ke dalam mulut. Di seberang meja, Kak Anita tampak tersenyum tipis melihatku sudah bisa tertawa lagi. Ia bersandar nyaman di bahu Bang Edward, sementara Bang Edward sesekali menyuapkan jagung bakar ke mulut kk anita itu dengan gerakan yang sangat perhatian.

"Wah, minumannya segar banget, Tante," sahut Shirin tiba-tiba, berusaha mencairkan suasana di meja makan.

Mommy tersenyum hangat, lalu menggeser mangkuk buah lebih dekat ke arah gadis itu. "Minum yang banyak ya, Sayang. Habiskan saja."

"Terima kasih banyak, Tante," jawab Shirin balas tersenyum sopan.

Om Wira yang baru saja meletakkan gelasnya kemudian menatap Shirin. "Rin, bagaimana dengan perusahaan papamu? Apa sudah ada kemajuan?"

Shirin mengangguk pelan, meski ada gurat sedikit lelah di wajahnya. "Ya, begitulah, Om Wir. Papa masih sibuk di luar negeri untuk mengurus semuanya. Sekarang Papa juga ditemani Mama di sana."

"Berarti kamu tinggal sendiri di rumah saat ini?" tanya Mommy menimpit, tampak menunjukkan raut khawatir pada Shirin.

"Enggak kok, Tan. Ada Bang Gavin di rumah, sama kakak ipar juga," jawab Shirin menenangkan

Mommy tampak bernapas lega mendengar jawaban Shirin. "Syukurlah kalau ada Gavin dan istrinya. Tante sempat khawatir kamu sendirian di rumah sebesar itu."

"Iya, Rin. Lagian Gavin kan sekarang sudah pegang cabang perusahaan yang di sini, jadi dia pasti lebih banyak waktu di rumah," timpal Om Wira sambil mengangguk-angguk paham.

Shirin hanya tersenyum tipis, lalu melirik ke arahku. Isyarat matanya seolah mengatakan bahwa dia tahu aku sedang menyembunyikan sesuatu. Aku yang menyadari tatapan itu langsung membuang muka, berpura-pura sibuk memotong daging di piringku demi menghindari interogasi matanya.

Setelah acara BBQ selesai, kami semua pun membubarkan diri dari area belakang rumah. Para pelayan dengan sigap langsung bergerak membantu membersihkan sisa-sisa panggangan dan peralatan makan kami yang berserakan.

Saat kami hendak melangkah masuk ke dalam rumah, Mommy tiba-tiba menepuk pundak Shirin. "Shirin, malam ini menginap di sini saja, ya? Besok pagi baru pulang diantar sopir. Lagian, besok kamu enggak ada jadwal kuliah, kan?"

Mendengar tawaran Mommy, wajahku yang tadinya sempat murung langsung berubah semringah. Aku spontan menggandeng lengan sahabatku itu dengan penuh harap.

"Benar, Rin! Menginap saja di sini, ya, bareng aku. Kita bisa mengobrol di kamar sampai subuh!"

Shirin tampak menimbang-nimbang sejenak sebelum akhirnya tersenyum. "Aku mau banget, Tan. Tapi, aku telepon Kak Gavin dulu, ya? Takutnya dia cemas dan menungguku pulang di rumah."

"Oke!" jawabku antusias dengan senyum lebar yang menghiasi bibirku.

Dan tiba tiba

1
falea sezi
cewek gatel aurel🤣 kayak gka ada cwek. lain aja
falea sezi
aurel g tau malu🤣 di tolak lu ngarep move on neng maaf g suka cwek menye ngemis ngemis cinta😒
falea sezi
🤣🤣 Reyhan maju reyy q dukung jangan hiraukan Edward di vampir sok ngatur
falea sezi
🤣 Edward saudara bukan kok ngatur uda urus aja pcr tercinta lu ngapain. ngurus aurel😒 biar aurel pergi jauh aja minimal. keluar negri gt cwek. kok menye
falea sezi
kenapa malah bahas figuran peran utama siapa aneh author nya🤣
falea sezi
mending pindah tempat kuliah aja aurel yg jauh 😒 biar gk sakit hati
falea sezi
move on donk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!