NovelToon NovelToon
The Lazy Emperor: Rise Of The Undying Demon King

The Lazy Emperor: Rise Of The Undying Demon King

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: BAGERAAA

Kaisar Iyan: Kebangkitan Raja Iblis Abadi

Kaisar Iyan hanyalah seorang pemuda pemalas yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur dan menghindari masalah.

Namun suatu hari, ia terbangun di dunia yang sama sekali berbeda.

Tanpa mengetahui bagaimana dirinya bisa sampai di sana, Iyan menemukan bahwa tubuhnya memiliki kemampuan yang tidak pernah dimiliki manusia biasa.

Ia dapat menciptakan clone dirinya sendiri.

Ia dapat memanggil pahlawan dan monster dari dunia lain.

Ia bahkan mampu membangkitkan mayat dan tulang menjadi pasukan undead yang tidak mengenal kematian.

Namun kemampuan paling mengerikan yang dimilikinya adalah sebuah kekuatan yang memungkinkan pasukannya bangkit kembali setiap kali terbunuh—selama mana miliknya masih tersisa.

Awalnya, Iyan hanya ingin hidup tenang.

Sayangnya, dunia baru ini tidak memberinya kesempatan.

Perang, kerajaan, bangsawan, monster, pahlawan, dan pengkhianatan perlahan menyeretnya ke dalam konflik yang jauh lebih besar.

Sampai akhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BAGERAAA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SETELAH PERTEMPURAN

Setelah pembantaian selesai, aku melihat seluruh mayat Orc yang berjatuhan di sepanjang jalan.

Tidak ada satu pun korban dari pasukanku malam ini.

Cahaya matahari mulai terlihat di ufuk timur. Malam perlahan berganti menjadi pagi.

Aku dan pasukanku mulai berjalan kembali menuju benteng kedua.

Dalam perjalanan, Serof memberikan seekor kuda kepadaku.

Aku sedikit bingung karena sebelumnya aku belum pernah menaiki kuda. Namun, aku memberanikan diri untuk menaikinya.

Anehnya, kuda yang kutunggangi sangat tenang. Bahkan, kuda itu berjalan dengan santai seolah-olah sudah terbiasa membawaku.

Aku dan Serof kemudian berjalan berdampingan sambil menunggangi kuda.

Serof beberapa kali menoleh ke arahku.

“Tuan Muda, bagaimana Anda bisa sampai ke garis belakang? Apa Tuan Muda baik-baik saja?”

Serof terus bertanya sepanjang perjalanan sampai aku mulai merasa lelah menjawab pertanyaannya.

Namun, aku juga bisa memahami kenapa Serof begitu terkejut.

Ia terus memperhatikan sepuluh Skeleton yang berjalan di belakang kami.

Bahkan, Serof juga beberapa kali melihat ke arah pria bertubuh besar dengan pakaian barbar yang berjalan bersama kami.

Aku akhirnya menjelaskan kepadanya.

“Serof, aku adalah seorang Necromancer.”

Aku kemudian menunjuk ke arah Bob.

“Sedangkan pria besar itu adalah bawahanku yang selama ini kusembunyikan.”

Serof langsung terkejut.

“Necromancer?”

Ia terlihat semakin bingung.

“Bawahan tersembunyi masih bisa saya maklumi, Tuan Muda. Tapi... Necromancer?”

Serof menatapku dengan serius.

“Tuan Muda, apakah Anda seorang penyihir hitam?”

“Sejak kapan Anda mempelajari sihir hitam?”

“Tuan sendiri tahu bahwa sihir hitam sangat dilarang di Kekaisaran. Bahkan penyihir hitam sekalipun belum tentu mampu mempelajari sihir pemanggilan tingkat tinggi seperti ini.”

Aku hanya menjawab dengan tenang.

“Mau bagaimana lagi, Serof?”

“Lagipula, ini adalah salah satu bakat yang kumiliki. Mana mungkin aku tidak memanfaatkannya?”

Aku kemudian menunjuk salah satu Skeleton yang berjalan di belakang.

Serof menoleh ke arah Skeleton tersebut.

Ketika Skeleton itu menyadari bahwa aku sedang menunjuknya, ia justru melambaikan tangannya dengan gembira seperti seorang anak kecil yang sedang disapa.

Serof mengerutkan kening.

Namun, beberapa saat kemudian, ia justru tersenyum kecil.

Di dalam hatinya, ia bergumam.

Benar juga kata Tuan Muda.

Bagaimana mungkin seseorang memiliki bakat tetapi tidak memanfaatkannya dengan baik?

Serof kemudian tertawa kecil.

“Hmm... sepertinya Tuan Muda benar. Bakat memang harus dimanfaatkan dengan baik.”

Ia kemudian memberikan sedikit nasihat.

“Semoga Tuan Muda menggunakan bakat sihir Anda dengan baik.”

Aku hanya terdiam sebentar.

Kemudian aku menepuk pundak Serof.

“Tenang saja, Serof. Semua ini kulakukan demi Kekaisaran dan keluarga besar Pendragon.”

Serof tersenyum.

Namun, di dalam hatinya, pikirannya kembali bergejolak.

Tuan Muda ternyata benar-benar luar biasa.

Bahkan aku tidak mampu menggambarkannya dengan kata-kata.

Apakah selama ini Tuan Muda sengaja menyembunyikan kekuatannya di hadapan keluarganya dan semua orang?

Hmm... aku benar-benar tidak menyangka akan menyaksikan peperangan seperti tadi malam.

Melihat Tuan Muda membantai para Orc dengan senyum seperti itu...

Serof bergidik mengingatnya.

Selama ini, rumor mengatakan bahwa Tuan Muda hanyalah seorang bocah pemalas dan pembuat onar.

Ternyata semua itu hanya akting yang selama ini dia sembunyikan.

Aku melihat Serof yang tiba-tiba menutup mata sambil tersenyum sendiri di sampingku.

Aku mulai merasa aneh.

Astaga... apakah orang ini benar-benar normal?

Atau jangan-jangan pukulan Orc tadi malam mengenai kepalanya?

Aku akhirnya tidak terlalu memikirkannya.

Daripada memikirkan tingkah aneh Serof, lebih baik aku memikirkan rencana berikutnya.

Kembali ke Benteng Kedua

Sepuluh menit kemudian, kami akhirnya sampai di depan gerbang benteng kedua.

Aku melihat benteng tersebut.

Akhirnya sampai juga.

Aku menghela napas lega.

Huff... akhirnya aku bisa bersantai dan rebahan seharian.

Sebelum pergi ke tempat istirahat, aku memanggil Serof yang masih terlihat melamun sambil tersenyum sendiri.

“Serof.”

Serof langsung tersadar.

“Ya, Tuan Muda?”

“Aku ingin kau menyuruh para pasukan, setelah mereka beristirahat, untuk mengumpulkan seluruh mayat Orc di depan gerbang.”

Serof tidak bertanya lebih lanjut.

“Baik, Tuan.”

Serof kemudian pergi memberikan perintah kepada para prajurit, petualang, dan tentara bayaran untuk mengumpulkan seluruh mayat Orc di depan gerbang.

Sementara itu, Bob, sepuluh prajurit summon, dan sepuluh Skeleton mengikutiku dari belakang.

Aku menoleh ke belakang dan berhenti.

“Kalian tidak lelah?”

Bob dan sepuluh prajurit summon tidak menjawab.

Sepertinya mereka sudah mengetahui bahwa mereka tidak memiliki rasa lelah.

Salah satu Skeleton kemudian menjawab.

“Kami tidak memiliki rasa lelah, Tuan.”

Aku sedikit terkejut.

“Benarkah?”

Skeleton tersebut mengangguk.

“Kami juga tidak membutuhkan istirahat maupun pemulihan mana.”

Ia kemudian melanjutkan.

“Kami dapat melakukan apa pun tanpa beristirahat karena kami hanyalah kerangka.”

Aku terdiam.

“Begitu rupanya.”

Aku kemudian memberikan perintah.

“Kalau begitu, kalian para Skeleton bantu Serof dan pasukannya mengumpulkan mayat Orc.”

Para Skeleton menundukkan kepala.

“Baik, Tuan.”

Mereka kemudian pergi membantu Serof.

Sementara itu, Bob dan sepuluh prajurit summon hanya berdiri diam menunggu perintah berikutnya.

“Kalian semua ikut denganku.”

Aku kemudian membawa mereka menuju tenda.

“Jaga tenda ini.”

Sepuluh prajurit summon langsung berdiri tegak dan berjaga di sekitar tenda.

Sementara Bob hanya duduk santai di pinggir tenda.

Aku masuk ke dalam tenda dan duduk di tempat istirahatku.

Aku kemudian melepas baju zirahku menggunakan sihir.

Dalam sekejap, baju zirah tersebut berubah menjadi pakaian bangsawan yang lebih nyaman.

Aku juga mencuci wajahku yang masih dipenuhi darah akibat pertempuran tadi malam.

Setelah selesai, aku langsung membaringkan tubuhku di atas kasur.

Namun, sebelum tidur, aku kembali bertukar kesadaran dengan tubuh utamaku yang berada di benteng utama.

Aku membuka hologram sistem.

Dari sana, aku bisa melihat kondisi benteng kedua yang masih dipenuhi kerusakan.

Kemudian aku melihat clone-ku.

Ternyata dia sama sekali belum tidur.

Clone-ku bahkan telah melepas pakaiannya dan sedang melakukan push-up.

Ia terus berolahraga untuk membentuk otot tubuh.

Aku sedikit terkejut.

“Dia benar-benar tidak bisa diam, ya...”

Aku kemudian memeriksa sistem.

Tiba-tiba muncul sebuah notifikasi.

[Informasi Clone]

[Jika tubuh Clone mengalami evolusi atau peningkatan fisik, tubuh utama juga akan mengalami perubahan yang sama.]

Aku melihat tubuh utamaku.

Ternyata beberapa otot di tubuhku juga mulai terbentuk.

Aku sedikit terkejut.

Jadi aku benar-benar bisa berolahraga menggunakan tubuh clone-ku?

Aku mulai tersenyum.

Ini bagus.

Dengan begitu, aku bisa fokus melakukan berbagai kesibukan lain tanpa harus menghabiskan waktu berolahraga sendiri.

Namun, ada satu masalah.

Sayangnya, aku masih hanya bisa menggunakan satu Clone.

Aku harus meningkatkan pengalaman dan levelku agar bisa menciptakan lebih banyak Clone.

Aku kemudian menguap.

Tubuh utamaku sudah sangat mengantuk.

Akhirnya, aku memutuskan untuk tidur.

Sementara tubuh Clone-ku tetap aktif tanpa membutuhkan tidur.

Satu tubuh tidur.

Satu tubuh lainnya terus bekerja.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!