NovelToon NovelToon
BUTTERFLY

BUTTERFLY

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Angst
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Satu malam gila di Los Angeles mengubah takdir dua jiwa yang terluka. Terpukul oleh pengkhianatan kekasih dan sahabatnya, Jameson Baxter Ashford—dosen muda jenius sekaligus pahlawan kota yang disegani—meluapkan amarahnya pada Hazel Rosemary Brooks, wanita asing bertato kupu-kupu yang berani meremehkan kesombongannya.

Namun saat fajar menyingsing, Hazel menghilang tanpa jejak—hanya meninggalkan segepok uang tunai dan sepucuk surat "ganti rugi" yang menghantam telak harga diri Jameson.

Diperlakukan bagai pria bayaran, amarah sang pewaris klan Ashford meledak. Dengan kekuasaan dan obsesi yang membara, Jameson bersumpah memburu wanita misterius itu ke seluruh sudut kota.

Ketika takdir mempertemukan mereka kembali, Hazel menyadari bahwa melarikan diri dari Jameson adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya.
•
•
🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#16

...[🚧 🔞 AREA DEWASA ONLY 🚧]...

Keheningan malam di penthouse mewah milik Jameson Baxter Ashford mendadak terpecah oleh suara denting bel pintu yang berdering nyaring dan konstan.

Suara itu bergema kuat di setiap sudut ruangan yang sunyi dan bernuansa gelap.

JB yang baru saja menyapu sisa-sisa amarahnya mengernyitkan dahi dengan dalam.

Pria itu menatap tajam ke arah pintu utama berpanel kayu mahoni tebal yang berdiri kokoh di lorong depan.

Siapa yang datang bertamu malam-malam? batin JB menimbang-nimbang.

Jika itu adalah sang Mommy, wanita paruh baya anggun itu dipastikan tidak akan mengetuk atau menekan bel—ia memiliki kartu akses utama dan pasti langsung melangkah masuk begitu saja.

Dengan sisa kekakuan pada bahunya dan telapak tangan yang masih menyisakan bekas luka kecil, JB melangkah tegas melintasi lantai marmer hitam.

Ia berdiri di balik pintu utama, lalu menundukkan kepalanya sedikit untuk mengintip melalui lubang lensa optik pintu.

Deg.

Jantung Jameson melompat satu hentakan hebat di dalam dadanya. Pendar mata hazel-nya membelalak tipis oleh kejutan murni yang tak bisa ia tutupi.

Di balik pintu tersebut, berdiri sesosok wanita berbalut mantel hitam tebal dengan rambut panjang yang dibiarkan terurai halus menyapu bahunya.

Wajah porselennya diterangi oleh pendar lampu lorong yang temaram.

Hazel Rosemary Brooks.

JB tidak membuang waktu satu detik pun.

Jemari panjangnya bergerak cepat menarik gagang pintu dan membukanya lebar-lebar.

Udara dingin lorong seketika berhembus masuk, membawa aroma mawar lembut yang sangat khas milik Hazel.

Mereka berdua berdiri berhadapan dalam jarak hanya beberapa puluh sentimeter.

Hazel menatap lurus ke dalam sepasang mata JB tanpa setitik pun rasa ragu, ketakutan, atau kepanikan.

Wanita itu telah memikirkan semuanya dengan matang sepanjang perjalanan menuju tempat ini.

Hazel memilih membungkam pria Ashford ini dengan cara yang paling efektif—memenuhi persyaratan berbahaya yang diajukan oleh pria itu sendiri demi mengunci rapat rahasia besar mengenai kejahatannya di New York.

"Tiga malam," lirih Hazel dengan nada suara yang sangat halus, tenang, dan mantap.

"Aku siap untuk kesepakatan itu."

Suara berdesir itu bagai memantik sumbu ledakan gairah di dalam dada Jameson.

Tanpa melontarkan satu patah kata pun untuk membalas ucapan Hazel, jemari berotot JB bergerak secepat kilat.

Ia menyergap tengkuk Hazel, menarik tubuh ramping itu masuk ke dalam penthouse, lalu membanting pintu utama hingga tertutup rapat dengan suara dentuman keras.

Blam!

Seketika itu pula, JB melumat bibir halus Hazel dengan ciuman yang luar biasa panas, kasar, dan dipenuhi kelaparan murni.

Rasa manis dan dingin dari bibir Hazel menyatu dengan kehangatan alkohol yang masih menyisa di dalam mulut JB.

Hazel tidak menolak.

Jemari lentiknya justru meremas bahu tegap JB, membiarkan tubuhnya didorong rapat hingga menyentuh dinding marmer dekat area foyer tamu.

Tangan JB bergerak liar menghempaskan mantel hitam Hazel ke atas lantai, menyisakan gaun sutra tipis yang membungkus lekuk tubuh indah mahasiswanya.

Dengan dominasi mutlak yang tak tertahankan, JB meremas pinggul dan pinggang Hazel dengan kencang, meninggalkan jejak-jejak ruam kemerahan di atas kulit mulus beraroma mawar tersebut saat ciumannya turun memburu leher jenjang sang wanita.

Namun, sesuatu yang sama sekali tidak disadari oleh Hazel maupun JB tengah terjadi beberapa meter di ruang tengah.

Tepat sebelum bel pintu berdering tadi, laptop canggih di atas meja kerja JB rupanya tak sengaja beralih mode.

Akibat salah satu tombol shortcut yang tertekan saat JB mengusap layarnya dengan kasar, aplikasi pertemuan daring—sebuah zoom meeting direksi internal Ashford Enterprises—tetap berjalan aktif.

Dan yang paling gila, kamera mikro beresolusi tinggi pada laptop tersebut secara otomatis menyala benderang, merekam dan memancarkan seluruh sudut area foyer depan secara langsung.

Di area foyer dekat pintu utama, suhu ruangan makin membakar.

JB melepaskan pakaiannya sendiri dan dengan satu gerakan dominan, menyatukan tubuh mereka secara intens tepat di atas karpet bulu area tamu.

"Ugh...!"

Hazel meremas bahu tegap JB saat adegan penyatuan yang sangat panas itu dimulai tanpa jeda.

Hentakan-hentakan keras dan berirama yang dilayangkan JB membuat erangan dan desahan heboh berulang kali meluncur dari tenggorokan sang pria.

Pria Ashford yang biasanya begitu tertutup dan selalu mengendalikan emosinya itu kini mendesah hebat, menyerahkan seluruh akal sehatnya pada kenikmatan memabukkan yang disajikan oleh Hazel.

"Ku... kuanggap urusan kita selesai setelah ini," bisik Hazel di sela-sela napasnya yang tersengal-sengal, matanya memejam menikmati sensasi gesekan panas yang membelit tubuh mereka.

"Aku membenci... bagaimana kau berusaha membongkar semuanya..."

JB mempercepat tempo dorongannya, membalikkan tubuh Hazel hingga wanita itu menangkup di atas karpet, lalu menghantamkan penyatuan mereka dari belakang dengan jauh lebih keras dan dalam.

"Ah... apa alasanmu, Hazel?" tanya JB dengan nada suara serak yang memburu berat di dekat telinga Hazel.

"Apa alasanmu membunuh pria-pria itu?"

Hazel membenamkan wajahnya di antara lipatan tangannya, menerima setiap hentakan kuat yang mengocok seluruh saraf kewarasannya.

"Alasan...?" sahut Hazel dengan nada lirih yang jujur di tengah deru napasnya.

"Tidak ada alasan... Aku hanya mengabulkan permintaan mereka. Aku tulus melakukannya..."

JB menahan pinggul Hazel, memberikan dorongan terdalam yang membuat Hazel tersentak.

"Apa kau pernah ditolak? Apa cintamu... bertepuk sebelah tangan?" tanya JB langsung pada intinya, menyuarakan rasa penasaran yang selama ini mengusik jiwanya.

Deg.

Hazel menutup rapat-rapat kedua matanya, meresapi sentuhan panas dan hentakan tubuh JB yang makin memuncak.

Dalam pejam matanya, ingatan Hazel melayang jauh menembus ribuan mil ke masa lalunya di Inggris.

Kenangan tentang rasa cinta bertepuk sebelah tangan yang ia simpan secara rahasia selama bertahun-tahun kembali berputar.

Pria yang pernah menjadi pangeran impiannya... mantan kekasihnya yang kini telah menjadi milik wanita lain...

Walaupun cintanya sempat diterima sejenak di masa lalu, Hazel sadar betul bahwa ia tidak akan pernah bisa memaksa jalan hidup orang lain.

Pria itu adalah pangerannya, namun Hazel mendoakan kebahagiaan pria itu dengan tulus dari dasar hatinya.

Hazel telah menerima kenyataan pahit bahwa dirinya memang tidak ditakdirkan untuk bersanding dengan orang yang sangat dicintainya.

Namun, yang tidak bisa diterima oleh Hazel adalah melihat orang lain yang hancur dan meratapi nasib secara menyedihkan.

Hazel ingin semua orang memiliki ketangguhan seperti dirinya—boleh bersedih, boleh merasa kecewa dan patah hati akibat penolakan, namun jangan pernah menyerahkan hidup dan mati atau mengemis kasihan hanya karena cinta yang memang tidak ditakdirkan untuk dimiliki.

Kalimat 'aku tidak bisa hidup tanpanya' adalah penyerahan diri yang paling hina di mata Hazel.

"Ahh..."

JB mendesah hebat saat puncak gairah itu akhirnya menghantam mereka berdua secara bersamaan.

Pria itu ambruk di atas tubuh Hazel yang basah oleh keringat, mengatur napasnya yang naik-turun kencang.

Setelah beberapa saat yang dipenuhi oleh keheningan pasca-penyatuan yang intens, JB menegakkan tubuhnya. Ia menatap Hazel yang terkulai anggun di bawahnya.

"Mau melanjutkan di kamar mandi?" tanya JB dengan suara serak yang hangat.

Hazel yang masih menetralkan detak jantungnya mengangguk pelan.

JB tersenyum tipis.

Dengan kelembutan yang kontras dari dominasi kasarnya tadi, JB merengkuh tubuh ramping Hazel dan menggendongnya secara bridal style.

Pria itu melangkah tegap menyusuri koridor tengah menuju kamar tidur utamanya.

Namun, tepat saat JB melintasi meja kerja di ruang tengah...

Deg.

Langkah kaki Jameson membeku seketika. Seluruh darah di dalam tubuhnya seolah berhenti mengalir, dan matanya membelalak lebar dalam kejutan luar biasa yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

Pandangan JB tertuju pada layar laptopnya yang masih menyala benderang.

Di sana, di dalam jendela aplikasi Zoom, tertera belasan kotak wajah para direksi, investor, dan pejabat eksekutif Ashford Enterprises yang duduk membeku dengan raut wajah melongo, pucat, dan sangat syok.

Dan meskipun posisi mereka bercinta di area foyer tadi berada cukup jauh di sudut belakang ruangan sehingga detail wajah Hazel tidak terlihat jelas... semua orang di dalam rapat penting itu dipastikan telah menonton seluruh sesi intim dan panas sang bos besar sejak awal hingga akhir!

Keringat dingin seketika menetes di pelipis JB.

"Jangan berbalik!" ucap JB sangat cepat dan protektif, refleks mendekap kepala Hazel rapat-rapat ke dadanya agar wajah wanita itu sama sekali tidak menghadap ke arah meja kerja.

"Bersembunyilah di dadaku... Aku... aku lupa mematikan kameraku."

Deg.

Hazel yang berada di dalam dekapan JB menegang kaku.

Matanya membelalak lebar di balik dada tegap sang dosen.

"Hah...?"

...----------------...

Happy reading 🦋

1
Yusry Ajay
semangat up Thor 💪🤗🤗
Yusry Ajay
lagi up nya Thor 🤗🤗💪
safaana
pengen tampar tu muka Cristine,,udah selingkuh tak tau malu lagi,slalu ada ular berbisa
Rosdianah 🌷: kwkw🤭
total 1 replies
Yusry Ajay
hazel keren 😁😁😁
Rosdianah 🌷: iya dong 🤭
total 1 replies
Yusry Ajay
hu... cantik dan ganteng 😁😁🤗
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Lilla Ummaya
Lanjuut
Lilla Ummaya: Yaaa skrng thore
total 2 replies
safaana
nikahi saja jame,dan suruh mommy bilang pada hazel yang baik2
Lilla Ummaya
Lanjuut
safaana
deddy lean dulu kan nikah dulu
Rosdianah 🌷: author lupa 🙏🏻🤣
total 1 replies
safaana
berasa aku yang berada di sana tegang bnget
Rosdianah 🌷: hhah🤣
total 1 replies
Debu Nakal
langsung nikahkan aja mom glow 🤣
Rosdianah 🌷: iya benar2 bahaya dia orang ini🤣
total 1 replies
safaana
hahaha ceroboh sekali si jame,jdi tontonan gratis
Rosdianah 🌷: agak lain 😭🤣
total 1 replies
Nita Nita
malah tebar pesona🤣😄🤭
Rosdianah 🌷: Sipaling sempurna 😭
total 1 replies
safaana
maka kejarlah sejauh mungkin jame
safaana
jangan menjebaknya hazel ntar kau sendiri yang masuk jebakan sendiri
Rosdianah 🌷: nah benar 🤭
total 1 replies
Nita Nita
aduh aduh aduh 😄😄🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: hahaha🤣
total 1 replies
Lilla Ummaya
Seru seru lg terus thor,,malming baca karyamu..kerenn
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Debu Nakal
siap dikejar tayang ma reader ngak thor
up up up 🤣
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤭
total 1 replies
Lilla Ummaya
Lanjuut thoor yg bnyak donk
Lilla Ummaya: Ini dlu thoor
total 2 replies
Yusry Ajay
ternyata hazel pembunuh Thor 😶😶
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!