NovelToon NovelToon
Dewa Lukis Kecantol Siluman Rubah

Dewa Lukis Kecantol Siluman Rubah

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Cinta Beda Dunia / Suami amnesia / Fantasi
Popularitas:905
Nilai: 5
Nama Author: Musang_Galau

Chandra adalah dewa jatuh yang turun ke bumi menjadi manusia, dia tidak menyadari kekuatan dewa nya tidak hilang. Kesehariannya adalah melukis dan menjualnya di pasar, hidupnya berubah setelah memasuki galeri teratai hitam menemukan banyak keberuntungan dan juga harem yaitu Yueji siluman rubah ekor sembilan cantik dan mempesona, . Apakah hubungan Chandra akan menyadari bahwa dirinya adalah seorang dewa jatuh setelah bertemu Yueji?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Musang_Galau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suamiku Jangan Siksa Aku

Kakek Lubis dan cucunya, Sabrina, terlihat sedang berbicara serius empat mata di ruangannya.

"Sayang, nanti ketika kamu ketemu leluhur, pastikan bersikap santun."

Sabrina memiringkan kepalanya dengan memasang wajah malas. "Kakek, apa Chandra itu menipu Kakek lagi?"

"Lancang! Dia itu Dewa, kamu tidak boleh bicara sembarangan!"

"Baiklah, baiklah, dia dewa dan aku adalah kaisar kayangan!" Sabrina berteriak dengan posisi berdiri di atas kursi kayu sambil satu tangannya diangkat tinggi.

"Kami pulang!"

"Aaaa!" Sabrina kehilangan keseimbangan bertepatan dengan Chandra yang memasuki ruangan.

BRUKK!

Dengan sigap Chandra menangkap tubuh molek Sabrina. Kini gadis itu berada dalam pelukan Chandra dengan tatapan mata saling mengunci satu sama lain.

"Lelaki ini..." Mata indah Sabrina menembus jauh ke manik mata Chandra.

"Kamu tidak apa-apa?" tanya Chandra lembut.

"He-ehem!" Suara dehaman jutek Yueji terdengar tajam dari arah belakang.

BRUKK!!

"Aduhh, kenapa dijatuhin sih!" teriak Sabrina kesakitan.

"Maaf, maaf..." Chandra berusaha meraih tangan Sabrina kembali.

"Hemmm..." Terdengar geraman dingin Yueji dari belakang, seketika membuat Chandra kembali tegap lurus.

"Nyebelin banget sih kamu, Chandra!" teriak Sabrina sambil menghentakkan kakinya ke lantai.

"Hah, Leluhur!" Kakek Lubis segera turun dari kursi kerjanya lalu bersujud pasrah ke arah Yueji.

"Kakek, apaan sih? Masa leluhur tampilannya modis gini? Heh, Chandra! Kamu sewa berapa model ini buat menipu Kakek?" bentak Sabrina.

"Menipu? Aku?" Chandra menunjuk hidungnya sendiri dengan wajah polos.

"Sayang, model itu apa?" tanya Yueji berbisik.

"Nanti aku jelasin di kamar," jawab Chandra pelan.

"Ayoyoy! Sujud kamu, anak nakal!" bentak Kakek Lubis sambil menarik paksa tangan Sabrina.

"Tidak sudi! Buat apa aku sujud ke para penipu ini!"

Yueji melangkah maju, berjalan perlahan mengintimidasi ke arah Sabrina.

"Mau apa kamu?" teriak Sabrina sambil bergidik mundur.

"Berani membentak, ya?" Yueji terus menyeret langkahnya, menyudutkan Sabrina hingga ke pojokan ruangan.

"Kamu... kamu! Aku CEO Teratai Corp! Aku bisa laporin kamu ke polisi!" bentak Sabrina panik.

"Laporkan saja, kalau bisa."

Sabrina segera merogoh ponselnya.

WOSH!

Seketika ponsel di tangan Sabrina meluap dan terbakar!

"Aaaaa! Hantu! Iblis! Siluman! Aaaaa, tolong Kakek!"

"Anak manis, sepertinya kamu memang harus aku kasih pelajaran!" ucap Yueji yang kini sudah mengangkat tangannya.

"AAAAaaa..." Sabrina memejamkan mata sambil berteriak.

"Jangan, Guru..." Terdengar bisikan suara halus yang menyusup ke telinga Yueji.

"Katara!" Yueji seketika membeku dengan tangan terangkat yang nyaris menggampar Sabrina.

Kepala Yueji sedikit miring, matanya teralihkan pada gelang mutiara yang melingkar di tangan Sabrina.

"Hahh... Sudahlah, kali ini kamu aku maafkan." Yueji menghela napas panjang lalu membalikkan badannya.

"Aaaa... Kakek..." teriak Sabrina menangis sesenggukan, memeluk Kakeknya yang masih bersimpuh di lantai.

"Sudah Kubilang, ketika bertemu leluhur harus santun! Kamu ini!"

"Bocah..." ucap Yueji dingin.

Kakek Lubis perlahan menengadahkan kepalanya. "Baik, Leluhur..."

"Sepertinya cucumu mewarisi keahlian Katara."

"Hah? Benarkah?" Kakek Lubis memandang Sabrina dengan mata berbinar.

"Gelang yang dia pakai adalah pemberianku dahulu kepada Katara. Aku akan melatihnya lain kali kalau aku senggang dan suamiku mengizinkan." Yueji berkata santai lalu melangkah meninggalkan ruangan.

"Lah, sok misterius sekali dia," gumam Chandra keheranan. "Aih, Paman, ayo bangun. Selalu saja kamu bersujud ke istriku."

Chandra membantu mengangkat tubuh Kakek Lubis dan Sabrina.

"Chandra, kamu izinkan Leluhur buat melatih Sabrina, ya? Dan tolong bujuk Leluhur supaya tidak marah lagi."

Chandra menoleh ke arah pintu yang terbuka, terlihat istrinya sedang duduk anggun sambil menyesap teh.

"Aku sih tidak masalah, Paman. Tapi yakin cucumu tidak bakal bermasalah sama istriku? Secara, aku saja sering dicakar sama dia," bisik Chandra dengan mulut mengerucut.

"Ayoyoy, aku yakin kalau kamu yang urus pasti bisa, Chandra. Yasudah, kalau kamu bisa urus ini, potongan komisi aku kurangi lagi jadi 5%. Bagaimana?"

"Benarkah, Paman?" Wajah Chandra seketika berbinar terang.

"Tentu!"

Tanpa berpikir panjang, Chandra langsung menjabat erat tangan Kakek Lubis. "Biar aku yang urus, Paman! Silakan Paman duduk lagi, hehehe."

Chandra berlari kecil mendekati istrinya. "Sayang..."

"Tidak mau!"

"Belum juga aku ngomong..." Chandra cemberut bak anak kecil.

"Apa?" jawab Yueji ketus.

"Kamu latih saja cucu Paman Lubis, ya?"

"Ada satu syarat!" bentak Yueji dengan sorot mata tajam membakar.

"Apa, Sayang?"

"Malam ini, sepuluh ronde!" tutup Yueji, lalu kembali meminum tehnya dan mengacuhkan Chandra.

"Dia ini masih istriku, atau musang birahi sih?" batin Chandra meringis kesal.

Dengan wajah menunduk lemas, ia kembali ke ruangan Kakek Lubis.

"Gimana Chandra, berhasil?" tanya Kakek Lubis penuh harap.

"Emm..." Chandra melirik ke arah Sabrina.

Kakek Lubis paham kode tersebut, lalu menatap cucunya. "Sayang, kamu keluar dulu."

"Hemm!" Dengan wajah cemberut, Sabrina mendekapkan tangan di dada lalu keluar sambil membanting pintu.

BRAK!!!

"Heh, anak itu!"

"Gimana Chandra, bisa?" Kakek Lubis kembali bertanya dengan mulut menganga.

Chandra membisikkan sesuatu ke telinga Kakek Lubis.

"Ayoyoy! Gampang itu, dapat diatur! Hahaha, kamu ini masih muda ternyata loyo ya!"

"Ehh, Paman, bukan gitu! Kamu tahu sendiri istriku bukan manusia, ya jelas aku kalah!"

"Memangnya kamu sendiri manusia, Chandra? Hahaha, bocah dewa ini ada-ada saja," batin Kakek Lubis menggelengkan kepala.

"Kamu tenang saja! Pokoknya sebelum masuk malam, kamu banyak jogging dulu. Nanti sebelum senja aku kemari membawa ramuan khusus buat kamu. Ahahahay!"

"Semujarab itukah?"

"Kamu meragukanku? Lelaki perkasa yang sudah berusia 70 tahun ini!" bentak Kakek Lubis sambil membusungkan dadanya bangga.

"Heheh, percaya, Paman. Aku sangat percaya!" ucap Chandra cengengesan.

"Mari kita buat Leluhur kewalahan! Huhahahahaha!"

Chandra dan Kakek Lubis kini sama-sama tertawa jahat.

Sementara itu di luar, Sabrina terus memperhatikan gerak-gerik Yueji.

"Apanya yang leluhur? Pakaian semodis itu..." gumam Sabrina mendelik.

"Aku lebih percaya dia jadi leluhurku," gumam Yueji berbisik, matanya mengarah pada lukisan Sisi yang begitu anggun dengan balutan gaun biru muda bak bidadari kayangan.

"Hihihi..." Sisi terkekeh sambil menutup mulutnya.

Seketika tatapan tajam Yueji menghujam ke arah Sabrina.

DUG!

Sekejap tubuh Sabrina bergetar hebat, jiwanya diliputi rasa takut yang mendalam.

"Kenapa ini?" batin Sabrina ketakutan sambil memegang lengannya yang gemetaran. Ia segera berdiri dan berlari menuju mobilnya.

"Bocah itu..." gumam Yueji dengan wajah muak. "Kenapa kamu tertawa!" bentak Yueji pada Sisi.

"Hehe, tidak Nyonya. Aku mau kembali ke belakang." Sisi pun ngacir menghindari Yueji yang sedang mode senggol-bacok.

Waktu terus bergulir hingga langit mulai menguning. Terlihat Chandra dengan tubuh atletisnya mengenakan singlet,menjadi pemandangan yang sangat memuaskan bagi Yueji.

"Sayang, kamu keren sekali," ucap Yueji yang sedang berbaring sambil mengangkat kedua kaki mulusnya yang bergoyang-goyang di udara.

"Ini semua demi bisa ngalahin kamu malam ini!" ucap Chandra yang sedang fokus mengangkat barbel.

"Ummm, jadi enggak sabar..." goda Yueji makin menjadi-jadi.

"Rubah cantik ini, ada saja tingkahnya," Chandra menyunggingkan senyum tipis, tetap fokus melatih otot lengannya.

"Chandra! Aku kembali!" teriak Kakek Lubis dari luar.

"Paman, aku sudah lakukan yang Paman usulkan."

"Bagus, Kawan Kecil! Tubuh kamu bagus juga ternyata, hahaha!"

"Heh, Bocah! Dia suamiku!" bentak Yueji tajam.

"Ayoyoy, aku masih normal, Leluhur! Hahaha!" Kakek Lubis tertawa. "Chandra, setelah makan malam, minum ini. Aku yakin dia bakal kewalahan!" bisik Kakek Lubis menyerahkan sebuah botol.

"Aku akan buat dia kalah hari ini! Huhahahahaha!"

Chandra dan Kakek Lubis menatap tajam ke arah Yueji dengan sunggingan bibir khas musuh utama (villain).

"Heh, kenapa kalian menatapku seperti itu..."

(Kwak... kwak... kwak... Suara burung gagak ilusi berterbangan)

(Swut... swut... swut... Kakek Lubis dan Chandra tiba-tiba bersiul pura-pura tidak tahu)

"Baiklah, Chandra! Aku percayakan tugas penting ini kepadamu!" ucap Kakek Lubis menepuk bahu Chandra mantap.

"Siap, Kapten!" ucap Chandra menegakkan badan dan memberi hormat tegak.

"Hehehe..." Kakek Lubis terkekeh sambil menggoyang-goyangkan jari telunjuknya ke arah Chandra. "Anak muda ini, bikin aku iri saja," gumam Kakek Lubis sambil berjalan keluar.

(Gogg... gogog... gogog! Suara anjing malam memecah keheningan)

"Sayang... aku menyerah!" ucap Yueji meringis, mencengkeram erat pinggiran kasur dan berusaha merayap turun.

"Ehh, siapa yang tadi menantang? Baru sepuluh ini..." ucap Chandra menahan bahu Yueji.

"Aku bercanda, Sayang! Iya, iya, aku bakal latih gadis itu!"

"Apa? Aku tidak dengar?" ucap Chandra pura-pura memegang telinganya.

"Ampun suamiku, ampun! Aaaa!"

SRETT!

Chandra kembali menarik pelan tubuh Yueji ke tengah kasur.

"CHANDRAAAAA!!!!"

1
Ruang Senddu
lumayan seru
Waaaaaa_
Hallo aku mampir
Alinsyah 70: Makasih loh udah mampir, maaf loh kalau ceritanya kurang bagus
total 1 replies
Ruang Senddu
seru, mari saling dukung
Doodle Music
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!