NovelToon NovelToon
SUAMIMU BUKAN SUAMIMU

SUAMIMU BUKAN SUAMIMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta Seiring Waktu / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:68.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

Aynara terpaksa menikah dengan Aksa karena perjanjian kedua kakek mereka. Pernikahan itu diikat satu syarat: jika mereka bercerai sebelum satu tahun, Aynara harus membayar denda 10 miliar, sementara Aksa akan kehilangan haknya sebagai pewaris keluarga Wicaksono.

Namun, usai janji suci diucapkan, Wicaksono mengalami kecelakaan dan terbaring koma.
Merasa tak ada lagi yang bisa mengaturnya, Aksa berkata kepada Aynara, "Pernikahan ini terjadi karena Kakek. Aku sama sekali gak suka, apalagi mencintaimu. Dunia kita beda. Mulai sekarang, kita jalani hidup masing-masing sampai tiba waktunya bercerai."

Aynara terpaksa menelan kenyataan pahit itu. Namun, takdir mengubah segalanya ketika kecelakaan merenggut nyawa Aksa.
Regan, pembelot yang sedang diburu organisasi kriminal, memanfaatkan kematian Aksa untuk menyelamatkan dirinya.

Aynara tidak pernah tahu bahwa suami yang ia benci telah mati. Dan pria yang kini hidup sebagai Aksa adalah orang asing yang akan mengubah seluruh hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Akad Tanpa Cinta

Jayadi masuk lebih dahulu, kemudian Cepi dan Caca. Dan terakhir...

Aynara.

Asti yang sejak tadi menunggu akhirnya mengernyitkan dahi. Dengan nada pelan ia bertanya pada Wicaksono. "Yah, itu pengantinnya Aksa?"

Wicaksono tidak langsung menjawab, tatapannya tertuju pada Aynara. Ia mengenali gadis itu dari foto yang pernah diperlihatkan kepadanya. Beberapa kali ia juga pernah melihat Aynara dari jauh.

Namun, perempuan yang berdiri di hadapannya sekarang terlihat jauh berbeda. Wajahnya memerah dan sedikit sembap. Wicaksono menyipitkan mata, ia tahu ada sesuatu yang tidak beres.

"Iya," jawabnya singkat.

Asti kembali memerhatikan Aynara. "Apa dia sakit?"

Namun Asti tidak mengatakan apa-apa. Bagaimanapun, gadis itu tetap calon menantunya. Dan ia sangat yakin, ayah mertuanya tidak mungkin menikahkan putranya dengan sembarang gadis.

Di sisi lain, Aksa yang baru saja menoleh langsung menghela napas panjang. "Serius?"

Tatapannya tertuju pada Aynara. "Kakek benar-benar mau nikahin aku sama dia?"

Sejak awal Aksa memang tidak menginginkan pernikahan ini. Namun, setidaknya ia berharap calon istrinya bisa membuatnya sedikit lebih mudah menerima keadaan. Nyatanya, yang ia lihat sekarang justru membuatnya semakin tidak bersemangat.

Sementara itu, Aynara yang tanpa sengaja bertatapan dengan Aksa segera menundukkan wajah. Ia tahu seperti apa penampilannya saat ini. Ia pasti terlihat buruk. Dan entah kenapa, hal itu membuat hatinya semakin sakit.

Bukan hanya karena ia akan menikah dengan pria yang tidak dicintainya, tetapi bahkan di hadapan calon suaminya sendiri, ia merasa tidak cukup pantas untuk berdiri di sana.

Caca yang berdiri tidak jauh dari Aynara justru diam-diam memerhatikan Aksa. "Ganteng banget..." Caca tanpa sadar tersenyum kecil.

Tatapan Caca berubah. Jas yang dikenakan Aksa terlihat begitu pas di tubuh, ditambah wajah tegas dan pembawaan yang membuatnya tampak berbeda dari pria-pria yang biasa ia temui.

"Ya ampunn... ini bener-bener jauh melebihi ekspektasiku." Ia melirik kakaknya yang masih tertunduk. "Sayang sekali malah nikah sama Kak Nara."

Berbeda dengan Cepi. Sejak melihat reaksi Aksa, sudut bibirnya justru hampir terangkat. "Kalau pria itu merasa jijik melihat kondisi Aynara, mungkin saja pernikahan ini dibatalkan. Dan jika keluarga Wicaksono yang membatalkannya..." Cepi menahan senyum.

Lima miliar.

Namun, ia segera memasang wajah biasa ketika Wicaksono menoleh ke arahnya.

Jayadi segera mendekati Wicaksono. "Pak, putri saya mengalami alergi. Itu sebabnya wajahnya seperti ini. Kami sudah berusaha mencari obat di beberapa apotek selama perjalanan kemari, tetapi Nara hanya cocok dengan obat tertentu dan kebetulan stoknya tidak tersedia."

"Alergi?" ulang Wicaksono. Pandangannya beralih kepada Aynara. "Kalian sengaja membuatnya seperti ini agar saya membatalkan pernikahan dan membayar denda?"

Mata Jayadi langsung melebar. "Bukan, Pak. Kami tidak berani melakukan hal seperti itu. Nara memang benar-benar mengalami alergi."

Cepi yang berdiri di belakangnya memegang tali tasnya lebih erat, jantungnya berdegup lebih cepat. Rencananya hampir berhasil.

Wicaksono baru akan membuka suara, tetapi Aynara lebih dahulu berkata, "Saya benar-benar terkena alergi, Pak." Suaranya terdengar tegas meskipun sesekali ia harus menahan rasa gatal yang semakin mengganggu. "Mana mungkin saya mempertaruhkan kesehatan sendiri hanya demi melakukan hal licik seperti itu?"

Aynara menarik napas pelan. "Kalau memang niat kami membatalkan pernikahan dengan cara seperti ini, tentu saya sudah menyiapkan obatnya. Begitu wajah saya mulai bereaksi, saya pasti langsung meminumnya. Bukan malah membiarkan diri saya tersiksa seperti ini."

Ia mengepalkan tangan di sisi tubuh, berusaha keras menahan keinginan untuk menggaruk kulitnya. "Saya memang tidak menginginkan pernikahan ini, Pak. Tapi saya tidak akan melakukan hal seperti itu."

Wicaksono terdiam, matanya mengamati Aynara beberapa saat. Tidak ada kepanikan berlebihan dalam sikap gadis itu. Tidak pula terlihat seperti seseorang yang sedang berpura-pura. Yang ada justru rasa tidak nyaman yang berusaha ia tahan.

Akhirnya Wicaksono mengangguk. "Baik."

Cepi diam-diam mengembuskan napas lega, tetapi kelegaan itu tidak bertahan lama.

Wicaksono melanjutkan, "Kalau begitu, kita mulai acaranya."

Cepi menatap Wicaksono tidak percaya. Rencananya benar-benar gagal.

Wicaksono kemudian menambahkan, "Setelah akad selesai, Aynara langsung dibawa ke rumah sakit."

"Baik, Pak," sahut Jayadi lega.

Wicaksono lalu menoleh kepada Aksa.

"Kek—".Wajah Aksa jelas-jelas penuh protes.

Namun, Wicaksono langsung memotong. "Pernikahan ini tetap berjalan."

Aksa mendengus.

"Meski hujan, guntur, atau badai sekalipun," lanjut Wicaksono datar, "hari ini kalian tetap menikah."

Tidak ada yang berani membantah.

Asti hanya bisa menghela napas. Ia sempat melirik Aynara. Gadis itu terlihat beberapa kali mengusap hidung dan wajahnya, berusaha meredakan rasa gatal tanpa menggaruk. Asti merasa sedikit iba. Namun, sebelum sempat mengatakan sesuatu, prosesi akad sudah dimulai.

Aksa duduk dengan wajah malas. Ia mengikuti seluruh prosesi hanya karena terpaksa. Ketika mengucapkan janji suci, setiap kata memang keluar dengan lancar dari bibirnya, tetapi tidak satu pun benar-benar ia tanamkan dalam hati. Baginya, akad itu hanyalah kewajiban yang harus diselesaikan agar ia tetap mempertahankan haknya sebagai pewaris.

Ketika buku nikah diletakkan di hadapannya, ia hanya mengikuti instruksi yang diberikan.

Tangannya bergerak menandatangani dokumen tersebut tanpa benar-benar memerhatikan halaman identitas yang menampilkan foto Aynara.

Ia bahkan tidak tertarik melihatnya. Baginya, pernikahan ini sudah cukup membuat kesal. Ia tidak punya keinginan untuk mengenal lebih jauh perempuan yang kini telah menjadi istrinya.

Setelah prosesi akad selesai, Wicaksono mengambil sebuah map dari atas meja. "Ada satu hal lagi."

Aksa yang hendak berdiri terpaksa kembali duduk.

Wicaksono membuka map tersebut dan mengeluarkan sebuah dokumen. "Ini perjanjian yang sudah disepakati oleh kedua keluarga."

Aksa mengerutkan dahi. "Kakek masih mau bahas itu?"

"Justru karena kamu sudah menikah, kamu harus mengetahuinya." Wicaksono meletakkan dokumen tersebut di atas meja. "Selama satu tahun pertama, kalian tidak boleh bercerai."

Aksa langsung menyahut. "Kenapa?"

"Karena itu kesepakatannya." Wicaksono menunjuk bagian tertentu pada dokumen. "Jika sebelum genap satu tahun salah satu dari kalian bersikeras mengakhiri pernikahan, Aynara wajib membayar denda sepuluh miliar rupiah."

Aynara yang mendengarnya langsung terdiam. Sepuluh miliar. Jumlah yang bahkan sulit dibayangkan olehnya.

Wicaksono kemudian menatap Aksa. "Sedangkan kamu akan kehilangan hakmu sebagai pewaris keluarga Wicaksono."

"Apa?!" Mata Aksa membesar. Untuk pertama kalinya sejak pagi itu, wajah malasnya berubah serius. "Kalau kami bercerai sebelum satu tahun, aku kehilangan hak waris?"

"Benar," jawab Wicaksono mantap.

Aksa melihat dokumen itu dengan sorot mata tidak percaya. "Kakek serius?"

"Sangat."

Jayadi menundukkan kepala. Ia tahu keluarga mereka tidak mungkin sanggup membayar denda sebesar itu.

Cepi pun terdiam. Sepuluh miliar. Jumlah itu jauh lebih besar daripada yang ia bayangkan sebelumnya.

Sementara Caca menatap Aksa dengan wajah penasaran. Ia baru menyadari bahwa pria tampan di hadapannya bukan sekadar anak orang kaya. Dia pewaris keluarga Wicaksono.

Asti menatap putranya dengan cemas. Ia tahu betul Aksa sangat takut kehilangan hak warisnya.

Sedangkan Aynara hanya menatap dokumen tersebut dengan perasaan campur aduk. Pernikahan ini ternyata bukan sekadar ikatan yang dipaksakan. Ada harga yang harus mereka bayar jika mencoba melarikan diri darinya.

Wicaksono menutup map itu. "Jadi pikirkan baik-baik sebelum kalian mengambil keputusan."

Tatapannya berpindah dari Aksa kepada Aynara. "Setahun." Suaranya tegas. "Jalani pernikahan ini selama satu tahun."

Aksa mengepalkan tangan. Dalam hati, ia hanya bisa mengumpat. Satu tahun terasa seperti hukuman seumur hidup.

 

...🔸🔸🔸...

..."Sebuah pernikahan mungkin bisa dipaksakan dengan keadaan, tetapi ketulusan tidak pernah bisa dipaksa untuk hadir dalam hati."...

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Anonim
Mereka berdua berangkat naik taksi menuju Aksara Group.

Riva tahu juga kalau emak tiri Aynara pelit 😄.

Riva sudah dua tahun bekerja menjadi resepsionis. Dia bangga bisa mengenal hampir semua pejabat tinggi di kantor. Direktur, manager, kepala divisi, tamu penting, semuanya pernah lewat di depan mejanya 😄.

Aynara menahan tawa ketika Riva bicara panjang lebar punya banyak pengalaman. Lucu ini anak.

Aynara banyak tertawa bersama sahabat yang katanya perumpamaannya selalu ajaib .

Sampai sopir taksi tak kuasa menahan senyum, mengatakan Riva memang lucu.
Anonim
Aynara yang mau melamar kerja, pakaiannya pinjam milik Riva.

Riva sibuk merapikan rambut dan pakaian Aynara.

Riva selalu bisa bikin Aynara terkekeh dengan celetukannya.

Tiba-tiba Riva menanyakan hubungan Aynara dengan Langlang.

Riva bersyukur, Aynara sudah ngga pacaran lagi dengan Langlang. Dia bilang - Langlang agak matre.

Riva menjelaskan kenapa bilang begitu. Dan menjelaskan pula kenapa ngga pernah cerita soal itu.
Anonim
Mereka berdua sudah masuk di kontrakan Riva.

Ketika sudah duduk mereka ngobrol, Riva masih bikin Aynara tergelak.

Aynara menanyakan tentang lowongan di tempat Riva kerja. Yang baru di buka hari ini. Besuk Aynara mau mencoba melamar.

Riva bikin Aynara tertawa lagi ketika dia mengatakan di tempatnya kerja bisa cuci mata. Managernya ganteng banget.

Perusahaan tempat kerja Riva namanya Aksara Group.

Aynara belum tahu itu perusahaan milik kakek mertuanya ya.

Berarti managernya suami Aynara. Aynara besuk mau mencoba melamar kerja, bakal ketemu suami sombongnya 😁
Anonim
Turun dari taksi, Aynara di bawa Riva memasuki gang sempit menuju kobtrakannya.

Sambil jalan Riva masih saja bikin Aynara terkekeh dengan perbendaharaan kata yang diucapkannya.

Hari ini Aynara bersama sahabatnya banyak tertawa. Aynara bisa melupajan sejenak hari-harinya yang sangat menyedihkan. Baik di keluarganya sendiri, maupun di pernikahannya yang cuma sehari langsung diusir suami yang angkuh dan sombong.
Anonim
Aynara yang sedang mencari kerja, kebetulan sekali di tempat Riva kerja baru buka lowongan.

Riva bilang, dengan ijazah S2 harusnya Aynara bisa dapat posisi yang lebih bagus.

Aynara numpang nginap semalam di kontrakan Riva.

Ketika taksi yang dipesan Aynara datang, Riva meringis 😄. Aynara langsung meraih tangan Riva sambil bilang - aku yang bayar.
Anonim
Aynara tidak menyangka bertemu teman kuliahnya yang lama menghilang sejak lulus S1. Sedangkan Aynara sudah lulus S2.

Seru ketemu teman akrab sewaktu kuliah di S1.

Riva orangnya enak bicaranya, suka bercanda. Aynara jadi bisa tertawa lepas. Perbendaharaan katanya gokil amat. Aynara gadis lugu jadi tidak mengerti istilah-istilah yang dilontarkan oleh Riva. Ngertinya hanya belajar supaya mendapatkan nilai bagus untuk mendapatkan beasiswa.
abimasta
syukurlah aynara bersama regan,bukan doni
Ass Yfa
akankah Regan jujur kalo dia bukan Aksa???
Ass Yfa
maksudnya Doni apa...mereka suami istri pdhl bukanseh😄,,,Doni nggk tahu istrinya Aksa siapa dan suami Aynara siapa???
evievoy
upsss.... Re
evievoy
Ahhhhh Re lo lamaaaa
Siti Jumiati
ditunggu kelanjutannya kak nana semangat 💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🙏
Felycia Fernandez
Kamu melupakan satu hal, dalam ikatan suami istri pasti ada hubungan ranjang.itu yang dinamakan hak dan kewajiban suami istri
Anonim
Aynara ingat kata-kata Asti. Uang saku dari Asti ngga seberapa dibandingkan pemberian kakek.

Rasa penasaran membuat Aynara melangkah menuju area ATM yang tidak jauh daru lobby rumah sakit.

Betapa terkejutnya Aynara ketika melihat angka yang muncul di layar.

Kenapa kakek begitu baik terhadap Aynara. Apakah kakek akan sadar dari komanya dan menceritakan rahasia yang ada ?

Siapa lagi ini yang memanggil Nara sampai Aynara terkejut ketika menoleh.
Anonim
Gunadi seakan tak percaya ketika mendengar Aynara membantu membersihkan tubuh Kakek dari mulut perawat.

Ternyata Gunadi yang membuat Aynara ikut terhenti langkahnya.

Aynara mengenali Gunadi yang waktu itu ikut menunggu di depan UGD saat Wicaksono menjalani operasi.

Gunadi lalu memperkenalkan dirinya.

Gunadi memberikan amplop yang berisi kartu ATM kepada Aynara sesuai amanah dari Wicaksono.

Naaah kaaan...Aynara jadi malu sendiri telah menuduh Aksa.

Wicaksono punya rahasia apa tentang Aynara
Felycia Fernandez
wajar sih,karena status mereka suami istri.nggak ada yang salah dalam pemikiran aynara.tapi Regan bukan Aksa asli.
Anitha
Pertahanan Regan runtuh seketika tidak bisa mengendalikan hasratnya, sekarang Aynara milik Regan seutuhnya,
siti irnani
Yo seneng karo bojo mu lahhh.🤭
Cicih Sophiana
nikah ulang ya Aksa Aynara... dulu kan nikah nya jg diam diam hanya kluarga yg hadir...
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Ceritanya makin Seru Kak Nana... 😁😁😁

Semangat Kak Nana... Up Bab Baru-nya ya, Kak 🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!