NovelToon NovelToon
Cinta Tak Ada Logika

Cinta Tak Ada Logika

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:63.7k
Nilai: 5
Nama Author: Delisa Sitari

Kehidupan Kinta seorang single parent yang memiliki dua orang anak. Setelah sekian lama ditinggal oleh suaminya dan menghidupi anak-anaknya seorang diri. Bertemu dengan Atta laki-laki petualang yang dicintainya dengan tulus namun ternyata dirinya hanya dipermainkan.
Bahkan tanpa berdosa lelaki itu mendekati sahabat dekat Kinta sendiri. Namun sakit hati terbalaskan karena ternyata Rani sudah memiliki seorang kekasih.
Dan Kinta pun dipertemukan dengan kawan lamanya yang menjodohkannya dengan Kakak laki-lakinya. Yang mencintainya dengan tulus.
Namun apalah daya Kinta begitu lama masih belum dapat melupakan Atta sepenuhnya.
Bahkan meskipun Kinta sudah menikah dengan Yusdi pun. Masih ada sisa-sisa perasaannya terhadap laki-laki petualang itu.
Dan akhirnya Atta muncul kembali di kehidupan Kinta dan ingin mendapatkan cintanya lagi.Bagaimana Kinta mempertahankan rumah tangganya bersama laki-laki yang selama ini telah mengobati lukanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delisa Sitari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 08 : Perjuangan Yang Gigih

" Akhirnya....." ujar Kinta setelah sampai di tempat tujuan. Dia menghirup dalam-dalam segarnya udara pegunungan.Ditolehnya ke belakang ada pemandangan yang sangat memuakkan. Atta yang masih berusaha merayu Rani untuk memberikan nomor handphonenya. Namun Rani tetap tidak mau memberikannya.

" Ayo Mbak Kin kita duluan saja. Heran aku sama orang itu. Memaksa sekali...." kata Ika dengan menggandeng tangan Kinta mengajaknya berjalan lebih dulu menuju pusat air terjun. Yang perjalanannya mungkin masih 15-30 menitan dengan berjalan kaki.

" Iya....ayo.... Hmmm....berani sekali dia sampai seperti itu." jawab Kinta dengan menggelengkan kepalanya.

Mereka pun berjalan bersamaan dengan riang. Kinta pun sangat senang bisa ke tempat favoritnya setelah sekian lama. Namun ada yang mengganjal di dalam hatinya. Ya...apalagi kalau bukan perbuatan Atta. Antara bahagia dan sakit jadi satu.

Sesekali kinta menoleh ke belakang memastikan Atta dan Rani tidak tertinggal terlalu jauh. Tapi yang ia dapat pemandangan yang membuatnya semakin tak nafsu makan. Dengan berani Atta berusaha menggandeng tangan Rani. Sedangkan Rani terlihat kadang menolak kadang juga membiarkannya tangannya diraih lelaki itu.

Ya Tuhan....kenapa meskipun sakit rasanya tapi tak mampu mencegahnya...gumam Kinta dalam hati.

Namun Kinta berusaha menikmati hari itu. Menyegarkan hati dan fikiran....atau malah menghancurkan....

Bahkan sesekali Atta meminta difoto berdua bersama Rani. Tak semakin sakitkah.....Aaaarrgghhhh.....Apa yang terjadi pada hatiku ini Tuhan ????? Hati Kinta penuh kesakitan, kegelisahan, pertanyaan-pertanyaan yang mungkin tiada yang tau jawabannya.

Sesampainya di pusat air terjun...Mereka pun bermain air. Memanjakan kaki di dalam aliran air...berfoto ria...dan menikmati cipratan air yang jatuh dari atas.

Kinta yang paling bersemangat menikmatinya. Sejenak ia lupakan perasaan dan fikirannya yang sedang kacau balau. Jika ia melihat pemandangan yang tidak sedap...dia berusaha memalingkan wajahnya agar tak terlalu larut dalam kesakitan.

Setelah puas bermain air....mereka pun memutuskan untuk turun karena hari sudah menjelang sore. Cacing-cacing di perut mereka juga sudah berteriak minta makanan.

Di pertengahan menuju parkiran mobil...mereka mampir terlebih dahulu di warung makan. Sambil sekalian nongkrong sebentar menikmati pemandangan. Masih tanpa ada selera untuk makan...Kinta hanya memesan secangkir kopi.

" Kamu kok tidak memesan makanan Kin. Belum makan kan dari tadi berangkat. Ngopi saja terus..." ujar Atta yang melihat Kinta dari tadi tidak ada secuil makanan pun masuk di mulutnya.

" Iya masih belum terlalu lapar aku....mungkin saking senangnya kali ya ??? " jawab Kinta melontarkan alasannya menutupi kalau sebenarnya dalam hati ia berkata..." Aku sakit dengan perbuatanmu...tapi aku tidak bisa berhenti mencintaimu...dan anehnya lagi aku selalu memaafkanmu..."

" Hmmmm......Makanlah sedikit saja...nanti sakit lohh..." pinta Atta. Entah karena khawatir atau sekedar basa basi.

" Iya Mbak Kin... Kami juga tidak mau kepala suku jadi sakit..." sahut Rani. " Kalau tidak mau makan nasi, aku pesankan mie instan ya..." lanjutnya.

" Emmmm...aku beli cilok di situ saja..." jawab Kinta sambil menunjuk kedai cilok yang berada di sebelah warung tersebut.

" Ya..... Okelah...Yang penting keisi perutnya..." sahut Atta.

Kinta pun pergi ke kedai sebelah dan kembali membawa sebungkus plastik yang berisi cilok bumbu kacang kesukaannya. Ia pun memakannya dengan lahap. Sebenarnya perutnya terasa lapar, hanya saja cuma cilok bumbu kacang itu yang bisa masuk ke mulutnya dengan berselera.

" Kin... kenapa temanmu itu tidak mau kasih aku nomor ?? Kalau dia belum mau terima aku sekarang... setidaknya kasihlah aku nomor biar bisa hubungi dia..." tanya Atta memelas pada Kinta.

Dengan kekesalannya Kinta pun menjawab..." Ya tidak tau Bang...Kan situ dari tadi sudah berusaha merayu tapi juga tidak ada hasilnya...Sudahlah....masih banyak waktu..." Kinta menepuk pundak Atta.

" Tapi kita masih teman baik kan ??? " tanya Atta lagi sambil mengangkat tangannya isyarat mengajak Kinta untuk toss. Ingin memastikan hubungannya dengan Kinta masih baik-baik saja.

Kinta pun mengangguk meyakinkan dan membalas tangan Atta. Dalam hatinya....meskipun sebatas teman....aku masih bisa bertemu dan dekat denganmu...walaupun rasa sakit itu berbaur jadi satu. Entah perasaan macam apa ini.

Atta pun tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya menggoda Kinta. Tanpa sepengetahuan Rani dan Ika tentunya.Ah...Dasar buaya....batin Kinta.

Setelah puas menikmati pemandangan dan dengan perut terisi penuh...mereka pun segera bergegas untuk pulang.

Dalam perjalanan pulang pun tak henti-hentinya Atta membujuk Rani meminta nomornya. Seolah menunjukkan kalau dia adalah pejuang cinta yang gigih dan harus mendapatkan apa yang dia mau.

Namun dengan gigihnya juga Rani tidak mau memberikannya. Dan kenyataan yang hanya Ika yang tahu bahwa Rani sudah memiliki seorang kekasih. Entah apa tujuannya tidak jujur pada Atta dan Kinta, dan tidak mau memberikan nomornya.

Yah...manusia mempunyai tujuan sendiri-sendiri.

Atta pun mengantarkan ketiga wanita itu di tempat kost Rani. Dia pun pulang dengan perasaan kecewa tidak mendapatkan yang diinginkannya. Namun dia berfikir masih banyak waktu dan harus sedikit bersabar.

Setelah mengambil motornya di kost Rani, Kinta pun segera pulang karena ingin cepat istirahat. Sesampainya di rumah Ibu dan kedua buah hatinya sudah tidur. Namun dia tak khawatir tidak bisa masuk ke dalam rumah karena selalu membawa duplikat kunci.

Ia pun membereskan barang bawaannya dan membersihkan diri. Menurutnya hidupnya sekarang tidaklah normal. Ya...hati dan perasaan yang tidak pernah tenang, tidak bisa merasakan kebahagiaan dan keceriaan yang sempurna. Dalam melakukan apapun yang terbersit di fikirannya adalah Atta. Sakit bila bertemu dengannya. Tapi dia akan sedih jika tidak bisa bertemu lelaki itu.

Sekecewa apapun perasaannya...Tetap tidak bisa ia membencinya. Bahkan cinta itu masih ada.

Baru saja ingin memejamkan mata... klililing.....klililing.....

Diraihnya ponselnya dengan malas...Telepon dari Atta....." Kin gimana ya Rani...aku benar-benar ingin dekat dengan dia. Aku serius sama dia Kin... Plisss tolong aku..."

Coba bayangkan....orang yang kita cintai dan pernah menyentuh kita...mengatakan pengharapan yang begitu besar kepada orang lain.....

Baru bertemu dua hari sudah menyatakan keseriusan ??? Batin Kinta dengan rasa yang tidak bisa diartikan.

Namun bukankah ini yang dulu Atta nyatakan padanya saat berusaha mendekatinya....hanya saja jarak waktunya tidak secepat ini.Kinta pun menghela nafas panjang. Dadanya terasa semakin sesak.

" Sabar dulu Bang....jangan terlalu memburu. Mungkin dia butuh waktu berfikir. Lagian Abang terlihat berambisi sekali. Mungkin dia takut....Apalagi dia masih terlalu muda. Pelan-pelan lah...." jawab Kinta menirukan logat khas Atta.

" Maafin aku ya Kin....Apa aku salah sama kamu ?? Apa aku menyakiti kamu ?? Kalau aku salah kamu bilang sama aku Kin...." tanya Atta. Apa dia sadar dengan pertanyaannya.....Jelas saja semua itu benar. Apa dia manusia ??

Meskipun memang dia tersakiti, tapi Kinta tetap berusaha menutupinya. Ia tidak mau terlihat lemah di mata Atta. Ia tak mau mengemis cinta pada laki-laki meskipun dia pernah menyatakannya. " Nggak kok Bang...kamu nggak salah...Tiap orang punya hak mencintai siapapun. Kalau Abang ingin kita berteman...ya kita berteman saja. Lagian aku sadar diri kok..." jawab Kinta.

" Benar ya Kin...kita masih teman baik ??? Aku cuma minta tolong sama kamu bantu aku dekat sama Rani....Makasih kamu sudah baik sama aku..." ujar Atta lagi memohon.

" Iyaaa.... ya sudah aku mau istirahat. Besok harus kerja. Aku tutup ya...." jawab Kinta.

" Ya sudah....selamat malam....selamat istirahat...Daahhh...." ucap Atta masih manis terhadap Kinta.

" Daahhh...." balas Kinta senang tapi heran mendengar Atta berucap manis seperti itu.

Kinta pun meletakkan ponselnya di meja sebelah ranjangnya dan akhirnya terlelap dalam mimpi.

1
Agus Irawan
Halo Readers Mampir yuuk ke cerita ku klik langsung frofil ku yah
Agus Irawan
feedback untuk mu kak
coni
like mendarat Thor

mampir juga ya ke CSku
coni
Semangat upnya Thor🥰
Like ku udah melayang tuh

Ditunggu feedback nya ya 😁
salam "ANGKASA: Salam penghuni bumi"
kitty
mau gimana lg anak2 butuh ayah kandungnya, apalagi anak perempuan..nanti ayahnya yg jd wali
kitty
mantan suami kinta yg pertama gak ada kabar?
Firstraha cleanida
semangat semangat yokkk
Delisa Sitari: trm kasih...
total 1 replies
AM
Lanjut semngat terus, aku bacanya nyicil ya😁

baca juga cerita ku Choice Of Love ❤
kitty
klo menikah dg duda cerai hidup apalagi jk perceraiannya tdk baik2 sj, dan ada anak pula rata2 kisah balikan sm mantan itu srg tjd..
sebenarnya sy berharap kinta menemukan jodoh lain selain yusdi yg menurutku tdk tegas dan sering salah langkah..tp bukan berarti kembali dg atta
Delisa Sitari: Tp dlm cerita ini Kinta hanya akan menikah 2x 🙏🙏🙏
total 1 replies
Darah Biru (Bangsawan)
mantap ❤️
Darah Biru (Bangsawan)
like like ❤️
Darah Biru (Bangsawan)
sambungan jejak boomlike ❤️
Bill
Mbak bisa follback saya gk?ada yg saya tanyain nih😊 lanjut mbak ak suka alur cerita mu😍
Delisa Sitari: oke... sudah
total 1 replies
Author Ika.
HAI AUTHOR SAYA UDA LIKE DAN RATE 5 BINTANG , MAMPIR DONG KE NOVEL SAYA “Aku Bukan Lesbian," DITUNGGU KEHADIRANNYA DAN TINGGALKAN JEJAK.

-AKU BUKAN LESBIAN.
delesia
dasar si Ahmad.... udh tau tambah mencurigakan malah ga lapor
delesia
emang enak kinta... kamu rasakan karma mu sendiri
delesia
sakitnya dikhianati.... akupun sudah pernah merasakan beberapa kali
delesia
terlambat utk menyesal kinta... gw malah ingin yusdi menceraikan kamu
delesia
banyak sih wanita type sprt kinta.... mendua
delesia
dasar kinta munafik ... kalo wanita bener hrsnya diblokir nomor atta dan kemanapun janjian dg atta, ajak suami biar ga ada yg disembunyikan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!