NovelToon NovelToon
Sistem Guru Legendaris: Dari Guru Buangan Menjadi Guru Terhebat

Sistem Guru Legendaris: Dari Guru Buangan Menjadi Guru Terhebat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Idola sekolah
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Husen Alkhafi adalah seorang guru idealis dengan kemampuan mengajar luar biasa yang ditugaskan ke SMA Garuda dan memimpin Kelas XI-7 yang terkenal sebagai sarang berandalan.

Namun, di tengah keputusasaan menghadapi murid-murid bermasalah yang hobi melawan guru, Husen membangkitkan Sistem Guru Legendaris yang memungkinkannya melihat potensi tersembunyi setiap siswa beserta kelemahan mereka.

Kini, berbekal sistem misterius dan keteguhannya, Husen bertekad mengubah kelas sampah itu menjadi yang terbaik, membimbing murid-muridnya menuju masa depan yang cerah,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Pak Haris, sang kepala sekolah, berjalan perlahan mendekati kerumunan dengan wajah yang sangat serius.

Di belakangnya, ada dua orang pria berjas rapi yang terlihat seperti utusan resmi dari pihak yayasan sekolah.

"Kepala sekolah, Anda datang tepat waktu untuk melihat kecurangan kelas buangan ini yang sangat mencolok!"

Pak Anton langsung menunjuk ke arah papan mading dengan penuh keyakinan dan harapan.

"Mereka pasti sudah mencuri kunci jawaban dari ruang arsip semalam saat tidak ada orang!"

Pak Haris menggelengkan kepalanya pelan dengan ekspresi sangat kecewa menatap guru seniornya itu.

"Saya dan pihak yayasan sudah memeriksa rekaman kamera CCTV di ruang arsip dan ruang guru sejak seminggu yang lalu."

"Tidak ada satu pun murid kelas XI-7 maupun Pak Husen yang mendekati ruangan tersebut sama sekali."

"Justru kami melihat Bapak menukar tumpukan amplop soal kelas sebelas pada hari Minggu malam sendirian di sana."

Bum!

Pernyataan kepala sekolah itu bagaikan bom yang meledak tepat di telinga Pak Anton dan menghancurkan harga dirinya.

Tubuh guru sombong itu langsung lemas tak bertenaga seakan seluruh tulang di kakinya dicabut paksa.

Bruk.

Pak Anton jatuh terduduk di lantai lorong dengan pandangan kosong menatap ujung sepatunya sendiri.

Bu Ratna yang sejak tadi berdiri di sebelahnya langsung menyingkir menjauh karena takut ikut diseret dalam masalah pemecatan.

"Bapak sudah melanggar kode etik pendidik dengan sangat berat dan mencemarkan nama sekolah, Pak Anton."

"Pihak yayasan sudah memutuskan untuk menonaktifkan Bapak dari jabatan wali kelas unggulan mulai detik ini."

Satu dari pria berjas itu berbicara dengan nada datar dan tegas memberikan keputusan mutlak yang tidak bisa diganggu gugat.

Pak Anton tidak bisa membalas sepatah kata pun dan hanya bisa terdiam membisu meratapi nasib buruknya.

Bara tertawa pelan melihat pemandangan menyedihkan dari guru yang selama ini selalu memandang rendah dirinya.

"Rasanya puas banget lihat orang sombong jatuh ke lantai kayak gitu, ya nggak Bos?"

Rico menyenggol lengan Bara sambil berbisik pelan dengan raut wajah yang sangat bahagia luar biasa.

Husen menatap Pak Haris dan menundukkan kepalanya sedikit memberikan rasa hormat yang pantas.

"Terima kasih atas keadilan transparan yang Bapak tegakkan hari ini, Pak Haris."

"Tapi sebelum Pak Anton pergi mengemasi barang-barangnya, masih ada satu janji taruhan yang harus diselesaikan."

Husen menoleh ke arah Pak Anton yang masih duduk di lantai dengan tatapan tajam yang tidak kenal belas kasihan.

"Bapak berhutang sebuah permintaan maaf terbuka kepada murid-murid saya karena telah memanggil mereka sampah."

"Dan Bapak harus mengakui kegagalan Bapak sebagai pendidik teladan di depan mereka semua sekarang juga."

Pak Anton mendongakkan kepalanya dengan mata yang sudah berkaca-kaca menahan rasa malu yang tak tertahankan.

Dia menatap ke arah Husen lalu beralih menatap wajah dua puluh lima murid kelas XI-7 yang berdiri mengelilinginya.

Mereka semua menatapnya bukan dengan amarah, melainkan dengan tatapan kasihan yang jauh lebih menyakitkan daripada pukulan fisik.

"Saya... saya minta maaf."

Suara Pak Anton terdengar sangat bergetar dan parau seperti orang yang tercekik lehernya sendiri.

"Saya minta maaf karena telah menyebut kalian sampah dan meremehkan kemampuan belajar kalian selama ini."

"Saya mengakui bahwa saya telah gagal menjadi guru yang baik dan adil untuk kalian semua."

Setelah mengucapkan kalimat memalukan itu, Pak Anton langsung berdiri dan berlari menerobos kerumunan murid tanpa menoleh lagi.

Dia pergi meninggalkan lorong itu secepat mungkin untuk menyembunyikan tangis penyesalannya di ruang guru.

Suasana langsung pecah oleh sorakan kemenangan dari seluruh murid yang ada di sana melihat akhir memuaskan dari keangkuhan tersebut.

Ting!

Suara merdu dari sistem langsung berbunyi sangat nyaring di dalam kepala Husen menyambut momen bersejarah ini.

[Pemberitahuan Sistem]

[Misi Kolektif Pertama: Kebangkitan Kelas Buangan telah berhasil diselesaikan dengan sempurna!]

[Target nilai rata-rata 75 terlampaui, hasil akhir 81 tercapai]

[Hadiah diklaim: 500 Poin Pengalaman didapatkan oleh Host]

[Hadiah diklaim: Skill Aura Mengajar Pasif berhasil dipelajari dan diaktifkan]

[Host telah naik ke Level 3 secara instan!]

Husen memejamkan matanya sejenak merasakan kehangatan energi level up yang menjalar di sekujur tubuhnya.

Skill Aura Mengajar perlahan aktif secara otomatis tanpa perlu dia beri perintah sama sekali.

Tubuh Husen kini memancarkan wibawa yang sangat kuat namun terasa menenangkan bagi siapa pun yang memandangnya dari dekat.

Bara dan Nisa yang berdiri paling dekat bisa merasakan perbedaan atmosfer yang drastis di sekitar wali kelas mereka itu.

"Bapak kelihatan jauh lebih keren hari ini, Pak Husen."

Nisa tersenyum tipis dan menyilangkan lengannya sambil menatap Husen dengan tatapan penuh rasa hormat.

"Ini baru permulaan, Nisa."

"Kita baru saja memenangkan satu pertempuran kecil melawan guru sombong di sekolah kita sendiri."

Husen menatap ke arah luar jendela lorong melihat awan mendung yang perlahan mulai menyingkir dari atas langit.

"Ujian yang sebenarnya untuk merubah stigma sekolah ini baru saja akan kita mulai besok pagi."

Bara menyeringai lebar dan mengusap hidungnya dengan punggung tangannya merasa sangat bersemangat.

"Gue siap ngikutin perintah lu selanjutnya, Pak Guru."

"Gue pastikan nggak ada satupun anak di kelas kita yang berani nyerah di tengah jalan mulai hari ini."

Rico dan teman-temannya yang lain bersorak membenarkan ucapan ketua kelas mereka dengan suara lantang.

Husen tersenyum lebar melihat semangat yang sudah benar-benar menyala di mata anak-anak buangan ini.

Mereka bukan lagi kelas sampah yang pasrah menunggu untuk dihancurkan oleh dunia luar.

Mereka adalah pasukan petarung yang siap menghancurkan sistem pendidikan busuk yang selama ini membuang mereka.

1
Dewiendahsetiowati
selamat untuk kemenangan sekolah Garuda Kelam Husein dan tiga serangkai Bara, Rico dan Nisa
Nissa Safira: Terima kasih banyak kak🥰🙏
Kemenangan ini bukan cuma buat Husen, tapi buat kita semua yang udah nahan kesel lihat kelakuan Pak Surya. Akhirnya tiga serangkai Bara, Rico, Nisa bisa senyum lega juga😁
Makasih ya kak udah jadi saksi kemenangan Garuda Kelam. Ditunggu dukungan kakak di tingkat nasional ya💪🥰🥰
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
mampus kau
Nissa Safira: Mampus bener kak💪😂
akhirnya diborgol sendiri di depan wartawan. Puas banget nulisnya aku juga pas Husen colok flashdisk itu.
Makasih ya kak udah ikut puas bareng🤣🤗💪
total 1 replies
Aisyah Suyuti
seru
Nissa Safira: gasss terus kak.. ikuti keseruan cerita ini sampai akhir yaa🥰🔥
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
lawan mereka Bara dan bikin malu mereka
Nissa Safira: gaaaas kak aku juga teriak bara lawan! lawan! 😤🔥
Tapi inget latihan Husen kak "Seorang pemimpin sejati tidak perlu memukul musuh yang bodoh, cukup mempermalukannya dengan fakta tajam"🔥🔥💪
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
semakin seru ceritanya
Nissa Safira: waaaa makasih banyak kak 😭🙏
Serunya baru mulai kak.. Di Olimpiade nanti kita lawan Akademi Cakrawala lagi, Reno udah bilang "aku akan menghancurkannya sampai tak berbekas"! Bara juga udah ngamuk "aku ingin meremukkan kesombongan anak-anak kaya itu!"🔥🙏
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Nissa Safira: Hadirrr kak dewi😁🙏🔥
Absennya aku catet paling atas nih kak😂
Makasih udah hadir pagi-pagi kak💪
total 1 replies
xebeck D ron
akhirnya GK gabut gw😄😄
Nissa Safira: up tiap hari kok kak rudi💪
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!