NovelToon NovelToon
Menikahi Duda Kaya Raya

Menikahi Duda Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yayalifeupdate

Dinzy Aurora, gadis berusia 21tahun yang hidup sebatang kara di Ibukota, mengadukan nasibnya berharap memiliki kehidupan yang layak. Saat ini Dinzy baru saja lulus dari kampus terbaik di kota tersebut, mendapatkan gelar cumlaude bukan berarti Dinzy bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Setalah 2 bulan menerima Ijazahnya, Dinzy belum juga mendapat panggilan wawancara kerja. Dan selama 2 bulan tersebut sambil tetap mencari pekerjaan baru, Dinzy masih bekerja di sebuah coffee shop. Selama Dinzy tinggal di Ibukota, Dinzy memang melakukan pekerjaan paruh waktu untuk menyambung hidupnya, meskipun Dinzy mendapatan beasiswa dan juga biaya hidup, namun itu tidak menghalangi Dinzy untuk tetap bekerja. Dinzy tumbuh di sebuah panti asuhan di pesisir Ibukota. Ia tidak mengenal siapa Ayah dan Ibunya. Meskipun ia sangat penasaran, tapi pihak panti juga tidak bisa membantu Dinzy karena saat itu, Ibunya Dinzy hanya menyerahkan Dinzy begitu saja dan meninggalkan Dinzy di panti asuhan tersebut. Hanya nama yang Dinzy terima dari Ibunya, nama pemberian dari sang Ibu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8

Acara outing berlangsung sangat seru, meskipun kelompok Dinzy sempat kalah dua kali, namuan tidak mengurangi semangat mereka untuk mendapat kemenangan yang lain.

 

Kelompok Dinzy mendapatkan uang tunai karena berhasil mendapatkan juara ke dua. Siska membagi uang tersebut kepada Dinzy, Hendra dan beberapa timnya.

 

"Seru ya ternyata" ucap Siska

 

"Lebih seru dari mall kan?" sahut Hendra cekikikan.

 

"Iya, tapi di mall enak kok, dingin"

"Kalau panas sih pasar Sis"

 

Hendra dan Siska tertawa bersama, sementara Dinzy hanya memperhatikan keduanya sambil berpikir sepertinya mereka cocok, namun Dinzy tahu jika Hendra bukanlah seseorang yang Siska inginkan, dari segi ekonomi.

 

"Ngelamun aja Dinzy, kesambet nanti" ucap Hendra

 

"Hehehe... Iya Mas, capek gini ngelamun udah paling bener" jawab Dinzy

 

"Balik ke kamar deh, pada bersih-bersih sana. Besok kita kembali ke realita kehidupan sebagai budah corporate"

 

Dinzy dan Siska seketika menghela nafas bersama, yang di jawab gelak tawa oleh beberapa orang yang melihatnya.

 

Semua orang meninggalkan arena lomba, dan masuk ke dalam kamar masing-masing.

 

.

.

.

 

Pagi ini Dinzy berangkat ke kantor lebih awal, karena hari terakhir masuk kerja ia meninggalkan sepatunya di kantor. Dinzy tidak ingin dilihat orang jika ia datang hanya menggunakan sandal.

 

Dinzy benar-benar datang lebih awal bahkan security shift malam pun belum pulang, dan masih standby di kantor.

 

"Kepagian sampai gak sarapan, makan apa ya" gumam Dinzy

 

Dia membua ponselnya, lalu berencana membeli sarapan. Namun karena Dinzy ingat sesuatu yang pernah Siska katakan. Dia mengurungkan niat untuk memesan makanan online, namun Dinzy beranjak dari kursinya dan segera keluar dari ruang kerjanya menuju ke sebuah tempat makan sederhana di balik gedung kantornya.

 

'Bubur Ayam' bukan makanan yang spesial, namun ia sedikit heran karena antriannya cukup panjang.

 

Sampai di antrian Dinzy, ia memesan bubur dan karena tempat sedang penuh Dinzy memutuskan untukmembawanya ke kantor.

 

Dengan membawa bubur, Dinzy terlihat berhati-hati menyeberang jalan, karena suasana jalanan saat ini memang sangat ramai.

 

"Saya bantu" ucap seseorang yang bahkan belum sempat Dinzy melihat wajahnya karena dia sedang menoleh kearah kiri, sementara Dinzy berada di sebelah kanannya.

 

Begitu mudahnya Dinzy dan pria itu menyebrang jalan. Hingga Dinzy sudah berada di dekat area gedung kantornya.

 

"Terimakasih Pak" ucap Dinzy

 

"Sama-sama Dinzy" jawab Luca

 

"P-pak Luca"

"Ketemu lagi kita"

"Wah kebetulan sekali, terimakasih Pak"

"Sama-sama Dinzy. Kamu kerja disini?"

"Benar Pak. Pak Luca ada di sekitar sini, kantornya dimana?"

"Lumayan jauh, saya kesini karena sarapan bubur"

"Oh Pak Luca juga suka bubur ini"

"Iya, hampir setiap hari saya beli. Kamu?"

"Saya baru pertama kali Pak mau coba bubur ini"

"Kok bisa?"

"Saya baru kerja disini satu bulan Pak, biasanya saya bawa bekal. Tapi karena hari ini saya berangkat awal, saya tidak sempat memasak"

"Oke. Silahkan masuk dan makan bubur kamu selagi hangat"
"Baik Pak. Terimakasih dan hati-hati dijalan"

"Thank you Dinzy"

 

Luca membiarkan Dinzy untuk segera masuk ke kantornya, karena dia sendiri juga harus segera menuju ke kantor untuk bekerja.

 

"Kebetulan yang lucu" batin Luca

 

Sementara Dinzy di pantry sedang menikmati bubur yang sangat diminati oleh banyak orang tersebut. Sedikit berbeda dari bubur biasanya karena memiliki kuah yang sangat lezat.

 

"Pantesan, banyak yang antri bubur ini" ucap Dinzy

1
falea sezi
jangan percaya🤣 uda sering cek. in dia sis
falea sezi
lanjjtt
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
wah bisa nih foto nya dikirim ke istrinya alvin biar mampus si moza ditangan istrinya alvin 🤭
Wahyuni Abuzar
iihh bisa yaa gitu tanpa babibu main sp aja...🤪
Scd: Iya ihhh kesel kan🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!