NovelToon NovelToon
Senja Yang Ku Perjuangkan

Senja Yang Ku Perjuangkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Penyesalan Suami
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Tiga tahun menjalani pernikahan tanpa cinta, Alya bertahan hanya karena menghormati wanita yang telah menyatukan mereka.

Namun, tepat setelah sang nenek meninggal dunia, suaminya menjatuhkan talak dan mengakhiri hubungan yang selama ini hanya dianggap sebagai kewajiban.

Dengan satu kaki palsu dan hati yang hancur, Alya meninggalkan rumah yang tak pernah benar-benar menerimanya. Ia tak menyadari bahwa di dalam rahimnya sedang tumbuh kehidupan baru.

Saat dunia seolah menutup semua pintu untuknya, Alya memilih bertahan demi seorang anak yang bahkan belum lahir. Anak itu ia beri nama Senja.

Ini adalah kisah tentang seorang ibu yang berjuang melawan keterbatasan, kesepian, dan kerasnya kehidupan. Sebab bagi Alya, Senja bukan sekadar anak. Senja adalah alasan mengapa ia terus hidup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Terima Bekerja.

Sesampainya di kamar kost Alya duduk di pinggir kasur spon tipisnya. Di situ ada Emil sedang membawa nampan yang berisi air putih juga sepotong roti.

Melihat kepedulian gadis itu Alya merasa tidak enak sendiri. "Dek, gak usah seperti itu Mbak baik-baik saja kok."

Emil menghempaskan napas kecil. "Sudah Mbak duduk saja, lagian aku tidak ada yang memaksa kok," ujarnya lalu menaruh nampan itu di samping kasur Alya.

Seketika Emil melirik ke kaki Alya yang sudah terlepas dari kaki palsunya, gadis itu merasa iba saat ujung lutut Alya memerah.

"Tuh kan, Mbak bandel sih. Lihat saja lutut mu merah-merah gini," omelnya. "Itu pasti karena Mbak kelamaan berjalan kaki," dengusnya.

Bukannya marah Alya justru meneteskan air mata haru, apalagi saat gadis itu mengelusnya dengan lembut.

"Mbak kenapa nangis ada yang salah dengan perkataan ku atau ujung lututmu sakit saat aku pegang."

Alya menggeleng cepat. "Gak ada yang salah, semenjak aku kehilangan kaki kiriku baru kali ini ada yang memegang tanpa rasa jijik ataupun geli," ungkapnya.

Emil langsung memeluk wanita dihadapannya itu, seolah tahu apa yang dirasakan oleh Alya selama ini. "Mbak mulai sekarang jangan bersedih lagi ya. Sekarang ada aku. Aku yang akan rawat Mbak dan anak Mbak nanti," ucap Emil sambil menepuk punggung Alya pelan.

Alya semakin menangis di dalam pelukan itu, tapi detik berikutnya ia memberanikan diri untuk bertanya.

"Ka-kamu kenapa bisa baik sama Mbak?" tanyanya hati-hati.

Seketika Emil melepas pelukan itu, ia menatap Alya dalam-dalam. "Mbak bertanya seperti itu?"

Alya hanya mengangguk dengan air mata yang berlinang.

"Karena aku terlahir dari rahim wanita yang sama seperti Mbak, ibukku dulu pekerja keras meskipun fisiknya tidak sempurna, dan sekarang kedua anak ibu sudah sukses bahkan ada yang jadi pengusaha, dan aku Alhamdulillah mempunyai 5 cabang kost-kostan itu semua berkat kasih sayang dan didikan ibukku."

"Sekarang ibumu di mana Dek?" tanya Alya.

Emil tersenyum pahit saat nama itu dipertanyakan. "Ibu sudah pergi untuk selamanya Mbak, bahkan dia belum merasakan hasil jerih paya anak-anaknya," sahut Emil dengan tatapan nanar.

"Maafkan Mbak, ya sudah membuatmu sedih karena teringat dengan beliau."

"Gak apa-apa Mbak, aku sudah berdamai dengan luka kehilangan."

"Hebat, kamu anak muda saat Allah mengambil sesuatu yang paling berharga dari hidupmu, kamu tidak hilang arah. Bahkan kamu bisa menaklukkan dunia dengan kerja kerasmu," puji Alya dengan bangga.

Emil pun tersenyum tipis, gadis itu langsung menepuk pundak Alya. "Mbak juga hebat, jujur saja melihat kegigihanmu dan usaha keras agar dapat pekerjaan, itu semua mengingatkanku dengan perjuangan Ibu, dan melihat itu entah kenapa hatiku sakit Mbak."

Untuk pertama kalinya air mata Emil jatuh menetes, ia tidak mau melihat Alya berjuang sendirian dan ia tidak ingin hal yang dulu terjadi pada ibunya akan terulang pada Alya.

"Sudah jangan nangis," ucap Alya.

"Mbak juga jangan nangis lagi," sahutnya sambil sedikit tertawa.

"Mbak nangis karena haru bukan sedih."

"Sama, aku juga."

Mereka pun tersenyum simpul seolah menertawakan kekonyolannya sendiri.

"Baiklah kalau gitu akhiri tangis menangisnya, sekarang saatnya Mbak minum obat ya," ujar Emil.

Alya pun mengangguk lalu mengambil obat yang ada di atas nampan tadi. Sementara Emil hanya melihat dan memastikan obat itu diminum langsung.

Tapi di sela-sela itu, handphone-nya berdering segera Emil mengambilnya dari dalam tasnya.

"Halo Eyang," ucap Emil dengan nada sopan.

"Halo juga Nak," sahut suara dari seberang sana. "Apa benar perempuan yang kamu rekomendasikan untuk kerja di toko kerajinan Nenek bernama Alya Safitri?"

"Iya Eyang. Beneran kok itu memang namanya," sahut Emil.

"Oh, baiklah kalau begitu besok suruh dia datang ke sini ya," suruhnya.

Mata Emil berbinar saat mendengar kalimat dari seberang sana. Ia tidak menyangka setelah kejadian siang tadi ternyata Allah benar-benar menyiapkan kejutan kecil untuk Alya.

"Mbak," panggil Emil.

"Apa Dek," sahut Alya heran, dengan ekspresi wajah Emil yang langsung berubah.

"Mbak diterima kerja dari salah satu toko kerajinan tangan," ucapnya begitu heboh.

Sontak Alya langsung membulatkan matanya, seolah tidak percaya mendengar kabar baik ini.

"Apa benar?" tanya Alya.

"Iya Mbak."

Mereka pun terkekeh kecil lalu saling berpelukan untuk merayakan kemenangan kecil ini.

Dan tanpa sadar sedari tadi Emil lupa mematikan handphone-nya sangking bahagianya mendengar Alya mendapatkan pekerjaan dari salah satu kenalannya.

Sementara wanita paruh baya di seberang sana, sedari tadi mendengar suara bahagia dari sana. Dan ia pun masih mengingat jika suara perempuan satunya milik Alya.

Hatinya merasa lega, karena akhirnya bisa menemukan kembali Alya. Bukan karena Alya mantan karyawannya yang ulet dan telaten. bukan karena Alya merupakan cucu menantu Nek Ratih. Tapi disamping itu ia menyimpan rahasia besar dibalik kecelakaan Alya saat usianya remaja, hingga membuat perempuan itu kehilangan kaki kirinya.

"Ratih aku hampir saja kehilangan jejak Alya," ucapnya sendiri.

☘️☘️☘️☘️☘️

Sementara itu di kediaman Abimana.

Mobil Arlan perlahan memasuki halaman. Suasana rumah sejak pagi nampak ramai tidak seperti biasanya. Bahkan para pelayan terlihat sibuk menyiapkan hidangan istimewa, seolah sedang menyambut orang paling dinanti di rumah ini.

Amara yang berada di samping Arlan tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya, setelah berhasil menyingkirkan istri pertama, akhirnya ia bisa menginjakkan kaki di istana megah ini.

"Kamu gugup?" tanya Arlan.

"Aku hanya takut jika nanti keluarga ini tidak menerima ku seperti tiga tahun lalu," ujarnya dibuat sesedih mungkin.

"Shut... kamu tidak boleh berucap seperti itu, sekarang rumah ini menerima mu sepenuhnya," ujar Arlan meyakinkan.

Amara tersenyum licik, akhirnya setelah tiga tahun ia menjadi bayang-bayang dibalik hubungan Arlan dan istrinya. Sekarang ia bisa masuk ke dalam keluarga Arlan dari pintu utama.

Semua pelayan menunduk saat kedua orang itu datang, dan anggota keluarga yang pertama kali menyambut kedatangannya adalah Erika.

Dengan senyum sumringah perempuan itu menyambut calon menantu yang di idam-idamkan itu.

"Akhirnya kau datang juga Nak?" ucap Erika dengan senyum ramah berbeda saat dirinya menyambut Alya dulu.

"Makasih Tante," sahut Amara.

"Tante? Jangan panggil Tante kita kan bentar lagi jadi keluarga," ujar Erika.

Mereka berdua saling melempar sen lalu berpelukan, seolah sudah lama menunggu momen ini.

"Makasih ya sudah menunggu Arlan sejauh ini," ucap Erika.

Tidak lama kemudian perempuan paruh baya itu membawanya ke ruang makan dan di situ sudah ada banyak keluarga yang menunggu kedatangan Amara.

"Wah putih tinggi," ujar Lakmini.

"Iya yang ini cocok."

Dan di tengah-tengah pujian itu ternyata ada salah satu keluarga jauh yang tidak sepenuhnya berpihak pada sepasang kekasih itu.

"Yang dulu juga cocok dan pantas, bahkan dari segi muka menang yang pertama, hanya saja dia fisiknya tidak sempurna," sahutnya.

"Apa sih Mbak Rita, move on dong Arlan saja sudah move on," celetuk Indah.

"Bodoh amat aku kan hanya bicara sesuai fakta, kalau si Arlan gak usah nunggu move wong ini semua rencananya sendiri, aku yakin suatu saat nanti dia akan menyesal karena sudah membuang istri yang begitu baik," sahut Rita.

Dan obrolan itu terhenti saat pasangan itu kian mendekat. Arlan terlihat begitu bahagia tanpa memikirkan seorang wanita di kamar kostnya sedang memperjuangkan benihnya.

Bersambung ...

Selamat pagi ...

Jangan lupa tinggalkan jejak selesai membaca 🙏🙏🙏🥰🥰🥰

1
Oma Gavin
jgn sampai diketemukan arlan dulu kak biarkan alya pergi jauh menenangkan diri dan biarkan arlan menikah dgn amanda dan menikmati penyesalan nya
Nar Sih
kmu egois arlan ,semoga pencariaan gk berhasil🤣🤣
Rahayu Ayu
Bagus
tia
mimpi u ketinggian e ,,,qmu akan menyesal
Lisa
Arlan tdk akan dpt menemukan Alya
Sam sam
pagi juga Thor🙂
Lisa
Met malam Kak Ayu..makasih y utk updatenya
Anonim
BUNUH ALYA.. MASALAH SELESAI
Bundanya Pandu Pharamadina
Arlan pada saatnya pasti kamu akan menyesal telah melepaskan Alya
Bundanya Pandu Pharamadina
ijin lanjut di mari kak Author.
Ayumarhumah: iya kak Monggo
total 1 replies
Nar Sih
sebnr nya klau gk pergi jauh pun gk apa,,kan udah sah cerai ini tpi..demi keamanan dan ngk perlu repot ngsdepi arlan
Nar Sih
sore kak ayu..🥰
Ayumarhumah: selamat membaca ya kak ♥️♥️♥️
total 1 replies
Nar Sih
sebaik nya sblm pergi bersama alangkah baik nya bila dewa dan alya ada menikah dulu biar ada ikatan yg jls
Nar Sih: olah iya ya kak gk boleh yaa sblm ank nya lahir☺️
total 2 replies
Lisa
Makin seru nih..bagus Alya kamu harus ikut Dewa pindah ke tempat yg jauh.biarkan Arlan menyesal selamanya
Rohmi Yatun
lanjut Thor.. semakin seru ni🙏
Ayumarhumah
pokoknya tunggu besok ya♥️♥️♥️♥️♥️
Mul Yanto
kak author itu si Arlan jangan sampai ketemu Alya, biar tau rasa
Rohmi Yatun
cerita yang menarik 👍
Nar Sih
selamat malam juga kak ,satu bab lgi mau dong kam🙏☺️
Ayumarhumah: besok ya Kak. ♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Nar Sih
👍👍emil,biarkan arkan pusing nyari alya 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!