NovelToon NovelToon
KAISAR HANTU

KAISAR HANTU

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Budidaya dan Peningkatan / Fantasi Timur
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Lin Ye terbatuk memuntahkan darah hitam dan terbangun di tanah pemakaman Sekte Pedang Surgawi.

Dantiannya telah hancur lebur, menjadikannya tumpukan sampah yang selalu dihina oleh para kultivator lain.

Angin malam yang dingin berhembus membawa aroma dupa busuk dan aura kematian yang sangat pekat di sekitarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8

Murid berbekas luka itu memfokuskan energi spiritualnya ke dalam pedang panjangnya dan langsung melompat menerjang ke arah Lin Ye.

Ia mengayunkan pedangnya dengan jurus Tebasan Angin Membelah Bambu yang diarahkan tepat ke leher Lin Ye untuk memenggalnya.

Bilah pedang itu melesat cepat membelah udara malam dan menciptakan suara siulan tajam yang memekakkan telinga.

Namun, Lin Ye sama sekali tidak menggeser posisinya sejengkal pun dan hanya mengangkat dua jari tangan kanannya dengan sangat santai.

Tepat saat bilah pedang tajam itu berjarak satu inci dari lehernya, dua jari Lin Ye menjepit bilah pedang tersebut dengan sangat akurat.

Suara benturan logam bergema nyaring ketika pedang yang dialiri energi spiritual itu berhenti secara paksa di antara jari telunjuk dan jari tengah Lin Ye.

Murid berbekas luka itu membelalakkan matanya dengan penuh kengerian saat menyadari bahwa pedangnya sama sekali tidak bisa digerakkan seolah terjepit di antara dua gunung raksasa.

Ia mencoba menarik pedangnya dengan sekuat tenaga hingga wajahnya memerah, namun pedang itu tetap tidak bergeming sedikit pun dari jepitan Lin Ye.

Lin Ye menatap dingin ke arah mata murid yang sedang ketakutan itu sebelum akhirnya ia sedikit memutar pergelangan tangannya.

Sebuah suara retakan keras terdengar saat pedang baja berkualitas tinggi itu patah menjadi dua bagian hanya dengan jepitan dua jari biasa.

Sebelum murid itu sempat bereaksi terhadap pedangnya yang hancur, Lin Ye melesatkan telapak tangan kirinya lurus ke arah dada murid tersebut.

Telapak tangan yang diselimuti oleh kabut energi Yin yang pekat itu menghantam dada murid tersebut dengan suara dentuman tumpul yang mengerikan.

Tulang rusuk murid berbekas luka itu seketika remuk ke dalam dan organ jantungnya langsung meledak hancur akibat energi kematian yang menyusup masuk.

Darah segar menyembur deras dari mulutnya mewarnai udara malam sebelum akhirnya tubuhnya terhempas sejauh belasan meter dan menabrak sebatang pohon bambu hingga patah.

Murid itu mati seketika bahkan sebelum tubuhnya menyentuh tanah, menyisakan sepasang mata yang terbuka lebar penuh dengan penyesalan tak berujung.

Dua murid yang tersisa langsung menjerit histeris hingga pita suara mereka hampir robek saat melihat kematian instan rekan mereka.

Mereka segera menjatuhkan senjata mereka ke tanah dan berbalik arah untuk melarikan diri sekuat tenaga menuju gerbang pelataran luar.

Ketakutan yang teramat sangat membuat mereka kehilangan akal sehat dan hanya memikirkan satu hal yaitu melarikan diri sejauh mungkin dari monster ini.

Lin Ye mendengus pelan melihat dua serangga yang mencoba lari dari takdir kematian mereka yang sudah tertulis malam ini.

Ia tidak mengejar mereka sendiri, melainkan hanya menjentikkan jarinya ke udara dengan gerakan yang sangat elegan.

Dari dalam bayangan di bawah kaki Lin Ye, dua sulur bayangan hitam melesat keluar dengan kecepatan yang menyerupai kilatan petir hitam.

Sulur bayangan itu memanjang membelah udara malam dan langsung melilit pergelangan kaki kedua murid yang sedang berlari panik tersebut.

"Tidaaak! Tolong aku! Lepaskan aku!" jerit murid kurus itu saat tubuhnya ditarik dengan paksa hingga jatuh tertelungkup menghantam tanah berbatu.

Mereka berdua meronta-ronta dan menggaruk tanah dengan kuku-kuku mereka mencoba menahan tarikan kuat dari sulur bayangan gaib tersebut.

Kuku mereka patah dan berdarah karena mencengkeram bebatuan, namun mereka tetap diseret mundur mendekati kaki Lin Ye yang berdiri tegak layaknya patung dewa kematian.

Lin Ye menatap ke bawah ke arah dua murid yang kini bersujud di hadapannya sambil menangis tersedu-sedu dan gemetar hebat hingga mengeluarkan air seni.

"L-Lin Ye... Maksudku, Tuan Lin Ye! Ampuni nyawa anjing kami ini, kami hanyalah pion rendahan yang disuruh berjaga malam!" isak murid tegap yang sebelumnya paling arogan.

Murid kurus di sebelahnya ikut membenturkan kepalanya ke atas tanah berbatu hingga dahinya berdarah deras untuk memohon pengampunan.

"Benar Tuan Lin Ye! Kami tidak pernah ikut campur saat Kakak Zhao dan yang lainnya menyiksamu, kami bersumpah demi langit!"

Tatapan Lin Ye tetap sedingin es tanpa menunjukkan sedikit pun tanda-tanda belas kasihan atas tangisan menyedihkan di bawah kakinya ini.

Di dalam dunia kultivasi yang sangat kejam ini, membiarkan musuh hidup hanyalah tindakan bodoh yang akan mengundang malapetaka di kemudian hari.

Lin Ye menundukkan tubuhnya sedikit dan mencondongkan wajahnya mendekati wajah murid kurus yang sedang menangis ketakutan.

"Jika kalian memang tidak bersalah, lalu mengapa kalian tertawa sangat keras saat melihatku dipukuli di depan aula makan tiga hari yang lalu?" bisik Lin Ye dengan nada yang sangat pelan namun menusuk.

Pertanyaan itu membuat murid kurus tersebut seketika menahan napasnya dan wajahnya berubah sepucat mayat yang baru saja digali dari kuburan.

Ingatan tentang kejadian itu melintas di benaknya, di mana ia memang tertawa terbahak-bahak melihat penderitaan pemuda malang ini.

Ia baru saja ingin membuka mulutnya untuk mencari alasan lain, namun sebuah tangan yang sekeras balok es telah mencengkeram tenggorokannya dengan kuat.

Lin Ye mengangkat tubuh murid kurus itu ke udara hanya dengan menggunakan satu tangan, membuat murid itu meronta kehabisan napas.

"Kematian adalah satu-satunya bentuk penebusan dosa yang bisa aku terima," ucap Lin Ye dengan tanpa emosi.

Pusaran energi mematikan langsung berputar di telapak tangan Lin Ye, menyedot seluruh esensi kehidupan dan jiwa penasaran dari murid kurus tersebut.

Kulit murid itu mengering dengan kecepatan yang terlihat oleh mata telanjang bagaikan selembar daun layu yang dihisap sarinya.

Hanya dalam beberapa tarikan napas, murid kurus itu telah berubah menjadi mumi kering yang sangat mengerikan dan jatuh tak bernyawa ke atas tanah.

Murid tegap yang melihat pemandangan neraka secara langsung di depan matanya itu langsung memuntahkan cairan lambungnya karena rasa mual dan takut yang tidak tertahankan.

Akal sehatnya telah hancur sepenuhnya, dan ia hanya bisa tertawa terbahak-bahak seperti orang gila sambil terus merangkak mundur.

"Iblis... kau adalah iblis sejati yang merangkak keluar dari dasar neraka... hahaha... kita semua akan mati..." gumam murid tegap itu dengan tatapan kosong.

Lin Ye tidak memiliki waktu untuk bermain-main dengan orang gila, ia langsung mengayunkan tangannya yang menciptakan bilah angin Yin yang tak kasat mata.

Bilah angin itu melesat cepat dan langsung memenggal kepala murid tegap tersebut hingga terlepas dari lehernya dengan potongan yang sangat rapi.

Darah segar menyembur setinggi satu meter dari leher tanpa kepala itu seperti air mancur yang mewarnai gelapnya malam.

Lin Ye menjulurkan telapak tangannya dan menyerap ketiga jiwa penasaran yang baru saja terbentuk dari mayat-mayat di sekitarnya.

Sistem langsung memberikan notifikasi suara atas penambahan energi kultivasi yang membuat danau spiritualnya semakin bergolak dengan kuat.

"Menyerap tiga Jiwa Penasaran Tingkat Rendah."

"Energi kultivasi inang telah mencapai ambang batas tahap keempat dan bersiap menuju tahap kelima Alam Pengumpulan Qi."

Lin Ye menurunkan tangannya dan menepuk debu yang tidak ada di jubahnya dengan gerakan yang sangat tenang seolah baru saja menyapu daun gugur.

Tiga nyawa kultivator tingkat rendah sama sekali tidak membebani pikirannya, ini hanyalah makanan pembuka dari pesta darah yang sesungguhnya.

Ia mengalihkan pandangannya menembus pepohonan bambu dan menatap langsung ke arah sebuah bangunan besar di ujung pelataran luar.

Bangunan itu adalah kediaman milik Zhao Ming, bawahan setia dari tuan muda pelataran dalam yang telah menghancurkan dantiannya.

Zhao Ming adalah orang yang secara langsung memerintahkan penyiksaan harian terhadap dirinya selama sebulan terakhir ini.

Setiap pukulan rotan dan tendangan sepatu besi dari pria itu masih terekam dengan sangat jelas dan menyakitkan di setiap serat otot tubuhnya.

Lin Ye mengatupkan rahangnya erat-erat hingga terdengar suara gemeretak gigi yang memancarkan hawa pembunuh yang sangat pekat.

"Zhao Ming, malam ini aku akan memastikan kau memohon kematian ribuan kali sebelum aku mengizinkan jiwamu hancur," bisik Lin Ye pada kehampaan malam.

Langkahnya kembali terayun membelah kabut malam, meninggalkan tiga mayat mengerikan di belakangnya sebagai peringatan pertama bagi seluruh sekte.

Angin malam kembali berhembus kencang seolah sedang menyanyikan lagu kematian yang akan segera menyapu bersih seluruh pelataran luar Sekte Pedang Surgawi.

1
rizky r
cerita menarik, balas dendam hantu
Lamia Dante
manarik
Lamia Dante
bagus ceritanya menarik, tidak berbelit belit, ayo balas demdam
Kalong Super
💪💪🤭
Jojo Shua
😄
Jojo Shua
🥛
Lucy Sandy
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!