NovelToon NovelToon
Triplet : Tawanan Obsesi Tuan Mafia

Triplet : Tawanan Obsesi Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Action
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: BumbleBee

Kau adalah milikku. Jika aku tidak mendapatkannya, maka tidak siapa pun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BumbleBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau Takut Padaku?

“Jadi kau pergi ke rumah Alena?” Pollux menyadari kesalah pahamannya.

Pollux meminggirkan tubuhnya, memberi ruang agar Megan bisa masuk.

“Ya. Di mana, Pax?”

“Tidak ada, apa aku perlu menghubunginya?” ujarnya dingin sambil berjalan mendahului Megan dan kembali menaiki tangga.

Megan hanya bisa menarik napas melihat sikap Pollux yang dalam sekejap bisa berubah-ubah. “Baiklah, mari selesaikan kekacauan ini,” Megan akan memberi bonus pada kedua karyawannya yang sudah membersihkan lantai dan serpihan kaca dari bingkai foto pernikahan Pollux, tapi sayang tetap saja fotonya sudah rusak.

Megan melihat Pollux menuruni tangga dan sudah mengenaikan pakaiannya. Mereka kompak duduk di sofa yang artinya baik Pollux maupun Megan memang ingin berbicara.

Ini waktunya, persiapkan metalmu, Megan! Batin Megan. Ia memberanikan diri menatap Pollux yag ternyata sedang menatapnya, Megan kembali gelagapan.

“Apa kau takut padaku?”

“Iya,” pertanyaan spontan Pollux membuat Megan juga menjawab secara spontan. “Ti-tidak, maksudku aku tidak takut padamu, ke-kenapa aku harus takut?” ralat Megan yang justru semakin mempertegas bahwa ia memang takut kepada pria si wajah datar itu.

Dan lihatlah apa yang dilakukan Pollux, bukannya bertanya kenapa Megan merasa takut padanya atau setidaknya menenangkan wanita itu, tapi ia justru menatap Megan dengan tatapan penuh intimidasi, dan sepertinya ia menikmati kegugupan dan bahasa tubuh yang menunjukkan bahwa Megan tidak nyaman dengan tatapannya.

“Hm, Pollux...”

Tidak ada sahutan, Pollux hanya menaikkan sebelah alisnya sebagai reaksi atas panggilan Alena.

Sepertinya dia lupa apa fungsi dan kegunaan mulut diciptakan. Megan membatin lagi dan lagi, dan di mana kegugupannya jika sedang membatin.

“Sebelumnya aku meminta maaf.”

“Untuk?” Pollux yang tadinya menumpukan kedua tangannya di atas pahanya, kini menyandarkan tubuh di sandaran sofa serta menyilangkan kedua kakinya dengan tangan yang bersedekap.

Apa maksudnya dengan berpose seperti itu? tanpa sadar Megan mencibikkan bibirnya.

“Tidaklah baik mengumpat seseorang di dalam hati.”

“Aku tidak mengumpat,” Megan membela diri atas tuduhan Pollux yang nyatanya memang benar.

“Jangan membodohiku, Megan.”

“Memangnya siapa yang bisa membodohimu?”

“Kau dan dia,” tiba-tiba wajah Pollux berubah sinis, hanya sepersekian detik, tapi Megan bisa melihatnya dengan sangat jelas dan ia cukup terhenyak akan hal itu.

“Kapan aku membodohimu?” Megan tidak terima atas tudingan tidak berdasar yang dilayangkan Pollux padanya.

“Haruskah aku menjelaskannya? Lalu apa yang kudapatkan setelah aku menjelaskannya, kau akan menertawakan atau mengejekku dan jika kau punya hati mungkin kau akan meminta maaaf.” Ucapan Pollux terdengar sangat sinis.

“Wah, sepertinya aku sudah melakukan kesalahan yang sangat besar terhadapmu tanpa kusadari,” Megan mulai terpancing emosi atas sikap dingin dan sinis yang ditunjukkan Pollux padanya.

“Aku tidak akan mengejek atau meminta maaf padamu dan aku juga tidak akan bertanya kesalahan apa yang sudah kuperbuat padamu karena percayalah, aku tidak penasaran akan hal itu.” Megan tidak tahu ia mempunyai keberanian dari mana untuk membalas kesinisan pria si wajah datar itu, tapi yang Megan rasakan ia seakan terlempar kembali ke masa lalu, di mana pria itu terlihat sangat membencinya disaat ia sendiri tidak tahu apa kesalahannya.

“Seperti kedatanganku kemari adalah untuk merenovasi rumahmu, jadi mari membicarakan hal itu. Pertama-tama aku meminta maaf atas kekacauan yang sudah kuperbuat, jika kau merasa mengalami kerugian, kau bisa memaparkan kerugian seperti apa yang kau alami. Aku akan bertanggung jawab. Dan masalah foto pernikahanmu, jika kau masih memiliki salinan fotonya, aku akan mencetaknya kembali dengan ukuran yang sama.” Megan dengan sangat jelas menunjukkan kekesalannya kepada Pollux melalui nada dan mimik wajahnya yang tidak bersahabat.

“Lupakan tentang foto itu, kau bisa menggantinya dengan sebuah lukisan,” Pollux berdiri dari tempatnya.

Megan mengerutkan dahi mendengar jawaban Pollux yang kembali pada mode datar. “Tidak bisa seperti itu, itu satu-satunya kenangan peninggalan mendiang istrimu, aku tidak enak hati...”

“Aku hanya tidak punya waktu untuk menyingkirkannya.” Pollux menyela ucapan Megan.

“Tapi kau terlihat begitu mencintai istrimu, bagaimana bisa kau menyingkirkannya begitu saja?”

Pollux menyunggingkan senyum sinis, melihat hal itu Megan menyadari kesalahannya yang sudah terlalu mencampuri ranah pribadinya.

“Sepertinya kau sangat mengenalku, Nona.” Pollux mengunci tatapannya tepat di manik wanita itu. “Kuakui dia sangat cantik.” Megan menggigit bibirnya mendengar pujian Pollux terhadap istrinya yang benar adanya.

“Wanita pertama yang kusebut cantik, tentu saja Mom dan Paula adalah yang tercantik. Aku jatuh hati padanya pada pandangan pertama. Tapi apa kau tahu, awalnya aku tidak tertarik dengan wanita cantik sama sekali. Belajar dari Dad dan Aaron, kedua pria itu terlihat bodoh. Mereka mengalami kecemasan berlebih terhadap wanita mereka, bahkan mereka tidak akan segan-segan mencongkel bola mata pria lain yang berani menatap wanita mereka dan yang kalah tidak masuk akal adalah mereka rela melukai diri sendiri demi keamanan dan kenyamanan wanita mereka. Dan Dad, dia sangat posesif dan tidak ingin lepas dari istrinya walau hanya satu detik saja. Menurutku itu bodoh dan sangat membosankan, walau yang aku lihat baik Mom dan Dad sangat menikmati kebersamaan mereka, tapi tidak dengan kebodohan Aaron dan Paula. Mereka terlihat sangat menyedihkan.” Pollux berhenti sesaat untuk menarik napas. Sementara Megan memilih diam untuk mendengar lebih lanjut, karena ia belum mengerti ke mana sebenarnya arah pembicaraan Pollux.

“Aku berbeda dengan Pax yang menganggap semua wanita cantik, dan walau pun terlihat sama persis, para wanita lebih menyukai Pax dibandingkan diriku. Aku memang sedikit kaku, kuakui itu dan aku tidak peduli mereka para wanita. Terkadang aku justru kasihan kepada adikku yang tidak bisa menikmati harinya dengan normal tanpa ganguan dari mereka, wanita pengacau. Hingga pada suatu hari aku menyadari sesuatu yang lain di sini,” Pollux menunjukk hatinya dan Megan masih berperan sebagai pendengar yang baik dan budiman.

“Wanita itu terlihat berbeda dari semua wanita yang ada, mataku selalu tertuju padanya. Dia jauh dari kata cantik, itu lah menurut pendapat orang lain. Tapi di mataku dia sangat spesial. Lalu apa yang terjadi, disaat aku berandai-andai untuk menjalin hubungan yang normal tanpa batas dalam arti yang berbeda dengan hubungan Mom dan Dad atau Aaron dan Paula. Aku ingin memberi kebebasan kepada milikku, menikmati sisi dunianya yang lain tanpa aku, membebasakan dia bersenang-senang dengan para sahabatnya, dan aku akan menjemputnya begitu ia sudah selesai bersama sahabat-sahabatnya. Aku juga tidak keberatan jika ia bertegur sapa dengan pria lain yang hanya sebatas teman. Aku tidak akan membatasi sosialnya, aku ingin dia nyaman dengan dunianya, yang kulakukan adalah melibatkan diri di dalam dunianya itu, menjadi penyempurna dunianya. Tapi apa yang terjadi, yang kuanggap berbeda sama saja, kepolosan yang terlihat adalah topeng kemunafikan. Aku membenci itu. Dan sepertinya wanita seperti Mom dan Paula lah yang terbaik. Dan see, aku menemukannya pada diri wanita yang kau sebut dengan istriku. Ya, aku mencintainya, hubungan kami berjalan baik-baik saja. Seperti keinginanku sebelumnya, aku membebaskannya, dan aku mendapatkan kebahagian seperti yang dirasakan Mom dan Dad, begitu lah menurutku selama 6 bulan pernikahan kami. Tapi apa yang terjadi, sama seperti wanita di masa laluku, wanita itu mengkhianatiku. Dia tidur bersama pria lain.” Pollux berhenti, menarik napas dalam untuk menetralisir degupan jantungnya yang menggila akibat amarah yang ia rasakan. Dadanya sesak luar biasa menyadari kebodohannya yang tidak bisa menilai wanita dengan baik.

Megan terhenyak, ia bahkan menutup mulut dengan kedua tangannya, ia tidak menyangka istri Pollux tega mengkhianatinya. Megan merutuk wanita itu dalam hati.

“Wanita yang terlihat tidak menarik di masa laluku membuatku mencari wanita cantik seperti Mom dan Paula, tapi fakta menyedihkan yang kuterima adalah, keduanya sama-sama tidak tertarik padaku.” Pollux tersenyum getir. “Dan kini aku menertawakan kesombonganku, dan salut terhadap Aaron begitu juga dengan Daddy, wanita yang mereka inginkan mampu bertahan di samping mereka. Aku benci wanita cantik, dan aku lebih membenci wanita yang berpura-pura polos.” Pollux berbalik, berniat untuk meninggalkan Megan yang masih belum bisa menghilangkan keterkejutannya atas kisah kasih Pollux yang begitu pahit.

“Lalu wanita seperti apa yang akan membuatmu tertarik?” pertanyaan Megan membuat Pollux menghentikan langkahnya. Ia berbalik dan menemukan Megan sudah berdiri dari kursinya.

“Alena.”

Megan merasakan ribuan jarum menghujam ulu hatinya, ia menyesali pertanyaannya. “Kenapa Alena?” dan sekarang ia juga terkejut dengan kelancangannya. “Berdasarkan ceritamu, kau sangat mudah mengambil keputusan yang selalu berakhir dengan penilaianmu yang salah. Tapi mendengar jawabanmu tadi, kau terlihat sangat yakin.” Kecemburuan Megan membuatnya menjadi sinis.

“Kali ini aku yakin dengan penilaianku.” Tegas Pollux. “Alena tidak termasuk dalam dua kategori wanita yang sangat kubenci. “Tanpa kujelaskan, bukankah kau juga merasakannya. Dia membuat semuanya nyaman dan tanpa kepura-puraan. Dia unik dengan caranya sendiri.”

“Berapa lama kau mengenalnya? Kenapa kau begitu yakin, aku bahkan bisa merasakan wanita asing itu penuh dengan misteri.”

“Aku tidak peduli dengan misteri hidupnya, semua orang punya sisi yang ingin ia sembunyikan dari orang lain. Dan Megan, kau yang sekarang adalah perpaduan dua kategori itu,” sinis Pollux.

Megan terkulai lemas dan kembali duduk. Pernyataan Pollux menegaskan bahwa ia sangat amat membenci Megan.

Pollux meninggalkan Megan bahkan saat pria itu melihat dengan jelas genangan air mata di manik wanita itu.

1
pika shu
koq GK up² thor
lyani
GPL y Meg
lyani
aku sih iyesssss
lyani
kepemilikan bro
lyani
😀😀😀
lyani
Krn cintanya bukan utk Maria
iis nuriyah: kak up 2 ajj kurang ini malah up 1✌️✌️✌️✌️🤣🤣🤣🤣 ayo semangat lgi up,a🥰🥰🥰
total 1 replies
lyani
Lux
lyani
tunggu....
lyani
kurang jitu
iis nuriyah
kak mw tnya cerita ortu triple GK ad ya
BumbleBee: ada dong kak. Di judul Menikahi Pria Tidak Sempurna di season duanya. Lucas dan Angel
total 1 replies
iis nuriyah
best👍👍👍👍
iis nuriyah
kak up,a yg bnyak donk🤣🤣🤣gk puas bca,a saking seru,a🥰🥰
lyani
wani Piro 😅
lyani
ciyeeeee
lyani
🤣
lyani
Wilson Rodriguez bodoh soal wanita 🤣
lyani
/Facepalm/
lyani
😂
lyani
nah begini harusnya
lyani
😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!