NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Misteri / Action
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Zerro One

Wang Hao, Kaisar Tertinggi Dunia Dou Li, mati secara misterius di puncak kejayaannya. Murid muridnya bersumpah mencari pelaku. Namun jiwa Wang Hao justru bangkit di tubuh pemuda lemah bernama Chen Nan di tempat lain. Kematiannya sendiri adalah misteri terbesar. Siapa yang mampu membunuh sosong sepertinya? Atau ada rahasia lebih kelam di balik kematiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zerro One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Pil Pencahar Pertama

Pagi hari telah tiba, Wang Hao bangkit dari kursinya, lalu melangkah keluar dari gudang batunya. Udara pagi yang dingin langsung menyambut kulitnya, membawa serta aroma tanaman obat dari halaman belakang. Ia berjalan menyusuri lorong sempit menuju toko depan.

Ketika ia tiba di ruang utama Balai Ramuan Giok Hijau, Gu Yan sudah berdiri di samping meja kayu panjang bersama seorang pria lain. Pria itu berusia sekitar lima puluh tahun dengan rambut setengah putih yang diikat ke belakang. Jubah abu-abunya dipenuhi noda-noda bekas bahan alkemi, sementara jari-jarinya yang kurus menunjukkan tanda-tanda seseorang yang telah bekerja dengan api dan tungku selama puluhan tahun.

"Tuan Muda," Gu Yan memberi isyarat ke arah pria di sampingnya. "Ini Lao Fan, alkemis yang kuceritakan."

Lao Fan menatap Wang Hao dengan mata menyipit, mengamati pemuda berusia sekitar dua puluh tahun di hadapannya dengan ekspresi sulit ditebak. Ia memegang selembar kertas di tangannya, kertas yang sama yang ditulis Wang Hao kemarin.

"Aku membaca resepmu," kata Lao Fan tanpa basa-basi. "Dari mana kau mendapatkannya?"

"Apakah itu penting?" balas Wang Hao.

Lao Fan terdiam sesaat, lalu terkekeh pelan. "Tidak, tidak penting." Ia mengangkat kertas itu. "Yang penting adalah resep ini bisa bekerja. Aku sudah menghitung takarannya sepanjang malam. Jika dieksekusi dengan benar, pil yang dihasilkan akan memiliki kemurnian jauh di atas pil pencahar biasa."

"Itu tergantung pada keahlian Anda."

"Tentu saja." Lao Fan menyilangkan tangannya. "Tapi ada satu hal yang ingin kutanyakan. Resep ini menggunakan teknik pemanasan tiga tahap yang belum pernah kulihat sebelumnya. Siapa yang mengajarimu?"

Wang Hao memandang pria tua itu dengan tatapan datar. "Guruku, hanya itu." Lalu tatapan Wang Hao menjadi tajam. "Jika anda bisa membuatnya, buatlah. Jika tidak bisa, katakan sekarang. Saya tidak punya waktu untuk pertanyaan yang tidak perlu."

Keheningan singkat menggantung di udara. Gu Yan menelan ludah dengan gugup, tetapi Lao Fan justru tertawa.

"Baiklah, pemuda, aku suka gayamu." Ia melipat kertas itu dan memasukkannya ke dalam jubah. "Aku akan membuat pil ini. Tapi aku butuh waktu satu hari untuk menyiapkan bahan-bahannya dan menyesuaikan tungkuku. Besok pagi pil pertama akan selesai."

"Pastikan kemurniannya di atas delapan puluh persen," kata Wang Hao datar.

Lao Fan mengangkat alis. "Delapan puluh persen? Itu target yang tinggi untuk pil pencahar."

"Resep itu dirancang untuk menghasilkan kemurnian minimal delapan puluh persen. Jika anda tidak bisa mencapainya, berarti ada yang salah dengan teknik anda."

Mata Lao Fan menyipit. "Kau tahu banyak tentang alkemis untuk pemuda seusiamu."

Wang Hao tidak menjawab. Ia hanya menatap Lao Fan dengan ekspresi tenang yang tidak memberikan petunjuk apa pun.

"Aku akan mencoba," kata Lao Fan akhirnya. "Jika berhasil... kita akan bicara lebih banyak tentang kerja sama." Ia berbalik dan berjalan keluar dari toko tanpa menunggu jawaban.

Gu Yan menghela napas panjang setelah Lao Fan menghilang di balik pintu. "Lao Fan memang keras kepala, tapi dia alkemis terbaik yang kukenal di kota ini. Jika dia bilang bisa, berarti bisa."

"Dia bisa," kata Wang Hao singkat.

Wang Hao berbalik dan kembali berjalan menuju halaman belakang. Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan.

*****

Keesokan harinya, matahari pagi baru saja naik di atas atap-atap rumah Kota Lanyu. Cahaya jingga lembut menyinari halaman belakang Balai Ramuan Giok Hijau, menerpa dedaunan tanaman obat yang ditanam Gu Yan di pot-pot batu.

Wang Hao sedang berbaring santai di kursi rotannya ketika langkah kaki tergesa-gesa terdengar dari arah toko depan. Ia tidak membuka matanya, tetapi telinganya menangkap dua pasang langkah kaki, satu milik Gu Yan dan satu lagi milik seseorang yang lebih ringan.

"Tuan Muda!"

Suara Gu Yan terdengar bersemangat. Wang Hao membuka matanya perlahan dan melihat pria tua itu berjalan cepat ke arahnya sambil memegang sesuatu di tangan kanannya.

"Lao Fan berhasil!" Gu Yan mengulurkan tangannya. Di telapak tangannya terlihat sebuah cincin perak sederhana dengan ukiran samar di permukaannya. "Cincin ruang yang kau minta. Aku mengambilnya dari balai lelang tadi malam."

Wang Hao menerima cincin itu dan memeriksanya sejenak. Cincin ruang tingkat rendah dengan kapasitas sebesar ruangan gubuk. Cukup untuk kebutuhannya saat ini. Ia mengenakan cincin itu di jari telunjuk tangan kanannya.

"Pilnya?" tanya Wang Hao.

"Sudah jadi!" Gu Yan merogoh jubahnya dan mengeluarkan sebuah botol kaca kecil. Di dalamnya terdapat lima butir pil berwarna hijau muda dengan kilauan samar di permukaannya. "Lao Fan bekerja sepanjang malam. Dia bilang kemurnian pil ini mencapai delapan puluh tiga persen. Dia sendiri tidak percaya dengan hasilnya."

Wang Hao mengambil botol itu dan mengamatinya. Pil pencahar di dalamnya memang memiliki kualitas yang baik untuk ukuran alkemis tingkat satu. Warnanya bersih, bentuknya bulat sempurna, dan energi spiritual yang terpancar darinya stabil.

"Cukup baik," katanya sambil mengembalikan botol itu.

"Hanya cukup baik?" Gu Yan tertawa kecil. "Tuan Muda, di kota ini tidak ada yang bisa membuat pil pencahar dengan kemurnian setinggi ini. Pil pencahar biasa hanya mencapai kemurnian tiga puluh sampai empat puluh persen. Delapan puluh tiga persen adalah sesuatu yang belum pernah terjadi."

"Mulai jual hari ini."

Gu Yan mengangguk cepat. "Aku sudah menyiapkan semuanya. Pil ini akan kupajang di etalase depan dengan harga lima koin emas per butir."

"Terlalu murah."

Gu Yan mengerjapkan matanya. "Lima koin emas terlalu murah? Pil pencahar biasa hanya dijual satu koin emas per butir."

"Pil ini lima kali lebih baik. Hargai sepuluh koin emas per butir."

"Sepuluh..." Gu Yan menelan ludah. "Itu harga yang sangat tinggi untuk pil pencahar. Apakah orang akan membelinya?"

"Mereka akan membeli setelah melihat hasilnya."

Gu Yan ragu-ragu sejenak, tetapi akhirnya mengangguk. "Baiklah. Sepuluh koin emas."

Setelah itu dia kembali ke tokonya.

*****

Pada hari yang sama, pil pencahar baru itu dipajang di etalase depan Balai Ramuan Giok Hijau. Sebuah papan kayu kecil diletakkan di sampingnya dengan tulisan: "Pil Pencahar Kemurnian 80% - 10 Koin Emas."

Berita tentang pil pencahar dengan kemurnian tinggi menyebar dengan cepat ke seluruh Kota Lanyu. Pada awalnya, banyak yang meragukan. Pil pencahar adalah obat paling dasar, dan tidak ada yang percaya bahwa seseorang akan menjualnya dengan harga sepuluh kali lipat dari harga normal.

Namun keraguan itu tidak bertahan lama.

Seorang pedagang kaya bernama Meng Shu menjadi pembeli pertama. Ia telah menderita gangguan pencernaan selama bertahun-tahun dan sudah mencoba puluhan jenis obat tanpa hasil. Dalam keputusasaan, ia membeli satu butir pil pencahar dari Gu Yan, lalu menelannya tanpa ragu.

Hasilnya langsung terlihat dalam waktu kurang dari satu jam.

Meng Shu kembali ke toko dengan wajah berseri-seri dan membeli tiga butir lagi. Ia bahkan berteriak-teriak di jalanan tentang keajaiban pil itu, dan dalam waktu singkat, antrean panjang mulai terbentuk di depan Balai Ramuan Giok Hijau.

"Ini benar-benar bekerja!" seru seorang wanita paruh baya setelah meminum pil itu. "Tidak ada sakit perut sama sekali!"

"Aku sudah minum ramuan pencahar selama sepuluh tahun, tapi ini pertama kalinya aku merasa benar-benar bersih," kata seorang pria tua dengan mata berkaca-kaca.

"Saya mau beli dua butir!"

"Saya tiga!"

"Jangan dorong-dorong! Saya datang lebih dulu!"

Gu Yan kewalahan melayani pembeli, karena mereka tidak percaya jika pil-nya hanya tersisa dua butir. Banyak yang kecewa karena tidak kebagian dan meminta Gu Yan untuk membuat lebih banyak.

Wang Hao mengamati semuanya dari ambang pintu belakang toko. Ekspresinya tetap tenang meskipun toko dipenuhi oleh puluhan pembeli yang berebut antre. Senyum tipis muncul di sudut bibirnya.

Rencananya berjalan lebih cepat dari perkiraan.

*****

Ketika malam tiba dan toko akhirnya tutup, Wang Hao duduk di kursi rotannya di halaman belakang sambil menatap bintang-bintang. Cincin ruang di jarinya terasa dingin di kulit, tetapi itu adalah pengingat bahwa langkah pertamanya di kota ini telah berhasil.

Namun ia juga merasakan sesuatu yang lain.

Beberapa pasang mata mengawasinya dari kegelapan di luar pagar bambu.

Wang Hao tidak menoleh. Ia tetap duduk santai di kursi rotannya, tetapi kesadarannya sudah menyebar ke sekeliling. Setidaknya tiga kelompok bersembunyi di balik bayangan bangunan-bangunan di sekitar Balai Ramuan Giok Hijau. Napas mereka berat, kultivasi mereka rendah, tetapi niat mereka jelas.

Mereka bukan pembunuh.

Mereka adalah pengintai.

Pil pencahar dengan kemurnian delapan puluh persen telah menarik perhatian orang-orang yang seharusnya tidak tertarik pada pil pencahar. Klan-klan besar, sekte, atau mungkin pedagang saingan, semuanya ingin tahu dari mana asal pil itu dan siapa yang membuatnya.

Wang Hao menutup matanya dan menarik napas panjang.

"Biarkan mereka mengintai," gumamnya pelan. "Untuk sekarang nikmati saja."

1
Jojo Shua
up
Jojo Shua
🥛
Jojo Shua
up
Jojo Shua
🙏
Jojo Shua
44
Jojo Shua
4
Agus Rose
Cerita yang cukup baik tapi update nya yg kurang.
Zerro One: Terimakasih penilaian nya.

saya ragu karena novel ini slow plotnya.
total 3 replies
Jojo Shua
🫰
Jojo Shua
✅️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!