NovelToon NovelToon
Overload: Sang Penghancur Rumah Tangga Orang

Overload: Sang Penghancur Rumah Tangga Orang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Komedi
Popularitas:422
Nilai: 5
Nama Author: HAMBALANGVERSE

⚠️ Disclaimer⚠️
Untuk yang punya humor tingkat tinggi di atas ranah Bahalil Sovereign Immortal Mythic Glory Realm yang bisa menangkap esensi dari perjalanan Slamet dan Faksi-faksi di Overlord.

━━━━━━━━━━━━━━━

⚔️ ORIGINAL HAMBALANGVERSE ⚔️

#Fantasi
#Komedi
#Petualangan
#Respawn
#SalahPahamMassal
#KalongMania62
#BukanKonspirasi
#TapiSemuaPanik


🗓️ Jadwal update:
Sampai Matahari Padam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HAMBALANGVERSE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Hutan di sektor selatan Elf Kingdom tidak pernah terasa begitu sunyi. Bagi telinga manusia biasa, keheningan ini mungkin terasa damai. Namun bagi Ainz Ooal Gown, yang berdiri di balik lapisan sihir Perfect Unknowable di atas bukit berbatu lima ratus meter dari target, keheningan itu hanyalah ruang kosong yang menunggu untuk diisi oleh ketidakpastian.

Ainz tidak bergerak. Titik merah di matanya menatap tajam ke arah tepi sungai di bawah, di mana sosok bernama Slamet sedang duduk di atas batu.

Aura dan Mare sudah memberikan laporan awal. Regu Strix dari Unit Pengintaian Windflower Scripture telah dilumpuhkan. Theocracy buta informasi. Astrologer mereka mengalami kegagalan divinasi total.

Tidak ada hasil.

Divinasi gagal. Scrying gagal. Appraisal gagal.

Semua metode investigasi yang biasa Ainz gunakan untuk mengenali musuh tidak berfungsi. Fakta bahwa bahkan sihir tier tertinggi tidak bisa menembus "kegelapan" di sekitar Slamet — itu sendiri sudah cukup mengkhawatirkan.

Sekarang, Ainz butuh data positif. Apa yang ada pada Slamet.

Dari jarak jauh, menggunakan sihir Remote Viewing yang diperkuat dengan Magic Sight, Ainz mengamati perilaku targetnya.

Slamet terlihat... membosankan.

Pria itu duduk dengan postur buruk, punggung membungkuk, kaki digoyang-goyangkan tanpa irama. Di tangannya ada tongkat kayu kasar dengan benang putih yang tergantung lesu di air. Dia tidak waspada. Tidak ada tanda-tanda ia memeriksa sekeliling. Tidak ada sikap defensif. Dia bahkan menguap lebar, mengusap mata dengan punggung tangan yang kotor oleh tanah.

Mungkinkah ini penyamaran? batin Ainz. Atau apakah dia benar-benar sepolos itu?

Dalam pengalaman Ainz bermain YGGDRASIL, lawan yang terlihat paling tidak berbahaya sering kali menjadi ancaman terbesar.

Mereka sengaja menampilkan celah.

Mereka sengaja terlihat lemah.

Dan pemain yang tertipu oleh kesan pertama biasanya tidak bertahan lama.

Ainz memutuskan untuk tidak mengambil risiko. Dia tetap bersembunyi.

Tiba-tiba, Slamet berhenti menggoyangkan kakinya. Ia merogoh saku celana pendeknya yang lusuh.

Gerakan itu lambat. Tidak agresif.

Dari saku itu, Slamet mengeluarkan sebuah benda persegi panjang. Tipis. Hitam mengkilap.

Ainz memperbesar pandangan sihirnya.

Benda itu tidak memantulkan cahaya seperti logam atau kaca. Permukaannya gelap, matte, seperti batu hitam yang dipoles halus. Tidak ada goresan. Tidak ada ketidaksempurnaan.

Material ini tidak menyerupai kristal. Tidak menyerupai mithril. Tidak menyerupai adamantite.

Ainz belum pernah melihat benda dengan struktur seperti ini. Bahkan di YGGDRASIL, material yang benar-benar mulus sempurna biasanya hanya ditemukan pada item dengan rank tertentu. Tapi benda ini tidak memiliki mana. Tidak memiliki aura. Tidak memiliki apa-apa.

Itu yang membuatnya aneh.

Di bagian belakangnya, terdapat simbol logam berwarna abu-abu.

Simbol itu asing. Bukan rune sihir. Bukan lambang kerajaan manapun di benua ini. Bukan pula ikon guild yang Ainz kenal.

Lambang organisasi? Kelompok rahasia? Atau entitas religius lokal?

Slamet menatap benda itu. Ekspresinya berubah menjadi kesal. Ia menekan tombol kecil di sisi kanan benda tersebut.

Tidak terjadi apa-apa. Layarnya tetap hitam.

Slamet menekan lagi. Lebih keras. Masih nihil.

Pria itu menghela napas panjang, uap putih keluar dari mulutnya. Ia menatap benda itu dengan tatapan hampa, lalu menggumamkan sesuatu. Sihir pendengaran jarak jauh Ainz menangkap kata-kata itu dengan jelas.

"Sial. Mati total."

Slamet melempar benda itu kembali ke sakunya dengan gerakan asal-asalan, lalu kembali menatap permukaan air sungai.

Ainz menggunakan Appraisal Magic Item.

Tidak ada hasil.

Tidak.

Bukan tidak ada hasil.

Yang lebih tepat adalah sihir itu tidak menemukan sesuatu yang bisa dianalisis.

Ainz kembali mengamati benda hitam di tangan Slamet.

Itu jelas sebuah objek.

Tetapi Appraisal memperlakukannya seolah benda itu tidak ada.

Ainz menyipitkan matanya.

Kegagalan identifikasi.

Ini bukan berarti objek itu kuat. Ini berarti objek itu asing. Di luar parameter pemahaman sihir standar Ainz.

Benda itu adalah bukti fisik. Bukti bahwa Slamet memegang sesuatu yang tidak berasal dari kerangka sihir New World, dan juga tidak mirip dengan item-item YGGDRASIL yang Ainz kenal.

World Item?

Tidak.

Jika itu World Item, setidaknya harus ada fenomena tertentu yang bisa diamati.

Tapi...

Tidak ada jaminan bahwa semua World Item berperilaku sama.

Lagipula, aku juga tidak memiliki semua data mengenai World Item yang pernah ada di YGGDRASIL.

Terlalu banyak kemungkinan. Terlalu sedikit data.

Ainz mengingat bagaimana Demiurge, dengan kecerdasannya, mampu merancang rencana yang menghancurkan kerajaan tanpa perlu mengangkat pedang. Bagaimana Albedo, dengan kemampuan administratifnya, mengelola intelijen dan logistik Nazarick dengan sempurna.

Kekuatan tidak selalu berupa level atau sihir. Kadang, itu adalah informasi.

Dan informasi adalah sesuatu yang tidak bisa diukur dengan status board.

Ainz menatap Slamet lagi. Pria itu sekarang sedang menggaruk perutnya, lalu melirik ke arah hutan dengan ekspresi bosan.

Dia tidak menunjukkan tanda-tanda menyadari pengawasanku.

...Atau setidaknya itulah yang terlihat.

Jika dia benar-benar mampu menghindari seluruh sistem deteksi Nazarick, maka berpura-pura tidak menyadari keberadaanku bukanlah hal yang mustahil.

Semakin Ainz mengamati pria itu, semakin sedikit yang bisa ia simpulkan.

Dia tidak bertindak seperti assassin.

Tidak seperti mata-mata.

Tidak seperti petualang berpengalaman.

Justru itulah yang mengganggu.

Semua kategori yang dikenal Ainz gagal menjelaskan keberadaan pria itu.

Dia terlihat seperti orang biasa yang tersesat.

Namun kesan semacam itu tidak memiliki nilai.

Bukti yang ada menunjukkan adanya gangguan terhadap divinasi.

Jika gangguan itu memang berasal dari pria tersebut, maka penampilannya tidak dapat dipercaya.

Dan jika gangguan itu tidak berasal darinya...

Maka keberadaannya di lokasi yang sama tetap terlalu kebetulan.

...Kecuali seluruh rangkaian kejadian ini tidak berhubungan dengannya.

Tidak.

Kesimpulan seperti itu terlalu optimistis.

Orang biasa...

Justru itulah masalahnya.

Orang biasa tidak memiliki pola yang jelas.

Seorang petualang akan bertindak seperti petualang.

Seorang prajurit akan bertindak seperti prajurit.

Tetapi orang biasa bisa melakukan apa saja tanpa alasan yang masuk akal.

Dan hal seperti itu sulit diprediksi.

Ainz menurunkan tangannya perlahan. Sihir Remote Viewing diputus. Gambar Slamet menghilang dari pandangannya.

Dia tidak akan menyerang malam ini. Menyerang tanpa memahami sifat objek itu terlalu berisiko. Terlalu banyak variabel yang tidak bisa dia kontrol.

Ainz berbalik, jubah hitamnya berkibar lembut di angin malam.

Langkah kakinya ringan. Dia meninggalkan bukit itu, membawa pulang lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.

Di dalam kepalanya, suara Albedo bergema dari ingatan percakapan sebelumnya: "Siapa dia, Ainz-sama?"

Ainz tidak punya jawabannya.

Material yang tidak dikenal. Tulisan asing yang tidak dapat diterjemahkan. Kegagalan identifikasi. Tidak ada mana, tidak ada aura, dan tidak ada informasi yang bisa diperoleh melalui sihir. Semakin banyak Ainz memikirkannya, semakin jelas bahwa ia masih kekurangan data untuk menarik kesimpulan apa pun.

Ketiga fakta itu berputar-putar di kepala Ainz, membentuk pola ancaman yang kabur.

Investigasi harus dilanjutkan. Diam-diam. Teliti.

Karena jika Slamet benar-benar hanya manusia biasa... maka dunia ini jauh lebih aneh daripada yang Ainz kira.

Dan jika dia bukan manusia biasa... maka Ainz harus bersiap untuk menghadapi sesuatu yang berada di luar logika sihir Tier 10.

Di kejauhan, di tepi sungai, Slamet bersin keras.

"Dingin banget sih," gumamnya, menarik jaket tipisnya lebih rapat. "Besok gue coba tanya elf itu soal api unggun. Gue gak mau mati kedinginan cuma gara-gara ikan gak mau makan umpan roti."

Dia tidak tahu bahwa Raja Penyihir yang baru saja pergi telah mendedikasikan sumber daya intelijen terbesar di benua ini hanya untuk menjawab pertanyaan: Apa fungsi tombol di sisi kanan benda hitam itu?

Bagi Ainz, ini bukan lelucon. Ini adalah teka-teki yang berpotensi mengancam eksistensi Nazarick.

Dan malam itu, Ainz Ooal Gown memasuki mode istirahat dengan kewaspadaan penuh, memikirkan bayangan hitam persegi panjang yang menolak untuk dijelaskan oleh sihir.

1
🏵YI FENG🐲
Anjay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!